Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 190. Sayap Phoenix


__ADS_3

pagi harinya mereka bersiap untuk pergi , sebelum mereka pergin Dan Ka datang memberikan sebuah bola dan menyuruh mereka untuk terus berjalanan lurus mengikuti jalan kecil didepan mereka, disana nanti ada sebuah cawan kecil yang menjadi wadah untuk bola itu dan sekaligus menjadi kunci untuk membuka jalan menuju Gunung Harapan Kedua.


"Ingatlah untuk terus bwrada pada tujuan kalian atau kalian akan musnah satu persatu, terutama kau aku yakin kau memiliki kemurnian yang paling murni dari yang lain dan aku juga melihat kau memiliki kepercayaan paling besar pada mereka" ucap Dan Ka.


"apa aku, tapi aku..."


"Kau memang benar panheran Jhin Tian kami memang mewarisi kemurnian dan kebaikan serta kepercayaan dari ayahnya," ucap Huang Tei menyela perkataan Jhin Tian.


"Ish.. kau jangan menyela apa yang ingin pangeran katakan" ucap Yu Nan sambil memukul pelan perut Huang Tei.


"Aku hanya membantunya menjawab" ucap Huang Tei dengan wajah tanpa dosa.


"Kalian ini dimanapun selalu saja Bertengkar" kesal Yan Sha.


"Sudahlah Ayo kita pergi." ucap Jhin Le.


"Nana Dan Ka Terimakasih atas kebaikan hati anda, ucap Jhin Tian sambil membungkuk hormat dan sebagai ucapan terimakasih.


Dan Ka termenung menatap Jhin Tian entah apa yang terjadi dengannya.


"Nonaaa.. boleh kami pergi" teriak Huang Tei setelah beberapa kali tidak didengar.


"Ah Iya silahkan hati hati dalam perjalanan kalian" ucap Dan Ka.


"Kurasa ada yang salah dengan wanita itu" ucap Muo Sie.


"Kau tidak boleh beebicara seperti itu Muo Sie" ucap Yan Sha meski dia sendiri juga merasakan hal yang sama.


"Kalau begitu kami mohon undur diri" ucap Jhin Le dan diangguki oleh Dan ka.


mereka lalu berjalan melewati jalan setapak yang diberitau oleh Dan Ka.


"Aku tidak menyangka kita bisa melewati Pintu pertama dengan sangat mudah" ucap Gi Kung.


"Ini tidak akan semudah yang kita kira jika kita tidak waspada, aku akui Dan Ka itu jenius dia membuat kita fokus dengan bau dan gelap hingga tidak menyadari kedatangannya" ucap Jhin Tian.


"Lalu bagaimana kau bisa tau itu adalah orang lain pangeran dan bukan dari salah satu dari kami" tanya Qi Val.


"Mudah saja aku merasakan pergerakan dari dua tangan sementara kalian semua hanya menggunakan satu tangan karena tangan satu kalian untuk menutup hidung" jawab Jhin Tian.


"Jika begitu bukankah bisa diartikan Dan Ka itu menyerahkan dirinya, dia terlalu bodoh" ucap Muo sie.


"Tidak seperti itu, dia sama sekali tidak bodoh itu memang reflek dari seseorang, dan ya aku bersyukur karena Dan Ka tidak mengambil salah satu dari kita, dengan kondisi seperti malam itu jika dia mengambil salah satu dari kita aku pasti tidsk akan mengetahuinya, namun karena dia memilih menyerang diam diam maka lain ceritanya" ucap Jhin Tian.

__ADS_1


"Kupikir ini sangat sederhana karena kita dengan mudah menangkapnya ternyata tidak sesederhana yang kulihat" ucqp Qing Se.


"Aku sudah katakan pada kalian bahwa gunung ini tidak sesederhana yang terlihat tapi kalian tidak percaya" ucqp Jhin Tian.


"Aku berharap Lawan Kita setelah ini sama mudahnya Dengan Dan Ka" ucap Yan Sha.


"Kita tidak akan tau jika kita belum sampai" ucap Yu Nan.


mereka terus melanjutkan jalan mereka sambil bercerita.


Hingga akhirnya mereka sampai disebuah tebing Curam.


"Tidak mungkin kan kita melewati tebing ini, aku ikan bukan burung bagaimana caranya melewati tebing ini" ucap Yan Sha.


