Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 161. Kekuatan Kristal sembilan warna


__ADS_3

malam Telah berlalu Chu Tian menghabiskan waktunya bersama istrinya.


pagi telah datang, semua mengantar kepergian Chu Tian, ling Yue juga ada disana, tidak seperti kebanyakan istri yang menangis karena ditinggal Suaminya pergi, Ling Yue malah terlihat tersenyum bangga, dia tentu tidak ingin suaminya merasa cemas jadi dia mengantar Chu Tian dengan senyuman yang selalu melekat di bibir mungilnya.


"Berhati hatilah aku akan selalu menunggumu" ucap Ling Yue lalu memeluk Chu tian .


"Semuanya aku akan pergi sekarang" ucap Chu Tian.


"Berhati hatilah adik" ucap Chu Lizheng.


"Tentu kak, Jinfu ayo kita berangkat" ucap Chu Tian


Setelah berpamitan Chu tian melesat bersama Jinfu dipundaknya.


tak berapa lama Chu tian sampai di hutan twmpat ia diasingkan dahulu.


"Jika mengingat tempat ini, rasanya sakit sekali" ucap Chu Tian.


"Sekarang kau sudah menjadi kebanggan mereka bukan" ucap Jinfu.


"Tentu saja Jinfu jika saja hari itu aku tidak diasingkan mungkin aku tidak sehebat sekarang" ucap Chu Tian.


" dan Kau juga tidak akan menemukan harimau imut sepertiku" ucap Jinfu.


Chu Tian tersenyum tipis.


"Ayo kita masuk" ucap Chu Tian.


Chu tian melewati dahan dahan pohon dengan sangat mudah, tak ada beast sspirit yang menganggunya seperti dahulu.


Chu Tian sampai di gua dimana dia bertemu dengan Xiao Feng sebelumnya.


Perlahan Chu Tian memasuki gua itu, dan teringat betapa polosnya dia saat itu.


"dulu dunia luar adalah hal asing bagiku sekang dunia luar susah bagai rumah bagiku" ucap Chu Tian.


"Emm dunia memang keras" ucap Jinfu.


"Baiklah jinfu, aku akan masuk kau bisa berjaga disini, kau juga boleh melakukan apapun yang kau inginkan" ucap Chu tian.


"Aku pasti akan menjagamu, kau tenang saja" ucap Jinfu.


"Aku hanya ingin kau memastikan tidaka ada seorang pun yang masuk karena aku takut kekuatan kristal sembilan warna melukai mereka" ucap Chu Tian.


"Aku akan memastikan tidak ada yang masuk" ucap Jinfu dia lalu mengubah tubuhnya keukuran semula.


Chu tian kembali memasuki gua dan melihat tempat dimana Pedang elemen ia temukan dahulu.

__ADS_1


Chu Tian duduk dengan posisi lotus di sebuah batu dengan sembilan batu kristal disekelilingnya.


"Huft kuharap ini berhasil" ucap Chu Tian sambil menghela nafas panjang mempersiapkan dirinya, kemudian dia meneteskan darahnya pada setiap kristal sembilan warna.


Chu Tian mulai menutup matanya memusatkan energinya pada sembilan kristal sembilan warna, Chu Tian terus melakukan itu kepadatan energi ditempat itu tak diragukan lagi, namun Chu Tian masih berusaha dengan Kristal sembilan warnanya.


hari telah berlalu begitu cepat dua minggu telah berlalu namun tidak ada reaksi apapun dari kristal sembilan warna. Chu Tian masih belum menyerah dia masih terus memejamkan matanya tanpa bergerak sedikitpun, sementara Jinfu dia tetap berjaga dimulut gua, sesekali dia akan pergi untuk mencari makan.


Hari itu angin bertiup kencang suasana yang semula damai terlihat begitu Riuh, gemuruh petir terdengar hujan deras menguyur semua daerah. bersamaan dengan itu Kristal sembilan warna mulai bergetar menunjukkan sebuah reaksi, asap berbentuk bola keluar dari setiap kristal dengan warna sesuai dengan kristal itu sendiri.


Bola asap itu berputar putar tanpa arah disekeliling Chu Tian dan Chu Tian masih dalam posisinya.


Bola asap berwarna warni itu mulai masuk dan keluar dari tubuh Chu Tian. Chu Tian merasa sakit diseluruh tubuhnya.


Chu Tian masih mencoba menahannya, namun sayang teriakan demi teriakan terlontar dari mulut Chu Tian, gemuruh semakin mengelegar seakan ikut merasakan penderitaan yang dialami Chu Tian, Hujan deras yang menguyur terasa begitu dingin seperti sedang bersedih akan sesuatu.


Chu tian masih berteriak sekencang mungkin berharap bisa meredakan rasa sakitnya. Aura Yang sangat luar biasa menguar keseluruh penjuru bahkan dunia dewa merasakannya.


Disisi Chu Tian yang masih berjuang melawan bola asap yang terus keluar masuk tubuh Chu Tian, Didunia dewa Jhin Suo merasakan bahwa putranya sedang mencoba hal yang bahkan para leluhur tidak berani melakukannya.


"Putraku..., aku harus pergi kedaratan tengah, aku tidsk bisa membiarkan dia seperti ini" ucap Jhin Suo yang saat itu berada diaula bersama Jhin Sang dan Jhin She.


"Tidak kakak aku akan kembali kehilangan kekuatanmu jika kau melakukan itu" Cegah Jhin She.


"aku akan melakukan apapun untuk putraku" ucap Jhin Suo.


