
"Ling Yue cari tempat aman, aku akan mengalahkan naga inu, jangan lepaskan seruling itu dari gengamanmu" ucap Chu Tian.
"Tapi aku ...
" tidak ada tapi tapian lakukan perintahku" ucap Chu Tian.
Ling Yue berlari menuju kesebuah batu besar dia memeluk erat seruling Chu Tian.
Chu Tian saling bertatapan dengan naga hitam,meski ukuran mereka sangat jauh tapi tidak ada ketakutan sedikit pun dimata Chu Tian.
Dengan pedang elemennya dia bersiap menyerang Long sai.
Tanpa basa basi Long sai langsung menyerang Chu Tian dengan ekornya Chu Tian menghindarinya dengan melompat, lalu menyerang balas dengan menebaskan pedang elemnya kearah Long Sai.
Serangan Chu Tian sama sekali tidak mempan pada Long Sai, bagaimana pun Long sai seekor naga yang sangat hebat kulitnya sangat keras bahkan lebih keras dari baja.
"Ck bagaimana semua seranganku tidak bisa memberikan sedikitpun goresan" batin Chu Tian dia terus berfikir bagaimana dia bisa tau kelemahan Naga itu.
Chu Tian terus menyerang dengan jurus jurus andalannya.
"Tarian phoenix, sembilan tebasan elemen" ucap Chu Tian
Sembilan tebasan dari masing masing elemen Chu tian melesat kearah naga Hitam itu.
Ledakan Besar terdengar salah satu tebasan Chu Tian mengenai Leher Long sai dan membuat giresan kecil disana.
"Roarrrrrr" Long Sai mengerang , lalu menatap Chu Tian dengan tajam.
Chu Tian tersenyum mendapat tatapan tajam Long sai.
dengan marah Long sai menyemburkan api hiramnya kearah Chu Tian dan disaat Chu Tian menghindari Api hitam itu , long sai langsung mengibaskan ekornya dengan keras.
Blaaarrrrr.......
Chu Tian menabrak dinding dengan keras, bahkan gua itu terasa bergetar karena hantaman yang sangat kuat.
Chu Tian bangkit dengan Tertatih tatih, Dia kembali mempersiapkan pedangnya dan mulai menyerang Long sai , kini dia mengarahkan seluruh serangannya pada leher Long Sai
Sementara Ling yue terus menahan dirinya untuk tidak mendekat dia melihat Chu Tian berulang kali terlempat dan terbentur dengan keras.
kepala Chu Tian penuh dengan darah bekas carakan Naga hampir berada diseluruh tubuh Chu tian.
"Aku tidak tahan lagi, aku harus membantunya" ucap Ling Yue.
Disisi lain Chu Tian juga berhasil membuat goresan besar di leher Long sai, naga itu juga sudah kehabisan banyak energi.
__ADS_1
"Kau cukup tangguh" ucap Long sai.
"apa itu Cukup untuk membuatmu yakin " tanya Chu Tian.
"Kau baik baik saja, naga jelek kenapa kau melukainya" marah Ling Yue.
"Sudah ku katakan padamu untuk bersembunyi" ucap Chu Tian.
"Bagaimana bisa aku bersembunyi sedangkan kau terluka seperti ini" ucap Ling Yue.
"Cih kau disini untuk apa bocah" ucap Long Sai.
"ingat naga Long sai satu tebasan lagi dariku kau akan mati, lalu bagaimana" tanya Chu Tian.
Swisshhhh.....
Long sai berubah menjadi seorang pria dengan baju dan jubah hitam, Long Sai sadar bahwa jika ia melawan lagi mungkin dia akan tiada saat itu juga, dengan kondisinya yang terluka parah serta energinya yang terkuras habis tidak akan menguntungkan baginya.
"Kau benar luka ini pasti akan sulit disembuhkan" ucap Long Sai.
"Baiklah, aku akan memberikan satu kesempatan untukmu, ambilah pedang itu jika kau mampu" ucap Long Sai.
"Kenapa tidak dari tadi saja" ucap Chu Tian sambil mengelap darah di pelipisnya.
Chu Tian mendekati pedang Roh dewa, dia memanggil para Roh yang memang sebelumnya sudaha da pada dirinya.
