Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 227. krmbalinya senyuman


__ADS_3

"A apa maksudmu itu pangeran" tanya Ratu Duyung dengan mengekerutkan alisnya.


"Tch sampai kapan kau akan terus mengelak, aku beri sebuah perpisahan yang manis" ucqp Jhin Tian dengan nada dingin, dia mengibaskan tangannya mengeluarkan energi yang membuat istana itu kacau.


Setelah melakukan itu Jhin Tian pergi bersama Qi Val, sementara Ratu Dutmyung terduduk lemas diantara Barang barang yang berserakan dan para pengikutnya yang pingsan.


"yang dikatakan pangeran mahkota itu... apakah aku terlalu kejam, sebagai Ratu mungkin itu adalah keuntungan tapi disisi sebagai seorang ibu aku adalah orang yang kejam dan berhati iblis, tapi tidak tidak... ini semua agar kerajaanmu terus maju dan umurku tidak berkurang... Tapi yang kubunuh adalah.... " Ratu duyung terus mengatakan hal yang menganjal pikirannya, dengan wajah bergetar tak percaya, dia benar benar bimbang karena perkataan Jhin Tian.


Jhin Tian keluar Dari laut duyung langsung melompat kembali ke tebing dimana dia berada tadi, Wajahnya masih terlihat kesal.


"Kau tidak terlihat lega setelah membuatratu duyung seperti itu" ucap Qi Val.


"Cih andai aku tidak memikirkan perasaan Yan Sha sudah kubunuh dia " ucap Jhin Tian dengan wajsh marah.


"Ku akui kali ini kau melakukan hal yang benar, atau nanti Yan Sha bisa membencimu" ucap Qi Val dengan senyum.


"Tch" Jhin Tian hanya berdecih kesal, dia lalu berjalan cepat kembali ke suku mimpi diikuti oleh Qi Val.


Jhin Tian langsung masuk kekediaman Qing Se, dia duduk dengan memasang wajah kesalnya itu


"Ada apa denganmu Nak" tanya Ling Zhu.


"Tidak" jawab Jhin Tian dengan dingin.


Ling zhu memberi kode agar yang lain keluar karena ia ingin berbicara berdua bersama Jhin Tian.


Setelah mereka semua keluar ling Zhu duduk disamping Jhin Tian.


"Katakan pada ibu, apa kau ada masalah" tanya Ling Zhu dengan lembut.


"Sudah kukatakan tidak ada" ucap Jhin tian sambil memalingkan wajahnya


"Apa kau mulai belajar berbohon pada ibumu ini" tanya Ling zhu.


"Kukatakan tidak ya tidak"Ucap Jhin Tian yang masih memalingkan wajahanya.


Krepp...


"aku ibumu aku tau kau menderita, kau jangan lagi menyembunyikan masalah mu dari ibu, ibu bis...."


"Leapskan aku... kau kau tau apa tentang diriku, aku lelah sangat lelah dengan ini semua" ucqp Jhin Tian sambil melepas pelukannya.

__ADS_1


"Jhin Tian dengarr..!! ibu memang jauh darimu, tapi sebagai seorang ibu, ibu bisa merasakan saat kau dalam keadaan tidak baik baik saja, kau terus memendam masalahmu sendiri tanpa memberitau yang lain" ucap Ling Zhu.


Jhin Tian sedikit terkejut, tapi dia segera menormalkan kembali ekspresi nya.


"aku hanya merindukan anak anakku" ucap Jhin Tian lalu bangkit dari dudukmya. dan melangkah keluar.


"Melihatmu seperti ini, aku merasa tidak berguna menjadi seorang ibu, tidak bisa membantumu dalam masalah, tidak sanggup membutmu tersenyum, ibu benar benar merasa gagal" ucqp Ling Zhu Sambil menangis.


jhin Tian menghentikan langkahnya tanpa menoleh.


"Ibu tau kalau ibu bukanlah ibu yang baik untukmu, ibu gagal menjadi seorang ibu, tapi ibu mohon setidaknya kamu bisa terbuka pada ibu, setidaknya buktikan pada ibu bahwa kau membutuhkan ibu disisimu" ucap Ling Zhu.


kali ini jhin Tian begitu terkejut seketika dia langsung berbalik dan menghampiri ibunya.


"apa yang ibu bicarakan aku tentu saja membutuhkan ibu,hanya saja untuk saat ini tolong biarkan aku menyiapkan diri, aku benar benar belum bisa mengikhlaskannya, ibu kumohon mengertilah" ucap Jhin Tian sambil terduduk lemas.