"Tidak sepertinya ini adalah sebuah pembatas "UCap Jhin Tian setelah melempar sebuah batu dan ternyata batu itu memantul kembali kearaah Jhin Tian.


"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang" tanya Gi Kung.


"Kita harus mencari cawan itu, pasti ada disekitar sini" ucap Jhin Tian.


"Baiklah sebaiknya kita berpencar, untuk mencari cawan itu" ucap Qing Se.


"Aku setuju Biar aku Pergi bersama Qing Se , Qi Val kau bersama yan Sha dan Muo Sie, Huang tei sepertinya kau bersama Yu Nan dan Jhin Le kau bersama Gi Kung" ucap Jhin Tian merekasemua mengangguk setuju kecuali Yu Nan Dan Huang Tei Yang terlihat kesal.


Cukup lama mereka mencari sebelum Akhirnya Huang Tei Berteriak.


"Sepertinya aku menemukan sesuatu kemarilah" teriak Huang tei.


"Bisa tidak kau jangan berteriak ditelingaku" kesal Yu Nan.


"Tidak bisa" jawab Huang Tei ketus.


"Apa yang kauu temukan" tanya Jhin Tian yang datang bersama yang lainnya.


"Lihat disana bukankah itu terlihat seperti cawan , tapi tempatnya..."


"Aku akan pergi melihatnya" ucap Jhin Tian sambil berjalan mendekat kearah yang ditunjuk Oleh Huang Tei .


Cawan itu berada ditepi Tebing tanah disana sudah sangat rapuh dan sepertinya tidak akan Kuat jika diinjak oleh anak kecil sekalipun.


"Berhati hatilah teping itu sangat berbahaya" ucap Jhin Le.


"Aku mengerti" ucap Jhin Tian.

__ADS_1


Jhin Tian mulai mendekat dan melihat Cawan yang melayang didekat Tebing itu, mau tidak mau jhin Tian harus menginjak tebing itu jika ingin mengapai cawan.


Jhin Tian maju dengan Hati hati menuju cawan itu, dia hampir meletakkan bola itu kedalamcawan sebelum Akhirnya tanah yang dipijak Jhin Tian Longsor dan membuat Jhin Tian jatuh kebawah.


"Aaaaaaargh" teriak Jhin Tian


"Jhin Tiannn....." teriak mereka semua, mereka lalu berlari mendekat kearah Tebing itu, mereka melihat Jhin Tian masih berpegang dengan Akar Pohon.


"Ck menyusahkan mengapa harus seperti ini" ucap Jhin Tian Kesal.


"Jhin Tian apa kau baik baik saja" teriak Jhin Le.


"Ya aku baik" ucap Jhin Tian.


"Kami akan mencari cara membuat pangeran naik keatas" ucap Gi Kung.


Jhin Tian berfikir apakah dia bisa menggunakan sayap phoenix didaratan Suci.


"Aku tidak akan tau jika aku tidak mencoba" ucap Jhin Tian dia lalu memejamkan matanya,cukup lama sebelum sayap Biru cerah muncul dipunggung Jhin Tian.


mereka yang menyaksikan dari atas terkejut bukan main.


"Sa sayap Phoenix kah Itu, ba bagaimana bisa dia memilikinya" ucap Jhin Le dengan Gugup.


"Jhin Tian memiliki kontrak Dengan Meng pa mungkin karena itu dia bisa mengeluarkan sayap phoenix" ucap Yan Sha.


"Tidakk..! sayap Phoenix hanya bisa didapatkan oleh mereka yang memiliki kedudukan tinggi di suku phoenix, dan bukan karena kontrak Hewan" ucap Jhin Le.


"Kedudukan Tinggi, ataukan mungkin sang pendekar phoenix suci itu adalah..."


"Aku tidak yakin tapi, sebaiknya kita tanyakan" ucap Jhin Le memotong perkataan Qing Se.


Sementara ditempat Jhin Tian Dia mulai mengepakkan sayapnya dan naik kembali keatas, dia lalu meletakkan bola yang diberikan oleh Dan Ka kedalam Cawan, seketika mereka semua menghilang Dari tempat itu dan berpindah ketempat lain secara singkat.


.


.


..


.


.

__ADS_1


__ADS_2