
Tak berselang lama setelah Perbincangan itu Jhin Le mulai membuka matanya, kondisinya sudah pulih itu juga karena huang Tei sempat memberinya ramuan.
"Huh akhirnya" ucap Jhin le pelan.
"Apa kau sudah merasa lebih baik pangeran" tanya Huang Tei.
" sangat sangat baik, terimakasih huang tei atas ramuannya" ucap Jhin Le.
"bukan masalah yang besar itu adalah keahlianku" ucap Huang tei.
"Kak Jhin Le apa kau sudah baik baik saja, maafkan aku karena aku.."
"Sudah lah Jhin Tian aku sudah berjanji pada Paman dan juga istrimu bahwa aku akan melindungimu, aku panik tadi jadi aku melakukan sesuatu tanpa berfikir, tapi sekarang aku senang kau baik baik saja" ucap Jhin Le dengan senyum.
"Aku tidak akan kenapa kenapa karena teman temanku selau ada untukku" ucap Jhin Tian membuat semua teman temannya tersenyum.
"Baiklah sudahi momen haru ini ayo kita Mencari kuncinya" ucap Huang tei.
Bugh...
"Aawww kepalakuu, yu Nan kau ini kenapa" ucap Haung Tei.
"tidak hanya ingin saja" ucap Yu nan tanpa dosa sambil memegang tangannya penuh kebanggan.
"Pffttt hahahahahha" mereka semua tertawa dengan tingkah dua orang ini.
"Sebaiknya kalian segera menikah" ucap Qi Val.
"Ehemm... Qi val apa kau juga ingin merasakan pukulanku" ucap Yu Nan namun tak bisa dipungkiri wajah Yu nan memerah.
"Eh eh tidak aku hanya bercanda saja" ucap Qi Val dengan ketakutan.
"Haih sudah sudah ayo kita cari bolanya aku merasa bola itu ada disekitar sini" ucap Jhin Tian.
"Baiklah" ucap mereka serempak
"ingat untuk terus bersama, aku merasakan ada yang mengawasi kita sedari tadi" ucap jhin Tian.
mendengar itu mereka semua waspada dengan sekitar.
Sementara di salah satu pohon besar.
"Anak itu pintar juga, aku yidak bisa meremehkan kemampuannya" ucap seorang pria dengan jubah hitam.
Jhin Tian merasakan pergerakan seseorang di salah satu pohon.
Jhin Tian mengeluarkan dua belati.
Syyuuuutt... syuuutttt....
Orang itu langsung menghindari dua belati yang dilempar Jhin tian.
"Dia sudah melihatku apa boleh buat" ucapnya lalu tersenyum tipis.
__ADS_1
Dia turun dari pohon dan mendarat didekat Jhin Tian.
"aku tidak menyangka kau merasakan aura ku pangeran" ucap orang itu
"Kau terlalu banyak bergerak saat mengintai, sudah dipastikan kau bukan ahli dalam pengintaian" ucap Jhin Tian dengan tersenyum
"Siapa kau" ucap Qing Se dan langsung mengeluarkan pedangnya begitupun dengan yang lainnya mereka mengeluarkan senjatanya dan mengepung pria berjubah itu.
"hohoho jangan gegabah, pangeran dan putri dari sembilan suku utama " ucap Pria berjubah itu dengan senyum misterius.
"Suaranya.. yah tidak salah lagi suara saat kita sampai disini itu adalah suaranya" ucap Jhin Le.
"Seperti yang diharapkan dari cucu dewi yang berhianat" senyum sinin.
"Diaa itu...." jhin Le mengertakkan giginya.
"Jangan berbasaa basi apa maumuu" ucap jhin Tian yang sudah mulai kesal.
"Ayolah kau putra dari dewi semesta yang kesabarannya seluas samudra lalu dimana kesabaranmu itu" ucap Pria berjubah.
"Aku hanya akan sabar untuk orang yang patut menerima kesabaranku" ucap sinis Jhin Tian.
"Hahaha menarik sekali" pria berjubah itu merentangkan tangannya keatas.
"Gunung harapan gunung yang memberikan harapan bagi mereka yang layak dan memberikan penyiksaan bagi mereka yang tak layak, menyukikan diri dengan tujuh pintu mendekatkan diri padamu yang agung" pria berjubah itu melontarkan kata kata yang cukup membuat binggung Jhin tian dan teman temannya.
"Aku hyuna Ki memberimu kutukan, kau akan kehilangan seseorang yang paling kau cintai" ucap Hyuna Ki dengan menunjuk Jhin Tian.
