
Chu Tian masih melesat mencari tempat dimana Pedang Roh dewa berada.
"Roh pedang apa kalian bisa merasakan dimana pedang roh dewa berada" tanya Chu Tian pada Roh pedang, sejak pertarunganny dikerajaan Xin waktu Itu, roh pedang selalu ada didalam Diri Chu Tian .
"Aku belum bisa merasakannya mungkin itu masih terlalu jauh" ucap Roh pedang.
"Baiklah kita memang harus melangkah lebih jauh lagi," ucap Chu Tian lalu mrlanjutkan perjalanannya kini sudah dua minggu setelah kepergian Chu Tian dan Chu Tian kini sedang berada dikerajaan Han
Chu Tian singgah didesa dekat ibukota kerajaan Han untuk mengisi tenaganya dan untuk mencari informasi namun sayang nya Chu Tian tidak mendapat petunjuk apapun.
"kak Tian Itukah kau" teriak seseorang setelah Chu tian keluar dari latian.
"Fu Ji'er kau sudah semakin besar dan cantik" ucap Chu Tian setelah mengamati anak perempuan yang baru saja menyapanya.
"jadi benar ini kakak, kupikir kakak tidak akan kesini lagi" ucap Fu Ji'er
"Tentu saja aku kesini bukankah aku sudah bilang " ucap Chu Tian dengan tersenyum
"Kalau begitu kakak ayo kerumah, nenek pasti akan senang jika kakak datang" ucap Fu Ji'er.
"Baiklah mungkin tidak masalah jika aku mampir sebentar, baiklah ayo" ucap Chu Tian.
mereka berjalan kearah rumah Nenek fu ji'er
"Ji'er bagaimana perkembanganmu" tanya Chu Tian.
"Emm aku sekarang sudah masuk akademi para alkemis, dan berkat buku yang diberikan kakak aku bisa masuk akademi itu dan lanhsung menjadi murit inti" ucap Fu Ji'er membanggakan akademinya.
"Wahh kau sangat hebat, jika kau adalah seorang alkemish sekarang jangan pernah lupa untuk membantu yang membutuhkan dan ingat jangan pernah sombong mengerti" ucap Chu Tian.
"Baik aku mengerti kak" ucap Fu Ji'er.
"eh bukannya rumah nenek melewati lorong itu" tanya Chu Tian.
"Tidak nenek sekarang sudah membeli rumah di ibukota dan nenek juga membuka toko roti disana, ini semua karena bantuaan kakak waktu itu." ucap Fu Ji'er.
"Benarkah, " tanya Chu tian dan diangguki oleh Fu ji'er.
mereka terus berjalan hingga sampai dirumah yang lumayan besar dan ada sebuah toko roti disampingnya.
"Selamat datang dirumah baru kami kak" ucap Fu Ji'er
Chu Tian tidak menjawab hanya mengangguk dan tersenyum
"Tunggu sebentar kak ,aku akan memangilkan nenek" ucqp Fu Ji'er.
"Baik" jawab Chu Tian.
__ADS_1
Tak Lama Fu Ji'er datang bersaman seorang wanita tua.
"Nak Tian , selamat datang dirumah ku silahkan masuk" ucap Orang tua itu yang tak lain adalah nenek dari Fu Ji'er.
"Salam nenek, sebenarnya aku hanya ingin mampir sebentar" ucap Chu Tian sambil mengaruk tengkuknya.
"Masuklah sebentar kau pasti lelah" ucap Nenek itu, yang sering dipanggil sebagai nenek Fu.
" baiklah " ucap Chu Tian kemudian mengikuti nenek Fu masuk.
"Apa yang Nak Tian lakukan dikerajaan ini, apa ada masalah" tanya Nenek Fu.
"Tidak ada nek, sebenarnya aku sedang dalam perjalanan mencari pedang Roh dewa" ucap Chu Tian tidak ingin berbohong.
Nenek Fu begitu terkejut saat Chu Tian mengatakan tentang pedang Roh dewa.
"Nak, aku pernah mendengar cerita dari nenekku dahulu, pedang Roh dewa adalah pedang dari seorang dewa terkuat dan jatuh kedunia kita ini, aku juga mendengar banyak rumor bahwa pedang itu berada digua longsai dimana gua itu dijaga oleh seekor naga yang sangat besar dan kuat
Aku juga mendengar dari cerita orang bahwa pedang itu tidak sembarang orang bisa menyentuhnya, dan jika tetap bersikeras maka pedang itu akan mengambil jiwa orang itu " ucap Nenek Fu.
