
Chu Tian ,Shi Long dan Zaein kini berada diruang pemimpin sekte untuk membahas tentang Rin La namun sebelum itu tentu Chu Tian sudah memberitau Ji Gia untuk membantu Ling Yue.
"Bagaimana Saudara Tian apa yang akan kau lakukan padanya" Tanya Huang Ta.
"Yang pasti aku akan membuatnya jera, aku tidak akan memaafkannya dengan mudah" ucap Chu Tian auranya bahkan merembes keluar membuat mereka yang ada disana bergridik ngeri kecuali Zaein dan Shi Long yang memang sudah tau sedari awal.
"Tuan kendalikan dirimu" bisik Zaein pada Chu Tian.
Chu Tian segera menarik kembai auranya.
"Maafkan aku, ayo kita ketempat Rin La" ucap Chu Tian.
"Tidak masalah, baiklah mari" ucap Huang ta dia lalu memimpin jalan menuju ruang dimana Rin La ditahan.
Mereka sampai diruangan itu, sebenatnya itu sebuah kamar namun dengan penjagaan ketat bagaimanapun Rin la adalah pemimpin sekte lain.
Setelah membuka pintu Terlihat Rin La yang duduk dikasur, saat melihat Chu Tian datang Rin La merasa sangat bahagia dia langsung berlari menghampiri Chu Tian yang masih diambang pintu.
Tatapan Dingin Chu Tian tak membuat Rin La menjauh.
"Jhin Tian aku tau kau pasti datang, lihat mereka semua mengurungku Disini" ucap Rin La yang masih dipelukan Chu Tian.
Chu Tian diam tak membalas tangannya terkepal dia lalumelepas pelukan Rin La dengan Wajah marahnya Chu Tian menapar Rin La.
Plakkkk...
Rin La terseungkur ketanah karena tamparan Chu Tian.
"Jhin Tian kenapa kau melakukan ini padaku" ucap Rin La dengan menangis.
Chu Tian berjongkok didepa Rin La dan memegang dagu Rin La Dengan keras.
"Kau bertanya kenapa aku melakukan ini padamu, Kau membuat seorang wanita kehilnagan kesucian yang selama ini dia jaga apa kau sadar apa yang kau lakukan" ucap Chu Tian dengan marah dia menghempas Wajah Rin La.
"Lalu apa, salah dia sendiri meminum minuman itu" jawab Rin La.
"kau tanya salah siapa..., tentu saja salahmu brengsek" ucap Chu Tian dan sekali lagi dia menampar Rin La dengan keras bahkan bberapa gigi Rin La terlepas dan Mulutnya berdarah.
__ADS_1
"Tuan Muda anda tidak seharuskan melakukan hal ini pada seorang wanita kan" ucap Yu Hong.
"Lalu apa yang harus kulakukan Pemimpin Yu Hong" tanya Chu Tian.
"Ituu..."
"Lihat kau juga tidak bisa menjawab bukan, bersyukur aku tidak membunuhnya.
"Pangeran tenanglah, kendalikan emosimu kumohon" ucap pelan Shi Long, dia khawatir jika Chu Tian tidak bisa mengendalikan emosi kekuatan Dari Kristal sembilan warna akan bangkit dan itu akan mengakibatkan hal yang fatal.
"Hiks, salahkan aku mencintaimuu, selama hidupku aku belum pernah mencintai seorang pun dan setelah akumelihatmu aku begitu terpesona padamu, apakah salah aku berusaha mendapatkan Cintaku" ucap Rin La dengan menangis tersedu sedu.
Semua orang terkejut mendengar pengakuan Rin La begitupun Dengan Yu Hong yang selama ini memang menyukai Rin La.
"Kau kau menyukai tuan muda, kau tau kan tuan muda sudah memiliki nona Ling Yue disampingnya" ucap Yu Hong.
"Memang kenapa jika ada diaa aku bisa menjadi yang kedua ataupun ketiga aku tidak masalah bahkan jika aku hanya menjadi simpanan saja aku tidak masalah" ucap Rin La.
"kau gila ya" bentak Chu Tian bahkan satu tamparan kembali mendarat dipipi mulus Rin La, Chu Tian tidak menyangka Rin La akan berfikir seperti itu, dia merasa harga dirinya sangat rendah
"Ya aku gila, aku gila karenamu kita baru sehari bertemu dan aku sudah tergila gila denganmu" ucap Rin La sambil memegang pipinya yang terasa sangat nyeri.