Roh pedang masuk kedalam Pedang Sinar terang menyinari seluruh tempat.
Chu Tian dengan tangan penuh darah memegang gagang pedang lalu mengucapkan sesuatu yang membuat sinar pedang semakin terang, perlahan Pedang mulai tercabut dari tempatnya, kondisi Chu Tian mulai membaik semua lukanya menghilang Bajunya berubah menjadi sangat indah .bahkan ling yue yang berada disana juga merasakan perubahan pada tubuhnya, luka luka yang sebelumnya ia terima kini mulai pulih bahkan bajunya kini sudah berubah menjadi gaun yang indah.
kristal sembilan warna yang Chu Tian tempatkan dipintu masuk seketika datang dan berputar Disekeliling Chu Tian, Long Sai yang melihat itu merasa tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
Perlahan Cahaya pedang mulai meredup, kristal sembilan warna kembali keruang dimensi Chu Tian dan disamping Chu Tian sesosok pria tampan muncul disana .
Long Sai yang melihat itu semakin terkejut seketika dia berlutut.
"Yang mulia.." ucap Long sai.
"A.. ayah aku berhasil" ucap Chu Tian dia merasa sangat lega.
"kau memang hebat putraku, "yah dia adalah Jhin suo lebih tepatnya potongan jiwa Jhin Suo
Jhin suo memegang kepala Chu Tian, dia mengembalikan kekuatan jiwa yang digunakan Chu Tian untuk mengambil setengah jiwanya.
Tiba tiba Shi Long dan Xiao Feng datang dengan tergesa gesa.
__ADS_1
"Pangeran anda ba.... yang mulia.." Shi Long yang awalnya sangat khawatir dengan Chu Tian kini berlutut dengan penuh hormat begitupun dengan Xiao Feng mereka merasa sangat bahagia bisa bertemu kembali dengan Junjungan mereka.
"Meng Pa, Shi Long dan Long sai kalian melaksanakan tugas dengan baik" ucap Jhin Suo.
"Maafkan hamba yang mulia karena hamba telah melukai pangeran, hamba sungguh tidak tau" ucap Long Sai
"Tidak masalah kau melakukan semuanya dengan baik" ucap Jhin suo hingga pandangannya mengarah pada Ling Yue.
"Kau ling yue, menantuku" ucap Jhin suo sambil mendekati Ling Yue, Chu Tian dan Ling yue begitu terkejut.
"me menantu, tidak paman aku..."
"Paman, apa aku terlihat setua itu.... panggil aku ayah" ucap Jhin Suo dengan tersenyum lembut.
"A ayah." ucap Pelan Ling Yue dan dengan wajah memerah.
"Tapi ayah kami belum.."
"Jika belum maka lakukanlah" ucap Jhin Suo dengan tersenyum.
"Tapi.."
"Jhin Tian kau adalah seorang laki laki kau harus bisa mengambil keputusan jangan membuatnya menunggu terlalu lama" ucap Jhin suo.
"Ayah aku.."
"Putriku bukankah kau mau menikahi Jhin Tian" lagi lagi Jhin Suo memotong perkataan Chu Tian.
"Ayahh bisakah kau tidak memotong perkataanmu terus " ucap Kesal Chu Tian dia ingin mengatakan sesuatu namun Jhin suo selalu saja memotong nya.
"Baiklah katakanlah" ucap Jhin Suo.
"Aku akan menikahinya setelah kita sampai di kerajaan Chu" ucap Chu Tian, dia merasa bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan waktu itu bersama Ling Yue.
Ling yue begitu terkejut, ia menundukkan kepalanya wajah memerahnya berusaha ia sembunyikan.
Chu tian mendekati Ling yue dan memegang tangannya.
"Ling yue didepan ayahku aku ingin kau menjawab pertanyaanku, apakah kau ingin menikah denganku" ucap Chu Tian, dia berusaha menutupi kegugupannya, dia sudah mempersiapkan hal ini setelah melakukan hal yang tidak seharusnya ia lakukan pada ling yue, meski jauh jauh hari dia sudah mempersiapkannya namun kegugupan masih terus ada.
.
.
.
__ADS_1