"Gua Long sai ,dimana gua itu berada" tanya Chu Tian.
"Aku tidak tau pasti, tapi kata nenekku gua longsai berada di daratan barat tepatnya dibelakang hutan larangan" ucap Nenek Fu.
"Aku akan pergi kesana" ucap Chu Tian membuat nenek Fu terdiam.
"Fu Cang sekarang sudah menjadi komando pasukan kerajaan Han, waktu itu jendral kerajaan Han melihat Fu Cang yang sedang berlatih dengan giat, lalu menawarkan untuk menjadi penjaga istana, dan hingga saat ini dia bisa menjadi komando pasukan" ucap nenek Fu merasa bangga pada cucunya.
"Setelah sekian tahuan tidak bertemu dia sekarang menjadi orang hebat" ucap Chu Tian.
"Benar, ini semua karena pangeran Tian" ucap Nenek Fu membuat Chu Tian terkejut.
"Kalian.."
"Semua orang sudah tau sang pangeran yang berhasil mengalahkan para hewan iblis dikerajaan Xin" ucap Nenek Fu.
"Itu benar kakak memang yang terbaik" ucap Fu Ji'er.
"Tidak aku tidak seperti itu, semua temanku membantu saat itu" ucap Chu Tian
"Tetap saja kakak yang terbaik" ucap Fu Ji'er
" baiklah baiklah ji'er juga yang terbaik" ucap Chu Tian sambil tersenyum.
Akhirnya mereka mengobrol banyak dan kini saatnya Chu Tian pergi dari rumah itu dan melanjutkan perjalannya.
"Nenek, ji'er aku pergi dulu" ucap Chu Tian.
__ADS_1
"kakak berhati hatilah" ucap Fu Ji'er dan diangguki oleh Chu Tian.
"Ambilah ini , nenek hanya bisa memberimu roti untuk bekal perjalanan" ucap Nenek Fu sambil menyodorkan sekantung roti.
"Ah nenek tidak perlu repot repot, aku masih punya bekal" ucap Chu Tian.
"Tidak apa apa, ambilah ini sebagai tanda terimakasihku, meski ini belum seberapa" ucap Nenek Fu.
"Baiklah nenek aku akan membawa ini, terimakasih " ucap Chu Tian lalu melangkah pergi.
"Berhati hatilah pangeran" ucap Nenek Fu dan diangguki oleh Chu Tian.
Chu Tian melangkahkan kakinya menyusuri ibu kota kerajaan Han.
"Yah sepertinya aku harus membeli peta benua ini, bagaimana aku bisa kebenua barat jika aku tidak tau jalannya" ucap pelan Chu Tian.
Chu Tian lalu memasuki satu persatu toko yang dia pikir menjual peta namun sudah banyak toko dia masuki tidak ada satupun yang menjual peta.
"Astaga apakah aku harus ke istana kerajaan Han untuk meminjam peta, sungguh tidak terkira" ucap Chu Tian yang memutuskan untuk pergi keistana kerajaan han
Dalam perjalanannya karena fokus melihat sekitar Chu Tian menabrak seseorang.
"Aduh, siapa yang mena... eh putri Han Ying " ucap Chu tian sedikit terkejut.
"Bukan kah kau Tian" ucap han Ying.
"kebetulan sekali aku bertemu denganmu, aku ingin meminta bantuan darimu" ucap Chu Tian sambil membantu Han Ying Bangun dari jatuhnya.
"Terimakasih, memang bantuan apa yang kau perlukan dariku" ucap Han Ying.
Chu Tian akhirnya menjelaskan apa yang terjadi dan apa yang dia butuhkan saat ini.
"Peta benua, distana hanya ada satu yang disimpan diaula jendral untuk membuat rencana perwng" ucap Han Ying .
"Tidak masalah aku akan menyalin semuanya, jadi aku hanya akan meminjam sebentar saja." ucqp Chu Tian.
"Apa kau yakin" tanya Han Ying.
"Apa kau meragukan kemampuanku" ucap Chu tian sambil menaikkan sebelah alisnya.
.
.
.
.
__ADS_1