
Keesokan harinya Chu tian dan yang lainnya memutuskan untuk sarapan direstoran dekat penginapan ,karena Ling yue mengatakan bahwa makanan dipenginapan terasa hambar jadi dia meminta kepada Chu tian untuk makan ditempat lain.
"Bagaimana menurutmu makanan disini" tanya Chu Tian.
"Masih terasa hambar tapi lebih mending dari pada yang dipenginapan" ucap Ling Yue sambil mengunyah makanan.
"apakah begitu, aku merasa makanan ini lezat" ucap Shi Long.
"sudahlah ayo cepat habiskan, setelah itu kita akan membeli beberapa bekal dan juga kereta untuk pergi kedesa selanjutnya" ucap Chu Tian.
Setelah mereka selesai makan, mereka menuju kepasar tradisional disana, Chu Tian membeli beberapa makanan kering dan juga beberapa makanan mentah kemudian dia menyimpannya di cincin penyimpanan.
"Eh apa kau tidak jadi membeli makanan" tanya Ling Yue .
"Tentu saja aku membelinya" ucap Chu Tian dengan cepat Chu Tian sebenarnya sedari tadi merasakan sesuatu yang aneh dan itu membuatnya sedikit gelisah.
"Lalu dimana itu apa kau meninggalkan nya di sana, aish kau ini benar benar pelupa dan merepotkan" gerutu Ling Yue dengan wajah kesal.
"Semua ada disini" ucap Chu Tian sambil menunjuk ke arah cincinnya.
"jangan bercanda disaat seperti ini" ucap Ling Yue yang mulai berjalan kearah toko yang Chu Tian singgah i tadi.
"Lihat ini" ucap Chu tian lalu mengibaskan tangannya dan seluruh makanan yang dibeli Chu Tian berada ditangannya, kemudian Chu Tian mengibaskan tangannya lagi dan seluruh makanan itu menghilang tanpa sisa.
"Woahh kau bisa sulap hebat sekali" ucap Ling yue dengan takjub.
"ee apa itu sualap ah apa tadi sulap" tanya Shi Long.
"Entahlah aku juga tidak tau" ucap Ling Yue dengan santainya.
Chu Tian dan Shi Long menepuk dahi mereka sendiri.
"Sungguh aneh" batin mereka berdua.
"Ling Yue apa ada sesuatu yang ingin kau beli" tanya Chu Tian mumpung mereka berada dipasar.
Ling Yue menatap keseliling kemudian dia melihat toko Aksesoris dan matanya langsung berbinar.
"Aku ingin pergi kesana" tunjuk Ling Yue kearah toko Aksesoris
"Entah kenapa aku merasa menyesal menawarinya"Batin Chu Tian sambil terus mengikuti langkah kaki Ling Yue.
"Sabarlah Pangeran" ucap Shi Long sambil memegang pundak Chu Tian, Chu Tian hanya mengangguk dengan wajah pasrah.
"Sepertinya kau tau situasi yang kuhadapi" ucap Chu Tian.
"Yah bagaimanapun aku adalah naga paling tampan tentu aku pernah mencintai seekor naga cantik dan ini lah yang terjadi setiap aku pergi berjalan jalan dikota dewa" ucap Shi Long.
"Kukira dia akan meminta makanan ternyata tebakanku salah" keluh Chu Tian
__ADS_1
Saat sampai Di toko Aksesoris Ling Yue seperti kebinggungan dia melihat begitu banyak barang namun terlihat aneh dimatanya.
"Silahkan nona muda aku akan membantumu mencari yang kau inginkan, apa kau akan membeli gelang kalung atau cincin bahkan ada anting cantik dan sebuha liontin" ucap sang penjual.
"Paman apa yang paling bagus untukku" tanya Ling yue sambil melihat lihat.
"Lihat lah nona Sepasang Cincin safir ini sangat cocok untukmu, cincin ini juga sering disebut sebagai cincin dua merpati" ucap sang penjual.
"Woah ini sangat indah, apa ini batu safir asli" ucap Ling Yue.
"Yah ini adalah batu safir batu ini tidak mudah hancur dan juga Cincin ini dibuat oleh penempa perhiasan dari daratan Tengah " ucap Penjual itu.
"Lalu berapa harga Cincin ini" tanya Ling Yue.
"Nona bisa membeli sepasang Cincin ini seharga lima ratus koin emas saja" ucap Penjual itu.
"Hah kenapa begitu mahal" ucap Ling Yue dengan terkejut.
