
Saat mereka dalam perjalanan seorang wanita menghampiri mereka.
"Adik apa ayah melakukan sesuatu yang buruk padamu..? " ucap wanita itu yang tak lain adalah Chu Yun
"Tenanglah kak dia tidak akan berani menyentuhku, kakak Lizheng juga bersamaku jadi kakak tenang saja" Ucap Chu Tian dengan tersenyum manis.
mendengar namanya disebut Chu Lizheng hanya tersenyum kecut ,dia bahkan tidak melakukan apapun namun adiknya mengatakan tidak akan ada apa apa selama ada dia
"Huh adikku ini memamg sangat pandai berbohong" ucap Chu lizheng pelan namun masih bisa didengar oleh Chu Tian dan Zaein.
"Ah ya adik sebaiknya kau kau beristirahat aku tau kau kelelahan" ucap Chu Yun dengan tersenyum lembut.
"Aku tadi memang berniat beristirahat namun kakak malah menghadangku disini" ucap Chu Tian pura pura kesal.
"Ah benar juga" ucap Chu Yun dengan malu malu
Mereka lalu tertawa bersama bahkan para pengawal dan dayang yang melihat itu pun menahan tawanya.
setelah mengobol dengan para kakaknya Chu Tian pun kembali ke kediamannya, dia merasakan perubahan di kediamannya yang dulu terlihat lusuh namun sekarang terlihat lebih indah dan besar tentu itu adalah perbuatan Chu lizheng dan Chu Yun.
"Pangerann akhirnya kau kembali apa kau baik baik saja selama ini aku benar benar mencemaskanmu" ucap seorang pelayan yang tak lain adalah Su Fei
"Bibi aku baik baik saja" ucap chu tian dengan lembut, pelayan satu ini memang sangat menyayanginya.
"Baiklah aku akan menyiapka beberapa camilan dan minuman untuk pangeran dan dua tamu pangeran.
"Terimakasih bibi" jawab Chu Tian
Chu tian memasuki kediamannya bersama Zaein dan Xiao Feng. Mereka terlihat mendiskusikan sesuatu dengan serius, mereka berdiskusi begitu lama hingga sekarang sudah memasuki waktu makan malam.
Chu Tian hanya meminta makan di kediamannya tentu itu semua disiapkan oleh pelayan Su Fei ,setelah selesai makan Chu Tian lalu melangkah ke arah kediaman Raja, sedangkan Xiao feng Dan Zaein tentu saja mereka melaksanakan tugas masing masing yang mereka diskusikan tadi siang tentunya.
Sesampainya di kediaman Raja ,Chu Tian langsung masuk begitu saja, didalam sudah ada seorang pria paruh baya yang sedang membaca beberapa laporan kerajaan.
__ADS_1
"Salam yang mulia raja" ucap Chu Tian dengan sedikit membungkuk dan tangan kanan nya disilangkan didada.
"An'er akhirnya kau datang kukira kau tidak akan datang" ucap Raja Chu Kai dengan tersenyum.
"Aku akan datang jika itu menguntungkan bagiku dan jika tidak maka aku tidak akan pernah datang" ucap Chu Tian dengan tenang dan tanpa diminta dia lalu duduk dihadapan sang raja lalu memasang sebuah formasi yang menyebabkan orang luar tidak bisa mendengarkan pembicaraan mereka.
"An'er apa kau bisa menguasai formasi" ucap Raja Chu dengan wajah bahagia.
"Itu bukan yang akan kita bahas kali ini ..!" ucap Chu Tian dengan dingin.
" Huh baiklah kalau begitu apa yang ingin kau tanyakan putraku" Raja Chu Kai mencoba bersabar dengan sikap Chu Tian yang selalu acuh padanya ,dia sadar semua itu adalah salahnya sendiri.
"Katakan padaku siapa orang tuaku sebenarnya...!" Tanya Chu tian tanpa basa basi lagi.
Raja Chu Kai tercengang mendengar pertanyaan Chu Tian.
"Hahaha An'er apa kau bercanda kau tentu adalah putraku dan permaisuri wen lia" jawab Raja Chu Kai, dia tidak berani menatap mata Chu Tian dia hanya berpura pura membaca laporan.
"Katakan sejujurnya...!!" ucap Chu Tian dengan marah, auranya merembes keluar .
"Baiklah aku akan mengatakannya padamu, sebenarnya aku berniat akan memberitahumu saat kau berumur 20 tahun tapi siapa sangka kau malah menanyakannya terlebih dahulu" ucap Raja Chu Kai pada Chu Tian.