"Bagaimana aku bisa tenang kak, bahkan para leluhur merasa takut untuk melakukan itu, dan putraku masih terlalu kecil untuk itu" ucap Jhin Suo.


"Ayah, paman ada apa ini kenapa udara didaratan Suci terasa sesak, aku bahkan merasa sedih tanpa sebab" ucap Jhin Va anak tertua dari Jhin she


"Ayah juga kurang mengerti, tapi yang jelas salah satu saudaramu sedang berjuang " ucap Jhin She.


"Kakak biarkan aku pergi dan membantunya" ucap jhin suo yang masih ditahan oleh jhin sang.


"Aku tidak akan membiarkan kau melakukan kebodohan lagi, tetap disini, lihatlah keponakanku pasti bisa melakukannya" ucap Jhin sang.


Jhin suo terduduk lemas dikursinya dia tidak bisa membayangkan apa bila dia harus kehilangan putranya yang baru saja dia temui.


sementara ditempat Chu tian, kondisi chu tian sungguh sangat memprihatinkan ketingat membasahi seluruh tubuhnya, rambut acak acakan serta pakaian yang tidak lagi rapi.


Chu tian terlihat lemas namun dia madih mempertahankan posisinya, sebelum akhirnya semua bola asap itu memasuki tubuh Chu tian.


Bommmmm.....


ledakan energi dari tubuh Chu tian membuat semua benda disekitar Chu tian hancur bahkan efek ledakannya hampir membuat Jinfu terpental jika saja jinfu tidak waspada.


Dalam diri Chu Tian ada sosok yang sangat mengerikan, itu adalah bentuk dari kekuatan yang Chu tian perjuangkan, jika Chu tian mampu mengalahkannya maka sebuah kekuatan besar akan mengalir diseluruh tubuh Chu tian, namun jika Chu tisn kalah maka tubuhnya akan dikendalikan oleh kekuatan itu.

__ADS_1


kekuatan ini senenarnya bisa bangkit jika Chu tian marah namun kekuatan yang dibangkitkan dengan kemarahan akan sulit dikendalikan.


dengan segenap kekuatannya Chu Tian melawan sosok mengerikan itu.


Chu tian mengunakan seluruh tenaga yang tersisa tak jarang Chu Tian terhempas oleh kekuatan itu dialam bawah sadarnya.


" ternyata hanya seperti ini kekuatan dari calon penguasa tiga dunia" ucap kekuatann itu, kekuatan itu berbentuk seperti sesosok roh.


"Sudah kukatakan berulang kali aku tidak ingin menjadi raja aku hanya ingin melindungi orang orang yang kusayangi" ucap Chu Tian sambil melesatkan pukulannya.


"Dengan kekuatan besar milikku kau bisa menguasai tiga dunia dengan sangat mudah" ucap Roh itu.


"Bahkan tanpa kekuatanmu aku bisa melakukanny" ucap Chu Tian sambil terus menyerang tanpa henti, dia lalu teringat pada pedang Roh Dewa.


"Jika begitu kenapa kau menginginkan kekuatanku...!" ucap Roh Itu lalu memukul dada Chu Tian dengan Sangat keras hinga Chu Tian termundur cukup Jauh.


"Sudah kukatakan... aku ingin melindungi orang orang yang kusayang" ucap Chu Tian sambil menunduk.


Setelah itu Chu Tian melihat kearah roh itu dengan mata birunya yang tampak bercahaya, chu Tian seperti memegang udara kosong namun perlahan pedang Roh Dewa terbentuk disana.


Chu Tian dengan tatapan yang mengerikan menatap roh Itu, dia lalu berlari dan menebaskan pedangnya, namun Roh Itu bisa menghindari serangan Chu Tian.


Chu Tian Tidak menyerah begitu saja meski kali ini tenaganya sudah benar benar habis karena memang hanya separuh kekuatan Chu Tian yang tersisa karena Kristal sembilan warna juga menyerap kekuatan Chu Tian untuk aktif.


Chu Tian mengunakan Jurus tarian Phoenixnya, dengan Begitu Roh itu tidak bisa memprediksi gerakan Chu Tian, ini juga termasuk Serangan terakhir Chu Tian jika ini gagal, hidup Chu Tian juga mungkin akan gagal.


Chu Tian terus menari Dengan Pedangnya dengan sisa sisa kekuatannya dia juga mengindari Setiap Serangan Yang Dilontarkan oleh Roh itu, bahkan meski roh itu berhasil membuat Luka besar Chu Tian tidak menghentikan Gerakannya sedetikpun.


Roh Itu kebinggungan dengan apa yang akan Chu Tian lakukan namun dia masih berfikir bahwa Chu Tian hanya bermain main.


"Hahaha Kau masih saja menari nari untukku, cepat serang aku adan dapatkan kekuatanku hahahahaa" ucap Roh itu denagn tertawa mengejek chu Tian.


Chu Tian tidak menjawab Dia hanya Berfokus pada Jurusnya dan mencari celah Pada Roh Itu.


"Ketemu" ucap Chu Tian yang membuat roh itu terkejut.


"Ap... Arrrrrrggghhhhhh..." Roh itu berteriak saat pedang Roh dewa menembus tubuhnya dan perlahan kekuatan Roh buruk masuk kedalam pedang Roh dewa sementara kekuatan yang telah disucikan oleh pedang Roh Dewa berubah menjadi butiran cahaya yang sangat terang dan memasuki tubuh Chu Tian.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2