Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 148. pelayan sombong


__ADS_3

hari telah berlalu, pagi kembali menyapa semua orang sibuk dengan persiapan pernikahan Chu Tian, dan hari ini Han Ying membawa Chu Tian dan Ling Yue untuk mencari Gaun pernikahan, Han Ying membawa mereka ketempat penjahit terbaik dikerajaan Chu .


"Bibi berikan aku kain terbaik disini" ucap Han Ying.


" ah yang mulia ratu, coba anda lihat kain ini, sangat lembut dan sangat nyaman dipakai" ucap Penjahit.


"Aku perlu untuk gaun pernikahan, tolong buatkan untuk pangeran Tian dan Putri Ling, aku ingin gaun yang terbaik dan paling indah yang pernah kau buat" ucap Han Ying.


"baik yang mulia, pangeran, tuan putri maaf hamba akan mengukur terlebih dahulu" ucap Penjahit itu dan diangguki oleh Chu Tian.


"Kakak ipar apa ini tidak terlalu berlebihan" tanya Chu Tian sambil mrlihat penjahit itu mengukur tubuhnya.


"Memang kenapa kau adalah adik kesayangan dari raja Chu, bukankah hal ini wajar" ucap Han Ying.


"Tapi kak..."


"Aku tidak ingin mendengarmu lagi, setelah ini kita ketoko perhiasan untuk membeli perhiaaan untuk Ling Yue dan cincin pernikahan kalian." ucap Han Ying.


" kakak Ying aku sudah punya perhiasan," ucap Ling Yue.


" aku juga sudah mempersiapkan Cincinnya" ucap Chu Tian.


" calon istri dari pangeran kerajaan Chu harus mendapatkan yang baru dan terbaik juga, untuk cincin baiklah aku serahkan padamu itu memang yang seharusnya kan" ucap Han Ying.


" baiklah kak terimakasih" ucap Chu Tian.


Setelah selesai dengan bajunya Mereka berjalan kearah toko perhiasan.


Setiap berjalan mereka selalu mendapat hormat dari banyak orang, Chu Tian berjalan disamping kanan dan kiri Han ying dan diiringi oleh banyak prajurit, yah Chu Lizheng tidak ingin istri kesayangannya terluka.


di toko perhiasan seperti biasa Chu Tian han Ying dan Ling Yue mendapat sambutan yang baik, karena mereka semua tentu mengenal ratu mereka han Ying tapi karena banyak pendatang baru, ada yang belum mengenal Chu Tian terutama Ling Yue yang memang baru peetama kali ke kerajaan Chu.


Chu Tian bersama Han Ying berada melihat lihat kalung dan gelang sementara Ling Yue berada sendirian dia melihat lihat sebuah mahkota indah yang memang biasa dikenakan oleh para putri.

__ADS_1


"Permisi, aku mau melihat Mahkota ini" ucap Ling Yue.


pelayan melihat Ling yue yang hanya memakai pakaian sederhana hanya pura pura tidak mendengarnya.


"Aku mau melihat ini bolehkah" ucap Ling yue sambil menunjuk mahkota lain yang tak kalah indah dari sebelumnya.


" barang disini sangat mahal, jika kau menyentuhnya nanti rusak, kau tidak akan mampu membayarnya" ucap pelayan itu dengab sombong.


Ling Yue berusaha untuk sabar karena dia ada di kerajaan Chu sebagai tamu .


"Aku pasti akan membayarnya tapi biarkan aku melihatnya, aku ingin memakainya saat hari pernikahanku nanti" ucap Ling Yue.


"Jika kau calon istri dari pangeran Tian aku pasti akan memberikannya padamu secara gratis" ucap pelayan itu dengan tatapan sinisnya.


"Aku memang calon istrinya" ucap Ling Yue sambil mengkerutkan kening menatap pelayan toko itu.


"Kau, hahaha jangan membuatku tertawa. kau tidak pantas untuk pangeran Tian, aku mendengar bahwa puyri Ling Yue adalah orang yang sangat anggun dan cantik, sedangkan kau melihat pun pasti Pangeran Muak" ucap pelayan Toko itu.


