
Ling Yue terus berlatih bersama Chu Tian, Ling Yue terus mengikuti intruksi yang Chu Tian berikan.
"Bagus Ling Yue kau belajar dengan sangat cepat" ucap Chu Tian.
"Huh ini sangat melelahkan tapi menyenangkan" ucap Ling Yue dengan tersenyum.
"Baiklah satu kali lagi gunakan energi spiritualmu setelah itu kau boleh beristirahat" ucap Chu Tian.
"Ta tapi aku.."
"Cobalah untuk percaya pada dirimu sendiri" ucap Chu Tian.
"emm baiklah akan aku coba" ucap Ling yue dan dibalas dengan anggukan dan senyuman dari Chu Tian.
Ling Yue mengantur nafasnya kemudia dia memfokuskan dirinya pada Kekuatan spiritual, perlahan kekuatan spiritual mengumpul di dalam diri Ling Yue.
"Bagus Ling Yue sekarang cobalah untuk mengalirkan energimu ke pedang yang kau bawa" ucap Chu tian sambil terus menyemangati Ling Yue.
pedang Ling yue sedikit demi sedikit mengeluarkan hawa dingin, meski masih sangat tipis tapi itu sudah suatu pencapaian yang luar biasa.
"Tidak aku tidak bisa menahannya" batin ling Yue kekuatan ditubuhnya seperti meluap luap membuat dia kesulitan mengendalikannya.
"kenapa tiba tiba aliran energinya menjadi tidak stabil" batin Chu Tian dia sedikit binggung dengan keadaan ini.
" Ling Yue cobalah untuk tetap tenang, dasar dari kekuatan es adalah air dan air harus bisa setenang mungkin, jangan pikirkan hal lain tetaplah tenang" ucap Chu Tian sambil terus memperhatikan pergerakan Ling Yue.
Ling Yue terus mencoba menenangkan dirinya , keringat dingin mulai membanjiri dahinya.
"Gawat dia tidak akan bertahan" ucap Pelan Chu Tian.
Chu Tian lalu melesat kearah Ling Yue lalu membantu ling Yue melepas Energinya.
Duarrr.....
Energi Yang Dilepaskan Ling Yue meledak ditempat beruntung Chu Tian dengan cepat membawa Ling yue pergi dari sana.
"Huft hampir saja" ucap Chu Tian sambil menghela nafas sedang kan Ling Yue masih mencoba mengatur nafasnya.
"Hah hah hah kurasa aku tidak bisa melakukannya" ucap Ling Yue dengan nafas terengah engah.
"Kau bisa hanya saja kau belum terbiasa lain kali aku akan mengajarimu lagi" ucap Chu Tian dengan senyuman.
"Terimakasih" ucap Ling Yue dengan nada kecewa.
"Tidak perlu khawatir kau pasti bisa melakukannya, percayalah kau hampir bisa tadi " ucap Chu Tian
"Hei aku sudah lama menunggu ,ayo aku sudah membawa kereta kudanya" ucap Shi Long.
__ADS_1
"Eh dimana kusirnya" tanya Chu Tian.
"Aku membeli kereta beserta kudanya tapi tidak dengan kusirnya" ucap Shi Long.
"Aih yasudah kalau begitu aku yang akan menjadi kusirnya" ucap Chu Tian.
"Biar aku saja pangeran aku handal dalam melakukan ini" ucap Shi Long sambil membanggakan diri.
"Sungguh" tanya Ling Yue.
"Tentu saja jika tidak siapa yang membawa kereta ini kemari"ucap Shi Long kemudian dia menaiki Kursi Kusir.
"Biar aku menemani mu didepan" ucap Chu Tian.
"Aku bisa sendiri, kau rawatlah ling Yue, kurasa dia lebih membutuhkan pangeran" ucap Shi Long sambil memeperhatikan Ling Yue yang seperti kelelahan.
"Aku tidak apa apa" ucap Ling Yue.
"Ah ayo cepat kita berangkat pangeran kau masukalah kedalam kereta" ucap Shi Long sambilsedikitmendorong Chu Tian.
"Iya iya baiklah" ucap Pasrah.
Pada Akhirnya ling Yue dan Chu Tian duduk didalam kereta sedangkan Shi Long menjadi kusir.
kereta mulai melaju Chu Tian didalam kereta membaca sebuah buku usang sedangkan Ling Yue merasa canggung dihadapan Chu Tian.
