
" bola ini... hah biar aku membawanya" ucap Oelan Jhin Tian dia lalu kembali berjalan sambil memikirkan perkataan kakek tua itu hingga setelah beberapa jam muter muter dihutan dia menemukan sebuah gerbang raksaksa.
Jhin Tian entah mengapa seperti langsung tertarik dengan gerbang itu dan mulai memasukinya.
"Ehh.... ka kalian" ucap Jhin Tian terkejut.
"Pangerann" teriak mereka bersamaan yah tak lain Jhin Le, Qing Se, Qi Val, Yan Sha, Gi Kung, Huang Tei, Yu Nan, dan muo Sie.
"Hah ternyata kalian kesini juga, kukira aku tidak akan menemukan kalian.
"Kami juga terkejut bisa bertemu disini, dan Aku sudah menemukan kuncinya" ucap Qing se.
"Aku juga" ucap Yu Nan.
"Lah aku juga " ucap Qi Val sambil mengeluarkan sebuah bola.
"Ini milikku..?" ucap qing se.
"Lha terus ini apa" tanya Yan sha.
"Aku sedikit ragu tapi apakah ini kuncinya." tanya Gi Kung
"Sepertinya masing masing dari kita mendapat satu bola" ucap Jhin Le dengan wajah pasrah.
"Sepertinya kau tidak salah pangeran" jawab Muo Sie.
"Aku tidak mau mengakuinya tapi itu memang benar" ucap Jhin Tian
"Tidak salah lagi bola yang sama dan warna yang berbeda" ucap Huang tei.
"Lalu mana yang asli" tanya Jhin Le
"Arrrkkhh ini semua membuat kepalaku pusing" teriaknya frustasi.
Jhin Tian masih berfikir tenang dia menyilangkan kedua tangannya didada sambil memejamkan mata memikirkan solusi yang tepat, dia mengingat setiap kejadian dari setiap kunci pintu gerbang.
"Hmph.. mungkinkah... teman teman kemarilah" panggil Jhin Tian.
"Ada apa" tanya Jhin Le.
"coba kita satukan Bola bola ini,mungkin caranya sama seperti yang dilakukan Sui Ko waktu itu" ucap Jhin Tian.
"Heh ..? kurasa kau benar ayo coba" ucap Jhin Le
"Baik" jawab dengan serempak.
Satu persatu dari mereka melayangkan Bola mereka hingga berada ditengah tengah mereka.
Saat Bola bola itu sudah bersentuhan Bola bola itu langsung berputar putar lalu mengeluarkan cahaya yang sangat terang yang membuat Para anak dewa itu terpaksa menutup matanya.
"Apa itu apa kita berhasil" tanya Huang Tei dengan sedikit berteriak.
"Entahlah aku kurang yakin" ucap Jhin Tian.
Dan benar saja Cahaya mulai meredup dan bola bola itu kembali ketangan masing masing dari mereka.
"hah...? gagal ya" ucap Jhin le dengan lesu.
"Hoi hoi dimana semangatmu kak" ucap Jhin Tian.
"Masih ada tapi aku lelah" ucap Jhin Le.
"Benar juga, sebaiknya kita beristirahat ditempat ini sambil memikirkan caranya" ucap Jhin Le.
"Saran yang bagus,.. akh pingganggu lega sekali" ucap Qi Val.
"Wow " ucap Gi Kung.
__ADS_1
"behhh" ucap Yan sha.
"Apaan Sih kalian" ucap Kesal Qi Val.
"Gaada" ucap Yan Sha.
"Heh..? kau bercanda ya" kesal QI val.
"Pffftt." huang Tei menahan tawanya.
"Kalian ini kenapa sih" Qi Val semakin binggung.
" hah kau ini benar anak dewi kehidupan atau bukan sih" ucap Jhin Tian dengan memijat pelipisnya.
"Emang apaan sih, astaga kalian mau bikin aku mati penasaran" ucap Qi Val.
"Boleh tuh" ucap Qing se asal nyeplos.
"jahat amat sama temen sendiri" serasa ingin nangis.
"Bwahahahhaaaha" jhin Tian dan yang lainnya sudah tidak bisa menahan tawanya.
"hoi hoi kalian ini kenapa, stres atou gila" ucap Qi Val dengan wajah kesal, dia merasa dikerjain dari tadi.
"Hahaha baiklah baiklah, apa ada dewa sakit pinggang , kan kita berjalan bukan merangkak, yang sakit tuh kakinya" ucap Jhin Le sambil menepuk dahinya sendiri.
