
"Emm itu soal energimu, apakah kamu daru daratan suci juga" tanya Yab Sha Dengan hati hati takut menyinggung Chu Tian.
"Aku tidak tau" jawab Chu Tian singkat dia kemudian mengeluarkan seruling nya dan memainkannya.
"Seruling itu seperti sangat familiar dari mana kau mendapatkannya" tanya Yan Sha.
"Ini Pemberian ibuku" ucap Chu Tian kemudian kembali memainkan serulingnya.
Setelah cukup lama disana Chu Tian dan Yan Sha kembali ke kediaman masing masing setidaknya ada sedikit waktu istirahat untuk mereka. Tapi sepertinya tidak untuk Chu Tian.
Sesampainya dikediamannya Chu Tian merebahkan tubuhnya diatas kasur kemudian memejamkan matanya, belum sempat dia tertidur Guru Cang he sudah berhasil membuka suara dari ruang dimensi membuat Chu Tian di marahi habis habisan
"Kapan aku bisa beristirahat" batin Chu Tian dengan sedih.
Waktu terus berputar Chu Tian sudah pulih dan keberadaan Yan Sha sudah diketahui oleh seluruh penghuni istana semua menerimanya dengan tulus tapi tentu Chu Tian dan Chu Lizheng merahasiakan dimana Yan Sha tinggal sebenarnya.
Hari ini adalah hari dimana Chu Tian akan pergi ke kerajaan Xin Chu Tian telah mempersiapkan semua keperluan dia berharap dalam waktu tiga hari mereka bisa sampai karena terkadang di formasi teleportasi terdapat badai ruang dan waktu dan itu pasti akan menghambat perjalanan mereka.
Kini Semua orang berkumpul dihalaman istana untuk mengantar Chu Tian dan lain lain termasuk Yan Sha pergi ke kerajaan Xin.
Yan Sha sebenarnya dilarang oleh Chu Tian namun dia terus memaksa hingga akhirnya Chu Tian mengijinkannya ikut.
"An'er berjanjilan untuk kembali dengan cepat dan selamat" ucap Nenek Chu Tian.
"Nenek ming tenang saja aku akan memastikannya untukmu" ucap Yan Sha dengan tersenyum.
Chu Tian hanya mengeleng sedangkan nenek ming hanya tersenyum dan mengangguk .
"Semuanya apa kalian siap" kata Chu Tian.
"kami siap bertempur bersama pangeran" ucap Semua orang yang akan pergi ke kerajaan Xin Bersama Chu Tian.
"Bagus mari kita berangkat" ucap Chu Tian kemudian memasuki formasi teleportasi dan dalam sekejap mereka sudah menghilang.
"Semoga kau mendapatkan apa yang kau cari disana" batin raja Chu Kai .
Chu Tian dan pasukannya kini sudah dalam perjalannannya mereka seperti berada didalam ruangan yang terbuat dari kaca yang terus melaju jadi mereka bisa beristirahat dengan tenang
" An'er apa kau baik baik saja" tanya Xiao Feng.
" Ya aku baik memangnya ada apa..?" tanya Chu Tian balik.
" Tidak aku hanya melihat kau akhir akhir ini banyak termenung" ucap Xiao Feng.
__ADS_1
" Jika ada sesuatu katakan pada kami pasti kami akan membantu apa masalahmu" ucap Lao Hei.
" Huft, aku hanya kasian pada Yan Sha dia ingin kembali tapi aku bahkan tidak tau cara pergi kesana" ucap Chu Tian sambil memandang Yan Sha yang terlihat sedang menikmati perjalanan
"Memang dia berasal dari mana" tanya Xiao Feng.
" daratan Suci" jawab Chu Tian singkat.
"Apa !!,kau sungguh serius" ucap kaget Lao Hei.
" Hei jangan berteriak dikupingku" Ucap Xiao Feng kesal.
" yah aku belum pernah melihat kuping burung jadi maafkan aku" ucap Lao hei dengan mengaruk tengkuknya.
"sudah sudah kalian ini ,adakah yang bisa memberi solusi tentang ini" Tanya Chu Tian memandang kedua bawahanya yang sudah dia angap keluarganya.