"Lanjutkan" ucap singkat Chu tian dia benar benar penasaran.
"sekitar 14 tahun yang lalu permaisuri yang sedang berada ditaman tiba tiba merasakan sakit dipada perutnya saat itu dia memang sedang hamil 9 bulan , semua orang panik saat melihat permaisuri kesakitan lalu membawanya ke kediamannya dan memanggil tabib.
Permaisuri berhasil melahirkan dengan selamat namun tidak dengan sang bayi, Aku tidak kuasa jika harus mengatakan pada permaisuri bahwa anaknya telah tiada, Disaat aku dilanda kebinggungan seorang pria dan wanita membawa bayi kecil dan diberikan padaku, bayi itu adalah dirimu .
Dua orang itu memiliki fisik yang sangat berbeda dari kita semua, kulitnya sangat putih seputih salju mereka juga memakai pakaian yang juga berwana putih dengan corak yang sangat elegan, rambut milik pria itu berwarna putih keperakan sedangkan yang perempuan memiliki rambut hitam legam" Chu Kai mrngambil nafas sejenak dan memandang Chu Tian yang entah apa yang ada difikirannya saat ini.
"Pria dan wanita itu memgatakan padaku bahwa mereka titip anak mereka padaku dan mereka juga berpesan jika saja nanti kamu kekuatanmu sudah cukup maka saat itulah kau akan bertemu dengan mereka.
Setelah memberikan dirimu padaku mereka pergi ,namun sebelum mereka pergi, mereka memberikan sebuah kotak kayu yang mungkin sekarang sudah berada ditanganmu, karena pada saat itu aku bilang pada permaisuri bahwa kotak itu adalah hadian untukmu jika kau berumur 10 tahun." Chu Kai menghela nafas saat sudah seleasai bercerita dia lalu menunggu reaksi Chu Tian yang masih termenung.
__ADS_1
"Kau tenang saja meski aku bukan ayah kandungmu namun mulai sekarang aku akan menjadi ayah yang baik untukmu dan aku yang akan menjagamu selama kau belum menemukan orang tua mu sesuai janjiku pada orang tuamu dan juga permaisuri" lanjutnya mencoba menenangkan Chu Tian yang masih bergelut dengan pikirannya.
Chu tian yang mendengar cerita Raja Chu Kai pun tercengang dia merasa tulangnya begitu lemas air mata yang selama ini dia tidak tunjukkan pada siapapun kini mengalir dengan deras kenyataan besar ini benar benar membuatnya merasa sangat syok . meski dia sudah mengira namun mendengar langsung adalah sesuatu yang menyakitkan baginya.
Apa salahku hingga mereka membuangku dan apa mereka hanya menginginkan kekutan saja, hingga saat aku masih lemah mereka membuangku dan nanti saat aku kuat mereka mengambilku, Siapa sebenarnya orang tua ku itulah yang saat ini mengisi pikiran Chu Tian.
"A ayah apa kau tau berasal dari mana orang tuaku" Tanya Chu Tian dengan suara serak.
"Maaf kan aku An'er aku sungguh tidak tau soal itu namun aku memiliki beberapa barang yang kau kenakan saat kau masih bayi." ucap raja Chu kai lalu dia memghampiri lemari dan mengambil sebuah kotak yang sudah terlihat usang.
Raja Chu kai meletakkan kotak itu didepan Chu Tian lalu membukanya secara perlahan. kotak itu berisi baju bayi berwarna putih dengan bulu lembut menghiasi kerah baju terlihat sangat indah dibaju itu tedapat lambang seperti gambar sebuah alam disamping kanan dan disamping kiri ada sebuah lambang dengan delapan elemen yang seperti menyatu.
Chu Tian merasa belum pernah melihat lambang seperti itu di benua timur. Chu Tian terus mengamati Baju dan selimut bayi yang ada disana, diselimut putih itu juga terdapat tulisan 'Jhin Tian' .
"Jhin ,aku berasal dari keluarga Jhin Paman Jhin Sang memiliki marga yang sama denganku apakah itu artinya dia memang pamanku atau mungkin dia lah ayahku" Chu Tian semakin dibuat pusing dengan semua misteri itu.
Chu Tian terus mengamati satu persatu barang yang ada disana lalu dia menemukan sepucuk surat yang tersimpan di saku baju milik Chu Tian waktu bayi.
"Apa ini" ucap Chu Tian saat melihat kertas putih itu.
"Ayah juga tidak tau mungkin itu adalah petunjuk dari orang tuamu" ucap Chu Kai.
Chu Tian lalu membuka surat itu dan membacanya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
jeng jeng jeng😂