
"Ya itu adalah namaku" ucap Ling yue.
"Ba bagaimana bisa, Chu tian kau tau kan kalau.."
"Tenanglah yan Sha nama itu adalah pemberianku, dia tidak mengingat apapun saat bertemu dengan ku jadi agar mudah memanggilnya aku beri dia nama itu" jelas Chu Tian.
Yan Sha Tidak menjawab dia malah mendengus kesal.
"Hei kau " ucap Shi Long memanggil Xiao Feng.
"Apa" jawab Singkat Xiao Feng.
"Aku seperti pernah melihatmu" ucap Shi Long sambil memperhatikan Xiao Feng dengan seksama.
"Mungkin kau melihatku saat aku mencari permata sembilan warna aku pernah melewati tempat ini" jawab Xiao Feng.
"Tidak mungkin, selain pangeran tidak ada yang pernah selamat dari tempatku, lagipula aku tidak pernah keluar dari sana dalam waktu sepuluh tahun terakhir" jelas Shi Long.
"mungkin aku mirip saja " ucap Xiao Feng dengan agak malas.
"Tunggu apakah kau, burung biru kecil" ucap Shi long.
"Aku tidak kecil" ucap Xiao Feng dengan kesal.
"Jadi Itu benar pantas saja aura ditubuh Pangeran ada yang sangat familiar ternyata itu kau" ucap Shi Long.
"Apa maksudmu" tanya Xiao Feng.
"Kau tidak ingat aku adalah Shi Long pendamping setia yang mulia Jhin Suo" Ucap Shi Long dengan membanggakan dirinya.
"Tidak aku tidak ingat" ucap Xiao Feng dengan acuh membuat Shi Long kesal.
"Kau tidak mengingatku dasar kau ini..."
"Shi Long Tenanglah kau tidak tau saat aku bertemu Xiao Feng dia bahkan meminta nama padaku dan ya dia sepertinya tidak terlalu ingat masalalunya" ucap Chu Tian.
"Karena pangeran ada disini aku akan mengampunimu" ucap Shi Long dan Xiao feng Hanya mengangkat bahunya tak peduli
"Kau.."
"Sudah lah , kali ini kalian akan kembali kan" tanya Chu Tian.
"ya kami akan kembali setelah kau memakai gelang ini juga" ucap Chu Lizheng.
"Kakak kenapa kau sekarang menjadi pemarah" tanya Chu Tian dengan muka sok polosnya.
"Aku adalah seorang raja , jika aku tidak tegas lalu bagaimana rakyatku nanti" ucap Chu lizheng dengan gaya yang berwibawa.
__ADS_1
"Kakak.."
"Hahaha aku hanya bercanda, aku hanya tidak ingin kau terluka apa kau mengerti" ucap Chu Lizheng sambil mengacak acak rambut chu Tian.
"Ish aku bukan anak kecil lagi" kesal Chu Tian.
mereka semua akhirnya saling mengobrol disana, menceritakan pengalaman dan juga mengenal satu sama lain, disisi lain juga ada yan Sha yang sangat penasaran dengan identitas Ling Yue, dia terus menerus bertanya padahal Ling yue sudah mengatakan bahwa dia tidak tau apapun.
"Katakan yang sejujurnya siapa kau ini" tanya yan Sha yang kesekian kalinya.
"Harus kukatakan berapa kali namaku adalah ling yue dan aku tidak mengingat apa pun bahkan kau tau sendiri nama ini adalah pemberian Chu tian." jelas Ling Yue.
"Tetap Saja aku tidak percaya" ucap Yan Sha.
"Terserah kau saja" ucap Ling Yue kemudian berdiri dan duduk di samping Chu Tian.
"Kakak Lizheng" panggil Ling Yue.
"Emm ada apa Ling Yue" tanya Chu Lizheng
"emm apa kakak akan mengajak Chu tian pulang" tqnyq Ling yue dengan ragu sedangkan yang lain binggung dengan pertanyaan Ling Yue dan Yan Sha sendiri merasa tidak nyaman saat Ling Yue begitu dekat dengan Chu Tian.
"Kenapa tiba tiba kau bertanya seperti itu" tanya Chu Tian.
"Tidak , aku hanya bertanya saja" ucap Ling Yue.
"Ya Aku akan mengajaknya pulang tapi tidak sekarang suatu hari nanti disaat tugasnya telah selesai, dia harus kembali " ucqp Chu Lizheng.
