
Setelah Hong Di dan Pei wo terpisah luka ditubuh mereka semakin parah Chu Tian tidak ingin melewatkan kesempatan .
Chu Tian berlari kearah Hong Di Dan Pei Wo yang saat ini masih dalam keadaan lemah.
Slashh slashh Slashhh.
Chu Tian memotong kedua tangan Hong Di dan Pei Wo
"Arrrgghhh" teriak mereka berdua belum reda sakit karena perpisahan tubuh secara paksa dan sekarang kedua tangan mereka terpotong.
Chu Tian mengores pedangnya secara perlahan ditubuh Hong Di dan Pei Wo yang saat ini tidak bisa melawan hanya bisa berteriak dengan penuh kebencian dan keputus asaan.
"Bunuh kami sekarang Arrggh jangan menyiksaku lagi" ucap Hong Di.
"Apa kalian pikir aku akan menjadi seorang dermawan setelah kalian membunuh ayahku "Kata Chu Tian dengan nada marah.
"Tolong aku sungguh tidak tau jika itu ayahmu"ucap Pei Wo dengan menahan sakit darah juga terus mengalir disetiap lukanya.
"Aku tidak peduli kalian mengangguku maka kalian siap untuk mati ditanganku" ucap Chu Tian.
"Arrrghhhh" teriak mereka bersamaan saat Chu Tian mengunakan elemen Esnya untuk membekukan kedua kaki mereka hingga tak mampu untuk digerakkan lagi
"Cukup hentikann Arrrrgghhh" teriak Hong Di.
Slash slash.
Dua kepala terlepas dari tempatnya dan mengelinding ke arah Chu Tian.
"Siapa yang menyuruhmu membunuh mereka dengan cepat hah" teriak marah Chu Tian dia seperti bukan Chu Tian.
"Aku ,aku tidak ingin kau melakukan hal yang lebih kejam lagi ,ayahmu tidak akan senang jika kau seperti ini " ucap Yan Sha setelah memengal kepala Hong Di dan Pei Wo.
"Aku akan membalaskan dendam ayahku " Bentak Chu Tian pada yan Sha.
"Chu Tian kendalikan dirimu kumohon" ucap Yan Sha lalu memeluk Chu Tian dan menangis dipelukannya.
"A yah" ucap Lirih Chu Tian sebelum akhirnya tubuhnya kembali normal dan dia jatuh dipelukan Yan Sha sebelumnya Chu Tian memang sudah merasakan sakit disekujur Tubuhnya sebelum Akhirnya Yan Sha Datang .
"Chu Tian ,hei sadarlah kau kenapa bangun lah Chu Tian" ucap Panik Yan Sha.
"Tuan ..! apa yang terjadi padanya"tanya Zaein.
Xiao Feng memeriksa denyut nadi Chu Tian
"Dia memang selalu Bodoh seperti biasanya" ucap Xiao Feng dengan mengelengkan kepalanya
"Apa yang terjadi pada adiku apakah dia baik baik saja " ucap Chu lizheng sambil menarik Xiao Feng
__ADS_1
Chu Lizheng benar benar merasa dia tidak berguna karena tidak bisa melindungi adiknya.
"Aku Tidak tau " ucap Xiao Feng
"Tenang lah tuanku adalah orang yang kuat dia tidak akan kalah semudah itu" ucap Zaein mencoba menghibur semua orang namun dalam hati dia benar benar khawatir dengan keadaan Chu Tian.
Disisi Li Huan
"Ada apa ini kenapa pedang permata Es ini meredup" ucap Li Huan lalu dia teringat kata kata Chu Tian jika didalam pedang itu ada sedikit jiwa Chu Tian .
"Gawat Chu Tian dalam bahaya aku harus bagaimana sekarang tidak mungkin aku menunda pelatihanku dan tidak mungkin aku membiarkan Chu tian dalam bahaya" Li Huan benar benar binggung.
"Tidak untuk saat ini Chu Tian adalah yang terpenting, aku akan menolongnya tapi apakah sempat" guman Li huan .
Tiba tiba Pedang Permata Es bersinar.
"Eh kenapa ini." tanya Li Huan dengan binggung
"saudari Huan aku baik baik saja" ucap Sebuah suara dari pedang dan tiba tiba menghilang dan pedang Permata Es kembali seperti semula.
"Saudara Tian itukah kau, dari suaramu aku yakin kau tidak baik baik saja namun aku akan selalu percaya padamu" ucap Li Huan lalu menghela nafas panjang dan melanjutkan langkahny mencoba berfikir positif tentang keadaan Chu Tian.
Kembali ke Chu Tian
Semua orang telah kembali dari pemakaman Raja Chu , Zaein tidak ikut dia hanya dikamar Chu tian untuk menjaganya.
