Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 168. Pembuat masalah...!?


__ADS_3

"Aku pasti akan buktikan kak, ikut denganku" ucap Chu Hwangji.


Chu Tian dan Ling Yue mengikuti Chu Hwangji.


"Tempat ini adalah tempat kau dan kak Lizheng menyembunyikan dan membawa kue buatan permaisuri dan kemudian permaisuri akan memarahi dan menarik telinga kalian berdua dan membawa kalian keistana" jelas Chu Hwangji


Chu Tian berfikir keras, tentang cerita ini memang hanya dia ,Chu Lizhwng dan Chu Hwangji yang Tau


"Kau sungguh Hwangji, tapi kenapa kau ingin melukai istriku" tanya Chu Tian.


"maafkan aku kak, aku tidak tau jika itu kakak ipar kupikir kalian hanya dua orang pria dan wanita yang ingin bermesraan ditempat kedua kakaku bersenang senang dahulu" ucap Chu Hwangji sambil memegang telinganya tanda meminta maaf.


"Aku akan memaafkanmu jika Yue'er memaafkanmu" ucap Chu tian dia begitu bahagia melihat adiknya lagi namun dia masih mempermasalahkan sambutan yang kurang baik dari sepupunya itu.


"Kakak ipar maafkan aku , aku sungguh tidak tau jika itu kakak kumohon maafkan aku" ucap Chu hwangji sambil menangkupkan tangannya tanda permintaan maaf.


Ling yue tersenyum.


"Suamiku aku tidak apa apa maafkan saja dia" ucap Ling Yue sambil tersenyum pada Chu Tian.


" kau beruntung kakak iparmu ini baik jika tidak aku pasti akan membuatmu menyesal" ucap Chu tian


bukan terkesan seram mereka semua malah tertawa dengan ancaman Chu Tian.


Pada akhirnya Chu tian memeluk adiknya itu.


" kenapa kau tidak pernah keistana" tanya Chu Tian.


" aku berjanji pada saat kematian permaisuri dan kepergian kak Lizheng, aku berjanji akan menjaga tempat ini tanpa harus menginjakkan kakiku ke keistana sampai kakak Tian atau kak Lizheng sendiri yang memintaku pergi keistana" ucap Chu Hwangji.


"Kenapa kau melakukan itu,sekarang aku memintamu untuk masuk keistana, jadi bagaimana" tanya Chu Tian dengan senyum.


" tentu saja, aku selalu melaksanakan perintah Dari kak Tian" ucap Chu Hwangji.


"Kau masih sama seperti dulu, yue'er kau tau kakak Lizhwng pernah meminta hwangji Mencuri dari dapur istana, dia bahkan menyetujuinya hingga akhirnya dia di kejar oleh beberapa juru masak dan itu membuat pusing paman huaji" ucap Chu Tian.

__ADS_1


"Astaga kakak kenapa kau menceritakan itu, kau tau bahkan ayahku sampai memukuliku karena itu" ucap Chu Hwangji


Ling Yue tertawa kecil mendengar Chu Tian dan Chu Hwangji yang bercerita tentang masa kecil mereka.


mereka kemudian kembali keistana Chu Tian mengantar ling yue kekediamnanntya sebelum akhirnya menemui Chu Lizheng di ruangannya.


"Aku benar benar tak habis pikir bisa bertemu denganmu lagi, paman bilang kau pergi belajar, aku tidak tau kalau kau belajar dihutan itu" ucap Chu Lizheng dengan senang.


"Aku juga tak menyangka bisa berkumpul seperti dulu lagi, dan kalian sudah memiliki istri" ucap Chu Hwangji.


"Bagaimana denagnmu mana istrimu" ucap Chu Tian dengan senyum meremehkan.


" jika kalian akan memintaku menikah aku tidak akan menurutinya" ucap Chu hwangji


"Hahahah baiklah baiklah semoga kau juga cepat mendapat permaisuri hati" ucap Chu Lizheng dengan tertawa.


mereka terus tertawa dan mengenang masalalu mereka .


hingga akhirnya Chu tian menjelaskan krisis yang akan terjadi, bukan hanya dikerajaan Chu Namun bisa sampai diseluruh dunia akan mengalami krisis ini.


"Aku pasti akan membantu mengatasi ini semua, aku berjanji" ucap Chu Hwangji dengan tersenyum.


