
Disisi lain diKerajaan Chu semua sedang sibuk membangun kembali kerajaan yang tengah hancur itu, ini sudah seminggu setelah Chu Tian tertidur.
"Apakah Chu tian ada perubahan " tanya Chu yun pada Yan Sha.
"Tidak ada, dia masih sama tidak ada perubahan," ucap yan sha sambil menundukkan kepalanya.
Selama ini Yan Sha selalu merawat dan menjaga Chu Tian siang dan malam dia sangat jarang meninggalkan kediaman Chu Tian semua orang bahkan menjadi khawatir dengan kesehatan Yan Sha yang jarang mau makan.
"Sudahlah sekarang istirahatlah aku akan mengantikanmu menjaga Chu Tian" ucap Chu Yun.
"tidak perlu aku masih bisa menjaganya" ucap Yan Sha.
"Aku tau tapi jika kamu sakit nanti kau tidak akan bisa menjaga Chu Tian jadi cobalah untuk makan" ucap Chu Yun dan pada akhirnya Yan Sha makan dengan lahap setelah Chu Yun mengatakan itu.
"Terimakasih telah menjaga Chu Tian" ucap Yan Sha pada Chu Yun.
"Seharusnya aku yang berterimakasih, sebagai kakak aku hanya bisa merepotkannya saja" ucap Chu Yun sambil melirik ke arah ranjang Chu Tian.
"Ah baiklah aku harus membantu kakak Lizheng dulu dia sangat kerepotan sekarang" ucap Chu Yun lalu melangkah pergi.
Sedangkan dikerajaan Xin sebuah pesta besar tergelar disana dan seorang putri cantik hanya duduk termenung dengan wajah suram tanpa tawa sedikitpun.
"Lan'er apakah kau tidak bahagia nak" tanya Raja Xin dengan khawatir
"Aku bahagia ayah ,hanya saja.."
"Hanya saja kau menunggu Pangeran Chu Tian bukan" kata Xin Jun memotong perkataan Xin Lan.
"kakak" ucap Xin Lan dengan wajah memerah.
" Ah ya ayah hampir lupa, pangeran idamanmu memberikan ini dihari ulang tahunmu ini" kata Raja Xin sambil tersenyum.
" apa ini ayah" ucao Xin Lan penasaran begitupun dengan semua orang disana.
tarrr
Raja Xin memecahkan batu kecil pemberian Chu Tian ditengan tengah aula. Sebuah hologram membentuk sebuah tubuh
"kakak Tian" ucap Xin lan dengan tersenyum lebar semua orang terpesona.
"Hai Lan lan selamat ulang tahun, maafkan aku tidak bisa hadir,aku hanya bisa memberimu ini saja , semoga kita bertemu lagi, ingatlah tetaplah bahagia" ucap Hologram berbentuk tubuh Chu tian kemudian menghilang.
"Yang mulia apakah tadi itu putra dari Raja Chu" tanya seseorang
" benar sekali dia adalah pangeran Chu tian" ucap Raja Xin dengan bangga.
"Woah dia sangat pintar dan tampan ya" bisik bisik orang disana dan komentar hangat langsung tercipta disana dan semua itu tentang Chu Tian.
" terimakasih ayah" ucap Xin Lan dengan mememluk ayahnya
__ADS_1
"Apapun untuk yang mulia putri Xin lan" ucap Raja Xin menggoda putrinya.
"Ayaahh..!?" wajah Xin Lan kembali bersemu merah karena malu.
"Hahaha putriku sepertinya semakin kecil saja" ucao raja Xin dengan tertawa.
Kembali kedunia dimana Chu Tian berada saat ini.
Kay Terus belajar dan melakukan terapi diberbagai spesialis syaraf dan otak ,dan kini sudah enam bulan lamanya Chu Tian berada didunia itu.
"Hari ini jadwalmu bertemu dengan dokter hendry setelah selesai lekaslah ke kantor karena hari ini ada interview calon sekertaris barumu" ucap Edward sambil membaca buku diteras.
"Aku tau pah kau bahkan mengingatkanku tiga kali pagi ini" ucap Kay dengan kesal.
"Oh benarkah papa sudah tua jadi sering lupa" ucap Edward dengan tertawa kecil.