"Ini adalah kasus yang sulit jalan menuju daratan Suci semua telah tertutup segel dewa ,tapi ada satu portal yang bisa membawanya kembali tapi itu berada goa rubah emas dan itu terletak sangat jauh dari sini kita tidak mungkin membawanya begitu jauh"ucap Xiao Feng dengan serius.
"Huft aku benar benar sangat binggung" ucap Chu Tian .
Perjalanan mereka benar benar hanya memakan waktu tiga hari dan hari ini adalah hari ketiga dimana mereka akan sampai di kerajaan Xin.
***
"Semuanya tetap waspada dan berhati hati" ucap Xin jun pemperingati mereka.
"Bersiaplah mereka datang" ucap Xin Jun.
Formasi mulai membesar dan muncul banyak orang dari dalam Formasi dan yang paling depan ada Chu Tian dengan satu wanita disamping nya dan dua pria tampan.
" Wah wah sambutan yang sangat meriah" ucap Chu Tian saat melihat salah satu tombak milik prajurit sudah berada didepan wajahnya
" Berhenti turunkan senjata kalian" ucap Xin Jun saat menyadari bahwa itu adalah pasukan kerajaan Chu.
Prajurit itu langsung menurunkan senjatanya dan mundur
" Pangeran maaf atas kelancangan hamba tidak menyambut anda dengan baik" ucap Xin Jun dengan membungkukkan badannya
" Tidak masalah pangeran ini juga salahku yang datang secara tiba tiba membuat semuanya terkejut" ucap Chu Tian dengan tersenyum
Xin Lan yang melihat Chu Tian datang tanpa basa basi langsung berlari kearah Chu Tian dan memeluknya dia sudah melupakan etikanya sebagai Seorang Putri.
" Kakak Tian akhirnya kau datang" ucap Xin Lan terus mendekap Chu Tian membuat Chu Tian menjadi canggung bagaimanapun mereka sedang berada di tempat yang begitu ramai.
__ADS_1
" Ee putri Xin Lan Tolong lepaskan dulu pelukanmu" ucap Chu Tian Canggung.
"ah maafkan aku kak" ucap Xin Lan merasa malu.
" Bagaimana kau bisa tau itu aku" Tanya Chu Tian.
" pangeran Chu Lizheng yang memberitahuku" ucap Xin lan dengan tersenyum.
Chu Tian tersenyum kecut, kakaknya benar benar tidak bisa menjaga rahasia.
" Kalau begitu berjanjilah jangan memberitau pada siapapun" ucap Chu Tian
" Baiklah" ucap Xin Lan
Melihat kedekatan Xin Lan dan Chu Tian , Yan Sha merasa tidak enak tapi dia juga tidak tau kenapa dia merasakan seperti itu.
" Ehem pangeran maaf atas kelancangan adiku mari masuk , pangeran pasti sudah sangat lelah akibat perjalanan kemari" ucap Xin Jun.
Chu Tian hanya tersenyum dan mengangguk kemudian mengikuti Xin Jun masuk kedalam aula dimana disana sudah disediakan meja panjang dan para pelayan juga sudah mulai menyusun berbagai hidangan disana.
"Pangeran silahkan duduk maaf jika hanya ini yang bisa saya berikan" ucap Xin Jun
"Tidak pangeran kami yang harusnya berterimakasih karena pangeran xin jun sudi menyambut kami" ucap Chu tian dengan tersenyum
"ini bukan apa apa pangeran" ucap Xin jun.
" Dimana raja Xin saat ini mengapa aku tidak melihatnya sedari tadi" tanya Chu Tian.
" Ayah saat ini sedang tidak sehat jadi ,aku mewakili ayah meminta maaf karena tidak menyembut anda" ucap Xin Jun dengan menjuru Hormat.
" Ah maafkan aku karena tidak tau semoga yang mulia lekas membaik" ucap Chu Tian
"Terimakasih pangeran" ucap Xin Jun dengan tersenyum
Mereka lalu melanjutkan makan sambil sedikit mengobrol tentang keadaan kerajaan Xin Saat ini.
.
.
.
.
__ADS_1
.🙌🏻