Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 226. Ratu Duyung


__ADS_3

"Siapa kalian" ucap Sang penjaga.


"Aku pangeran mahkota suku Es jhin Tian, aku ingin bertemu dengan Ratu Duyung" ucap Jhin Tian dengan nada dingin


para penjaga itu langsung berlutut.


"Maaf atas kelancangan hamba yang mulia, tapi mohon maaf Ratu Duyung mengatakan dia tidak ingin diganggu" ucap sang penjaga.


"Hmm begitukah, kalau begitu katakan padanya bahwa aku membawa pil kecantikan, yang hanya aku yang bisa membuatnya" ucap Jhin Tian dengan wajah sinis.


"Tap.."


"Katakan saja itu padanya" ucap JhinnTian dengan aura yang mengerikan


"Ba baik pangeran" Satu penjaga langsung pergi dari sana memasuki istana mewah itu.


cukup lama mereka menunggu sebelum akhirnya prnjaga tadi kembali.


"Yang mulia mempersilahkan anda masuk pangeran" ucap Sang penjaga.


Jhin Tian dan Qi Val mulai melewati pintu besar itu.


Terlihat di singgasana itu duduk seorang wanita cantik namun tak terlihat ekor dikakinya, mungkin karena dia merupakan ratu duyung.


"Salam yang mulia" ucap Jhin Tian dan Qi Val Dengan Hormat.


"Suatu kehormatan bagiku bisa menyambut pangeran mahkota tiga dunia dan pangeran kehidupan" ucap Ratu Duyung dengan senyumnya.


"Terimakasih Atas sambutan anda yang mulia" ucap Qi Val dengan senyum namun berbeda dengan Jhin Tian yang menatap Dingin Ratu Duyung.


"Ah iya pangeran mahkota, penjagaku bilang kau..."


"Tentu saja yang mulia" ucap Jhin Tian sambil mengeluarkan sebuah kotak kaca yang mana didalamnya ada sebuah pil.


mata Ratu Duyung seakan tersihir meliht pil yang dibawa Jhin Tian.


"i itu benar benar pil kecantikan" tanya Ratu Duyung.


Jhin Tian tersenyum sinis lalu berjalan maju dengan wibawanya.

__ADS_1


"Tentu yang mulia ini adalah Pil buatanku, yang kubuat dari bahan bahan terbaik, bahkan jika kau meminta dari Dewa Kei dia tidak akan sanggup memberikannya, Anda akan terlihat 5000 tahun lebih muda, bukankah untuk usia anda saat ini akan sangat berguna, apalagi kudengar suku duyung sangat memperhatikan kecantikan" ucap Jhin Tian dengan wajah datar.


"Itu itu sangat luar biasa, ehemm maksud ku apa yang ingin kau tukar dariku untuk pil itu" ucqp Ratu Duyung.


"Mudah saja, Hamba hanya ingin mendengar penjelasan, dan jika aku puas maka pil ini menjadi milik anda, dan jika aku tidak puas jangan salahkan aku untuk memaksa" ucap Jhin Tian dengan Dingin.


Brakkkk.....


Ratu Duyung memukul singgasananya lalu berdiri dengan wajah marah.


"Apa ini pangeran apa kau berniat memaksaku" tanya Ratu Duyung.


"Bisa dibilang seperti itu" ucap Jhin Tian dengan santai, dia juga melempar lempar Pil Yang ada ditangannya.


"Pangeran apa ini tidak berlebihan" tanya Qi Val.


"Lalu apa menurutmu membunuh bayi yang belum lahir itu hal yang wajar pangeran Val" ucap Jhin Tian dengan berbisik.


Qi Val terdiam tidak bisa berkata apa apa, memang benar rasanya sangat memalukan membunuh bayi yang belum tau apapun.


"Hah baiklah apa yang ingin kau dengar" ucap Ratu Duyung yang kemudian kembali duduk disingasananya.


"Apa niat anda membunuh Bayi Yan Sha" ucap Jhin Tian.


"A apa yang kau tanyakan ini, aku tidak mungkin membunuh keturunannku sendiri kau jangan bercanda pangeran" ucap Ratu Duyung dengan tawa canggung.


"Sudah kukatakan aku butuh penjelasan jika tidak maka aku akan memaksa, lagi pun apakah wajahku terlihat seperti sedang bercanda Yang Mulia" ucap Jhin Tiqn dengan Dingin.


