Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 236. Mengali lubang untuk menutup lubang...?


__ADS_3

"Sejak kapan Anda memelihara tupai" Ucap Huang Tei


Ucapan huang tei membuat semua oramg langsung memperhatikannya.


"Pangeran tolong izinkan aku untuk menghajarnya" ucap Gi Kung sambil melirik sinis Huang Tei.


"hei hei memang apa salahku" tanya huang Tei yang belum sadar.


"Rasanya aku juga ingin mencabik cabik wajah tak bersalahnya itu" ucap Serigala Kecil dengan suara pelan.


"Bodoh itu adalah serigala" Ucap Gi Kung Dengan Wajah kesal.


"Sudah kalian hentikann... pangeran jika penawarnya belum ada ditangan anda lalu dimana penawar itu." tanya Qing Se


"Aku akan segera mengambilnya tapi sebelum itu aku ingin meminta bantuan kalian" Ucap Jhin Tian.


"Kau tidak perlu meminta untuk bantuan kami adik, apa yang perlu kami bantu untukmu" ucap Chu Lizheng dengan tersenyum.


Jhin Tian tersenyum tipis.


"Aku tau tentang itu kak.. aku hanya meminta kalian membantu ayahku menjaga tiga alam, setelah dia sembuh energinya tidak bisa sama seperti dulu.. aku tidak ingin terjadi sesuatu lagi padanya" ucap Jhin Tian.


"Bukankah ada kau disini, kau bisa menjadi raja tiga alam yang baru , kau adalah putra mahkota sudah seharusnya kau yang menjaga tiga alam ini, tentu kami juga tetap akan bersamamu untuk membantumu" ucap Jhin Ze.


"Aku ingin tapi aku tidak bisa" ucap murung Jhin Tian.


"kenapa" merek semua bertanya dengan serempak membuat Jhin Tian sedikit terkejut.


"penawar itu berada didunia yang hanya aku dan Ling Yue yang tau, untuk mengambil ramuan itu aku harus menyetujui konsekuensi disana, aku tidak tau apa yang akan terjadi maka dari itu aku meminta bantuan kalian"ucap Jhin Tian dengan wajah tanpa keraguan.


"Apakah tidak ada cara lain" Tanya Qing Se sambil mengerutkan keningnya..


"Aku Tidak punya banyak waktu untuk memikirkan cara lain, lagi pun sepertinya memang ini satu satuya cara untuk menyelamatkan ayah, racun itu sangat cepat menyebar aku tidak ingin terlalu banyak berfikir" ucap Jhin Tian.


"Tapi jika kau pergi bagaimana Dengan Xian dan Xuan" tanya Chu lizheng.


"Aku akan berbicara pada mereka nanti, saat ini aku hanya ingin kalian membantuku, bisakah kalian berbagi tugas untuk masalah ini" ucap Jhin Tian.

__ADS_1


"Huft mau bagaimana lagi jika ini sudah keputusanmu , aku tau ini adalah yang terbaik" ucap Jhin Ze.


"Tenang saja kakak mu ini pasti akan membantumu menjelaskan semua ini pada Bibi" ucap Jhin Le dengan wajah bangga nya.


"Tidak tidak. jangan katakan apapun pada ibuku, dia tidak akan menerima ini semua, lebih baik dia tidak tau... Penawar itu aku akan berikan pada Huang Tei katakan saja bahwa kau yang membuatnya, Daratan suci tentu kuserahkan pada Dua saudaraku, daratan tengah tentu kak Lizheng dan Xiao feng, untuk tempat dimana para iblis itu, aku mohon bantuanmu Gi Kung dan Aku akan meminta muo Fi ikut bersamamu" ucap Jhin Tian.


"Tentu aku akan melakukannya" ucap Gi Kung dengan hormat.


"Baiklah aku hanya bisa menghargai keputusanmu" ucap Jhin Ze dengan sedikit tidak senang, dia tentu tau yang dilakukan Jhin Tian tidak sepenuhnya benar, dengan tanpa memberitau ibunya bukankah dia seperti mengali lubang untuk menutup lubang.


"Akan kuambilkan penawar itu sekarang setelah itu aku akan menemui Xian Dan Xuan" ucap Jhin Tian yang tiba tiba menghilang dari pandangan.


"Ini pasti sulit baginya" ucap Qing Se.


