
"Baiklah apa kalian akan pergi sekarang" tanya Li Huan.
" ya aku tidak punya banyak waktu lagi" ucap Chu Tian.
" semoga kalian selamat sampai tujuan dan kau juga mendapatkan apa yang kau inginkan" ucap Li Huan.
" terimakasih, aku titip Li Hyung padamu" ucap Chu Tian.
"Kau tenang saja, dia juga keponkanku jadi aku akan menjaganya " ucap Li Huan
" tetap Ingat apa yang ku katakan tadi, dan Li Hyung ini buku untukmu pelajarilah cara mengendalikan kekuatan besar Bai Tang, lakukan perlahan saja jangan terburu buru dan tetap menjadikannya teman, apa kau mengerti" ucap Chu Tian.
"Aku mengerti kak" ucqp Li Hyung dengan tersenyum.
"Kalau begitu samlai jumpa lagi" ucap Chu tian kemudian menaiki keretanya.
"Terimakasih kakak" ucap Li Hyung dan mendapatkan senyuman dan anggukan dari Chu Tian.
kereta Chu tian mulai melaju meninggalkan Li Huan dan Li Hyung disana
"Semoga kau mendapatkan apa yang kau perjuangkan" ucap Li Huan sambil memandang kereta Chu Tian yang semakin menjauh.
"Memang apa yang kak Tian Cari" tanya Li Hyung.
"Dia mencari kebahagian untuk orang lain, aku tau dia tidak hanya sekedar mencari pedang, dia memiliki tekad yang kuat" ucap Li Huan.
"aku Yakin kakak Tian adalah orang yang hebat" ucap Li Hyung.
"Tentu saja dia sangat hebat bahkan aku ... ehhh sudah lupakan ayo kita pergi" ucap Li Huan.
"Apa kakak menyukainya" tanya Li Hyung yang langsung membuat pipi Li Huan memerah.
"Tapi kakak Tian sudah Memiliki kakak Cantik itu" lanjutnya.
"Kau masih 15 tahun jadi tidak boleh memikirkan hal seperti itu, sudahlah ayo" ucap Li Huan sambil menarik tangan Li Hyung untuk pergi dari sana.
Sementara dikereta Chu Tian kembali melanjutkan kultivasinya yang sempat tertunda karena melatih Li Hyung, sementara Ling Yue juga memejamkan matanya entah apa yang dia lakukan, jika diperhatikan dia tidak sedang tidur.
perjalanan mereka tempuh dengan lancar sudah sekitar tiga bulan setelah pertemuan dengan Li Huan waktu itu, hanya ada sedikit hambatan dan semua bisa diatasi oleh Shi Long sendiri jadi tidak menganggu kultivasi Chu Tian.
"Kapan Chu tian akam selesai berkultivasi, apa tidak masalah dia tidak makan seperti itu" tanya Ling yue dia menghawatirkan kesehatan Chu Tian karena akhir akhir ini Chu Tian terlalu keras berlatih.
Ling Yue sudah biasa melihat Chu Tian berlatih tapi dia baru kai ini melihat Chu Tian senekat ini.
__ADS_1
"pangeran akan baik baik saja, sebaiknya kau makan jika kau sakit aku yang akan disalahkan" ucap Shi Long.
"Bagaimana aku bisa makan jika dia belum makan sama sekali, kau tau aku bahkan tidak tega menelan buah ini" ucap Ling Yue sambil memandang kedalam Kereta dimana Chu Tian masih memejamkan matanya.
Selama ini Ling yue selalu menjaga Chu tian dia juga selalu membersihkan tubuh Chu Tian.
"Dia tidak akan masalah jika tidak makan sebulan lagi , dia adalah kultivator itu adalah hal yang biasa" ucap Shi Long dengan santainya memakan buah apel.
"Benarkan " tanya Ling Yue.
"Emm kau ingin mencoba, aku punya buku yang ku temukan diruang dimensi Pangeran Mungkin kau bisa menggunakannya , ambillah" ucap Shi Long sambil melempar sebuah buku tipis kearah Ling yue.
Ling Yue membaca buku itu lalu tersenyum.
"Aku akan menjadi kuat agar aku bisa terus berada disamping mu untuk membantumu" batin Ling Yue.
