Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 150. Mereka...


__ADS_3

Ling Yue tampak ragu, namun satu Ciuman mendarat dipipi Chu Tian dan Ling Yue segera berlari pergi meninggalkan kamar Chu Tian, sementara Chu Tian tersenyum tipis melihat kepergian Ling Yue.


"Dia terlihat sangat mengemaskan saat malu malu seperti itu" ucap Ji kun yang ada dikamar Chu Tian sepertinya Ji Kun masuk melalui Jendela.


"Astaga kakak kapan kau datang" tanya Chu Tian dengan terkejut dan memegang dadanya


"Belum lama tapi aku melihat semuanya " ucap Ji Kun sambil menggoda Chu Tian.


"Ck dasar pengintip, apa yang kak ji kun lakukan disini" tanya Chu Tian.


"Oh ya aku hampir lupa karena menyaksikan adegan yang menodai mataku" ucap Ji Kun yang masih dengan candaannya.


Chu Tian memutar bola matanya malas


"Ayolah kak katakan " ucap Chu Tian dengan kesal dia juga malu sebenarnya.


"Yaya baiklah, Aku kemari untuk memanggilmu lihat yang mulia Raja Memerintahkanku untuk membawamu keruang kerjanya" ucap Ji Kun.


"Hanya itu saja, baiklah aku akan segera pergi" ucap Chu Tian.


"Yaya pergilah" ucap Ji Kun sambil mengibaskan tangannya.


"Kak Ji Kun tidak pergi" tanya Chu Tian sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Oiya kau benar aku harus menyiapkan pasukanku untuk menjaga perbatasan" ucap Ji Kun.


"Bukankah perbatasan memang sudah dijaga" ucap Chu Tian.


"Cih kau ini tidak tau ya kakakmu itu tidak ingin satu kesalahan pun dipernikahanmu, jadi dia memperketat penjagaan Istana dan perbatasan" ucap Ji Kun.


"Kakak ini, yasudah aku akan menemuinya" ucap Chu Tian


Sebelum Chu tian pergi Ji Kun memberinya hormat lalu dia juga pergi, bagaimana pun Ji Kun juga sangat menghormati seluruh keluarga istana karena Seluruh istana juga sudah menganggapnya sebagai keluarga.


Chu Tian pergi keruang kerja Chu Lizheng sementara Ji Kun pergi ke tempat prajuritnya berada.


"Apa yang mulia ada didalam" tanya Chu tian pada para penjaga


"Ada pangeran, Yang mulia telah menunggu Anda" ucap penjaga itu dan membuka kan pintu.


Chu Tian memasuki ruangan itu terlihat Chu Lizheng dengan banyak tumpukan kertas dan gulungan didepannya.


"Ada apa kakak memanggilku" tanya Chu Tian.


"Ah kau sudah datang, tunggu sebentar" ucap Chu Lizheng dia masih menatap gulungan gulungan itu.


"Ck aku datang kemari hanya untuk melihatmu bekerja kah" kesal Chu Tian.


"Tidak, lihat ini kau akan mengerti" ucap Chu Lizheng sambil menyerahakan sebuah gulungan.


Chu Tian menerima gulungan itu dengan agak binggung dia duduk di sebuah kursi lalu membuka gulungan dan membacanya.


"Siapa yang mengirim surat ini" tanya Chu Tian.

__ADS_1


"Seseorang bernama Sing Fei dan Sing kia" jwab Chu Lizheng sambil menyerahkan sebuah kertas kecil.


"lalu kakak menerimanya" tanya Chu Tian.


"Tentu saja kakak akan menerimanya karena ini perjanjian damai tapi kakak tanyakan dulu padamu karena kakak tidak mengenal orang ini, dan orang ini mengatakan bahwa mereka sangat mengenalmu" jelas Chu Lizheng.


"Bukan hanya Aku yang mengenal mereka bahkan kakak juga sangat mengenal mereka" ucap Chu Tian.


"Jika seperti itu bukankah lebih bagus jika kita secepatnya berdamai dengan mereka, kulihat sepertinya mereka juga seorang pendekar hebat" jawab Chu Lizheng dengan tersenyum.


"Jika aku jadi kakak aku akan pertimbangkan kembali keputusan itu" ucap Chu Tian.


"Kenapa" tanya Chu Lizheng.


"Mereka adalah Chu Fei dan Chu Kia " ucap Chu Tian.


"tidak mungkinn...! marga mereka Sing bukan Chu" sangkal Chu Lizheng.


Chu Tian lalu menceritakan saat ia diserang Oleh Sing Wei pada Chu Lizheng.


Chu Lizheng begitu terkejut mendengar cerita Chu Tian.


"Aku tidak akan membiarkan mereka memasuki kerajaan Chu Lagi" ucap Chu Lizheng dengan penuh amarah.


"Lalu bagaimana dengan surat ini" tanya Chu Tian.


