Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 65. pertukaran yang adil


__ADS_3

"Selamat datang diruang rahasia kerajaan Xin, semua koleksi senjata dan artefak kuno ini adalah peninggalan dari leluhur kami " ucap Raja Xin dengan tersenyum


"Sungguh luar biasa tempat ini begitu luas dan dipenuhi dengan barang barang yang sangat langka , jika dijual pasti akan untung ratusan juta koin emas " ucap Chu Tian.


"Aduh kenapa memukulku" ucap Chu Tian yang baru saja dipukul Raja Xin.


" kau pikir ini milik nenek moyangmu apa seenaknya saja mau menjual, aku susah payah menjaganya kau tau" geram Raja Xin.


"Hehe maaf maaf aku kan hanya bercanda saja" Ucap Chu Tian


"Huh , baiklah lihat ditengah aula itu ada sebuah batu kristal dan itu adalah kristal sembilan warna yang kau cari" ucap Raja Xin sambil menunjuk sebuah permata yang ada didalam sebuah kaca.


"Eee apakah yang mulia akan memberikannya padaku" ucap Chu Tian sambil memandang Raja Xin yang terus tersenyum sedari tadi membuatnya sedikit merasa aneh.


"Tentu saja pangeran itu adalah milikmu namun ada satu masalah" ucap Raja Xin


"Masalah apa itu yang mulia" tanya Chu Tian.


"Begini, kristal sembilan warna adalah harta warisan paling berharga dikerajaan Xin jika kau mengambilnya maka kerajaan ink tidak lagi memiliki harta warisan" ucap Raja Xin.


"Bukankah disini ada begitu banyak barang langka dan juga artefak kuno " tanya Chu Tian dengan heran


"Tentu saja ini berbeda pangeran ,jika dibandingkan dengan kristal sembilan warna ini semua barang disini sama sekali tidak ada artinya" jawab Raja Xin.


"Kalau begitu apa yang anda inginkan yang mulia" tanya Chu Tian mulai memahami maksud Raja Xin.


"Aku tidak ingin memberatkanmu namun juga tidak ingin merugikan kerajaanku, aku hanya menginginkan hal yang sesuai dengan kristal itu sebagai warisan baru bagi generasi mendatang" ucap Raja Xin.


Chu Tian memegang dagunya memikirkan tentang sesuatu


"aku tau apa yang bisa mengantikan Kristal sembilan warna itu" ucap Chu Tian dengan tersenyum


"Apa Itu" Tanya Raja Xin Penasaran.


"Tunggu sebentar" ucap Chu Tian lalu melangkah keluar ruang rahasia itu, dia berada dikamar raja Xin lalu mengeluarkan botol kecil dan juga sebuah pisau kecil.


Chu Tian kembali keruang rahasia itu dan menghampiri Raja Xin.

__ADS_1


"Yang mulia kurasa botol kecil ini akan berguna bagimu dan keturunanmu kelak" ucap Chu Tian.


"Apa isinya kenapa mirip darah" tanya Raja Xin.


Chu Tian tersenyum Tipis.


"Ini adalah darah dari orang yang telah menyerap inti kehidupan yang artinya satu tetes darah ini dapat menyembuhkan orang yang hampir mati dan memberikan umur yang lebih lama dari manusia biasa ,tapi ini tidak bisa menghidupkan kembali orang ynag telah mati" jelas Chu Tian


Mendengar penjelasan Chu Tian raja Xin tercengang dia tentu tau betapa luar biasanya khasiat dari inti kehidupan meski sudah diserap namun seluruh tubuh orang yang menyerap bisa sangat berkhasiat


"ba bagaimana kau mendapatkan darah yang begitu berharga sebanyak itu" ucap Raja Xin yang masih tercengang


"Ini hanya sebotol kecil tentu bukan masalah besar untukku mendapatkan ini" ucap Chu Tian dengan santai


"Untung saja tidak ada yang tau bahwa aku telah menyerap inti kehidupan" batin Chu Tian tertawa geli


"Ehem yang mulia bisakah kau berhenti memandangi botol ini, lebih baik putuskan saja apa kau mau menukar kristal sembilan warna dengan beberapa tetes darah ini" tanya Chu Tian


"Ah ya tentu saja pangeran darah ini akan lebih berguna dan lebih berharga dari pada kristal itu" ucap Cepat Raja Xin.