"Emm tapi ini..."
"Sekarang tidurlah" ucap Chu Tian dia baru saja pindah disamping Ling Yue agar ling yue bisa bersandar dipundaknya dan tidur,
karena untuk perjalanan jauh Shi Long memilih Kereta yang kecil jadi tidak dapat digunakan untuk berbaring.
"Ta tapi .." ling Yue merasa sangat gugup padahal dia sudah biasa berada dipelukan Chu Tian.
"Sudahlah lakukanlah kau harus memulihkan tenagamu " ucap Chu Tian.
Ling yue perlahan lahan menyenderkan kepalanya di bahu Chu Tian,Chu Tian tidak menoleh sedikitpun kearah Ling Yue yang bersandar dibahunya dia masih menatap Buku itu.
Ling yue menatap Chu Tian dari samping terlihat ketampanan yang luar biasa tanpa disadari wajahnya memerah.
"Berhentilah menatapku, aku tau aku tampan" ucap Chu Tian yang masih tanpa ekspresi.
"Cih dasar begitu saja sudah sombong, dia bukannya satu satunya yang tampan kan Shi Long juga tampan" batin Ling Yue.
"Jika kau ingin bersama Shi Long pergilah dan berhenti mengumpatiku" ucap Chu Tian.
"A apa.." ling Yue terkejut Chu Tian menebak apa yang dia pikirkan dengan tepat.
__ADS_1
Ling Yue merasa malu wajahnya semakin memerah, dia memejamkan matanya berharap melupakan kejadian ini.
Ling Yue tanpa disadari dia benar benar tertidur.
"Dia sangat mengemaskan saat tidur" ucap Pelan Chu Tian setelah meletakan bukunya dia memandang Ling Yue yang tertidur dengan pulas.
Chu tian memejamkan matanya berharap Dia bisa tidur juga namun sayang bari saja dia memejamkan mata ling Yue bergerak dia memeluk Chu Tian dengan erat dan dia menyandarkan kepalanya didada bidang Chu Tian.
"Gadis ini saat tidur ataupun tidak tetap saja tidak bisa diam" ucap Chu Tian dia mencoba memindahkan tubuh Ling Yue tapi ling Yue memeluk Chu Tian semakin erat.
chu Tian menyerahdia membiarkan Ling yue berada Dipelukannya.
"tunggu apa ini kenapa kepalaku terasa sangat sakit" ucap Chu Tian pelan dia merasakan sakit yang luar biasa dikepalanya, dia menyoba menahannya tapi rasa sakit itu terus ada
"Argghh ..." teriak Chu Tian sambil memegang kepalanya Ling Yue langsung terbangun.
"Chu Tian apa yang terjadi" tanya Ling Yue namun tidak dijawab Oleh Chu Tian,
Chu Tian masih terus menahan rasa sakitnya hingga keringat membasahi Tubuhnya.
"Kumohon Jawab aku apa yang terjadi padamu" Ling Yue semakin panik melihat Chu Tian yang begitu kesakitan .
"Ling Yue apa yang terjadi pada pangeran kenapa dia berteriak" tanya Shi Long
"Aku tidak tau, eh Chu tian sadar lah Chu Tiann.." teriak Ling Yue sambil mengoyang goyangkan Tubuh Chu Tian.
Shi Long langsung menghentikan laju kereta mereka dan langsung turun kemudian masuk kedalan kereta.
"Pangeran apa yang terjadi padamu" ucap Kaget Shi Long.
"Shi Long tolong sembuhkan dia" ucap Ling Yue dan tak lama dia pun juga ikut pingsan.
"Ling Yue kenapa kau juga ikut ikutan pingsan, astaga apa yang harus aku lakukan" ucap Frustasi Shi Long.
Ling Yue dan Chu Tian tak sadarkan diri padahal saat ini mereka telah menjauh dari ibukota kerajaan Chen, pada akhirnya Shi Long memutuskan untuk mencari desa terdekat agar Chu Tian dan Ling Yue bisa beristirahat.
"Huh dasar dua orang ini, pingsan saja bersama sama sungguh aneh" gerutu Shi Long dalam perjalanann, dia melajukan kereta kuda secepat yang dia bisa.
.
.
.
.
Terimaksih atas dukungan kalian semuaa😁
__ADS_1