Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 248. Aura Hitam


__ADS_3

"Xuan Kau baik baik saja nak" tanya Chu Lizheng.


"ugh...apa yang terjadi" ucap Xuan sambil memegang krpalanya yang masih sedikit nyeri.


" beraninya kalian mengagalkan rencanaku" ucap sang ketua dengan marah.


Xuan menoleh kearah ketua .


"Aura itu..."


"Syukurlah putri sudah sadar... Sekarang giliran kau...." ucap Fu Cang sorot matanya memancarkan amarah yang perlu diredam.


"Hegh apa kau fikir aku semudah itu kalah.... Hahahhaaha " ketua itu terus tertawa dengan nyaring fu Cang dan Zaein sudah merasakan ada hal yang tidak beres.


"Paman... Aura kegelapan " ucap Xuan yang masih memegang kepalanya dengan mata terpejam.


"Xuan ada apa denganmu" ucap Khawatir Liyan.


"Xuan..?"


Xuan membuka matanya tatapannya sungguh berbeda.


"hahahhahaha...... Mereka datanggg ...hahaha datang datangg" teriak sang ketua.


"Aura ini..." Zaein dan Fu Cang mengatakan hal yang sama sementara Chu Lizheng masih berusah mencerna keadaan.


perlahan lahan tapi pasti aura kegelapan semakin besar terasa di seluruh lingkungan sekte.


"ini tidak baik" ucap Fu cang dengan bersiaga.


ketua sekte palsu itupun bergegas keluar dari ruangan itu dan terbang ke atas sekte dengan tawa yang terus mengelegar.


Fu Cang dan Zaein ikut melompat keluar.


"Liyan jaga Xuan Disini"ucap Chu Lizheng lalu ikut melompat keluar.


Diluar pertarungan telah terjadi beberapa murid dengan aura gelap menyerang para murid lainnya.


"Apa yang terjadi sebenarnya" Chh Lizheng terlihat terkejut sebelum akhirnya beberapa murid menyerang Chu Lizheng.


"Yang mulia berhati hatilah kesadaran mereka seperti telah menghilang" ucap Zaein sambil menebaskan pedang panjangnya.


"aku mengertii" teriak chu Lizheng.


Sementara itu Fu Cang melawna sang ketua sekte palsu diatas sekte bintang surga.


"Jangan harap kau bisa mengalahkanku"ucap ketua sekte sambil mengarahkan energi hitamnya ke arah Fu Cang .


Fu cang terus menghindar sambil sesekali mengayunkan tombaknya.


ledakan terus terdengar Fu cang memutar tubuhnya menhjndari serangan Ketua sekte itu sambil mengayunkan tombaknya dan ...


Clebbb.....


tombak menusuk tepat dijantung Sang ketua sekte ...ketua sekte terkejut sambil memandang dadanya yang tertancap Sebuah tombak sebelum akhirnya...


"Hahahahhaha.... Apa kau fikir mainan ini bisa membunuhku " ucap ketua sekte sambil menyeringai memandang Fu Cang. Dia juga mencabut tombak milik Fu cang dengan santainya lalu melemparkannya ke bawah hingga mengenai murid yang tidak terkena aura kegelapan.

__ADS_1


"hah... Bagaimana bisa tombak petir surgawiku hanya dibuat mainan olehnya... Ini tidak baik" ucap Fu Cang sebelum akhirnya Ketua sekte menyerag Fu Cang dengan Energi kegelapannya hingga membuat Fu Cang terlrmpar kebelakang.


"Akhhh sial.. Aku lengah" fu Cang menatap Ketua sekte dengan serius.


"Sebaiknya kay serahkan anak dewa itu padaku, maka aku akan melepaskanmu tanpa terluka hahahahha" ucap ketua sekte itu.


"cih..!! Jangan mimpi.....!!!!!!" Fu Cang melesat ke arah ketua sekte lalu melayangkan pukulan yang berhasil ditangkis oleh Ketua sekte.. Fucang terus melakukan Pukulan dan tendangan begitupun dengan ketua sekte.. Tak jarang Fu cang terkena pukulan dan tenadangan yang membuatnya terpental beberap kali.


"Aku tidak mungkin bisa bertahan jika seperti ini terus. Aku harus memikirkan cara lain untuk mengalahkannya" batin Fu Cang di mengusap darah yang keluar dari ujung bibirnya dengan punggung tangannya dan menatap sinis ketua sekte yang terus tertawa terbahak bahak melihat fu Cang yang mulai melemah.


"paman aku akan membantumu" teriak seseorang dari bawah.


mata Fu Cang terbelalak.


"Tuan putri pergi dari sana....." Fu Cang berteriak dengan panik sementara Ketua sekte menyeringai lalu melesat kebawah menghampiri Xuan sambil melayngkan tinju.


Blarrrr.........


ledakan besar terjadi saat energi ketua sekte menghantam pedang milik Xuan, bahkan karena besarnya ledakan membuat bangunan Sekte itu hancur dan orang orang disekitar Xun terpental begitupun dengan Zaein dan Chu Lizheng beserta Liyan dan para murid.


"Xuannnn...." teriak Chu Lizheng sambil menyeimbangkan Tubuhnya.


"putrii..."bahkan Fu Cangikut berteriak khawatir.


Namun disisi Xuan dia menahan sekuat tenaga pukulan Ketua sekte dengan pedangnya .