"Aku akan melaksanakan semua perintahmu, aku pastikan sebelum ada yang menyerang kakak ipar akulah yabg harus mereka tembus terlebih dahulu" ucap Chu Hwangji dengan percaya diri


"Ku percaya sepenuhnya denganmu, lagi pula aku sudah mengetahui kekuatanmu dan aku tidak akan meragukan itu lagi" ucap Chu Tian dengab tersenyum dan menepuk pelan pundak Chu Hwangji.


"Aku pasti melakukan yabg terbaik" ucap Chu Hwang Ji.


mereka kembali membahas rencana rencana yang hwangji belum ketahui, malam itu hwangji menginap diistana.


pagi hari kehebohan jembali terjadi seorang prajurit berlari dengan panik menuju aula.


" mohon maaf yang mulia...."


" lancang....!!" teriak marah mentri khi melihat seorang prajurit masuk begitu saja

__ADS_1


"Tenanglah mentri Khi, prajurit katakan kenapa kau begitu panik" tanya Chu Lizhwng sambil mempwrsilahkan prajurit itu berbicara.


"Diperbatasan ada pasukan yang cukup besar sedang menuju kemari dan dipimpin oleh dua orang" ucap Prajurit.


"Dua orang... kakak" Chu Tian langsung menatap Chu Lizheng dan Chu Lizheng mengangguk.


Kemudian Chu Tian, Chu Lizheng, Chu Hwangji, zaein, Lao hei dan Xiao Feng melesat kearah perbatasan dimana sebuah pasukan yang berisi sekitar 1500 orang dengan Dua orang berjubah Hitam Menaiki kuda berjalan didepan.


" sing Fei dan Sing Kia apa yang kalian berdua lakukan disini dengan pasukan sebanyak itu" teriak Chu Tian, Chu Tian telah merasakan aura dari Sing Fei dan sing Kia


"Hai Adik Tian, bagaimana kabarmu, kudengar kau baru saja menikah, selamat atas pernikahanmu" ucap Sing Kia.


"Jangan banyak basa basi katakan padaku apa tujuan kalian" ucap Chu Tian.


"Aku kemari dengan damai, janganlah terburu buru" ucap Sing fei.


"Katakan padaku bagaiman cara kami percaya pada penghianat seperti kalian" teriak Chu Lizheng dengan penuh amarah.


" salam kakak Lizheng oh maaf Yang mulia Raja Chu Lizheng" ucap Sing fei.


"Kami kemari hanya ingin menawarkan kerja sama dengan kalian, kami sudah mengakui semua kesalahan kami, dan sebagi permintaan maaf kami memberikan Pasukan besar kami sebagai tanda permintaan maaf dan sebagai gabtinya kami hanya ingin kembali tinggal didaerah ini" ucap Sing Kia.


"Sangat disayangkan aku menolak tawaran kalian" ucap Chu Tian.


" kenapa kami kesini dengan damai " ucap Sing fei.


"kau fikir kerajaan besar Chu akan menerima pasukan kecilmu itu, dan ya aku tau ditubuh kalian sudah ada tanda yang akan memudahkan sing wei menemukan kalian, satu lagi kalian kemari bukan untuuk damai tapi mencari perlindungan oh ya aku hampir melupakan sesuatu, membunuh prajurit kerajaan berarti tidak pantas tinggal dan berlindung dikerajaan Chu " ucap Chu tian.


"Itu semua memang benar, tapi kami sungguh sudah menyesali perbuatan kami, bahkan aku tidak mau lagi bertemu dengan Sing wei ayah kami, dan untuk prajurit itu kami terpaksa membunuhnya karena dia menghalangi jalan kami, bahkan mereka juga membunuh beberapa prajuritku" ucap Sing kia


"Aku tidak perduli itu masalah kalian, aku lebih baik menyelesaikan masalah kerajaanku daripada memikirkan masalah dari orang keji seperti kalian, prajuritku mempertahankan kerajaan Chu sedangkan kalian baru datang sudah merusak perlindungan kerajasn Chu , dan kalian berharap kami akan nelindungimu, kalian terlalu banyak bermimpi" Chu Lizheng memaki maki Sing fei dan Sing Kia.


.


.

__ADS_1


.


..


__ADS_2