"Kenapa, apa kau berfikir tentang apa yang akan terjadi padamu" tanya Chu Tian dan Diangguki oleh Ling Yue.
"pintu kerajaan Chu terbuka lebar untukmu Ling Yue, kau tidak perlu khawatir kita disini semua adalah saudara "Ucap Chu Lizheng dengan tersenyum.
"Terimakasih kak"ucap Ling yue dengan tersenyum manis
Chu Lizheng berdiri kemudian berbisik kepada Ling yue
"Kau adalah gadis cantik dan baik, jaga adiku dengan baik aku tau kau menyukainya tapi asal kau tau banyak yang juga menyukainya berusahalah" bisik Chu Lizheng yang seketika membuat pipi ling yue memerah.
"Apa dia baru saja mendukungku.. ah tidak tidak aku tidak menyukai Chu Tian aku hanya ingin membalas kebaikannya saja" batin Ling Yue.
"Baiklah kalau begitu sepertinya ini saatnya kita kembali kekerajaan Chu, ingat pesanku Chu Tian" ucap Chu Lizheng.
"Baiklah kakak juga hati hati disana, jika ada sesuatu juga katakanlah padaku" ucap Chu Tian .
"Pasti, lao Hei buka teleportasinya sekarang" ucap Chu Lizheng.
Ya Teknik teleportasi yabg Chu Tian gunakan kini sudah dikembangkan oleh Lao Hei meski masih belum sempurna tapi sudah lebih baik.
__ADS_1
"Emm Bolehkan aku tetap tinggal disini bersama Chu Tian" ucap Yan Sha.
"Tidak yan Sha, jika kau disini siapa yang akan menemani kakak Chu Yun lagi pula aku juga ingin kau mempersiapkan sesuatu" ucap Chu Tian lalu membisikkan sesuatu.
"Huh baiklah, kali ini saja aku menurut padamu" ucap Yan Sha sambil memasang wajah kesal.
"Tuan izinkan aku ikut bersamamu" ucap Zaein.
"Jangan harap kau ingin lari dari tanggung jawabmu" ucap Xiao Feng sambil mengalungkan satu tangannya di leher Zaein untuk menahannya.
"Tidak tidak, xiao Feng lepaskan tanganmu aku kesulitan bernafas" ucap Zaein.
Chu Tian mengelengkan kepalanya.
"Zaein jika kau bisa membuat semua muridmu sehebat dirimu, kau bisa mengikutiku kemanapun aku pergi" ucap Chu Tain dengan menahan senyum.
"Sungguh, emm baiklah ayo Xiao Feng kita kembali kekerajaan Chu , cepatlah" ucap Zaein sambil menarik Xiao Feng.
"Hei hei berhentilah menarik tanganku" Kesal Xiao Feng.
"Apa apaan kalian ini, baiklah kami pergi, jaga dirimu.. adikku" ucap Chu Lizheng lalu berbalik dan memasuki portal teleportasi.
"Aku Tunggu kedatanganmu di istana.. pangeran" ucap Ji Kun sambil tersenyum dan diangguki Oleh Chu Tian .
"Jaga Dirimu" ucap Lao Hei yang masuk terakhir kali dan Portal mulai tertutup.
"hah setelah mereka pergi tempat ini menjadi sangat sunyi, baiklah ayo lanjutkan perjalanan" ucap Chu Tian.
"pangeran sangat beruntung memiliki orang yang sangat menyayangi pangeran" ucap Shi Long.
"Yah aku memang merasa beruntung dipertemukan oleh mereka" ucap chu Tian.
mereka bertiga akhirnya kembali melanjutkan perjalanan, hari yang semakin siang tak membuat mereka mengeluh.
mereka berjalan cukup lama hingga akhirnya mereka hampir sampai didesa terakhir sebelum memasuki ibukota kerajaan Chen.
"Apa kau merasa lelah Ling Yue" tanya Chu Tian.
"Emm tidak aku tidak apa apa, kita bisa melanjutkan perjalanan kedesa seterusnya" ucap Ling Yue.
"Baiklah kalau begitu, jika kau merasa lelah katakan kita akan segera beristirahat" kata Chu Tian dan diangguki oleh Ling Yue.
Ling Yue sebenarnya sangat kelelahan tapi dia tidak ingin menghambat perjalanan Chu Tian , ditambah lagi dia adalah seoarang wanita biasa tanpa energi spiritual.
.
.
__ADS_1
.