
Jhin Le terus memainkan Sitarnya sementara Jhin Tian masih menahan rasa sakitnya dia mencoba melepaskan tangannya namun sia sia saja.
* diistana Es.
"Jhin Tian apa kau baik baik saja" batin Ling yue yang sedang duduk bersama Jhin Cha.
"Ada apa Putri Yue" tanya Jhin Cha
"Perasaanku sungguh tidak enak" ucap Ling Yue dengan wajah khawatir.
"Tenang saja dia pasti segera kembali, lebih baik kau istirahat, lihat anakmu akan segera lahir kedunia.
"Emm baiklah" jawab Ling yue dengan senyum.
Ya meski ditempat Jhin Tian belum mencapai satu bulan namun diluar sudah enam bulan dia belum kembali dan sekarang kandungan Ling Yue sudah hampir delapan bulan.
*Kembali ke Jhin Tian.
"Kita harus membantu Jhin Le" ucap Muo sie
"Kita gabungkan kekuatan" ucap Yan Sha.
"Baiklah" ucap Gi Kung
mereka semua mulai mengalirkan energi spiritualnya kearah kubah tipis yang menghalangi Jhin Tian.
"Aku tidak sangup lagi" ucap Jhin Tian dengan tubuh lemas, dia melirik kearah teman temannya yang masih berusaha.
"Aku tidak akan menyerah" batin Jhin Tian.
Jhin Tian menutup matanya dia mengerahakn seluruh kekuatannya untuk mengeluarkan aura dinginnya.
Diluar mereka terkejut Aura merah yang menyelimuti Jhin Tian perlahan mulai berganti dengan Aura Biru yang perlahan membuat Bunga naga api juga bersinar kebiruan.
meski begitu mereka tetap mencoba Menghancurkan Kubah tipis itu.
Cukup lama Jhin Tian bertahan Dslam posisis itu.
"Aarrrrrrrkkkkkhhhhhh..." teriakan nyaring dari jhin Tian
Prankkkk....
Bunga lotus itu pecah Menjadi butiran Es, jhin Tian lalu melayang dan jatuh kebawah sementara Kubah tipis itu juga ikut pecah .
mereka lalu menghampiri Jhin Tian.
"Hah hah hah" jhin Le terengah engah karena energinya sudah terkuras habis karena mencoba menghancurkan dinding Tipis itu.
"Jhin Tian kau baik baik saja" tanya Yan Sha.
"Arrkh tubuhku rasanya remuk" ucap jhin Tian.
"Ka kakak" jhin Tian langsung bangun dan menghampiri Jhin Le.
__ADS_1
"Kau baik baik saja" ucap Jhin tian sambil mengulurkan tangan dan satu tangannya memegangi perutnya.
"bodoh" ucap Jhin Le lalu berdiri dengan bantuan Jhin Tian dan langsung memeluk nya.
"Maafkan aku" ucap Jhin Tian dan membalas pelukan kakaknya itu, yah meski bagaimanapun umur jhin Tian dan jhin Le sangat sangat jauh.
"tubuhmu terasa panas apa kau sakit" tanya Jhin Le
"Tidak tubuhku sudah lebih baik" ucap Jhin Tian.
meski yang sebenarnya terjadi adalah Jhin Tian masih merasakan kesakitan.
"Pangeran minum ini, setidaknya itu akan meredakan rasa sakitmu" ucap Huang tei.
"Terimakasih Huang Tei.
"Kita masih harus mencari Bola Kunci" ucap Jhin Tian Setelah meneguk ramuan pahit dari Huanga Tei.
"Sebaiknya kita istirahat sebentar, biarkan Jhin Le memulihkan tenaganya" ucap Huang tei.
" baiklah" jawab jhin Tian sambil tersenyum dan mengangguk.
Jhin Tian memejamkan matanya dengan duduk pada posisi lotus.
"Huh sebaiknya kita juga beristirahat" ucap Qing Se dan diangguki oleh yang lainnya.
*Setelah beberaajam beristirahat.
"Qing Se apa yang bisa kau simpulkan dari Lotus naga api tadi" tanya Yan Sha
"Kulihat tadi pangeran terluka dalam, tapi sepertinya dia menyembunyikannya dari pangeran Le" ucap Huang Tei.