"Aku akan menolak perjanjian ini" ucap Chu Lizheng.


"Tapi bagaimana jika mereka sudah berubah" tanya Chu Tian.


"Beberapa orang berhak mendapat kesempatan kedua kan" ucap Chu Tian.


"Ya tapi bukan mereka, setelah tau bahwa itu mereka amarahku memuncak, andai mereka didepanku mungkin aku sudah menyiksa mereka agar mereka merasakan apa yang kau rasakan Dulu" Ucap Chu Lizheng.


"Temanku sempat melukai mereka dibeberapa tempat dan aku yakin luka itu akan terus ada, biarkan saja mereka" ucap Chu Tian.


"Jadi aku harus mengabaikan surat ini" tanya Chu Lizheng dan diangguki oleh Chu Tian.


"Aku tidak mengerti kenapa kau malah memaafkan mereka" tanya Chu Lizheng.


"Memaafkan, tidak kakak aku tidak akan memaafkan orang orang yang membuatku kehilangan kasih sayang ayah dan ibuku, aku tidak ingin hari bahagiaku rusak karena mereka, maka aku akan buat mereka memohon kematiannya suatu hari nanti" ucap Chu Tian.


"Aku lega mendengarnya, dan aku pastikan aku akan membantumu saat itu" ucap Chu Lizheng dan diangguki oleh Chu Tian


mereka lalu membahas tentang tamu tamu yang akan diundang .


"Aku akan membantu kak lao hei untuk membuat banyak portal" ucap Chu Tian.


"Sebaiknya kau melakukannya besok karena hari ini dia akan menjemput nenek dan kakek serta paman" ucap Chu Lizheng.


"Yah aku mengerti," ucap Chu Tian.


"amohon maaf yang mulia, pangeran didepan ada Nona Yan Sha yang mengatakan bahwa ingin bertemu dengan pangeran Tian" ucap Penjaga itu sambil berlutut didepan Chu Tian dan Chu Lizheng.

__ADS_1


"Dia tidak puas mengerjaiku tadi" kesal Chu Tian.


"Memang Apa yang dia lakukan" tanya Chu Lizheng.


"Kakak jangan bertanya padaku tanyakan saja pada yan sha dan calon iparmu itu" kesal Chu Tian dia memberi hormat pada Chu Lizheng lalu pergi diikuti oleh Penjaga yang tadi menyampaikan pesan.


"Kenapa kau memanggilku" tanya Chu Tian.


"Ikut aku sebentar" ucap Yan Sha sambil menarik Tangan Chu Tian hingga kedepan kediaman yan Sha.


"Kenapa kita kemari" tanya Chu Tian.


"Aku ingin bertanya padamu" ucap Yan Sha.


" tanyakan" jawab Singkat Chu Tian.


"Kau sudah mengumpulkan sembilan kristal sembilan warna" tanya Yan sha dengan serius.


"Kau hanya ingin bertanya soal itu saja, jawabanya adalah iya" ucap Chu Tian.


"bisakah kau membawaku pulang sekarang" tanya Yan Sha.


"Sekarang, maaf yan sha aku tidak bisa melakukannya jika sekarang" ucap Chu Tian.


Yan Sha terliht sangat sedih.


"Mengapa kau ingin pergi sekarang, bukankah kau ingin menjadi pendamping Ling yue" tanya Chu Tian.


"Beberapa tahun ini aku selalu merasa bahwa ratu duyung selalu menangisiku, aku tidak tahan dengan ini semua, aku sangat merindukan ratu duyung." jelas Yan Sha.


"Maafkan aku yan sha aku tidak berdaya, beberapa bulan lagi umurku 20 tahun disaat itu aku berjanji akan membawamu dan Ling yue pergi ke daratan Suci bersamaku, tolong tunggu beberapa bulan lagi dan biarkan aku menyelesaikan latihanku sebelum naik kedaratan Suci" ucap Chu Tian.


"Aku akan menunggu... tunggu kau membawa Ling Yue apa kalin akna tinggal di daratan suci" tanya Yan sha dengan bersemangat.


"Tidak yan Sha aku menolak tahta itu, aku membawa Ling yue karena perintah ayah, lagi pula aku disana hanya ingin daratan suci dan daratan tengah bisa kembali bersatu lagi" ucap Chu Tian.


"Jadi selama kau belum menyelesaikan tugas itu kau tidak akan kembali ke daratan tengah" tanya Yan Sha.


"Sepertinya seperti itu, tapi aku tidak tau kuharap aku juga bisa menemukan ibuku" ucap Chu tian.


"Ratu Zhe pasti masih ada aku yakin, kau harus bisa menemukannya" ucap Yan sha


"Terimakasih yan Sha, maaf karena tidak bisa mengirimmu sekarang" ucap Chu Tian dan hanya mendapat anggukan dan senyuman dari Yan Sha


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2