
"Pangeran aku tau kau bimbang, aku akan meminta beberapa generasi mudah untuk membantumu, setelah segel dewa terbuka kau bisa mencari ibumu, dan mungkin saja dalam perjalananmu kali ini kau bisa menemukan petunjuk lain" ycap Qing Yu.
"Huh, aku memang sangat binggung tapi baiklah aku akan membuka segel itu terlebih dahulu" ucap Jhin Tian dengan agak ragu ragu.
"Aku yakin kau pasti bisa pangeran" ucqp Qing Yu sementara Jhin Tian hanya tersenyum, di masih berfikir apakah keputusannya benar atau tidak.
"Huh aku hanya bisa menjalaninya sekarang, emm kalau begitu aku akan kembali keistana" ucap Jhin Tian.
"Ah baiklah pangeran, sampaikan pada yang mulia aku akan menangani beberapa masalah disini terlebih dahulu" ucap Qing yu.
"Baiklah" jawab Jhin Tian, Jhin Tian lalu pwrgi dari suku mimpi menuju suku Es.
diistana Huang Tei mencari keberadaan Jhin Tian dia bertanya pada jhin Le dan Jhin Se namun mereka tidak tau, kemudia dia mendatangi Ruangan Jhin Tian .
Tok tok tok... Huang Tei mengetuk pintu besar itu, meski ada penjaga mereka hanya bertugas membuka dan menutup pintu serta menjaga keamanan tidak untuk memanggil kecuali ada hal mendesak.
Pintu Ruangan itu terbuka dan seorang wanita cantik berada tepat didepan Huang tei.
"Eh Salam Tuang Putri Cha" ucap Huang Tei sambil memberikan hormat.
"Salam.juga untukmu pangeran Huang Tei, ada masalah apa hingga kau datang kemari" tanya Jhin Cha
"Ehh itu anu Akuu.."
"Siapa Yang datang Jhin Cha" tanya Ling Yue dari dalam.
"Pangeran huang Tei" ucap Jhin Cha.
Ling Yue berjalan perlahan dengan anggunnya menuju pintu.
"Salam putri Yue" ucap Huang Tei.
"Emm.. apakah ada masalah" tanya Ling Yue lalu menatap Jhin Cha yang juga menatapnya.
"Ah Sebaiknya kau masuk dulu pangeran" ucap Jhin Cha.
Mereka bertiga masuk dan duduk dengan tenang di kursi yang terlihat terbuat dari Es namun sangat empuk dan nyaman saat diduduki.
"Sekarang katakan ada masalah apa..?" tanya Ling yue.
"Sebenarnya aku kemari untuk menemui pangeran Jhin Tian, aku ingin memberikaan ramuan yang telah dibuat ayahku" ucqp Huang Tei.
"ramuan... ramuan untuk apa..?" tanya jhin Cha.
"Untuk memulihkan kembali energi Pangeran, aku telah membicarakan hal ini pada Ayahku jadi dia langsung membuatkan ramuan ini" ucap Huang Tei sambil menaruh botol kaca kecil berisi cairan pitih keatas meja.
"Jadi setelah ini dia boleh menggunakan energi spiritualnya lagi" tanya Ling yue dengan bersemangat, dia sering melihat Jhin Tian terdiam dibalkon Kamarnya sambil menatap Hamparan bunga sakura, entah dia memikirkan apa.
__ADS_1
"Tentu saja Tuan Putri, Aku juga mendengar dari Pangeran Qing Se bahwa pangeran Tian akan pergi untuk membukansegel Tiga dunia" ucap Huang Tei.
"Tungguu.. apa..? dia akan pergi.? kenapa tidak memberitau ku" ucap Ling yue dengan wajah binggung.
"Eee sepertinya pangeran belum sempat mengatakannya bahkan Yang Mulia raja saja belum mengetahuinya" ucap Huang Tei dengan agak gugup.
"Tenanglah Putri Yue, kau sudah mengenalnya lama bukan, kau pasti tau tentang bagaimana ia menyikapi setiap situasi" ucap Jhin Cha.
"Aku tau, aku hanya bisa percaya padanya" ucap Ling Yue.
mereka mengobrol banyak, sebelum Akhirnya Jhin Tian kembali, Jhin Tian tidak tau bahwa ada Huang Tei datang , dia hanya berjalan tanpa melihat sekeliling, karena tempat duduk berada disisi lain tempat Tidur sehingga Jhin Tian tidak memperhatikan.