"Yah tentu saja sangat, sangatt adil pangeran " ucap Raja Xin dengan senyum lebar


"Hahaha aku menyukai ini, terimakasih yang mulia atas kerjasamanya, aku akan membawa pergi kristal ini dan ambilah botol ini ingatlah jangan sampai jatuh ketangan orang lain karna itu bisa berbahaya" ucap Chu Tian lalu membawa kristal berwarna hijau itu pergi bersamanya.


Saat Chu Tian sudah pergi dan sudah tidak terlihat Raja Xin terus bersorak gembira memeluk dan menciumi botol kecil berisi beberapa tetes darah Chu Tian itu dia terlihat begitu gembisa seperti habis kehujanan ribuan koin emas saja.


Sedangkan Chu Tian terus berjalan kekediamannya ,dia benar benar ingin segera sampai dan memeriksa isi mimpi kedua dari kristal sembilan warna , dia sangat penasaran dengan identitas aslinya yang semakin lama semakin banyak misteri yang tak terjawab.


"Akhirnya aku mendapatkan kristal kedua dan kini masih sisa Tujuh kristal lagi jalanku sungguh masih panjang"Guman Chu Tian


"Pangeran Chu Tian" teriak seseorang dari belakang


Chu Tian segera menyimpan kristal itu didalam dimensinya dan berbalik melihat siapa yang memanggilnya


"Xin jun apa yang kau lakukan disini" tanya Chu Tian


"Ah tidak ada aku hanya melihatmu berjalan terburu buru ,apa ada masalahh" tanya balik Xin Jun

__ADS_1


"Tidak ada apa apa aku hanya lelah dan ingin segera beristirahat kekamar saja" jawab Chu Tian sambil tersenyum


"Ohh begitu ya kalau begitu segeralah beristirahat maaf telah menyita waktumu" ucap Xin Jun dengan sedikit menundukkan kepala


"Tidak masalah pangeran Xin jika kau ada keperluan denganku katakanlah saja aku bisa menunda waktu istirahat ku" ucap Chu Tian dengan tersenyum


"Benarkah tapi.."


"Katakanlah tidak masalah" ucap Chu Tian memotong perkataan Xin Jun


"Huh pangeran apa kau tau apa yang terjadi pada Xin Lan dia sering tersenyum sendiri akhir akhir ini ,aku merasa ada yang salah dengan otaknya, aku menjadi sangat khawatir" ucap Xin Jun.


"Hah..? Bagaimana bisa seperti itu ataukah ada sesuatu yang membuatnya bahagia" pikir Chu Tian .


"Entahlah pangeran dia terus memegang sebuah kalung dengan bentuk seperti bunga es" ucap Xin Jun.


"Bunga es..? ah Tunggu apa bunga es, kemarin aku baru saja memberinya kalung dengan liontin berbentuk bunga es dan ada bunga sakura kecil didalamnya" ucap Chu Tian.


"Kau memberikan kalung pada Xin Lan dan kini dia tersenyum senyum sendiri ,yah kau benar mungkin ada sesuatu yang membuatnya bahagia" ucap Xin Jun dengan memandang Chu Tian dengan Tatapan aneh


"Eee pangeran kenapa kau memandangku seperti itu, aku benar benar tidak membuat otak Xin Lan bermasalah sungguh" ucap Chu Tian dengan mengangkat kedua tangannya.


"Aku tau kau tidak menyebabkan otak Xin Lan bermasalah hanya saja aku tau apa yang membuatnya begitu bahagia" ucap Xin Jun dengan senyum misterius.


"A apa yang membuatnya bahagia" tanya Chu tian dengan gugup


"Kau jadi laki laki cobalah untuk peka terhadap sekitarmu atau kebahagian yang telah terbangun akan runtuh tanpa kau sadari" ucap Xin Jun lalu melangkah pergi.


"Apa maksudmu pangeran" teriak Chu Tian


"Carilah maksudnya dan kau akan mengerti dengan sendirinya tanpa harus kuberitau" ucap Xin Jun dari kejauhan, dia melangkah lebih cepat dan ada senyum diwajah tampannya itu


"Apa yang dia maksud, ah sudahlah lebih baik aku kembali kekamar saja" ucap Chu Tian lalu melanjutkan jalannya menuju kamarnya.


.


.

__ADS_1


__ADS_2