Duakhhhh..... Fu cang dengan cepat melesat dari atas dan menendang Punggung Ketua sekte hingga ia melepaskan pukulannya dari Xuan.


"putri anda baik baik saja" tanya Fu Cang.


Fu cang menatap sekitar dia melihat begitu banyak murid yag bersimbah darah, dia juga melihat Zaein, Chu Lizheng dan Liyan beserta para murid yang tidak terpengaruh aura hitam itu mulai kewalahan.


"Baik tuan putri mari kita selesaikan" ucap Fu Cang dan mendapat anggukan dari xuan


Xuan menyiapkan pedangnya,pedang tajam milik Xuan seakan siap menebas apapun. Fu Cang juga telah mengambil tombaknya dan bersiap menyerang Ketua sekte.


"Haha kemarilahhh...." ucap ketua sekte.


Xuan dan Fu Cang melesat menebas dan menusuk ketua Sekte. dentingan benda tajam terdengar begitu nyaring.


Dua lawan satu memang tidak adil tapi tak ada cara lain selain menyingkirkan keadilan itu.


"Hiakk...." pedang Xuan melesat bagian kiri sementara tombak Fu cang menusuk bagian kanan namun kedua senjata itu berhasil ditangkis dengan mudah oleh ketua sekte dan membuat Fu cang Serta Xuan termundur ke belakang.


"paman Bantu aku...." teriak xuan


Fu Cang mengerti dia langsung melesat kedepan meninggalkan Xuan yang sedang menyiapkan Jurusnya.


Xuan mengayunkan pedangnya ke kanan dan ke kiri tatapan tajam tak pernah luput dari mata indahnya itu , pakaiannya bahkan ikut menari nari mengikuti ayunan pedang.


"Paman menyingkir...!!!" teriak Xuan setelah menyelesaikan Jurusnya.


dengan sigab Fu Cangmelompat kesamping.


"Pedang Cahaya.... Teratai Cahaya" Teriak Xuan sambil menebaskan Pedangnya kedepan.


Seulet Bunga teratai besar terlihat melesat kearah Ketua Sekte, tak ingin kalah ketua Sekte pun melayangkan jurusnya.

__ADS_1


"Energi kegelapan.... Bola kegelapan" teriak ketua sekte sambil mengarahkan energinya kearah energi Xuan.


Dua energi besar beradu Cahaya Keemasan dan Kegelapan beradu.... Aura besar dan mengerikan pun terasa, Xuan mengerahkan seluruh tenaga yang ia punya untuk mengalahkan Ketua sekte itu.. begitupun sebaliknya.


Sementara Fu Cang beberapa Murid yabg terpengaruh aura hitam mulai mengepung dan menyerangnya.


Fu cang yang khawatir dengan Xuan menjadi sedikit tidak Fokus hingga beberapa Sayatan ia dapatkan di lengannya.


"Arkh... aku harus segera selesaikan ini dan membantu putri... ck tapi mereka semua Sepertinya sangat sulit dibunuh" Batin Fu Cang saat melihat beberapa murid yang terpengaruh kembali bangkit setelah ditumbangkan.


Kembali Ketempat Xuan dia semakin memperbesar kekuatannya membuat Ketua Sekte semakin terpojok hinga Akhirnya.


Duarrrrrrrr........ Ledakan keras Terdengar bahkan gelombangnya menyapu bersih aera Itu Debu berhamburan menutupi Xuan Dan Ketua sekte itu tidak ada yang tau siapa Yang tumbang saat ini.


"Xuannn....." Chu Lizheng dan Liyan berteriak Khawatir .


Beberapa Saat kemudian Seluruh debu menghilang Menampilkan Seseorang dengan pedang menancap Di Dadanya dan seorang lagi dengan Pakaian yang berantakan...


Tak lama setelah keterkejutan itu semua murid yang mereka lawan satu persatu tumbang dengan sendirinya.


Chu Lizheng langsung menghampiri Xuan dan memeluknya, dia tak menghiraukan lagi pakaian Xuan yang telah berantakan .


"Xuan kau baik baik saja Sayang.... seharusnya kau tidak melakukan ituu" ucap khawatir Chu Lizheng sambil memeluk tubuh mungil Xuan yang saat itu sudah melemah.


"Paman tidak perlu menghawatirkan aku.. aku baik baik saja" jawab xuan sambil mengatur nafasnya yang terengah engah karena kehabisan energi.


"Inti Iblis di orang ini telah hancur"ucap fu Cang saat memeriksa tubuh ketua sekte yang saat ini sudah berubah menjadi sangat mengerikan dan menjijikkan.


Kemudian Fu Cang mencabut pedang Yang menancap.


Sringggg.......


Pedang tercabut dan Orang itu malah menunjukkan reaksi..


Arrkkkkkkhhhhhhhhhh..........


Orang itu berteriak keras sebelum Tubuhnya perlahan menghilang menjadi asap hitam.


"Huh Akhirnya"ucap Fu cang.


Semua Murid yang terkena Aura hitam pun ikut berteriak....


Dan setelah itu aura hitam keluar dari tubuh mereka dan menghilang, namun sebagai gantinya mereka kehilangn nyawa.


Para murid yang masih Tersadar menangis melihat begitu banyak saudara mereka yang mati.


"Ada apaa ini.......!!!" Semua orang terkejut dengan siapa yang datang begitupun dengan Chu Lizheng dan Yang lainnya yang ikut terkejut.


.


.


.


.


Dadahhh😘😁

__ADS_1


__ADS_2