
Yan Sha dan Cang He sekarang berada diperpustakaan istana
"De dewa pengetahuan kenapa anda bisa menjadi Guru Chu Tian" tanya Yan Sha dia benar benar sudah sangat penasaran.
"Aku pernah berjanji pada seseorang untuk menjaga dan mengajari Chu tian sebelum dia berumur dua puluh tahun" ucap Cang he
"Sebenarnya ada apa dengan umur keduapuluh tahunnya" tanya Yan Sha.
"Duyung yan Sha aku tau kau sangat penasaran namun maaf aku tidak bisa menjawabnya sekarang yang terpenting takdir besarnya akan dimulai dihari itu, hari dimana dewa surya dan dewa bulan bersatu dunia akan dipenuhi dengan cahaya dan juga kegelapan saat itulah Roda takdir berputar dan Chu Tian adalah sang pemilik takdir" ucap Cang he sambil memandang kelangit langit perpustakaan.
"Dewa bulan dan dewa matahari bersatu, apa maksudnya itu" tanya Yan Sha.
"hahaha putri bisakah kau melakukan sesuatu untuk Chu Tian" tanya Cang He untuk mengalihkan perhatian Yan Sha.
"Apa yang bisa kulakukan untuknya"tanya yan Sha dengan bersemangat.
"Aku akan bermeditasi untuk menemukan cara mengembalikan kesadaran Chu Tian kesini, jadi selama itu kau harus menjaganya jangan biarkan terjadi apapun pada tubuhnya bila perlu pasang pelindung disekitarnya" ucap Cang He.
"Kenapa harus seperti itu" tanya Yan Sha.
"Aku memiliki firasat buruk pasti ada orang yang akan memanfaatkan kesempatan disaat keadaan kerajaan sedang melemah bangunan hancur dan kematian sang raja pasti ini akan sangat dimanfaatkan mereka yang mengincar sesuatu dikerajaan Chu ini" jelas cang he sambil melihat lihat buku.
"Aku heran kerajaan ini sangat kecil dan sangat lemah tapi kenapa begitu banyak musuh dan apa yang mereka inginka" kata Yan Sha.
"Kerajaan Chu dahulunya adalah kerajaan paling kuat paling kaya dan paling dihormati sebab itulah Chu Tian ditempatkan disini namun entah apa yang terjadi setelah dunia dewa dan dunia manusia tertutup, kerajaan Chu Menjadi sekecil dan selemah ini sekarang" Jelas Cang He.
"Jadi ,ah baiklah aku akan melakukan yang kau minta" ucap Yan Sha.
"Ini seperti bukan putri dari suku duyung tapi aku pastikan aku akan membantumu menjelaskan semua ini pada ratu duyung" ucap Cang He dengan tersenyum
"Baiklah aku setuju lagipun tanpa kau minta aku pasti akan melindungi Chu Tian" ucap Yan Sha.
mereka terus berbincang diperpustakaan istana kerajaan Chu salah satu bangunan yang tidak ikut hancur entah apa yang membuatnya tetap kokoh dibanding ruangan yang lain.
Dialam kesadaran Chu tian terlempar kedimensi dimana kecanggihan teknologi berkembang pesat,
Chu Tian kini mendimi tubuh seorang pria tampan dan dia adalah seorang tuan muda dari keluarga terkaya dinegara A.
Pria muda nan tampan itu memiliki wajah yang sangat mirip dengan Chu Tian ,dia dulu juga dijuluki sebagai tuan muda manja sombong dan sangat suka bermain wanita.
Saat ini dirumah sakit tempat Tubuh yang di pakai Chu Tian dirawat.
"papa lihat tangan Kay pah tangannya bergerak" ucap seorang wanita cantik.
"Mama benar ,dokter.!!! suster...! " teriak seorang lelaki
__ADS_1
Dua orang berbaju serba putih itu memasuki ruangan dimana Tubuh yang ditempati Chu Tian terbaring.
"Bagaimana keadaan anak saya Dok" tanya seorang wanita yang diduga adalah ibu dari tubuh yabg ditempati Chu Tian.
"Tuan Edward ,dan nyonya karin tidak perlu khawatir Tuan muda Kay kondisinya semakin membaik, entah keajaiban apa ini tapi sekarang dia sudah pulih dan telah melewati masa kritisnya dengan mulus" ucap Dokter itu.
"Hah benarkah terimakasih dokter fery aku benar benar berterimakasih padamu" ucap Edward
"Ini sudah tugasku " ucap Dokter fery
"Argh dimana aku" ucap Kay (chu Tian)
"Kay sayang apa kau baik baik saja nak apa ada yang sakit" ucap Karin.
