Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH. 235. Selallu Bersama!?


__ADS_3

"yang dikatakannya benar aku.. aku tidak tau dimana penawarnya" ucap Sang serigala.


Jhin Tian terlihat marah dia mencengkram erat pedangnya, yang ada dipikirannya saat ini hanya bagaimana cara menyembuhkan ayahnya.


"Katakan padaku siapa yang memberimu racun itu, atau aku akan membunuhmu saat ini juga." ucap Jhin Tian dengan nada dingin dan aura menyeramkan keluar dari tubuhnya.


"percuma kau bertanya padaku, orang itu telah lama mati... bahkan jika kau membunuhku aku juga tidak akan memberitaumu" ucap Sang Serigala.


"Jika aku yang bertanya bagaimana" ucap Serigala kecil dengan wajah sinisnya.


"te..tentu saja aku akan memberitaunya, aku tidak mungkin menolakmu" ucap Sang serigala dengan nada Gemetar.


Slasshhhh.......


"Omong kosonggg.....!!!"Teriak Jhin Tian sambil mengibaskan pedangnya.


"Aaarrrrrgghhhhhh......rrrr... kenapa" Sang serigala mendapat sayatan cukup besar di bagian dadanya.


"Itu sedikit rasa sakit ayahku" ucap Jhin Tian lalu berbalik meninggalkan serigala yang kesakitan itu.


Jhin Tian keluar dari tempat itu diikuti serigala kecil.


"Kau tidak membunuhnya" tanya Serigala kecil.


"Tentu" ucap Jhin Tian tanpa memandang serigala kecil dan terus melanjutkan jalannnya.


"Tapi tadi.."


"Dia akan mati sebentar lagi" ucap Jhin Tian.


"umm.. ahh aku tau kau pasti mengunakan racun.. hahha benar benar cara yang licik" ucap Serigala Kecil dengan memejamkan mata.


Jhin Tian mengangkat serigala Kecil mengunakan Jarinya, dia terlihat seperti sedang membawa kotoran.


"Hei hei gendong aku dengan benar aku bukan kucing kau tauu..." teriak Serigala Kecil.


"Bukan kah kau barusan mengataiku licik.. hmm aku hanya melakukan seperti apa yang dia lakukan" ucap Jhin Tian lalu melepas tangannya dari serigala kecil dan kembali berjalan keluar.


"Astagaaa kau menjatuhkanku lagi... apa kau tidak tau siapa aku ini sebenarnya" marah Serigala kecil.


"tidak" jawab Jhin Tian dengan santai.


"Cih.. heii kau mau kemana bukankah arah kerajaanmu kesana" ucap Serigala Kecil.


"jika kau tidak diam aku akan meninggalkanmu sekarang juga" ucap Jhin Tian kesal.


" dasar manusia" ucap Serigala kecil.


Jhin Tian hanya diam dan terus berjalan menuju belakang batu besar.

__ADS_1


" ketemu" ucap Jhin Tian.


"Darimana kau tau tentang ini" tanya serigala kecil.


"Aura sebesar ini mana mungkin aku tidak tau" ucap Jhin Tian


jhin Tian membentuk pedang kecil dari elemen Esnya dan menempelkannya pada sebuah batu kecil, tak lama setelah itu batu itu terbelah dan terlihat sebuah permata berwarna biru gelap dengan aura yang luar biasa.


"Ak..."


"Ambilah aku juga tidak terlalu membutuhkannya" Ucap Jhin Tian.


Serigala kecil itu tanpa ragu lagi langsung melahap permata itu, tubuh serigala kecil bercahaya lalu detik berikutnya cahaya mulai redup.


"Ummm sangat lezat... huh jangan berharap aku berhutang padamu ini kau yang memberikannya" ucap serigala kecil dengan sedikit malu.


"Ehem terserah kau saja" ucap Jhin tian lalu dia kembali berjalan sambil memikirkan beberapa hal yang membuatnya binggung sendiri.


"Kau tidak perlu begitu khawatir, aku punya satu solusi dan satu masalah" ucqp Serigala kecil dengan wajah bangga.


Jhin Tian menaikkan sebelah alisnya lallu menghela nafas panjang.


"Huft jika solusi yang kau maksud pergi kedunia itu tanpa sepengetahuan siapapun agar tidak ada yang khawatir aku menolak, dan Jika masalah yang kau katakan adalah kebencian dari Kedua anakku aku juga menolak, meski seluruh dunia membenciku aku tidak masalah asal bukan darah dagingku sendiri yang membenciku aku akan merasa gagal menjadi seorang ayah" ucap Jhin Tian yang membuat serigala kecil itu melongo.