"Ap apa..?" huang tei terkejut dengan kutukan itu.
"Ka kau tidak bisa mengutuk seseorang sesuka hatimu" teriak Qi Val.
"Hahaha kenapa tidak, dengan amalku menjaga Gunung Tujuh Harapan selama ratusan tahun, aku bisa mengutuk siapapun yang kumau" ucap Hyuna Ki.
"Cih enyahlah kau bedebah....hiaaattt" Jhin Le langsung Menyerang Hyuna Ki.
"Sayang sekali aku tidak ingin bertarung, ambil ini" hyuna Ki lanhsung melempar sebuah bole kearah Jhin Le dan menghilang bagai ditelan bumi.
"Dia datang hanya untuk memberikan kutukan pada Pangeran Tian" ucap Muo sie.
"Sebaiknya kita tenangkan Jhin Tian dia pasti sangat terkejut" ucap Yan Sha dan dianghuki oleh yang lainnya.
"Jhin Tian aku.."
"Sudah tidak usah difikirkan, mungkin ini takdirku tapi aku pasti akan merubahnya, takkan kubiarkan seseorang merenggut orang yang kucintai" ucap Jhin Tian.
"jhin Tian kamu.." jhin Le melihat senyum lembut Jhin Tian membuatnya merasa tak tega.
"Kami semua pasti akan membantumu menghapus kutukan itu" ucap Qing Se dan Diangguki oleh Jhin tian.
Jhin Tian mengambil bola kunci dan meletakaknnya dicawan yang berada ditempat lotus Naga emas tadinya berada.
saat ingin meletakkan bolanya Jhin Tian termenung memikirkan Apa yang akan terjadi kedepannya, dia memikirkan kata kata yang diucakan Oleh Hyuna ki
__ADS_1
"Pangeran tenangkan dirimu, dan tinggal satu langkah lagi kita akan menyelesaikan semua ini" teriak Gi Kung.
Jhin Tian tersadar dari lamunannya, dia mengangguk dan meletakkan bola itu dicawan, dan tanpa sadar setetes air mata Jhin Tian juga turun menuju cawan itu.
Swiiiiishhhh....
Cahaya Yang begitu terang bahkan lebih terang dari sebelumnya menyelimuti mereka bersembilan. setelah cahaya itu meredup setiap dari mereka sampai ditempat yang berbeda beda..
Ditempat Jhin Tian.
"Aku dimana, dan dimana teman temanku, kak Jhin Lee, Qi val, Qing Se kalian semua dimana" Teriakan Jhin Tian seakan sia sia saja.
"Sepertinya aku haris mencari mereka" ucap Jhin Tian.
Jhin Tian terus berjalan menyusuri hutan lebat yang penuh dengan hewan buas, tak jarang Jhin Tian diserang oleh Hewan Buas namun itu bukan hal yang sulit baginya.
Cukup Lama Jhin Tian memutari Hutan yang luas itu hingga ia menemukan seorang kakek Tua duduk bersandar dibawah pohon dengan wajah pucat.
Jhin Tian langsung bergegas menghampirinya.
"Kakek, apa kakek baik baik Saja" tanya Jhin Tian dengan panik.
"A aa airr air air" ucap Sang kakek.
jhin Tian lalu mengeluarkan cawan berisi Air.
"terimakasih anak muda, tapi apakah kau punya sedikit makanan" ucap Sang Kakek.
"Ada Tunggu sebentar" Ucap Jhin Tian.
Jhin Tian lalu mengeluarkan sisa perbekalannya yang memang tinggal sedikit.
" maaf kek tapi aku hanya punya segini" ucap Jhin Tian.
"Tidak masalah" ucap Sang kakek dengan suara parau nya.
kakek itu memakan dengan lahapnya dan itu membuat Jhin Tian tersenyum lembut.
Setelah kakek itu selesai makan Jhin Tian memberikan Airnya kembali.
"Aku berterimakasih padamu nak" ucap Sang kakek.
"Senang bisa membantu , kalau begitu aku permisi" ucap Jhin Tian.
" tunggu dulu... ingatlah pesanku ini, Takdir tetaplah takdir percayalah jika saat ini kau kehilangannya suatu saat takdir yang akan menyatukanmu dengannya" ucap Sang kakek.
Jhin Tian sedikit menunduk dan Berpikir.
"Bagaimana kakek itu bisa tau aoa yang dia fikir kan" batin Jhin Tian.
"Umm kakek.. eh" saat Jhin Tian mengangkat kepalanya sang kakek sudah tidak ada dan hanya meninggalkan sebuah bole berwarna biru.
.
__ADS_1
.
..