Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH. 239.itu akan membahayakannya


__ADS_3

"Cala nya" Tanya Xuan.


"Ikut ayah" ucqp Jhin Tiqn dia berjalan menuju istana nya, dia melirik kedua bocah kecil itu dengan tatapan tak tega,


"ayah hanya ingin kalian tetap aman, meski aku tau sekte bintang surga berat namun ayah yakin kalian pasti bisa, ayah akan datang pada kalian lagi nanti" batin Jhin Tian dengan sedikit senyumnya.


"Nah kita sudah sampai" ucap Jhin Tian.


"Ayah jangan belcanda Aku sudah mandi" ucap Xuan dengan kesal.


"Dengarkan aku, kalian masuk kedalam kolam bukan untuk mandi" ucap Jhin Tian.


"Tapi itu kolam apa" tanya Xian.


"Ini adalah Kolam Yin dan Yang kolam ini adalah yang paling murni, sudah kalian masuklah" ucap Jhin Tian sambil memegang tangan kedua anaknya.


Xian Dan Xuan masuk kedalam kolam mereka merasa seperti berendam dikolam air panas namun anehnya sedikitpun pakaian mereka tidak basah padahal jelas jelas terendam air.


"Tunggulah disini sebentar aku akan segera kembali" ucap Jhin Tian dan Diangguki oleh kedua anaknya.


Jhin Tian pergi dari sana meninggalkan Xian dan Xuan yang sibuk bermain main didalam air.


"Menulut kakak berapa lama ayah akan pelgi" tanya Xuan.


"Entahlah daliv yang kulihat sepeltinya akan lama" ucap Xian sambi menatap tajam pintu dimana Jhin Tian pergi tadi.


"Apa kita bisa ikut saja belsama ayah..?, aku benal benal tidak ingin jauh dari ayah." ucap Xuan sambil menundukkan kepalanya.


Xian terdiam dia sendiri tidak tau jawaban apa yang harus ia berikan pada adiknya itu


Tak lama setelah itu Jhin Tian datang.


"Apa yang sedang kalian bicarakan" tanya Jhin Tian sambil mengulurkan tangannya untuk membantu kedua anaknya keluar dari kolam.


"Tidak ada" Jawab Xian Singkat.


Jhin Tian sedikit mengerutkan dahinya .


"Ayah punya hadiah untuk kalian" ucap Jhin Tian.


"Hadiahh.. sungguh" Xuan langsung semangat.


"Lihatlah,"Jhin Tian memperlihatkan sepasang kalung giok.


Jhin Tian lalu memakaikan kalung itu pada xian dan akan memakaikan pada Xuan, tapi sebelum memakaikan kalung itu Xian memegang tangan Jhin Tian.


"Ayah bialkan aku yang memakaikan untuk Xuan Apakah boleh" Tanya Xian

__ADS_1


Jhin Tian tersenyum lalu mengusap lembut kepala Xian.


"Tentu saja" jawab Jhin Tian.


Xian dengan senyumnya lalu mengambil kalung dari tangan Jhin Tian dan memakaikannya pada Xuan, setelah memakaikan Kalung itu Xian berbisik pada Xuan.


"Kau halus telus bahagia" bisik Xian.


Xuan lalngsung berbalik dan memandang Xian yang sedang tersenyum.


"Kakak kamu..."


"Ah ya ayah setelah ini kita kemana" tanya Xian dia sengaja menghindari pertanyaan Adiknya itu.


"Eh Tunggu kenapa kalungku belsinal " tanya Xuan dan xian juga menganggukinya.


"tentu saja ini adalah kalung istimewa " ucap Jhin Tian.


"Istimewa"Tanya Xian.


"Ya kalung itu akan bersinar setiap kali kalian berdekatan, dan didalamnya juga ada setengah dari kekuatanku" ucap Jhin Tian.


"Jika setengah Kekuatan ayah dibelikan pada kami lalu jika teljadi sesuatu pada ayah atau ada musuh yang kuat bagaimana" Tanya Xian.


"Emm benal sekali , aku akan kembalikan Ini untuk ayah saja" ucap Xuan.


"Sudah ayo ayah akan bawa kalian ketempat trman ayah, dia yang akan memasukkan kalian ke akademi, satuhal jangan pernah katakan bahwa kalian adalah anakku, aku tidak ingin musuh mengincar kalian jika tau kalian anak dari Jhin Tian apa kalian mengerti" Ucap Jhin Tian.


"Emm Xuan mengelti" ucap.Xuan dengan sedikit ragu. sementara Xian hanya termenung.


"Xian apa kau sudah siap... xian hei.."


"Ah Iya aku Siap"Jawab Xian dengan sedikit gugup.