"Hei apa kau mengintip isi kepalaku... haish tapi hanya itu cara terbaiknya bukan, lagi pula mereka semua terlihat tidak perduli denganmu" ucap Serigala kecil.


"Tentang itu aku hanya tidak ingin mereka khawatir, aku akan kembali kedaratan tengah dan membahas ini, aku juga tidak ada pilihan lain" ucap Jhin Tian memikirkan keadaan ayahnya saat ini.


Tak lama setelah itu suara Lao Hei terdengar.


"Jhin Tian aku punya ide bagaimana kalau aku membawa semua ke ruang dimensi, disini bukankah kau bisa mengucapkan segalanya dengan mudah" ucap Lao Hei.


"baiklah lakukanlah" ucap Jhin Tian.


Seketika itu pula Jhin Tian dan serigala kecil menghilang dari pandangan dan masuk ke ruang dimensi.


"Kau tunggulah disini aku akan memanggil mereka" ucap Lao Hei yang memunculkan meja besar beserta kursi kursinya.


"Oh ya jangan lupa bawa jinfu kembali" ucap Jhin Tian.


"Baiklah" jawab Lao Hei entah mengapa dia sedikit merubah sikapnya saat bersama jhin Tian.


jhin tian menunggu dengan tenangsambil menikmati teh sementara Serigala kecil sibuk memakan tanaman obat yang dijaga Lao Hei, jhin tian sedikit melirik serigala itu lalu menyesap tehnya dengan lembut, lalu dia berbicara pelan.


"Berharaplah kak Lao Hei tidak menjadikanmu serigala rebus" ucap pelan Jhin tian kemudian kembali menikmati teh yang tersisa di cangkirnya.


tak lama setelah itu lao hei datang bersama, Chu Lizheng, Huang Tei, Jhin Ze ,Jhin Ye, Qing Se, Zaein dan Qi Val.


"Dimana Xiao Feng" tanya Jhin Tian.

__ADS_1


"Dia sedang pergi mengambil Jinfu juga dia akan membawa putri xuan dan pangeran Xian" ucap Lao Hei.


Jhin Tian hanya mengangguk tanda mengerti


"Adik ada masalah apa sampai kau mengum.pulkan kami kemari" tanya Chu Lizheng.


"Aku..."


"Ayahhhhh...."teriak Xian dan Xuan membuat jhin tian tidak jadi menjelaskan.


"xian Xuan" jhin Tian langsung menyambut mereka dengan berjongkok.


"Ayah Xuan rindu ayah" ucap Xuan dengan wajah imutnya.


"Benarkah.. sekarang kalian sudah bersama ayah lalu apa yang ingin kalian lakukan" tanya Jhin Tian sambil mengusap lembut wajah kedua anaknya.


"Xuan ingin emm..."


"Xian dan Xuan hanya ingin sellalu bersma ayah" ucap Xian memotong perkataan xuan yang tampak ragu ragu.


Jhin Tian tercengang sesaat sebelum akhirnya dia menghela nafas.


"Kalian berdua bermainlah terlebih dahulu, ayah harus bicara pada mereka.... Kak Lao Hei Tolong" ucap Jhin Tian yang Langsung berdiri wajahnya terlihat rumit, anak anak itu seperti tau bahwa Jhin Tian akan pergi.


"Baik ayah" ucap Serempak Xian dan Xuan.


"Iya" jawab Lao Hei dan langsung membawa Xian dan Xuan menjauh.


Setelah Xian Dan Xuan pergi Jhin Ze mulai bertanya.


"Jadi apa yang ingin kau katakan hingga harus memanggil kami" tanya Jhin Ze.


"Pangeran dari wajahmu kutebak kau sedang dalam dilema Besar" ucap Qing Se.


"Aku sudah menemukan penawar untuk ayah" ucap Jhin Tian dengan Wajah sulit dimengerti.


semua tercengang dan sesaat kemudia mereka merasa bahagia.


"Sungguh, jadi paman bisa sembuh, Jhin Tian ayo kita kembali ke daratan suci dan berikan penawarnya pada paman , bibi pasti akan sangat bahagia" ucap Jhin Le dengan bersemangat.


"Tak kusangka anda benar benar dapat melakukannya pangeran" ucap Huang Tei.


"Dasar Bodoh memang kau pernah melihat pangeran kita gagal" ucap Qi Val dengan senyumnya.


"Saat ini Dia belum membawa penawarnya kalian tau ramuan itu sangat sulit didapatkan" ucap Suara kecil yang membuat mereka semua binggung, dan saat mereka menengok kearah sumber suara mereka semua terkejut..


.


.

__ADS_1


..


__ADS_2