"Apapun itu sudah kukatakan aku tidak membunuh keturunanku" ucap Ratu Duyung tanpa memandang kearah Jhin Tian.


"Aku memang bukan Ras Duyung Tapi aku tau bahwa tidak ada seorangpun yang bisa membunuh bayi dalam kandungan Duyung kecuali kau,... ratu duyung" ucap Jhin Tian sambil menunjuk Ratu Duyung.


"Cih, lalu jika bayi itu mati Kau Mau apa" tanya Ratu Duyung Sinis.


"aku senang anda bertanya tentang apa mau ku yang mulia" Ucap jhin Tian dengan senyum mengerikan dan itu membuat Ratu duyung menelan ludahnya.


"Jangan main main denganku pangeran" ucap Ratu Duyung


"Hegh aku tidak pernah bermain main jika menyangkut hidup seseorang, Katakan dengan jelas apa maksud mu melakukan ini semua" tanya Jhin Tian

__ADS_1


"Cih kau fikir aku takut denganmu hah" ucap ratu duyung dengan sinis.


Jhin Tian tersenyum sinis dia menjentikan jarinya seketika Para Pengawal dan Pelayan pingsan, menyisakan tiga orang yaitu Jhin Tian ratu duyung dan Qi Val.


"Apa apaan kau pangeran, ini adalah kerajaanku kau tidak bisa berbuat semaumu seperti itu" marah Ratu Duyung.


"Aku punya kekuasaan atas tiga dunia, Terus terang saja Ratu aku tidak ingin melakukan hal menjijikan seperti ini jika bukan karena kau menghabisa calon Anak Dari Yan Sha." jelasa JhinnTian dengan nada dingin.


"Egh dia benar, dia memiliki kekuasaan tiga dunia, cih kenapa dia bisa tau secepat itu" batin Ratu Duyung.


"Dengarkan aku pangeran, anak yang dikandung Yan Sha itu bisa mengoyahkan posisiku, dan itu membuat umurku berkurang seribu tahun, aku tidak ingin maticepat karena anak itu" ucap Ratu Duyung.


"Bayi kecil itu bahkan bum merasakan hidup dan kau sudah membunuhnya, aku tidak habis fikir kau adalah seorang ratu, Dia juga merupakan cucumu, seharusnya kau menghargainya" ucap Jhin Tian.


"Kau tau apa pangeran, kau hanya anak terbuang jadi tidak mengerti apapun" ucap Ratu Duyung.


Jhin Tian mengepalkan tangannya, melihat Hal itu Qi Val langsung memegang bahu Jhin tian untuk menenangkannya


"Kali ini saja dengarkan aku dan tenangkan dirimu pangeran" ucap Qi Val.


"Aku tau Itu" ucap Jhin Tian yang kembali tenang namun tatapan dingin masih tertuju pada Ratu Duyung


"Aku tidak akan segan membunuhmu Ratu jika kau berani menyentuh keponakanku lagi, Takkan kubiarkan kau mendekatinya apapun yang terjadi" ucap Jhin Tian.


"Tch aku juga tidak sudi mendekatinya, eh tunggu apa itu artinya anak itu hidup lagi" tanya Ratu Duyung.


"Ya Pangeran Jhin Tian telah menyelamatkan hidup cucumu dan putrimu itu, jika saja Yan Sha benar benar kehilangannya mungkin suatu sat dia juga akan kehilangan nyawanya demi anaknya" ucap Qi Val.


"Hahahhaha Yan Sha tidak mungkin sebodoh itu, pangeran dia adalah putriku, putri dari sang penguasa lautan kehidupan dan kecantikan adalah hal paling berharga bagi kami para duyung" ucap Ratu duyung.


"Aku kini meragukan apakah benar yan Sha adalah Putrimu, dan aku juga ragu kau pernah memiliki seorang anak, aku memang bukan wanita tapi aku tau bagi wanita anak adalah dunianya hidupnya dan segalanya" ucap Jhin Tian dengan tatapan sinis.


Degh...


Ratu Duyung terkejut dengan perkataan Jhin Tian ya g telah meragukan keibuannya, entah mengapa kini dia seperti mendengar sesuatu yang belum pernah dia dengar sebelumnya, dan dia merasakan sebuah gejolak dalam hatinya yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


.


....

__ADS_1


.


.


__ADS_2