"Sudah pasti Pangeran Tian menyembunyikannya bagaimanapun dia tidak ingin pangeran Le khawatir" ucap Qi Val
"Aku merasa salut pada pangeran, bisa menahan begitu banyak beban" ucap Gi Kung Sambil menatap Jhin Tian yang masih memejamkan matanya terlihat wajah yang penuh kedamaian, siapapun yang melihatnya akan merasakan kedamaian.
"Semuanya maafkan aku" ucap Muo Sie
"Heh kenapa" tanya Yan Sha sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Andai aku tau jika kejadiannya akan seperti ini, aku tidak akan membiarkan pangeran Melakukan ini semua sendirian" ucap Muo Sie.
"Heii, kau meremehkn siapa hah, pangeran Tian adalah orang paling tangguh. dia bisa melakukan apapun demi kita semua" ucap Yan Sha sambil merangkul pundak Muo Sie
"Tapi seandainya diantara kita terjebak seperti tadi, aku yakin pangeran rela mempertaruhkan nyawanya untuk mengantikan posisi kita" ucap Huang tei.
"Bodoh" ucap yu nan.
"Kau itu yang bodoh" elak Huang Tei
"Ck kalian ini" yan Sha merasa kesal dengan mereka berdua.
"Tapi ada yang membuatku merasa janggal" ucap Qi Val
__ADS_1
"Apa itu" tanya Qing Se dan yang lainnya juga menatap dengan serius.
"Bagaimana bisa bunga lotus yang dianggap suci bisa menyakiti kita seperti ini" tanya QI val.
"Pertanyaannmu memang benar tapi, aku sendiri tidak tau jawabannya" ucap Qing Se.
"Aku tau jawabannya" ucap seseorang dari belakang.
"Benarkah lalu apa it... ehhh pangeran anda sudah selesai" ucap qing se sambil memberikan sedikit hormat.
Jhin Tian mengangguk pelan dan tersenyum.
"Itu bukan Lotus Naga Api" jawaban Singkat dari Jhin Tian membuat Yang lain terkejut.
"Tap tapi aku yakin itu tadi adalah Lotus naga api" ucap Muo Sie.
"Awalnya aku memang mengira itu benar tapi saat aku melihatnya dari dekat itu sangat berbeda, jika Lotus naga api memiliki nuansa merah dan putih saja,namun berbeda dengan lotus itu yang memiliki nuansa keemasan dibagian tengah" ucap Jhin Tian.
"Hah bagaimana bisa, jadi itu lotus apa" tanya Qi Val.
"Aku tidak begitu yakin tapi kukira itu lotus naga emas" ucap jhin Tian
"Tapi aura merah itu.."
"Itu adalah aura panas dari lotus itu, aku tjuga tidak mengerti kenapa aura panas itu muncul dalam tubuhku, seakan menghancurkan setiap inci bagian dari tubuhku" ucap Jhin Tian.
"Apakah lotus itu melakukan penempaan pada tubuhmu pangeran" tanya Huang tei.
"Aku tidak bisa memastikannya karena saat itu rasanya pikiranku kacau" ucap Jhin Tian.
"Penempaan hanya bisa dilakukan sekali dalam hidup, jika bisa lebih dari sekali itu bukankah luar biasa" ucap gi Kung.
"Memang benar aku sudah pernah melakukan penempaan tapi kali ini aku tidak begitu yakin" ucap Jhin Tian.
"Lalu apa yang kau rasakan sekarang pangeran" tanya Huang Tei.
"Jujur saja tubuhku terasa lebih ringan dari sebelumnya, juga aku merasakan aliran darah dan juga Aliran energiku mengalir secara seimbang, bahkan rasanya aku bisa berkultifasi dalam aktivitas" jelas Jhin Tian.
"Sudah dapat disimpulkan itu tadi adalah penempaan" ucap Qing se.
"Kurasa memang seperti itu, tapi rasanya lebih menyakitkan dari penempaan yang kulakukan dulu" ucap Jhin Tian dengan senyum kecut.
" didaratan Suci belum ada seorangpun yang mampu melewati penempaan kedua, bahkn Yang mulia saja tidak berhasil" ucap Qi Val.
"Kau beruntung pangeran" ucap Yu Nan.
"Hah terimakasih, tapi Muo Sie maafkan aku, karena aku kau tidak.."
"Tidak apa apa pangeran itu adalah keberuntunganmu, aku tidak masalah sedikitpun" ucap Muo sie dengan Senyum.
"Terimakasih banyak" ucap Jhin Tian .
.
__ADS_1
.
.