"aku tidak perduli ku percaya atau tidak tapi biarkan aku melihatnya, sebelum kesabaranku habis" ucap Ling Yue.


orang mulai berkerumun melihat apa yang terjadi, Chu Tian dan Han Ying Juga pergi melihat karena mereka takut itu adalah Ling Yue.


Chu Tian masuk kedalam kerumunan dan menemukan Ling Yue terduduk dilantai dengan tangan terkepal seakan menahan amarahnya.


"Ling Yue" ucap Chu Tian dan membuat semua orang terkejut termasuk pelayan Toko yang baru saja Mendorong dan menghina Ling Yue.


Chu Tian memeluk Ling Yue untuk menenangkan amarahnya, bahakan Ling Yue mencekram kuat tangan Chu Tian untuk melampiskan amarahnya.


"Sudah tidak apa apa" ucap Chu Tian sambil merapikan rambut Ling Yue.


"Siapa yang berani melakukan hal ini pada Putri Ling Yue calon menantu kerajaan Chu" teriak marah Han Ying.


"Ma maaf yang mulia hamba tidak tau jika dia adalah putri Ling yue karena penampilannya yang sederhana" ucap Pelayan toko itu.

__ADS_1


"Lalu jika aku datang kemari dengan pakaian sederhana dan bukan pakaian bangsawan apakah kamu juga akan memperlakukan aku seperti itu" ucap Han Ying.


" ten tentu saja tidak yang mulia" Pelayan toko itu sudah gemetr ketakutan.


"Kau panggil Manajermu kemari katakan bahwa ratu Han Ying ingin berbicara" ucap Han Ying pada Pelayan Toko Lain.


"Yang Mulai tolong jangan katakan pada manajer jika tidak aku akan kehilangan pekerjaan ku" ucap Pelayan Toko Itu sambil memohon Dikaki Han Ying.


"Kau pikir dengan bekerja disini kau sudah kaya hingga berani menghina calon istri Pangeran Tian" ucap Han Ying tanpa memperdulikan pelayan Toko Yang ada dikakinya.


"Apa...! kau menghina calon istri pangeran Tian" ucap manajer toko yang baru saja tiba dan mendengar apa yang dikatakan Ratu Han Ying.


Plakkkkk.... Tamparan keras mendarat dipipi pelayan toko itu.


"Yang Mulia mohon maafkan kelancangan pelayan tokoku" ucap Manajer dengan membungkuk memberi hormat sebagai tanda permintaan maaf.


"Sebenarnya aku akan memesan banyak perhiasan untuk calon adik iparku, dan untuk keluarga yang lain, namun sayang karena pelayanmu ini aku kehilangan minat untuk itu, lain kali didik Para pelayanmu untuk menghargai setiap orang tanpa memandang kasta" ucap Han Ying.


"Sekali lagi hamba mohon maaf, tolong jangan membatalkan bisnis ini, aku akan memberikan anda diskon besar" ucap manajer toko itu.


"Kau pikir aku ini miskin hingga membutuhkan potongan harga darimu, adik iparku bahkan sanggup membeli seluruh tokomu" ucap Han Ying yang membuat Chu Tian langsung tersedak ludahnya sendiri.


Han ying akhirnya meninggalkan tempat itu tanpa membeli satu perhiasan pun, sementara pelayan toko yang tadi menghina ling yue mendapat puluhan kali tamparan dan dia dipecat dengan tidak hormat, dan sang manajer merasa menyesal karena saat ratu datang dia tidak bisa melayani mereka secara langsung dan memperingatkan para pelayannya.


"Huh hari ini aku sudah cukup kelelahan, bisakah kita mencari peehiasan besok" ucap han Ying, perut besarnya sungguh membuat dirinya merasa cepat lelah.


" memang sebaiknya kita kembali ke kerajaan, biar besok aku dan ling yue yang mencari barang yang dibutuhkan" ucap Chu tian sambil membantu han ying menaiki kereta kudanya.


" ck tukang mencari kesempatan, kau ingin berdua dengan ling yue saja kan" ucap han ying dan mendapat senyuman manis dari Chu Tian.


.


.

__ADS_1


.


..


__ADS_2