Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH. 117. Jangan Panggil aku Bibi


__ADS_3

"Baiklah aku akan melakukannya, aku pastikan Kan mengalahkanmu dan aku yakin aku bisa mengendalikanmu" ucap Li Hyung dengan mantap


Disisi Lain chu Tian juga mengawasi apa yang terjadi pada diri Li Hyung dia juga sudah bersiap siap dengan ramuan yang ada ditangannya untuk berjaga jaga apabila Li Hyung mulai terpojok.


"Li Hyung aku percaya padamu, kau pasti tidak akan membutuhkan cairan ini" ucap Pelan Chu Tian.


kembali ke Li Hyung.


Singa itu mulai menyerang Li hyung dan Li Hyung saat ini hanya berusaha menghindar saja.


"Jangan hanya menghindar manusia lawan aku" ucap Singa itu.


"Baiklah jika itu mau mu.... petir langit.... tujuh sambaran" teriak Li Hyung.


Tujuh petir yang besar mulai menyerang singa itu dan Singa itu berhasil meng hindari semua petir.


"Apa hanya ini kemampuanmu sungguh manusia lemah dan tidak berguna" ucap Singa itu yang membuat Li Hyung Marah.


"Li Hyung kendalikan dirimu jangan mudah terpancing amarah" teriak Chu tian dan Li Hyung mulai mengendalikan emosinya.


"Baiklah kali ini aku tidak akan mengecewakanmu kak" ucap Li Hyung dengan mantap.


Chu tian tersenyum melihat tekad yang ada pada Diri Li Hyung.


"Roarrrrrr....." singa itu mengaum dengan keras dan itu membuat telinga Li Hyung berdengung dan dengan reflekdia menutup telinganya.


Saat Li Hyung masih menutup telinganya Singa itu langsung menyerangLi Hyung hingga terlempar lumayan jauh.


"dasar Singa Licik, petir keabadian...... ledakan penghancur" teriak Li Hyung lalu mengarahkan energi petirnya kearah Singa itu.


Duarrrr.... ledakan besar tak terhindarkan lagi terlihat singa itu terengah engah karena menahan ledakan energi Li Hyung.


"Takkan Kubiarkan kau menang dariku" ucap Singa itu lelu berlari kearah Li Hyung.


Li Hyung bersiap dengan energi petirnya dia bersiap dengan membuat sepuluh buah panah yang dialiri energi petir.


Roarrr......


"Panah kilat" ucap Li Hyung saat singa itu mulai mendekat.


"Hah tidak mempan" ucap Li hyung dengan terkejut.


Banggggg..... Li Hyung kembali terlempar karena serangan Singa putih , seluruh tubuh Li hyung terasa sangat lemah sekarang bahakan untul berdiri saja dia seperti tidak kuat lagi


"Seperti yang diharapkan dari wujud segel dewa, dia tidak menyerang Li Hyung sekuat tenaga dia benar benar hanya ingin mengetes Kelayakan Li Hyung" ucap Chu Tian sambil terus melihat pertarungan Li hyung dan Singa Putih.


"Bagaimana cara mengalahkannya sekarang, seranganku tidak ada yang mampu membuat singa itu kalah" ucap Li Hyung dia memikirkan sesuatuyang mungkin bisa membuat Singa putih itu menyerah.


"Ada apa manusia apa kau menyerah hahahaha manusia memang sangat lemah" tawa Singa putih itu mengelegar.

__ADS_1


"aku Tidak akan menyerah untuk menjadikanmu temanku" ucap Li Hyung yang mampu membuat Singa putih itu terkejut namun tak lama dia tersenyum.


"Lakukanlah jika kau mampu" ucap Singa itu.


" bagus Li Hyung ini lah yang aku inginkan" ucap pelan Chu Tian.


"bersiaplah" teriak Li Hyung


"Hengh aku selalu siap" ucap Singa putih itu.


" Tahap akhir petir surgawi" ucap Pelan Li Hyung dia lalu mengeluarkan semua energi yang tersisa menjadi energi petir yang luar biasa besar.


Singa itu tersenyum.


"cukup, aku sudah mengakuinya" ucap Singa itu yang membuat Li Hyung menghentikan serangannya.


"Apa maksudmu" tanya Li Hyung.


"Pertama perkenalkan aku adalah bai tang wujud dari segel dewa, aku akan selalu mematuhimu mulai sekarang " ucap Bai Tang yang membuat Li Hyung melongo tak percaya.