"Xian..? apa ada yang menganggu pikiranmu, ayah lihat kau banyak termenung hari ini" Tanya Jhin Tian sambil berjongkok Dihadapan Xian untuk menatap dalam dalam wajah Putranya itu.


Ditatap Oleh Jhin Tian, Xian Langsung mengalihkan pandangannya.


"Bisakan ayah mencelitakan tempat yang akan ayah tuju nanti" ucap Xian tanpa menatap Jhin Tian.


"Emm baiklah jika itu yang kau mau, tapi ayah akan menceritakannya setelah kita berangkat dari kerajaan Chu" ucap Jhin Tian dengan senyumnya.


"Ayah.. emm gendong aku" ucap Xuan dengan malu malu.


"Emm sejak kapan putriku ini sangat manja, baiklah kemarilah" ucap Jhin Tian dan langsung mengendong Xuan.


"Xian kau juga kemarilah" ucap Jhin Tian.

__ADS_1


"Tidak"Jawab Xian sambil mengalihkan pandangan.


Jhin Tian langsung mengangkat Xian.


"Siapa tau ini terakhir kali ayah mengendong kalian, pasti saat ayah kembali nanti kalian sudah lebih besar dan lebih berat" ucap Jhin Tian dengan senyum kecut.


Xuan memegang kepala Jhin Tian dengan dua tangan mungilnya.


"Aku selallu belhalap ayah telus berada disisiku, tapi aku juga ingin ayah menyelesaikan tugas ayah, kalna itulah Xuan dan Kak Xian akan selalu menunggu Ayahh" ucap Xuan yang membuat Jhin Tian tersenyum dia lega anak anaknya mengerti.


"Huh baiklah ayo Kita berangkat" ucap Jhin Tian lalu mereka bertiga menghilang dari dimensi dan langsung muncul di dalam kerajaan Chu.


"Kemasi barang barang kalian Ayah akan menemui paman Lizheng" ucap Jhin Tian dan diangguki oleh kedua anak kecil itu.


Xian dan Xuan pergi kekediaman mereka dengan beberapa pelayan mengikuti dibelakang, sementara Jhin Tian langsung pergi keruang tahta.


Satu Satunya orang selain Chu Lizheng yang boleh keluar masuk Ruang tahta sesuka hati Hanyalah Jhin Tian bahkan Han Ying sang ratu harus mendapat izin dari Chu Lizheng untuk masuk.


"Jadi apa keputusanmu" tanya Chu Lizheng tanpa melihat siapa yang masuk karena dia tentu sudah tau.


"Sekte bintang surga" Ucap Jhin Tian singkat.


"Sekte besar itu bukankah suatu tekanan untuk Xian dan Xuan aku tidak ingin keponakanku menderita disana" ucap Chu Lizheng terlihat jelas kemarahan dimatanya.


"Aku telah memikirkannya asalahkan tidak ada yang tau bahwa Xian dan Xuan adalah anakku maka mereka akan aman aku akan meminta temanku untuk mrmbawa Xian dan Xuan ke sekte itu" ucap Jhin Tian.


"Bagaimanapun aura dewa dari Xian dan Xuan Sudah terasa jelas" ucap Chu Lizheng.


"Tenang saja Aku telah menghilangkan aura dewa mereka, setidaknya sampai umur mereka 10 tahun itu tidak akan terlihat jelas" ucap Jhin Tian.


"Aku tidak tau lagi bagaimana caranya menghentikanmu, hah kalau begitu Biarkan Liyan ikut bersama mereka setidaknya mereka akan menghormati mereka Jika bersama Liyan, bagaimanapun Semua orang tau bahwa Liyan Adalah pangeran kerajaan Chu."Ucap Chu Lizheng sambil memegang kepalanya dia sungguh tidak tau lagi cara agar adiknya itu tidak pergi.


"Bukankah itu akan membahayakan Liyan sendiri" tanya Jhin Tian


"Kau tentu Tau Sekte Bintang Surga juga sangat memperhatikan Tahta dan Kasta, dengan itu maka Liyan tidak akan mendapat masalah" ucap Chu Lizheng


"Meski begitu aku tetap khawatir" ucap Jhin Tian.


"Ini keputusanku, ayo kita berangkat sekarang kulihat waktumu tak banyak lagi" ucap Chu Lizheng dengan ekspresi tak menentu.


Chu Lizheng berjalan keluar tapi sebelum sampai dipintu Jhin Tian memanggil.


"Kak.... apa kau marah padaku" tanya Jhin Tian.


"Bodoh aku ini kakakmu tentu aku khawatir padamu tapi aku tau yang kau lakukan pasti adalah yang terbaik" jawab Chu Lizheng dan seketika membuat Jhin Tian tersenyum lega.


"Sudah ayo berangkat" ucap Chu Lizhengf

__ADS_1


__ADS_2