"Pemimpin sekte kabut Salju Rin La....!!!!!! Aku menghormati anda sebagai pemimpin sekte, tapi apakah anda tau dia itu adalah pang..."
"Pemimping Huang Ta.. sudahlah, aku tidak menyalahkan dia tentang ini aku hanya ingin dia bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan" ucap Chu Tian dia habya tidak ingin identitasnya terbongkar lagi.
"lalu bagaimana menurut anda tuan muda" tanya Huang Ta yang mulai menenangkan diri, dia tadi begitu emosi saat Rin La menyebut bahwa dia mencintai Chu Tian. bagaimanapun Huang Ta begitu menghormati Chu Tian meski Chu Tian lebih muda darinya.
"Aku tidak ingin mengotori tanganku dengan menghukum Dia," ucap chu tian.
"Lalu keputusanmu..?" tanya Huang Ta.
"Lakukan apapun yang ingin kau lakukan padanya dan berikan ini padanya" ucap Chu Tian sambil menyodorkan sebuah pil dengan aroma yang menyengat.
"Apa ini" tanya Yu Hong.
"Aku tidak akan sejahat itu pada wanita jadi aku memberikan pil ini, pil ini jika dikonsumsi oleh wanita dia akan terlihat sangat buruk dimata orang lain namun terlihat sangat cantik dimata orang yang menyayanginya dengan tulus, Bukankah kecantikan adalah harta berharga bagi wanita" ucap Chu Tian sambil tersenyum sinis memandang Rin La yang sudah sangat ketakutan selama ini dia diakui sebagai wanita paling cantik disekte kabut Salju dan karena pil itu dia tidaka akan mungkin mendapat pujian itu lagi ditambah dipipinya tapak tangan Chu Tian tergambar jelas disana.
__ADS_1
Chu Tian berjalan keluar dari Ruangan itu.
"kenapa kau begitu kejamm padakuu" Teriak Rin La dia kini di pegang oleh murid sekte harimau Suci Agar dia meminum pil itu.
"Kejamm, kau beruntung aku tidak membunuhmu ditempat ini karena aku masih menghormati sekte ini, Pemimpin Huang Ta kau juga boleh memotong rambutnya" ucap Chu Tian lalu melanjutkan langkahnya diikuti oleh Shi Long dan Zaein seperti pengawal setia dan memang mereka adalah pengawal setia.
"Pangeran apakah kau tadi tidak terlalu berlebihan" tanya Shi Long.
"Jika dia mau meminta maaf dengan tulus dan bersujud dihadapan ling yue sekarang juga mungkin aku akan memberikan penawarnya" ucap Chu Tian.
"Tuan akan melanjutkan perjalanan hari ini juga" tanya Zaein.
" tentu saja , oh ya terimakasih atas informaai yang kau berikan itu sangat berguna untukku" ucap Chu Tian.
"Itu memang tugasku sebagai bawahan Tuan" ucap Zaein dengan tersenyum menunjukkan deretan giginya.
"Apa aku boleh meminta sesuatu tuan" ucap Zaein .
"Tentu saja apa itu" tanya Chu Tian .
"Apakah aku boleh ikut dalam perjalanan tuan saat ini" ucap Zaein dan itu membuat Chu Tian seketika menghentikan langkahnya.
"Zaein aku bukan tidak ingin kau bersamaku tapi kerajaan Chu Juga membutuhkanmu , bantu kakakku dia pasti membutuhkanmu, dari ceritamu kakak pasti sangat kewalahan mengatasi semua permasalahan. aku pasti akan kembali dan setelah itu kita bisa berpetualang lagi" ucap Chu Tian.
"Raja Lizheng itu sangat pintar untuk apaa aku membantunya" ucap Zaein.
"Ohh jadi kau itu bodoh ya jadi tidak mau membantu kakak pangeran" ucap Shi Long dengan nada mengejek.
"Heyy asal kau tau aku ini bawahan Tuan yang paling pintar tau, jika tidak mana mungkin dia memintaku kemari" ucap Zaein membela diri.
"Mungkin Pangeran salah sebut nama" uca Shi Long.
"Apa kau bilangg, ...!!" marah Zaein.
"Huh Mulai lagi, zaein sudah tidak dimode serius lagi" ucap Chu Tian lalu meninggalkan mereka berdua yang terus saja beradu mulut .
.
__ADS_1
.
.