Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 199. Semangat...!


__ADS_3

"Sekarang satu masalah telah selesai, sebaiknya kita segera mencari kunci kelima, aku benar benar sudah muak ditempat ini" ucap Jhin Tian.


"Jhin Tian kau.."


"Aku melihat teman temanku terluka hanya karena aku, aku tidak sangup melihatnya" jhin Tian memotong perkataan Yan Sha.


"Heyy... kau tidak perlu seperti ini, kami melakukan ini bukan hanya karena mu saja, ini juga untuk tiga dunia, nama kita akan tertulis rapi sebagai pahlawan tiga dunia seluruh dunia akan menyebut kita sebagai penyelamat mereka dan kita semua juga akan mendapat banyak anugrah" ucap Jhin Le sambil menyenderkan lengannya kebahu Jhin Tian.


"Tapi aku..."


"Dengan adanya ku disisi kami, itu sudah cukup membuat kami merasa senang dan terlindungi" ucap Yan Sha yang sedikit maju dan tersenyum.


"Kaliaann... Terimakasih" ucap Jhin Tian.


"Itu bukan masalah" jawab jhin Le.


"Yap kita adalah teman" ucap Huang Tei dengan Senyum.


"Aaa bukankah ini sangat manis" ucap Qi Val sambil Memeluk lengan Qing Se.


"Lepaskan aku atau kupenggal" ucap Qing Se.


"Dari mana kau belajar kata kata itu" tanya Jhin Le dengan terkejut.


"Memang apanya yang salah" ucap Qing se dengagan menahan tawa dan melirik Jhin Tian.


"Aku tidak melakukan apapun" ucap Jhin Tian saat menyadari teman temannya melihatnya.


"Bwahahahahha" mereka semua tertawa dengan ekspresi jhin Tian.


"Adoohhhh..." Tiba tiba sebuah bola jatuh entah dari mana dan langsung menghantam kepala Jhin Tian.


"Benda apa itu tadi... ehhh"


"Jhin Tian kau baik baik saj... ehhh ini kan kuncinya" ucap Jhin Le dia tidak jadi membantu Jhin Tian dan malah menghampiri Bola yang terlempar didekat Jhin Tian.


"Saudaranya itu aku atau bola itu" batin Jhin Tian dengan kesal.


" bagus kita mendaatkannya lalu dimana cawannya" tanya Huang Tei.


"Jika kau bertanya padaku lalu aku bertanya pada siapa" ucap Kesal Qi Val.


"Aku hanya bertanya saja, apa kau mau menjadi makanan Beruangku" ucap Gi Kung dengan wajah marah.


"Eeeee.... ti tidak aku hanya ber bercanda saja hehehe maafkan aku Gi Kung" ucap Qi Val Sambil emndekat kearah Gi Kung.


"Sekarang aku benar benar ingin memakanmu" geram Gi Kung.


"Yayaya baiklah aku diam" ucap Qi Val Dengan memasakng wajah sedih. mereka tertawa dengan sikap Qi Val entah sejak kapan dia berubah, biasanya dia tidak terlihat konyol seperti hari ini.


"Sudahlah kalian jangan Bercanda LihT Jhin Tian telah menemukan Cawannya" ucap Jhin Le.


"Eh Mana" tanya Qi Val.


"Makannya jangan bercanda terus" ucap Yan Sha sambil memukul kepala Qi Val entah mengapa dia menjadi geram dengan Qi val.


"dia ada diatas pohon itu" ucap Jhin Le.

__ADS_1


"Hahh bagaimana bisa tempat seperti itu, itu sungguh membutuhkan kejelian" ucap Qi Val.


"Tumben nyambung" ucap Muo Sie.


" kekenya hidupku salah terus" Batin Qi Val dengan menatap malas teman temannya.


"Apa yang kau lihat" tanya Muo Sie dengan sedikit amarah.


"Tidak tidak anu aku hanya ingin melihat pangeran Tian" elak Qi Val.


"Disinilah aku yang paling menderita" menangis dalam hati T^T


"Kalian semua kemarilah" teriak Jhin Tian.


mereka semua segera melesat kearah Jhin Tian.


"Ada apa" tanya Jhin Le sambil mendongak.


"Setelah kuteliti cawan ini berbeda dari sebelumnya, sepertinya jangkauannya lebih pendek sebaiknya kalian kemari" ucap Jhin Tian.


"Baikk" Jawab Mereka semua dan mereka meloncat dan mendarat di dahan pohon, untung saja pohon itu cukup besar untuk menahan mereka semua.


Jhin Tian lalu meletakkakn bola itu kedalan cawan dan Swissshhhh... Mereka semua berpindah dari pohon itu.