Ling Yue mengkerutkan keningnya melihat tingkah suaminya itu, Tidak biasanya dia pulang dan langsung menuju tempat Tidur, sebelum sampai Diranjangnya Ling yue memanggilnya.
"Kau memikirkan apa hingga tidak melihat kami" ucap Ling yue.
"Huang tei, jhin Cha maaf aku tidak melihat kalian tadi" ucap Jhin Tian.
"Tidak apa apa pangeran, jika boleh tau kenapa anda terlihat binggung seperti itu" ucap Huang Tei.
"Tidak ada Huang tei, aku hanya lelah saja setelah perjalanan dari Suku mimpi" ucap Jhin Tian.
"Suku mimpi Untuk apa anda kesana" tanya Huang tei.
"Dewa Qing Yu memintanya berkunjung" ucap Ling Yue.
"Oh masalah itu sudah selesai pangeran, dan aku kemari untuk memberikan ramuan ini untuk anda, Ayahku meminta untuk segera diminum" ucap Huang Tei.
"Apakah ini ramua itu" tanya Jhin Tian
"Benar pangeran" jawab Huang Tei.
Jhin Tian membuka tutup botol itu, Aroma yang kurang sedap pun menguar dari dalam botol.
"Apakah aromanya memang seperti ini..?" tanya Jhin Cha
"Ini terbuat dari herbal dewa yang cukup langka dan Sudah berumur ratusan juta tahun tentu aromanya akan sangat menyengat tapi unyuk khasiat jangan tanyakan lagi" ucap Huang tei.
Jhin Tian langsung meneguk Ramuan itu, dia menutup matanya berharap rasa pahit itu dapat dinetralisir.
Tubuh Jhin Tian bercahaya sebentar lalu kembali normal.
"Bagaimana rasanya pangeran" tanya huang Tei.
"Pahit" jawab Jhin Tian masih dengan ekspresi kurang enak dilihat.
"Maksudku yang kau rasakan pada tubuhmu bukan rasa ramuan itu" uca Huang Tei.
__ADS_1
Jhin Cha dan Ling Yue tertawa kecil.
"Kau memang benar khasit dari ramuan ini tidak main main tubuhku kembali terasa ringan" ucap Jhin Tian.
Jhin Tian lalu mencoba mengarahkan tangannya kesebuah gelas dimeja dan membuat gelas itu melayang dan kemudian membekukannya.
"Tidak ada reaksi apapun dari tubuhmu jadi ramuan itu sudah bekerja dengan baik" ucap Huang tei Yang mengamati reaksi apa yang terjadi jika jhin Tian menggunakan energi spiritualnya.
"Aku tidak tau harus berterimakasih dengan apa lagi" ucap Jhin Tian.
"Jika pangeran memaksa biarkan aku ikut dalam perjalananmu" ucap Huang tei.
Jhin Tian sedikit berfikir lalu dia mengingat kata Qing Yu yang mengatakan dia akan pergi bersama para generasi muda.
"Baiklah aku akan membawamu tapi kau harus berhasil membawa Jhin Le juga" ucap Jhin Tiqn dengan tersenyu..
Jhin Cha juga ikut tersenyum, dia tentu tau kakaknya itu sangat sulit dibujuk jikapun mau harus ada penawaran yang tinggi.
"Pangeran Jhin Le..? baiklah aku pasti akan mengajaknya" ucap Huang Tei dengan percaya Diri.
Huang tei lalu berpamitan agar dia bisa segera membujuk Jhin Le.
"Aku bertaruh kakak tidak akan mau ikut" ucap Jhin Cha sambil tertawa kecil.
"Aku yakin dia akan ikut" ucqp Jhin Tian.
"Haih ikut ataupun tidak yang terpenting aku akan ikut" ucqp Ling Yue.
"Tidakkk..!!" ucap jhin Tian dan Jhin Cha bersamaan hingga membuat ling yue terkejut.
"Ada apa dengan kalian" tanya Ling yue dengan kesal.
"Kau sedang mengandung anakku jadi tidak boleh ikut, aku akan menghukummu jika kau ikut" ucap Jhin Tian.
"Itu benar jika terjadi sesuatu bagaimana, dunia dewa berbeda dari Dunia manusia, bahkan kau bisa mati dengan Satu sentuhan dewa" ucap Jhin Cha.
"Apa kau meragukan kemampuanku" tanya Ling yue.
"Yang dikatakan Jhin Cha benar, aku ridak ingin sesuatu yang buruk menimpamu, " ucap Jhin Tian sambil mengelus pelan rambut Ling Yue.
.
.
.
.
__ADS_1