"yasudah aku berangkat ya pa, " ucap Kay lalu menghampiri mobil Sportnya
"Apa kau sudah menemui mamamu"teriak Edward.
"Sudah" ucap Kay lalu melajukan mobilnya.
Didalam mobil Kay menyalakan Earphonenya.
"Hallo jeny ada apa" tanya Kay.
" aku sedang sendiri jangan memanggilku tuan, viola ini sungguh tidak masuk akal bahkan hari ini aku sedang ada interview untuk calon sekertarisku bagaimana aku kepesta" ucap Kay dengan tertawa.
"Haaa kay apa kau baik baik saja" tanya Jeny.
"Apa yang salah dengan ku" tanya balik Kay.
"Kau ini biasanya selallu melakukan apapun agar tidak kekantor dan sekarang kau malah mau menginterview sungguh luar biasa hahaha" ucap Jeny dengan tertawa dari sebrang juga terdengat tawa beberapa orang lagi
"Yah mau bagaimana lagi papa tidak akan membiarkan aku bermain main ,dan aku yentu harus membantunya bukan" ucap Kay
"Yayaya terserah kau saja Kay , tapi jangan lupa untuk sering pergi kepesta bersama kami lagi, oke"ucap jeny.
"Aku tidak akan melakukan hal konyol seperti itu lagi, sudah dulu aku harus bertemu dokter hendry , byee" ucap Kay.
" oke byee" kata jeny lalu mematikan telefonnya.
Kay melajukan mobilnya tak lama dia sampai disebuah gedung bertingkat disitulah tempat Kay akan bertemu Dokter Hendry.
Kay turun dari mobilnya setelan jas dan dasi membuat kay terlihat berwibawa, kay juga memakai kacamata hitam setelah keluar dari mobil.
"Huft semoga ini akan baik baik saja, sungguh aku bosan harus selalu bertemu dokter" ucap kay dengan menghela nafas.
Kay berjalan kedalam gedung namun saat dia masuk seorang wanita cantik menabraknya.
__ADS_1
"Akh maaf kan aku tuan , aku sedang terburu buru " ucap wanita itu sambil merapikan berkas yang dia bawa.
"Tidak apa apa" ucap kay dengan tersenyum.
"kalau begitu aku permisi tuan sekali lagi maafkan aku" ucap wanita itu dia berjalan begitu terburu buru,
"Suaranya sangat lembut dan aku merasa dia begitu kuat bagaimana bisa menabrak seorang wanita membuat tanganku sakit" ucap Kay dengan memegang tangannya .
Kay melanjutkan jalannya menuju Lift ,dia naik ke lantai 26 di gedung itu
tok tok tok.
"Permisi dok aku Kay" ucap kay sambil mengetuk pintu ruangan nomor 9A.
"Masuklah Tuan muda"ucap Suara dari dalam.
"Duduklah" ucap orang yang diduga dokter Hendry ,dia masih duduk membelakangi Kay.
" Baiklah Fokter hendry" ucap Kay santai dia memang sedikit gugup tapi dia masih harus menjaga kharismanya.
"Selamat datang ditempatku Tuan muda, aku akan membantumu menyelesaikan masalahmu tapi berjanjilah untuk jujur padaku" ucap Dokter hendry lalu memutar kursinya.
Kay terkejut dia seperti tidak asing dengan wajah dokter hendry
"Apa kita pernah bertemu sebelumnya" tanya kay penasaran
" tentu saja tidak aku baru sampai disini dua hari yang lalu dan aku belum sempat berpergian memangnya ada apa" tanya dokter hendry dengan tersenyum.
"Tidak ada , hanya saja aku seperti tidak asing denganmu" ucap Kay.
"hahahaha mungkin kau salah lihat, ah ya ayahmu bilang kau sering berkata jika kau sering berhalusinasi melihat air berubah menjadi es saat aku pegang" tanya dokter Hendry.
"Aku tidak merasa itu adalah halusinasi ,aku merasa semua itu nyata ,tapi setiap kali aku ingin menunjukannya selalu tidak bisa" ucap Chu Tian dengan kesal.
" mungkin saja kau terlalu banyak fikiran jadi aku sarankan kau jangan memikirkan hal yang tidak tidak, aku akan menyerankan beberapa hal untuk kau jalanani agar kau segera sembuh" ucap Dokter hendry.
"Baiklah" jawab Kay dengan singkat.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1