"Andai bisa aku ingin mengantikannya, dua anaknya itu pasti menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Pangeran"Ucap Gi Kung sambil menatap arah dimana Jhin Tian menghilang.


Mereka menunggu cukup lama tapi Jhin Tian tak kunjung muncul.


"Ayahhhh kakak tidak ingin belbagi dengankuu" teriak Xuan Sambil berlari berharap menemukan ayahnya untuk mengadukan perbuatan jahil Xian.


"Xuan kemari" ucap Jhin Ze.


"Ada apa paman" tanya Xuan dengan wajah binggung.


"Ahh tidak ada... paman hanya ingin memberitau mu bahwa ayahmu sedang keluar sebentar, dia akan segera kembali kau kembalilah bermain bersama Xian ya, ahh ya Jinfu dan Serigala ini juga bisa kau bawa" ucap Jhin Ze sambil menyerahkan Jinfu dan serigala kecil ke tangan mungil Xuan


"Hei hei seenaknya saja kau aku ini...."


"Diamlah dasar rubah.. dia itu putri tuanmu kau harus menurutinya" ucap Jhin Ze yang membuat serigala kecil itu berdecak kesal.


"Cih.."


"Telimakasih pamann" ucap Xuan dengan senang dia lalu menarik dua hewan itu .


Jinfu yang sudah terbiasa hanya terdiam sementara serigala kecil berteriak dan terus mengumpat karena diperlakukan rendah menurutnya.


"Hah Menurutmu apa mereka bisa" Ucap Chu Lizheng.

__ADS_1


"Aku tak begitu yakin tapi mereka adalah anak yang pandai aku yakin mereka akan mengerti"Ucap Jhin Ze.


"Tak bisa kubayangkan anak sekecil mereka harus kehilangan kasih sayang kedua orang tuanya" ucap Huang Tei.


"Hei jaga bicaramu..!, pangeran tidak pernah menghilangkan kasih sayangnya untuk mereka, lagipun kita masih ada disini, dan aku pastikan Putri Xuan Dan Pangeran Xian tidsk akan pernah merasa kekurangan kasih sayang" ucap Qing Se dengan wajah Serius.


"Aku setuju denganmu Saudaraku" ucap Jhin Le


Saat mereka sedang berbincang seseorang tiba tiba muncul.


"Ohh jadi kalian semua berada disini pantas saja aku tidak menemukan kalian sedari tadi" ucap Marah Orang itu auranya jelas terlihat kemarahan.


"Yan Sha..! apa yang kau lakukan disini, aku sudah menyuruhmu untuk beristirahat, dan bagaimana kau bisa masuk kesini" tanya Qing Se dan ternyata yang datang adalah Yan Sha.


"Suamiku apa kau lupa Jhin Tian pernah memberiku ini, dan ya apa kalian semua sedang berpesta tanpa aku hah cih sangat menyebalkan" ucap Yan Sha dengan kesal.


"Hei jangan sembarangan berbicara kami..."


"Sudahlah pangeran Le biar aku yang menjelaskan semuanya padanya, dia juga teman Pangeran Tian dia juga harus tau" ucap Qing Se.


"Ck Terserah kau saja" kesal Jhin Le


"Kemari dan duduklah" ucap Qing Se sambil membawa Yan Sha duduk dikursinya.


"Sebenarnya apa yang kalian semua sembunyikan dariku" tanya Yan Sha dengna wajah binggung.


Qing Se mengelus perut besar Yan Sha.


"Tenangkan dirimu dulu, aku akan katakan semua yang kutau kepadamu" ucap Qing Se dengan lembut.


Yan Sha hanya menurut dan Qing Se terus menjelaskan semuanya, semua hanya bisa menyimak, sementara itu Yan Sha yang tau tentang semua kebenaran ini sangat terkejut.


"Dia itu apa tidak bisa untuk mencari solusi lain, jika begini bukankah semua menjadi rumit" ucap Yan Sha dengan sedih.


"Sayang sekali aku juga tidak menemukan solusi lain untuk membantu pangeran Tian, sekarang yang bisa kita lakukan hanya mendukung dan membantu semampu kita untuk pangeran" ucap Qing Se dan diangguki oleh semuanya sementara Yan Sha hanya menundukkan kepalanya entah apa yang ia pikirkan saat ini.


.

__ADS_1


.


..


__ADS_2