Brukkkkk.....


"Aduh aduh kau meminpa kakiku" teriak Huang Tei saat kakinya tertimpa oleh badan besar Gi Kung.


"Aku tidak bisa bergerak mereka semua menindih ku" ucap Gi Kung.


"Ahhh pinggangku " ucap Qing se sambil mrmegangi pinggangnya.


"Astaga astaga astaga kakiku yang malang... huaaaa" ucap Huang tei.


"Cih Dasar lemah" ucap Yu Nan.


"Apa kau bilang" ucap Huang Tei langsung berdiri.


"Nah itu bisa berdiri" ucap Yan Sha.


...Loading....


"Kau benar... huaaa kakiku yang malangg" ucap Huang tei langsung kembali menjatuhkan dirinya.


"Dasar payah, kau ini seorang tabib lohh" teriak Yu Nan dengan nada marah.


"Sudah sudah, sebaiknya kita mencari tempat aman untuk beristirahat" ucap Jhin Tian.


"Baik" jawab Mereka serempak, entah mengapa semakin lama mereka bersama mereka mulai menunjukkan sikap asli mereka tidak seperti kebanyakan pangeran yang anggun dan berwibawa kini mereka menunjukkan bahwa mereka benar benar hanya seorang Teman bukan seorang pangeran, bahkan mereka kini telah menyakini bahwa Jhin Tian adalah pemimpin mereka.


mereka semua juga berjanji pada diri mereka sendiri bahwa bagaimanapun mereka akan menjadi teman terbaik bagi Jhin Tian, dan akan membantunya apaun yang terjadi.


*kembali kecerita...


Mereka semua duduk dibawah pohon yang cukup Rindang.


"Aku seperti mengenal tempat ini tapi kapan" batin Jhin Tian.

__ADS_1


"Kau kenapa Pangeran" tanya Qing Se.


"Oh tidak tidak aku tidak apa apa, sebaiknya kita segera makan" ucap Jhin Tian .


mereka akhirnya makan bersama.


"Aku tidak akam membiarkan teman temanku terluka, kakak, Zaein, kalian semua aku sunghuh merindukan kalian" batin Jhin Tian sambil memandang langit.


"Apa ada sesuatu yang terjadi Wajahmu terlihat khawatir" tanya Jhin Le.


"Tidak ada aku hanya berfikir hanya tinggal dua pintu lagi dan kita akan mencapai segel itu" ucap Jhin Tian.


"Kau benar aku bahkan sampai tidak sadar karena terlalu asik bersama kalian" ucap Jhin Le.


"Kuharap kau dan calon anak kita baik baik saja Ling Yue" guman Jhin Tian.


"Kau tidak perlu menghawatirkan mereka, aku yakin mereka semua baik baik saja dan sedang menunggu keberhasilanmu" ucap Yan Sha sambil menepuk Bahu Jhin Tian.


"Ehhh.. kau benar, baiklah ayo kita lanjutkan, kalian sudah selesaikan" ucap Jhin Tian mulai bersemangat.


"Ini Dia saudaraku yang kukenal" ucap Jhin Le dengan tersenyum.


"Aku tidak akan melewatkan kesempatan ini ayo mulai" ucap Gi Kung yang ikut bersemangat.


"Aku lebih suka ini dari pada drama tadi" ucap muo Sie dengan senyum tipis.


"Kau benar ini baru teman teman kita" ucap Yu Nan sambil menghampiri Yan Sha Dan Muo sie dan memegang pundak mereka.


mereka mulai melesat dengan kencang sebelum akhirnya Jhin Tian Berhenti mendadak.


"Ada apa, apa ada masalah" tanya Jhin le yang sedikit Khawatir.


"Aku aku aku tidak tau kita mau kemana" ucap Jhin Tian Sambil mengaruk Tengkuknya yang tidak gatal.


"Astaga sejak kapan dia menjadi bodoh" ucap Yan Sha sambil menepuk Kepalanya.


"umm sebaiknya berpencar mencari petunjuk" ucap Jhin Tian.


"lega rasanya kepintarannya kembali, tadi itu dia kenapa" ucap Yan Sha.


"Mungkin dia... eh entahlah" ucap Yu Nan.


"Yuuuuu Nannnnnn...." teriak Yan Sha dan Muo sie.


"Eh apa salahku" tanya Yu Nan.


.


.


.


.maaf maaf nih keknya bahasanya ntar agak beda deh soalnya kebawa sama bahasa sehari hari, jadi maaf kalo ada typo sampe pake Lo Gua gitu maaf sebelumnya:)


.


.

__ADS_1


__ADS_2