"Apa ini artinya aku berhasil" ucap Li Hyung.


"Ini baru tahap pertama kau harus bisa mengendalikan kekuatan besar Bai Tang agar kau tidak lepas kendali" ucap Chu tian yang tiba tiba muncul.


"Bai Tang senang bertemu denganmu" ucqp Chu Tian pada bai Tang.


"Jadi aku belum berhasil ya" ucap Li Hyung dengan lemah.


"Tidak tapi hanya saja.."


"Sudahlah ayo keluar dari sini, ada seseorang yang sudah menunggumu" ucap Chu Tian.


"Siapa" tanya Li Hyung


"Kau akan tau nanti" ucap Chu Tian.


"Ah ya Bai Tang terimakasih untuk kerja samanya, jaga dia untukku dan ya semoga kita bertemu lagi lain waktu" ucap Chu Tian dan Bai Tang mengangguk sambil tersenyum.


Bai Tang bisa merasakan aura energi spiritual Chu tian yang dangat tenang setenang milik Jhin Suo dan itulah Yang membuat Bai Tang mengetahui Siapa Chu Tian dengan cepat, meski belum pasti tapi dia yakin.


Sementara Chu Tian dan Li Hyung didunia nyata mulai membuka matanya .


"Bagaimana apa berhasil" tanya Ling yue dengan penasaran


"Yah dia hanya perlu hal terakhir saja" ucap Chu Tian.


Li Hyung melihat sekeliling nya Ada Ling Yue, Shi Long dan seorang wanita cantik dengan pedang berbentuk permata biru terselip dipinggangnya.


"Siapa kakak ini" tanya Li Hyung.

__ADS_1


"Perkenalkan aku Li Huan anak Dari Li Chao" ucap Li Huan dengan tersenyum


"Jadi kakak ah tidak bibi adalah anak dari kakek Li Chao " ucap Li Hyung.


"Tentu saja kau pasti Li HyungTuan Muda ke lima anak dari adik Li kwang" ucap Li Huan


"Bagaimana kakak bisa tau" tanya Li Hyung.


"Meski aku telah lama meninggalkan klan Li bukan berarti aku tidak mengetahui semua informasi disana, aku juga tau kau diusir karena segel Yang ada pada dirimu" ucap Li Huan.


"Kau tau semuanya" ucap Li Hyung drngan menundukkan kepalanya.


" tenanglah kali ini ada aku, aku akan membantumu mendapatkan hakmu kembali, aku juga harus membereskan beberapa hama di klan Li selama ini aku sudah mengawasinya" ucap Li Huan.


"Ah ya saudara Tian terimakasih telah menjaga keponakanku" ucap Li Huan.


"Kau tidak perlu berterimakasih padaku Saudari Huan, lagi pula aku sangat senang menemukan anak sejenius dia, aku yakin dia akan menjadi pendekar yang sangat hebat kelak" ucqp Chu Tian dengan tersenyum.


"Tunggu dulu bagaimana bibi bisa tau kalau aku disini" tanya Li Hyung.


"Tentu saja pamanmu yang memberitau bibi" ucap Li Huan.


"Paman..? apakah paman ini" tanya Li Hyung sambil menunjuk Shi Long.


" hei anak kecil aku bahkan tidak mengenal bibimu apa kau tau" ucqp Shi Long.


"Jika bukan paman ini lalu paman siapa" tanya Li Hyung dengan binggung.


" tentu saja dia" ucap Li Huan sambil menunjuk Chu Tian.


" paman, tidak dia adalah kakak bukan paman" ucap Li Hyung yang membuat Li Huan merasa aneh.


"apa kau tidak tau aku dan dia itu seumuran kenapa kau memanggilku bibi dan memanggilnya kakak" ucap Li Huan merasa tidak terima.


"karena kau bibiku dan dia adalah kakak laki lakiku yang paling tampan" ucqp Li Hyung tanpa rasa bersalah karena membuat Li Huan kesal.


"Emm Li Hyung mulai hari ini jangan panggil aku bibi, panggil saja kakak mengerti" ucap Li Huan.


"kenapa kau kan bibiku" ucap Li Hyung.


"Panggil saja...!!!" ucqp Li Huan dengan marah.


"Ba baik kakak" ucap Li Hyung dengan ketakutan.


" saudari huan kau membuatnya takut" ucap Ling yue.


mereka semua akhirnya tertawa karena sikap Li Hyung dan Li Huan.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2