"Cincin ini hanya ada sepasang saja, tidak ada yang bisa membuat cincin seperti ini lagi, selain batu nya yang snagat sulit ditemukan batu ini juga sangat sulit dibuat" ucap Penjual itu.
"Baiklah paman aku akan melihat lihat dulu yang lainnya" ucap Ling yue.
"Aku beli Cincin ini" ucap Chu Tian dari belakang Ling Yue
"Baiklah akan aku siapkan untukmu Tuan" ucap sang penjual dengan senang.
"Chu Tian tapi ini sangat mahal" ucap Ling Yue dengan menundukkan kepalanya.
"Aku bisa membeli yang lebih murah seperti gelang ini, bukankah ini lebih indah dari cincin itu" ucap Ling yue.
"Paman aku ambil gelang Giok ini juga ya" ucap Chu Tian.
"Tap tapi"
"Sudahlah pakai saja" ucap Chu Tian.
"Tuan ini cincin yang kau minta, totalnya limaratus koin emas dan untuk gelang itu aku berikan gratis untuk nona " ucap Sang penjual.
"Terimakasih Paman" ucap Chu tian sambil menyerahkan kantung berisi lima ratus koin emas.
"Ambil ini dan ayo kita pergi" ucap Chu Tian sambil menyerahkan sepasang Cincin pada Ling Yue.
"Tunggu" ucap Ling Yue, dia mengambil satu Cincin dan memasangkannya dijari manis Chu Tian.
"Karena ada dua jadi satunya kuberikan padamu" ucap Ling Yue sambil memasang satu cincin lagi di jarinya sendiri.
"Terserah kau saja" ucap Chu Tian dengan acuh.
Mereka masih berada di pasar itu dan Chu tian masih merasa gelisah
__ADS_1
"Ayo kita kembali ke penginapan" ucap Chu Tian.
"kenapa terburu buru ,aku masih ingin berjalan jalan" ucap Ling yue.
"yah aku juga masih ingin menikmati suasana disini" ucap Shi Long.
Mereka akhirnya terus mengitari pasar itu dan membeli banyak barang terutama Ling yue yang mulai berani meminta sesuatu pada Chu Tian.
"Apakah ini saatnya pangeran ini bangkrut" batin Chu Tian dia telah mengeluarkan banyak uang demi membuat Ling Yue senang, tapi bagaimana pun saat melihat Ling yue bahagia Chu Tian merasakan kedamaian dalam hatinya semua masalahnya seakan meluap karena senyum dan tawa Kebahagian Ling Yue.
saat Chu tian masih menatap Kearah Ling Yue yang baru saja mengenakan pakaian barunya seseorang datang dan menepuk pundak Chu tian.
Chu Tian menoleh kebelakang dan langsung terkejut.
"Nenek" ucap Chu Tian .
"Dasar anak nakal , kau kemari dan tidak memberitau nenek dan sekarang nenek disini kau tidak melakukan sambutan apapun " ucap Nenek Chu Tian yang bernama Chen Ming.
"Aku tidak tau nenek disini sungguh, apa sejak tadi nenek mengawasiku " ucap Chu Tian.
"Chu Tian kau tidak boleh berbicara seperti itu kepada orang tua, nenek ayo duduk dulu" ucap Ling Yue memarahi Chu Tian dan memapah Chen Ming kearah kursi panjang didekat mereka.
"Gadis cantik Siapa namamu" Tanya Nenek Ming pada Ling Yue.
"Chu Tian memberiku nama Ling Yue " ucap Ling Yue dengan tersenyum.
"Kenapa Chu Tian memberimu nama, apa dia telah berbuat jahat padamu, akan nenek beri pelajaran dia" ucap Nenek Ming sambil mengangkat Tongkatnya.
"Tidak nenek aku tidak melakukan apapun" ucap Chu tian dengan wajah takut, bagaimana pun neneknya adalah seorang pendekar dan bagaimana pun Chu tian tidak akan melawan neneknya sendiri.
Ling yue tersenyum
"Chu tian memperlakukanku dengan baik, nenek tenang saja, nenek ini apakah nenek Chu Tian." tanya Ling yue.
"iya benar aku adalah nenek Chu Tian, kau sendiri apakah kau kekasih Chu Tian" ucap Nenek Ming dengan tersenyum
wajah Ling Yue memerah bagaikan tomat.
"Tidak tidak kami tidak seperti itu" ucap Ling yue dan Chu Tian bersamaan membuat Nenek Ming semakin tersenyum lebar.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.