Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 139. Desa Heiceng


__ADS_3

Hari itu Chu Tian kembali melanjutkan perjalanannya mereka juga mampir ke toko kue untuk membelikan kue yang dijanjikan Chu Tian pada Ling Yue.


Setelah cukup jauh dari tempat itu kereta berhenti.


"Tuan sebaiknya aku pergi sekarang" ucap Zaein.


"Aku akan memanggil kakak lao hei untukmu" ucap Chu Tian di lalu memanggil Lao Hei dan memintanya membawa zaein tak lupa Chu Tian memberikan beberapa bola pesan untuk zaein berikan pada Chu Lizheng dan Yan Sha serta Xiao Feng.


Chu Tian tidak bisa melakukan perjalanan seperti Lao Hei melalui dimensi karena Chu Tian adalah pemiliknya yang artinya dia adalah kuncinya, dan Chu Tian tidak bisa pergi ketempat lao Hei berada namun sebaliknya lao hei bisa ketempat Chu Tian berada karena Lao Hei memiliki hubungan dengan dimensi Chu Tian.


Kembali ke Chu Tian setelah berpamitan Zaein pun pergi bersama Lao Hei, dan kereta Chu Tian kembali melaju dengan Shi Long duduk di depan bersama seorang kusir. sementara Chu Tian duduk di belakang bersama Ling Yue.


"Apa yang kau katakan pada rin la tadi mengapa dia jadi seperti itu" tanya Chu Tian.


"Kau perduli sekali dengannya" jawab Ling Yue dengan tangan memegang sebuah kue


"Aku hanya bertanya saja" ucap Chu Tian lalu kembali membaca buku


"Aku hanya beritau dia kau adalah Seorang pangeran" ucap Ling Yue dengan santainya.


"Uhuk uhuk, kau memberitaunya aish kalau dia mencariku sampai ke kerajaan Chu Bagaimana" Chu Tian tersedak ludahnya sendiri .


"Tidak akan" ucap Ling Yue.


"Kenapa.?" tanya Chu Tian.


"Kenapa kau jadi cerewet seperti ini, dia itu tidak akan mengingatmu, dan jika dia berusaha mengigatmu dia akan emm kau tau lah" ucap Ling yue sambil memutar jadinya didekat kepalanya.


"Aku tidak tau kau sekejam ituu" ucap Chu Tian sambil tersenyum.


"Aku belajar darimu" ucap Ling Yue.


"Bagaimana bisa akuu" tanya Chu Tian dengan mengkerutkan keningnya.


"ya tentu saja itu kau ,memang siapa lagi yang selama ini bersamaku" ucap Ling Yue.


"Kurasa itu tidak masuk akal" ucap pelan Chu Tian .


Kereta melaju dengan cepat mereka hanya akan berhenti untuk beristirahat dan memberi makan kuda, mereka tidak ingin menunda perjalanan lagi karena menurut kusir mereka akan sampai di perbatasan selama kurang lebih tiga bulan.


dan mereka masih harus mencari tempat dimana Gua Long Sai berada. Selama perjalanan Itu Chu tian pebih banyak menghabiskan waktunya diruang dimensi sesekali Dia akan keluar jika ada masalah namun jika tidak dia hanya Kan berlatih dan berlatih, tingkat Suci memang sudah dia gapai namun dia belum puas dengan hasil yang dia dapatkan.


Berulang kali Ling Yue mengatakan pada Chu Tian agar tidak memaksakan dirinya, kini Hampir tiga bulan Perjalanan mereka berlangsung dan kini mereka singgah didesa terakhir sebelum perbatasan, karena memang perbatasan Benua barat tidak memiliki penghuni.

__ADS_1


Kusir mengatakan dia hanya bisa mengantar mereka hingga didesa itu ,karena sang kusir tidak berani jika harus pergi keperbatasan.


"Maafkan Hamba tuan muda hamba hanya bisa mengantar anda sampai disini karena tidak mungkin hamba sampai dipeebatasan" ucap sang Kusir mereka kini berada didesa yang bernama desa Heiceng


"Tidak masalah paman aku sunghuh berterimkaasih kepadamu" ucap Chu Tian sambil menyerahkan sekantung koin kepada Kusir itu.


"Untuk sampai diperbatasan Tuan muda hanya mengikuti jalur ini, karena hanya ada satu jalan saja, dan terimakasih atas upah yang anda berikan" ucap.Kusir itu tanpa melihat isi kantung itu, sekian lama bersama Chu Tian membuatnya percaya dan tidak pernah ragu pada Chu Tian.