"Si siapa kau " tanya kay
karin dan Edward saling bertatapan
"Apa kau tidak mengingatnya nak aku mamamu" ucap Karin mulai berkaca kaca
Kay (Chu tian ) mengeleng.
"Dokter apa yang terjadi pada anak kami" Tanya Edward dengan wajah panik
"Apa tidak ada cara untuk mengembalikan ingatannya, aku akan berikan apapun bahkan jika kau meminta rumah sakit ini jadi milikmu kami akan berikan segera" ucap Karin.
"Nyonya ini bukan masalah biaya namun memang tidak ada cara untuk mengembalikan ingatan seseorang, jika dia beruntung maka dia bisa mengembalikan ingatannya sedikit demi sedikit dan kalian bisa membantunya untuk mengingat kisah masa lalunya" ucap Dokter Fery .
*Selama Chh Tian belum mengingat masalalunya Namanya akan diganti dengan Kay seorang tuan muda kaya.*
Kay dibawa kembali kerumah besar nan mewah. Kay melihat Bangunan megah dihadapannya.
"Nah nak selamat datang kembali kerumah " ucap karin.
"Rumah..? apa aku tinggal disini sebelumnya" tanya Kay
"Tentu saja ini adalah rumahmu" ucap Edward dengan tersenyum
Mereka berjalan memasuki rumah yang terlihat lebih mewah lagi saat didalam.
"Kayyy akhirnya kamu sembuh aku udah kangen banget looh sama kamu" ucap seorang wanita dari dalam rumah Tuan Edward.
"Kamu siapa" tanya kay sambil melepas pelukan wanita itu dia merasa tidak nyaman.
"Viola kamu pulang dulu ya nak ,kay baru saja sembuh dan butuh istirahat " ucap Karin dia memang tidak suka dengan Viola namun karena anak semata wayangnya menginginkan wanita itu jadi dia menerimanya.
__ADS_1
"Oh gitu ya tante yaudah nanti aku kesini lagi buat jenguk Kay bye om ,tante" ucap Viola lalu melangkah keluar.
"Ma dia siapa" tanya Kay.
"Udah gausah kamu pikirin sekarang istirahat ya mama anterin kamu kekamar" ucap Karin lalu mengantar Kay kekamarnya yang ada di lantai tiga rumah itu.
"Apa ini kamarku, woah sungguh indah terimakasih" ucap Kay langsung berbaring dikasur empuk
"Selamat beristirahat nak ,jangan lupa turun untuk makan malam" ucap Karin lalu menutup pintu.
karin merasa sangat senang anaknya tidak lagi nakal seperti biasanya ,bahkan karin belum pernah mendengar Kay mengatakan terimakasih tapi kini dia berubah dan itu membuatnya bahagia.
Didalam kamar Kay mengitari seluruh kamar dia melihat berbagai benda asing dan dimeja ada sebuah ponsel, Kay mengambilnya lalu melihatnya dengan seksama.
"Benda apa ini" tanyanya pada dirinya sendiri.
Tiba tiba ponsel itu bergetar , Chu tian terkejut dan meletakkannya kembali ke meja namun ponsel itu masih bergetar Kay yang penasaran menekan sembarangan dilayar ponsel itu.
"Haloo. Tuan Kay aku dengar kau sudah sembuh , besok seluruh karyawan akan menyambutmu di kantor apakah itu yang aku inginkan Tuan" ucap seorang wanita dari dalam ponsel.
"Aaaaaaa benda ini bisa bicara" teriak Kay membuat ayah dan ibunya terkejut dan bergegas kekamar Kay.
"Halloo Tuan anda kenapa , Tuan tong jawab aku hallo" ucap Suara itu lagi
"Kay ada apa sayang kenapa kau berteriak" ucap karin dan dia melihat Kay berdiri duduk diatas meja dengan ketakutan dan ada ponsel yang masih menyala dilantai.
"papa mama benda itu bisa bicara tolong aku" ucap Kay dengab wajah ketakutan.
"Hahaha kay ini adalah ponsel alat komunikasi, kau dulu sering memainkannya dan sekarang kau malah ketakutan" ucap Edward.
"Hallo jeny batalkan pertemuannya Kay masih butuh istirahat sekarang" ucap Edward pada orang yang menelefon.
"Oh baiklah Tuan besar" ucap Orang yang dipanggil jeny lau menutup telefonnya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1