
Jhin Tian bersandar di bangku Kereta sambil memejamkan matanya,mendengar suara teriakan Chu Lizheng.
"Dengarkan aku kalian semua, apa kalian lupa dengan kubah pelindung yang melindungi tempat ini waktu itu, itu adalah kekuatan jiwa dari Jhin Tian yang dia gunakan untuk melindungi kalian semua" ucap Chu Lizheng yang masih belum selesai.
"Tetap saja ada korban jiwa meski sudah dilindungi, seharusnya jika dia benar benar bisa melindungi tidak ada korban jiwa." teriak seseorang dengan wajah marah.
"Hemph, sekarang aku tanya kepada kalian semua, kami sudh memperingatkan kalian untuk tidak keluar, dan siapa yang memper bolehkan kalian keluar untuk mengambil batu permata iblis itu, jika bukan karena sifat tamak kalian sendiri saudara saudara kalian tidak akan mungkin mati waktu itu." teriak Frustasi Chu Lizheng.
"Aku benar benar merasa kecewa dengan rakyatku sendiri, bagaimna bisa fikiran kalian begitu pendek, apa kalian tidak memikirkan bagaimana keadaan pangeran Tian Waktu itu, Dia bermandikan darah karena membunuh ratu iblis dan kalian apa tidsk memikirkan hal itu.
jika saja waktu itu pangeran Tian tidak membunuh Ratu binatang iblis maka tidak mungkin kita selamat sampai saat ini, dan Fikirkan kenapa kalian tiba tiba dapat kembali terhubung dengan Dunia dewa lagi, apa kalian fikir itu datang begitu saja, itu semua adalah karena pangeran Tian dia telah melakukan banyak hal bahkan sampai meninggalkan istrinya, dan dia sampai harus kehilangan istrinya karena ingin membuat kalian aman dan mendapat perlindungan dewa lagi" ucap Chu Lizheng.
"Sudah yang mulia, tenangkan dirimu sebaiknya kita kembali keistana" ucap Han Ying Sambil mengajak Chu Lizheng kedalam kereta.
Chu Lizheng kembali kekeretanya sementara Para penduduk mulai terdiam, mereka masih ragu entah benar atau tidak itu semua.
Kereta Chu Lizheng mulai melaju diikuti kereta Jhin Tian, dan para penduduk mulai kembali kerumah mereka dengan pikiran masing masing.
"Ayah.. apa ayah baik baik saja" tanya Xuan.
"emm..? kenapa Xuan Bertanya seperti itu." tanya balik Jhin Tian.
" tidak hanya saja, ayah sedikit belbeda dali biasanya" ucap Xuan sambil menunduk dan memandang Kakaknya yang sedang terbaring lemas Di samping Jhin Tian.
"Ayah Tetap ayah tidak akan berubah" ucap Jhin Tian dengan .
"Paman, kenapa tadi ayah malah malah" tanya Liyan dengan wajah yang seperti terkejut, selama ini dia memang tidak pernah mendapat amarah Dari Chu Lizheng.
"Liyan katakan pada paman, apa yang akan liyan lakukan jika kedua adik liyan ini, dibenci banyak orang" tanya Jhin Tian.
"Liyan pasti akan membela Adik Liyan dan liyan akan membuat semua olang mengelti bahwa adik liyan bukan olang jahat dan tidak boleh di benci" ucap Liyan dengan wajah polosnya.
"Nah pintar, Jadi itu yang sedang Ayah Liyan lakukan, jadi jangan salah paham dengan Ayah Lizheng mengerti" ucqp Jhin Tian sambil mengelus pucuk rambut Liyan.
"Emm emm Liyan Mengelti paman, Dan Xuan kau tidak boleh belsedih, Xian juga pasti akan segela sembuh, benalkan paman" ucap Liyan sambil mengusap kedua mata Xuan dengan Tangan mungilnya agar air mata Xuan berhenti mengalir.
Jhin Tian mengangguk dan Tersenyum.
"Tapi kakak Xian..."
"Xuan lihat aku punya coklat untukmu apa kau mau" tanya Liyan sambil menunjukkan sebungkus coklat yang dia dapat dari ibunya pagi tadi.
__ADS_1
"Wahh coklat, ini untuk Xuan" tanya Xuan dengan wajah gembira.
"Emm tapi beljanjilah jangan menangis lagi" ucap Liyan sambil mengulurkan kelingkingnya.
"Baiklah Xuan Tidak akan menangis" ucap Xuan sambil menerima coklat dari Liyan.
Liyan dan Xuan terus tertawa bersama, liyan terus mencoba menghibur Xuan agar tidak bersedih atas kondisi Xian.