"Bagaimana apakah ada perubahan" tanya Chu Lizheng, tadi sebelum mereka pergi Lao Hei mengambilkan sebuah pil dari dalam dimensi.
"Tidak ada, sedikitpun tidak ada reaksi dari tubuh Tuan" ucap Zaein dengan menundukkan kepala.
"Dia kehilangan banyak energi jiwa dan juga energi spiritualnya benar benar telah habis ,dan itu membuat dantiannya terluka, meski itu adalah dantian istimewa tapi kerusakan tetap terjadi jika di terus memaksakan energinyag" ucap Seseorang dari belakang mereka.
" salam Guru " ucap Lao Hei , Xiao Feng dan Zaein secara bersamaan
"Siapa dia" tanya Chu lizheng
"Dia adalah Guru tuan" ucap Lao Hei.
"Salam tuan ,suatu kehormatan anda bisa ada disini" ucap Chu Lizheng dengan sopan.
Sedangkan Yan Sha tubuhnya kaku mulutnya tak bisa berkata kata dia benar benar tetkejut saat melihat Cang he.
Cang He melihat Yan Sha dan tersenyum lalu mengangguk seakan menjawab semua pertanyaan Yan Sha.
"Guru apakah anda bisa menyembuhkan Tuan" tanya Zaein.
"Dia tidak sakit tapi memang perlu disembuhkan namun aku khawatir ini akan membutuhkan waktu lebih lama dari yang dibayangkan karena saat ini kesadaran Chu Tian tidak ada pada tubuhnya, kita membutuhkan banyak bahan bahan yang sangat langka juga sangat sangat sulit ditemukan didunia manusia"Ucap Cang he dengan wajah tenang.
__ADS_1
"Memang apa saja yang dibutuhkan" tanya Chu Lizheng dengan mengkerutkan alisnya.
"Lotus api, Lotus Es ,sisik terbaik dewa naga, permata duyung suci, dan mata air dari kolam milik dewi kehidupan" ucap Cang he.
"Tapi itu semua hanya ada didaratan suci dan sangat sulit mendapatkan itu semua bahkan bisa dibilang mustahil karena daratan Suci tertutup dan tidak ada jalan kesana lagi" ucap Yan Sha.
"hemmm jika begitu kita hanya bisa menggunakan cara Kedua" ucap Cang he sambil mengelus dagunya.
"Cara apa itu" tanya Xiao Feng .
"Menunggu Chu Tian menemukan jati dirinya dalam dunianya yang sekarang, karena kesadaran Chu Tian kini terlempar kedimensi yang kita tidak tau, dan berharaplah Chu Tian bisa kembali sebelum dia berumur dua puluh tahun" ucap Cang He
"tapi berapa lama dia akan terus tertidur seperti ini" ucap Chu Yun yang mulai menangis
"Aku tidak tau saat ini yang Chu Tian butuhkan hanya dukungan dari kita " ucap Cang He.
"Xiao Feng dan kau lao hei carilah apa yang dia cari sebelum dia seperti ini jika kalian bisa menemukan minimal tiga saja saat dia berumur dua puluh tahun nanti bebannya tidak akan terlalu berat karena kita tidak tau sampai kapan dia akan seperti ini" ucap Cang He.
"Tapi bukankah hanya tuan yang bisa mendapatkan itu" tanya Lao Hei.
"Aku tau tapi jika kalian mendapatkannya tempelkan kertas ini dan penjaga tidak akan muncul sebelum Chu Tian sendiri yang memegangnya" ucap Cang he lalu memberikan lima lembar kertas dengan tulisan kuno
"Baiklah aku akan mencarinya, jika dia menolak maka kehancuran " ucap Lao hei.
"lakukan apapun yang terbaik dan tunggu sebentar" ucap cang he mendekati Chu Tian dan mengambil sebuah kalung
"Ambilah ini mungkin bisa membantu, yan Sha ada yang ingin ku bicarakan padamu " ucap Cang he .
"kami akan segera melaksanakannya" ucap Xiao Feng.
"A aku emm baiklah" ucap Yan Sha.
"Zaein jaga Chu Tian jika sesuatu terjadi padanya kau bisa memberitakuku " ucap Cang he lalu meletakkan sebuah bola transparan di atas tubuh Chu tian.
"Jangan bertanya itu untuk apa ,kalian akan tau nantinya" ucap Cang He saat melihat Chu Lizheng ingin berbicara.
Cang He keluar dari kediaman Chu Tian diikuti Yan Sha dan Ciao Feng juga Lao hei sekarang sedang memepersiapkan perjalanan panjang mereka.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.