"Ibu punya satu rahasia" ucap Ling Zhu sambil mengelus surai putranya itu.


"Rahasia, rahasia apa" tanya jhin Tian dengan wajah serius.


"Sebenarnya ibu tidak ingin mengatakannya karena ibu tau kau pasti akan melakukan apapun, kau tau kan istrimu adalah reingkarnasi dari dewi semesta sama seperti ibu, namun ibu tidak bisa menjadi dewi semesta seutuhnya, dan istrimu dia sangat murni dan sebagai dewi dia pasti be reinkarnasi, jika tidak pasti alam semesta akan goyah, Ibu Yakin saat ini dia ada tapi ibu tidak tau dia dimana" ucap Ling Zhu.


"I ibu kau serius, menyembunyikan hal sebesar ini, aku akan mencarinya sekarang juga" ucap Jhin Tian langsung bangkit.


"Tidak masalah aku akan membawanya kembali apapun yang terjadi, ibu aku sungguh berterimakasih, akan kuurus xian dan xuan terlebih dahulu" jhin Tian langsung pergi dengan senyumnya, seketika semangat hidupnya kembali.


Diluar Jhin Tian membuka pintu dan mendapati ayahnya dan yang lainnya berada didepan pintu dengan wajah cemas.


"Apa ada yang terjadi" tanya Jhin Tian.


"Ratu duyung mencarimu sepertinya bukan hal baik" ucap Jhin Suo.


"Cih dia datang, apa dia ingin merusak kebahagiaanku" kesal Jhin Tian.


"Ayah bisa tolong siapkan sesuatu" ucq0 Jhin Tian dengan senyumnya.


"Ha hah apa" Jhin Suo begitu terkejut saat melihat senyum hangat jhin tian lagi.


"Aku tidak punya banyak waktu, " ucap Jhin Tian dengan menatap serius Jhin Suo.


"Ya ya baiklah" jhin Suo langsung berjalan mengikuti Jhin Tian.

__ADS_1


"Paman Yu tolong tampar aku" ucap Qi Val.


Plakkkkkkk..


"Adohh adohh, paman kenapa mrnamparku" tanya Qi Val.


"Kau yang memintanya" ucap Qing Yu.


"Berarti ini bukan mimpi, jhin Tian dia tersenyum, aku penasaran apa yang dikatakan ratu Zhu" ucap QiVal dengan terkejut.


"Apapun itu aku bersyukur dia kembali, aku telah menganggapnya sebagai putraku, rasanya juga sangat sesak saat melihatnya Bersikap dingin pada siapapun" ucap Qing Yu dengan senyum hangat lalu berjalan meninggalkan pintu itu Diikuti Qi Val.


Sementara di tempat jhin tian, jhin tian menyiapkan kotak kecil namun dengan wajah kesal, dia mendatangi ratu duyung yang telah duduk diruangan khusus di suku mimpi.


Jhin Tian masuk dan menatap Ratu Duyung, ratu duyung berdiri dengan wajah rumitnya.


"pangeran aku ing..."


"ambilah kau menginginkan ini kan, ayah telah memberi izinnya, sekarang pergi dan jangan muncul lagi dihadapanku" ucap Jhin Tian dengan nada Dingin.


"a aku tidak menginginkan itu aku han..."


"Bohong jika kau tidak Menginginkannya, bukankah untuk mendapatkan semua ini kau juga mengorbankan semuanya, aku benar benar muak" ucap Jhin Tian


"Aku.."


"Aku tidak akan mendengar penjelasanmu, pergi sekarang" ucap Jhin Tian sambil melempar kotak kecil yang ia bawa ke arah meja lalu ia berbalik ingin pergi.


"Aku ahanya ingin melihat keadaan putriku" ucap ratu duyung sambil sedikit berteriak


Jhin Tian mengehentikan langkahnya.


"Aku tidak akan membiarkanmu mrndekati yan sha, dia memang putrimu, tapi itu dulu setelah insiden ini jangan pernah muncul di hadapanku sebagai ibu dari yan Sha" ucap Jhun Tian dengan nada dinginnya.


"Jhin Tian..??" ucap Seseorang dari pintu, yang seketika membuat ratu duyung dan Jhin Tian terkejut melihatnya.


.


.


.mon maaf baru upp,banyak banget kerjaan soalnya maaf yaa man teman

__ADS_1


.


.


__ADS_2