"Dia belajar dengan cepat menjadi kakak yang baik" batin Jhin Tian.
Tak lama setelah itu Xian mulai membuka matanya.
"Ugh.."
"Xian apa tubuhmu masih sakit" tanya Jhin Tian.
"Tidak ayah.." Xian berusaha untuk duduk.
"Xuannn... Dimana Xuan apa Xuan baik baik saja ayah" tanya Xian yang langsung panik.
"Kakak" suara manis itu seketika membuat Xian langsung menengok.
Xian langsung memeluk Xuan dengan erat.
"eh maafkan aku, Xuan apa kau baik baik saja" tanya Xian.
"Memang apa yang akan teljadi padaku jika kedua kakakku ada disisiku" ucap Xuan sambil merangkul Xian dan Liyan.
"Aku bersyukul kau baik baik saja, jika tidak aku akan mencali olang yang belniat jahat padamu itu walau sampai keujung dunia" ucap Xian.
"Kakak kau bellebihan" ucap Xuan dengan senyum nya.
"aku belsunguh sungguh Xuan, takkan kubialkan seolangpun melukai adik kecilku ini" ucap Xian sambil memegang kedua pipi tembam Xuan Dengan kedua tangannya.
"Ish kakak, kita itu satu umul jadi jangan memangilku adik kecil lagi" ucap Xuan sambil merajuk.
"Tetap saja kau adik Kecilku benalkan Liyan." tanya Xian.
"Tentu saja kau adalah adik kecil kami" ucap Liyan.
"Ayah tolong selamatkan anakmu yang imut ini" ucap Xuan dengan pipi digembungkan.
__ADS_1
"Apapun alasannya ayah harap kalian bisa saling melindungi" ucap Jhin Tian.
Jhin Tian terus memperhatikan Ketiga anak itu dengan wajah bahagia.
"Andai kau ada disini kau pasti akan bahagia,kau selalu menginginkan persaudaraan seperti aku dan kak lizheng lihat sekarang putra putri kita juga menjalani hubungan seerat itu, apa kau melihat mereka, mereka sungguh sangat cerewet sama seperti dirimu" batin Jhin Tian dengan senyum lembut.
Setelah beberapa saat mereka sampai digerbang istana, Wajah Chu Lizheng masih terlihat aura kemarahannya, sementara Jhin Tian masih terlihat dingin dan tenang seperti biasa.
Digerbang istana ada tiga orang Yang sedang menunggu mereka digerbang dengan penuh senyum.
"Nenek kakek. paman" ucap Chu Lizheng, kemarahannya seketika lenyap dan berganti dengan senyuman.
Jhin Tian dan Chu Lizheng mendekati nenek ming untuk segera memeluk nenek mereka yang sudah lama tidak bertemu, terlihat nenek ming tersenyum lembut kearah mereka berdua, sementara Kakek Han dan paman mereka Wen Sio hanya mengelengkan kepala kepada mereka berdua.
Jhin Tian dan Chu Lizheng mulai mendekat dan tiba tiba aura Nenek Ming berubah menjadi mengerikan.
"Gawat" ucap Jhin Tian dan Chu Lizheng bersamaan.
mereka berdua langsung berbalik dan ingin larii.
"Jangan lari kalian berduaaaa" teriak nenek Ming yang langsung melompat kedepan Jhin Tian dan Chu Lizheng dan langsung menarik telinga mereka berdua.
"Ampun aduhh aduhh...nenek maafkan aku nenek maaf" teriak Chu Lizheng.
"Nenek apa salahku aduhh..telinga malang ku" ucap Jhin Tian sambil meringis.
yah meski tidak terlalu sakit tapi tetap saja..
"Apakah ini cara kalian menyambut nenek kalian yang dari jauh hah" teriak Nenek Ming sambil menarik telinga mereka berdua dengan kencang dan Jhin Tian serta chu lizheng terus berteriak seperti anak kecil yang baru saja katahuan mencuri oleh ibunya.
"Seketika kewibawaan sang raja, dan Gunung Es sang pangeran Luntur begitu saja, semua orang tertawa melihat para junjungan mereka yang tak berdaya didepan neneknya.
Disamping Itu, Jhin Xian, Jhin Xuan dan Chu Liyan hanya terdiam tidak mengerti apa yang harus mereka lakukan, disisi Liyan memang sudah tau itu adalah Nenek buyutnya sementara Xuan dan Xian belum tau siapa mereka itu menjadi sangat binggung.
"Kenapa olang jahat itu menarik telinga Ayah, padahalkan Ayah tidak belsalah" mungkin itu yang sedang dipikirkan Xian dan Xuan.
.
.
.
__ADS_1
.