"Terimakasih Shi Long" ucap Ling yue dia lalu masuk kedalam kereta untuk segera membaca Buku itu.
"Eh dasar dia itu sangat gegabah, untung saja aku pernah melihatnya melakukan kultivasi jadi yang kali ini mungkin sudah aman" ucap Shi Long.
Ling Yue membaca buku itu dan dia merasa semua isinya persis sama seperti yang diajarkan Chu Tian padanga waktu itu.
"Tidak ada yang berbeda, tapi aku juga akan berkultivasi sama sepertinya agar aku juga semakin kuat" ucap Ling Yue sambil memandang Chu Tian yang wajahnya memancarkan ketenangan.
Ling Yue kemudian ikut duduk disebelah Chu tian dan memejamkan mata untuk berkultivasi
"Eh dia benar benar melakukannya sekarang, gadis itu mempunyai tekad yang kuat juga, aku yakin jika pangeran bersamanya pasti bahagia" ucap Shi Long saat merasakan energi yng masuk kedalam tubuh Ling yue.
"Sebaiknya aku bergegas juga, udara dunia ini semakin tidak baik untukku, jika pangeran cepat menemukan pedang itu maka aku bisa kembali ke Daratan suci lagi" ucap Shi Long.
Shi Long kemudian menaiki kereta dan menjalankannya,
seminggu kembali berlalu Chu tian mulai membuka matanya.
"Huft tingkat suci pertama tahap puncak, tidak buruk namun masih kurang" ucap Chu Tian sambil meregangkan otot ototnya yang mulai kaku karena duduk berbulan bulan.
"Emm Ling Yue, dia sudah lancar ternyata, gadis yang luar biasa" ucap Chu Tian sambil memperhatikan Ling yue yang sedang memejamkan mata.
"Shi Long bisakah kita berhenti didekat sungai, aku ingin mandi badanku terasa sangat lengket" ucap Chu Tian.
"Pangeran kau sudah selesai, baiklah dalam peta ini sepertinya didepan ada sungai ,kurasa kita bisa berhenti disana sekaligus istirahat" ucap Shi Long.
"Emm baiklah" ucap Chu Tian.
__ADS_1
Chu Tian melihat sebuah buku tergeletak di samping Ling yue.
"Bukankah ini seperti buku milikku kenapa bisa ada disini" tanya Chu tian pada dirinya sendiri.
Dia membuka buku itu yang berisi tentang latihan latihan dasar dalam berkultivasi.
"Ling yue, sebenarnya apa yang membuatmu begitu bertekad" ucap Chu tian sambil tersenyum tipis dan menyimpan buku itu.
"Pangeran Kita sudah sampai, kita akan bermalam disekitar sini saja, karena matahari juga sudah mulai terbenam" ucap Shi Long.
"Nanti kita dirikan tenda disini tapi biarkan aku membersihkan diriku terlebih dahulu" ucap Chu Tian
"Tentu" jawab Shi Long.
Sementara Chu Tian pergi untuk membwrsihkan diri, Shi Long kini mulai membangun tenda dan juga mencari kayu disekitar karena takut terjadi hal yang tidak baik pada Ling Yue jadi Shi Long hanya mencari didekat Kereta kuda saja.
Di sungai setelah Chu Tian mandi dia merasakan kehadiran seseorang dengan aura membunuh, entah siapa orang itu kenapa mengarahkan auranya pada Chu Tian.
"Siapa orang ini, niatnya sudah tidak baik, sebaiknya aku menghabisinya sebelum dia menganggu teman temanku" batin Chu Tian.
Chu Tian membuat jarum panjang yang sangat runcing dari energi esnya.
Syuuutt.. syuuuttt ...syuuutt...
Tiga jarum Chu tian lontarkan kearah datangnya aura membunuh itu.
Trang ...trang... trang...
orang itu berhasil menangkis jarum es milik Chu Tian dengan senjatanya.
"Keluarlah jangan menjadi pengecut" ucap Chu Tian dengan nada dingin.
Tidak ada seorang pun yang keluar bahkan Chu tian sudah kehabisan kesabarannya.
"kau keluar atau aku yang akan datang" bentak Chu Tian.
swish.. swishh.. swishh..
Tiga orang Muncul dari balik pepohonan.
.
.
__ADS_1
.