"Sama sama paman, maaf jika tidak sesuai" ucap Chu Tian dengan tersenyum.


Kusir itu tersenyum dan mengangguk, dia kemudian memutar keretanya dan pergi.


"Baiklah karena ini masih siang kita akan beristirahat sejenak didesa ini" ucap Chu Tian.


Chu Tian mencari penginapan didesa itu namun tidak ketemu karena didesa itu memang tidak ada penginapan.


"Permisi Nek apakah anda tau dimana Penginapan yang dekat disini" tanya Chu Tian dengan ramah kepada Seorang wanita tua.


"Anak muda kau pasti bukan dari daerah sini ya, tempat ini cukup terpencil dan didesa ini tidak ada penginapan, jika kau berkenan kalian bisa tinggal dirumahku" ucap wanita paruh baya itu dengan tersenyum ramah.


"Emm tidak perlu nek kami akan melanjutkan perjalanan saja" ucap Chu Tian


"Benar nek kami tidak ingin merepotkan nenek" ucap Ling yue.


"Aku malah senang jika kalian berada dirumahku selama ini aku memang hidup sendiri" ucap nenek itu.


" mereka semua tinggal dikota, jadi aku berada disini sendirian" ucap nenek itu.


setelah beberapa saat berfikir Chu Tian akhirnya menyetujui untuk tinggal dirumah nenek itu selama semalam, mereka juga membutuhkan tidur yang nyenyak, perjalanan panjang mereka membuat mereka semua merasa kelelahan.


Dirumah nenek itu yang tidak terlalu besar namun terlihat bersih dan terawat, shi long dan Ling yue langsung tertidur dikamar mereka mading masing.


sementara Chu Tian duduk diteras sambil menikmati udara segar.


"Nak kau ini sebenarnya dari mana kulihat kalian ini sangat berbeda dengan orang dibenya ini" tanya nenek itu dia membawa dua cankir dan sebuah teko teh


"Nek bing, aku memang bukan dari benua ini, aku dari benua timur tepatnya dikerajaan Chu" ucap Chu Tian sambil menerima teh yang diberikan Nek pai Bing


" Kau begitu jauh hingga kemari, sebenarnya apa yang kau cari" tanya Nek Bing.


"Aku hanya ada sedikit urusan disini" ucap Chu Tian dengan tersenyum.


Mereka mengobrol cukup lama hingga ada seorang pria datang menghampiri mereka.

__ADS_1


"Nenek Bingg, cepat bayar hutangmu seenaknya kau membawa orang kerumahmu padahal kau mempunyai hutang padaku" ucap pria itu


"Bukankah seharusnya minggu depan kau baru menagihnya" ucap nenek bing


"Aku yang memberimu hutang jadi terserah aku kapan aku menagihnya" ucap pria itu dengan wajah sombongnya.


"Jika hari ini aku belum punya uangnya, jika minggu depan aku mungkin bisa membayarnya" ucap nenek bing.


"Aku tidak perduli kau harus membayarnya sekarang" orang itu berkata dengan marah sambil menunjuk nunjuk nenek Bing.


"Sungguh berikan aku kesempatan sampai minggu depan, jari ini ada tamu dirumahku tolong jangan permalukan aku" ucap Nenek Bing Dengan menangkupkan kedua tangannya.


"Aku Tidak perduli..!" ucap Orang itu lalu mendorong dengan keras Nenek Bing


Chu Tian langsung menghampiri nenek bing dan membantunya berdiri.


"Apa seperti ini caramu berbicara pada orang tua" ucap Chu Tian.


"Memangnya kau siapa ,berani sekali menentangku" ucap Pria itu


"Memang apa pentingnya kau tau siapa aku" jawab Chu Tian.


"Cihh enyahlah kau dari hadapanku, biarkan aku selesaikan urusanku dengan nenek tua ini" ucap pria itu dan hampir menarik tangan nenek Bing.


Blaarrrrr.....


Chu Tian menendang orang itu hingga terpental ,lalu menghampirinya.


"Berapa hutangnya" tanya Chu Tian dengan wajah yang menakutkan, orang itu memegang perutnya dan terbaring ditanah dengan wajah kesakitan


"50 koin Emas" ucap Orang dengan sedikit terbata bataitu namun Chu Tian masih tidak yakin.


"berapaa...!" bentak Chu Tian


"20 koin emas, sungguh kali ini aku tidak berbohong" ucap Orang itu.


Chu Tian melempar 20 koin emas.


"jangan pernah kau berani kemari lagii...!" teriak Chu Tian lalu Chu Tian berbalik dan menghampiri Nenek Bing.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2