"Eh emang tadi aku bilang pinggang ya, hehehe" senyum Tanpa dosa.
" ngak tadi kamu bilang kepalamu pen dipenggal" kesal Yan Sha.
"Glek... ma mana ada aku bilang begitu, hahahaha putri Yan Sha bisa saja" ucap Qi Val sambil melihat wajah kesal Yan Sha.
"Mati aku" ucapnya pelan.
"Ohhh jadi kau ingin mati ya Qi Valll" ucap yan sha.
"Dua pula" ucap jhin Le.
"hah apa, bagaimana bisa dua pangeran...?" tanya Yu Nan.
"ya yang satu kau, begitu saja tak mengerti" ucap Jhin Tian dengan wajah santai
"Setujuuu" teriak Qing Se, Muo Sie dan Gi Kung bersamaan.
"Tidakkkkk" teriak Qi Val, Yan Sha, Yu Nan dan huang Tei bersamaan.
"Hahahaha bukankah mereka sangat kompak" ucap Jhin Le.
"emm emmm" ucap Jhin Tian sambil mengangguk.
"Kaliannnnn...." teriak marah Yan Sha Dan Yu Nan.
"Adikk kurasa saat ini bukan saat yang tepat untuk bersantai" ucap Jhin le sambil melirik kearah adiknya.
"Kurasa kakak benar" ucap Jhin Tian dengan senyum Khasnya.
"Glek..." mereka berdua menelan ludah dengan Susah payah.
"Kumohon jika aku tudak kembali beri makan tupai kesayanganku" ucap Jhin Le.
"Baik akan kulakukan" ucap Jhin Tian.
" jadi kau menyumpahiku untuk tidak kembali ya" kesal Jhin Le.
"Tidak, kau sendiri yang bilang" ucap Jhin Tian sambil menatap polos sepupunya itu.
"Kau ini...Ashsysvsysgsshtsgw" angep aja Jhin le ngomel gak berenti berenti binghung cari kata katanya.
__ADS_1
"Emm yan Sha" panggil Yu Nan.
"hmm" sambil menengok
"Bukankah tadi kita yang akan menghajar mereka" ucap Yu Nan.
"itu benar tapi.."
"Hah sudah lah Yan Sha sebaiknya kita melihat pertengkaran anatar saudara, entah mengapa aku menikmatinya" ucap Yu Nan.
"Kau memang benar Yu Nan" ucap Yan sha lau duduk bersama Yu Nan sambil melihat pertikaian saudara.
"Sungguh indah" batin mereka berdua.
Skip
Setelah selesai pertengkaran itu, mereka menelusuri bangunan seperti kastil itu hingga berjam jam lamanya.
"Tunggu" ucap jhin Tian.
"Ada apa" tanya mereka semua serempak sambil memandang Jhin Tian.
"Disana" ucap Jhin Tian sambil menunjuk sebuah cawan yang melayang ditengah ruangan.
"woahh, akhirnya, aku sudah sangat lelah huft" ucap Qi Val.
"Maafkan aku teman teman" ucap Jhin Tian.
"Ehhh tidak bukan begitu, sudah ayo sebaiknya kita membuka kuncinya" ucap Qi Val.
"Eh tunggu tunggu,aku melupakan sesuatu" ucap Qi Val Lagi.
"Apa..?" tanya mereka bersaman.
"Kita memiliki Sembilan kunci yang sama" ucap Qi Val.
"Hah yaa kau benar, hanya ada dua cara" Ucap Jhin Tian.
"Cara apa itu pangeran" tanya Qing se.
"yang harus kita lakukan hanya mencoba satu persatu" ucap Jhin Tian.
"Masuk akal juga, mari kita coba, siapa yang pertama" ucap Yan Sha.
"Biarkan aku yang pertama melakukannya" ucap Qing Se.
Satu persatu dari mereka mulai meletakkan Bola yang mereka dapat namun sayang sekali tidak ada satupun bola yang cocok.
" tidak ada , bahkan kesembilan bola telah dimasukkan dan tidak ada satupun dari bola kita yang benar" ucap Jhin Le serius.
Jhin Tian maaih mencoba tenang dia memikirkan segala kemunkinan.
"Hmm mungkin aku tau ini adalah cara kedua semoga saja berhasil" ucap Jhin Tian.
.
.
.
.maaf baru bisa up karna harus bantuan mama karna ada acara ntar malem trus juga tadi harus kondangan dulu muter muter cari hadiah juga huh.
terimakasih atas dukungannya :)
.
.
__ADS_1
.