Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
Ch 104. Istimewa


__ADS_3

"Ah iya tentang gadis itu, kau harus menjaganya dengan baik, ada yang istimewa darinya" ucap Jhin Suo.


"ya sebenarnya aku juga merasakanya, terlebih lagi dia bisa memegang pedang elemen dengan santainya padahal aku saja tidak akan bertahan lebih dari 5 menit saja" ucap cang He.


"apa yang istimewa darinya"tanya Chu Tian.


"Aku tidak tau tapi yang jelas dia memiliki kekuatan tak terduga" ucap Jhin Suo


"aku mengerti, tapi aku juga tidak akan memaksanya terus bersamaku "ucap Chu Tian.


"tapi setidaknya jangan biarkan dia disisi kegelapan"ucap Cang He.


" jika dia berada disisi kegelapan maka aku akan membawanya kembali " ucap Chu Tian.


"baiklah sepertinya waktuku disini telah habis" ucap Jhin Suo.


"Secepat itu" tanya Chu Tian.


"masih banyak yang harus kukerjakan , aku berjanji untuk menemuimu kembali lain kali" ucap Jhin Suo sambil menyentuh kepala Chu Tian dan menyalurkan sesuatu yang hanya Jhin Suo yang tau apa itu.


"Baiklah kalau begitu" ucap Chu Tian pasrah.


"Cang He tolong jaga putraku ya" ucap Jhin Suo dengan tersenyum kepada Cang He.


"Aku bukan bayi yang harus dijaga" ucap Chu Tian sambil bercanda.


"benarkah kukira kau masih bayi dan merengek" ucap jhin Suo sambil tertawa lepas.


"Ayahh..!"


"Baiklah baiklah Jhin Tian jaga dirimu baik baik dan jangan lupakan pesan ayah, sampai jumpa lagi"ucap Jhin Suo yang tubuhnya mulia memudar menjadi butiran bunga salju.


"Baiklah aku akan selalu mengingatnya" ucap Chu Tian dengan senyuman.


kebahagian terpancar jelas diwajah Chu Tian meski hanya sebentar tapi sangat berkesan bagi Chu Tian, dan mungkin hari ini adalah hari terbaik dalam hidupnya.


setelah semua selesai Chu tian kemudian berpindah dari alam bawah sadarnya dan memasuki Ruang dimensi.


kerusakan yang dibuat Cang he benar benar parah, dan itu membuat luka dalam tersendiri ditubuh Chu Tian.


"Sungguh Aku minta maaf, kau membuat formasi yang terlalu kuat jika aku tak melakukan ini maka kau tak akan selamat" ucap Cang he.


Chu Tian menaikkan sebelah alisnya.


"Apa guru minta maaf padaku, sudah lah lagi pula ini semua juga salahku" ucap Chu Tian lalu menyalurkan energinya keruang dimensi dan perlahan ruangan yang tadinya sangat berantakan dan semua tanaman disana mati kini mulai bernagsur angsur pulih.


"Mulai sekarang aku tidak akan tinggal disini lagi" ucap Cang he dan seketika membuat Chu Tian menghentikan pekerjaannya.


"Kenapa" tanya Chu tian singkat.

__ADS_1


"Aku akan mengawasimu dari jauh saja, lagi pula aku membutuhkan sesuatu dan aku akan mencarinya sendiri" ucap Cang he.


"aku adalah muridmu , kau bisa meminta apapun dariku , jika aku sangup aku pasti akan memberikannya untuk guru" ucap Chu Tian dengan serius


"Aku mengerti, tapi kali ini biarkan aku mencarinya sendiri, aku berjanji jika kau dalam keadaan bahaya atau pun terdesak aku pasti akan datang membantumu" ucap Cang he dengan tersenyum.


"Baiklah guru aku tidaka akan memaksamu, tapi jika guru membutuhkan bantuan guru bisa mengatakannya padaku" ucap Chu Tian.


"Tentu saja" ucap Cang He dan diangguki oleh Chu Tian.


Chu tian melanjutkan menyalurkan energi dan setelah itu mereka berdua keluar secara bersama sama.


*Flash Back Off*


"Sungguh yang mulia datang, andaikan aku bisa berada disana aku pasti akan sangat senang" ucap Shi Long dengan sedikit kecewa.


"Hahaha, kau mendapatkan tugas baru untuk menjaga pangeran " ucap Cang he dengan tertawa melihat wajah muram Shi Long.


"Aku sungguh ingin kembali daratan suci" gerutu Shi Long


"Benarkah" ucap Seseorang dari belakang merek berdua.


Shi Long dan Cang he seketika menoleh dan mendapati seorang lelaki tampan dengan rambut yang masih basah dan itu sungguh menambah ketampanannya.


"Hei kalian tidak akan tertarik padaku kan" ucap Chu Tian sambil bercanda.


"Tentu saja tidakkk..!" ucap Cang he dan Shi Long bersamaan.


"Oiya ,tentang Ling Yue diaa ituu..."


"Ya aku merasakan keanehan dalam diri gadis itu, kau tau saat dia mengobati lukamu dia membawa sebuah kotak tapi bukankah sebelum ini dia tidak memiliki benda semacam itu" ucap Shi Long.


"Mungkin dia membelinya dipasar siang tadi" jawab Chu Tian santai.


"tidak mungkin, aku bahkan baru pertama kali melihat benda itu," ucap Shi Long.


"Besok akan aku tanyakan padanya sekarang kalian beristirahatlah" ucap Chu Tian


"Lalu kau mau kemana" tanya Cang he.


"Aku juga akan tidur, tenagaku benar benar terkuras" ucap Chu Tian lalu melangkah pergi kearah sebuah pohon besar.


Cang He dan Shi Long pada Akhirnya memutuskan untuk tidur bagaimanapun mereka juga merasa lelah .


Disisi Chu Tian dia tidak benar benar tidur dia membuat sesuatu entah apa itu hanya dia yang tau.


malam semakin berlalu dan Chu Tian sudah menyelesaikan pekerjaannya dan kini matahari mulai sedikit menampakkan diri , dia pergi ke sungai untuk mandi dan menangkap ikan.


ditempat mereka beristirahat semua sibuk mencari Chu Tian karena saat mereka bangun Chu Tian sudah tidak ada disana.

__ADS_1


"Shi long cepat cari Chu tian mungkin dia diculik" ucap Ling yue.


"Haa..? siapa yang mau menculik anak sebesar itu, lagi pula dia bisa bela diri kan" ucap Shi long dengan wajah agak aneh.


"Kalian tidak perlu khawatir sebentar lagi dia pasti datang" ucap Cang he yang sebebarnya sedikit tidak yakin dengan ucapannya karena sedikitpun dia tidak merasakan aura Chu Tian lagi.


"Darimana tuan tau jika Chu tian akan segera kembali" ucap Ling Yue penuh selidik.


"ya karena aku memang datang" ucap Chu Tian yang baru saja datang membawa banyak ikan.


"Woah ikann, apakah kita akan membakar ikan aku tau bumbu yang enak" ucap Ling Yue yang seketika tidak memperdulikan Kedatangan Chu Tian dan malah memperdulikan ikan.


"Tadi dia mencariku sekarang dia terpeson dengan ikan, dasar" gerutu Chu Tian.


"Apa kau mengatakan sesuatu" tanya Ling Yue yang samar samar mendengar Chu Tian berbicara.


"Ah Tidak, aku hanya bilang kau yang membumbui dan biarkan Shi Long Yang membakarnya" ucap Chu Tian.


"Hei hei kenapa harus aku, kenapa tidak kau saja" ucap shi Long dengan Kesal.


"Aku sudah menangkap ikannya, apa kau ingin melawan pangeranmu hah" ucapChu Tian sambil menahan tawa.


"Iya iya baiklah akan aku lakukan" ucap Shi Longyang juga menanggapi perkataan Chu tian dengan senyuman.


Chu Tian bersandar dipohon sambil memejamkan mata sementara Shi Long membakar ikan Ling Yue telah selesai memberi bumbu langsung menghampiri Chu Tian.


"Chu Tian ini pedangmu" ucap Ling yue sambil memberikan pedang elemen kepada Chu tian.


"apa kau tidak merasakan apapun saat memegang pedang itu" tanya Chu Tian dengan penasaran.


"Tidak memangnya kenapa" Tanya Ling Yue


"Ah Tidak, ambil ini" ucap Chu Tian setelah mengambil pedang elemennya dia menyerahkan sebuah tongkat sepanjang 30cm.


"kayu apa ini" tanya Ling Yue.


"Tongkat kecil ini bisa menjadi senjata apapun yang kau inginkan" ucap Chu Tian


"Sungguh" tanya Ling Yue dengan bersemangat.


"cobalah" ucap Chu Tian.


Ling Yue membayangkan sebuah panah dan benar saja tongkat kecil itu berubah menjadi panah yang sangat indah.


"Benda itu akan semakin kuat jika kau memiliki energi Spiritual, maka dari itu aku akan mengajarimu tentang kultivasi" ucap Chu Tian.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2