Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
Ch.63 pil energi warna


__ADS_3

"Jinfu kau bisa bicara " tanya Chu Tian kaget.


"Hey aku ini hewan legenda tentu saja bisa " ucap Jinfu dengan sombong.


"Hey kenapa kau begitu sombong setelah bisa bicara" kesal Lao Hei.


"Memangnya kenapa kakak saja tidak keberatan benar kan kak" ucap Jinfu sambil memandangChu Tian.


"Kakak?" ucap Chu Tian dan Xiao Feng bersamaan


"Tentu saja kalian semua adalah kakakku" ucap jinfu dengan tingkah lucunya.


"Hahahaha" mereka semua akhirnya tertawa bersama


Disisi lain Yan Sha berada di depan kediamannya dia terlihat begitu murung.


"Apakah Chu Tian marah padaku " ucapnya sambil memandang langit


"ya aku marah" ucap Chu Tian tiba tiba membuat Yan Sha terkejut.


"Aaaa ,huft kau membuatku terkejut" kata Yan Sha .


"Apa yang kau lakukan disini" tanya Yab Sha pada Chu Tian.


"Tidak ada" ucap Chu Tian lalu duduk dikursi dekat Yan Sha.


"Emm kau bilang kau marah padaku kenapa" tanya Yan Sha mencoba mencairkan suasana.


Chu Tian menatap Yan Sha dengan tajammembuat Yan Sha menelan ludahnya.


"kau bertanya kenapa aku marah, apa kau tidak tau energi daratan suci dilarang digunakan di dunia manusia,itu sungguh berbahaya untukmu apalagi sekarang kekuatanmu menghilang sementara" ucap Chu Tian dengan nada marah.


"Kau menghawatirkanku" tanya Yan Sha dengan ragu.


Chu Tian berdiri dari duduknya sambil menghela nafas panjang.


"Huft, ambilah ini setidaknya 30% kekuatanmu akan kembali" ucap Chu Tian sambil melempar sebutir pil berwarna putih dengan sembiln garis warna


Yan Sha menangkap pit itu lalu mengamatinya


"Pil energi warna , bagaimana kau mendapatkan pil selangka ini" Tanya Yan Sha dia tau pil itu sangat langka bahkan didaratan suci.


"Aku yang membuatnya bersama guru saat berlatih" ucap Chu Tian lalu melesat pergi.


"Terimakasih" ucap Yan Sha pelan sambil tersenyum dia lalu masuk agar bisa segera menyerap khasiat pil yang diberikan Chu Tian.


"Kakak kau dari mana" teriak Xin Lan saat melihat Chu Tian.

__ADS_1


Chu Tian tersenyum lalu menghampiri Xin Lan.


"Lan lan apa kau sudah baik baik saja bagaimana dengan lukamu" tanya Chu Tian


"Hey aku bertanya lebih dulu dan kau belum menjawabnya" ucap Xin Lan dengan pura pura marah.


"Eee itu aku dari kediaman Yan Sha memeriksa kondisinya dan sekarang aku mau ke kediaman yang mulia"Jawab Chu Tian sambil mengaruk tengkuknya.


"Kediaman Yan Sha " ucap Xin Lan pelan namun bisa didengar oleh Chu Tian


"Kenapa.?" tanya Chu Tian.


"Ah tidak tadi kau bertanya tentang lukaku kan, ini sudah lebih baik tabib istana memberikan salep juga memberiku ramuan pahit" ucap Xin Lan dengan ekspresi memelas.


"Hmm, ah iya aku baru ingat ,ambil ini " ucap Chu Tian menyodorkan sebuah botol dan sebuah kalung dengan liontin berbentuk bunga es dan ada bunga sakura kecil didalamnya.


"apa ini..?" tanya Xin Lan.


"ini adalah ramuan agar lukamu cepat pulih dan untuk kalung itu aku memberikanya padamu kau simpan saja" ucap Chu Tian lalu berbalik


"Ah ya minum ramuan itu sekali dalam sehari saja ,dan jangan sampai melupakannya sebelum kau benar benar pulih" ucap Chu Tian lalu melangkah pergi.


Xin Lan memandang kalung yang diberikan Chu Tian dengan tersenyum, lalu mendekap kalung itu dan membawanya kekediamannya.


Chu Tian terus melangkah kearah kediaman Raja Xin dia benar benar ingin tau tentang permata sembilan warna apakah benar benar ada disana atau tidak.


"Apa maksudmu" tanya Chu Tian dengan menaikkan sebelah alisnya.


"Apa kau tidak melihat bahwa Putri Yan Sha dan Putri Xin Lan itu menyukaimu" kata Jinfu membuat Chu Tian berhenti sejenak lalu melangkah lagi


"Tidak" jawab Chu Tian singkat.


"huh susah sekali meyakinkan singa keras kepala" ucap Jinfu pelan


"Apakau bilang tadi" ucap Chu Tian sambil menatap tajam Jinfu


"Tidak ada kak " ucap Jinfu dengan telinga terkulai


" Diam disana jika kau tidak ingin kubuang" ucap Chu Tian memperingati Jinfu yang kini duduk manis di pundaknya.


Chu Tian sampai dikediaman Raja Xin.


"Salam pangeran Chu" ucap penjaga serempak sambil membungkukkan sedikit badannya


Chu Tiqn mengangguk


"apakah yang mulia ada didalam" tanya Chu Tian

__ADS_1


"Yang mulia sedang beristirahat pangeran, apakah ada sesuatu hamba bisa menyampaikannya" ucap penjaga itu.


Chu Tian merasa ada yang aneh namun dia tidak terlalu memikirkannya.


"Yasudah kalau begitu aku akan datang lagi nanti" ucap Chu Tian lalu berbalik


Belum sempat dia melangkah dari dalam kediaman terdengar suara Raja Xin.


"Pangeran kau boleh masuk" ucap Raja Xin Dari dalam dan para penjaga langsung membukakan pintu.


"Pangeran apa yang membuatmu repot repot datang kekediamanku" tanya Raja Xin.


"Tidak ada yang mulia hamba hanya berfikir untuk memeriksa keadaan yang mulia setelah petarungan kemarin" ucap Chu Tian


"Aku sudah baik baik saja berkatmu, dan aku yakin kedatanganmu tidak sesederhana itu pangeran" ucap Raja Xin sambil tersenyum


Chu Tian mengangguk lalu melirik sekeliling dimana disana terdapat banyak penjaga dan pelayan.


"Ehem, kalian semua boleh pergi" ucap RajaXin Pada bawahannya


"Baik yang mulia" ucap mereka serempak


Setelah semua orang keluar Chu Tian dengan cepat memasang formasi yang membuat suara mereka tidak terdengar dari luar. sedangkan Jinfu sudah melompat ke kursi empuk milik Raja Xin Untuk tidur.


"Dasar harimau pemalas" ucap Chu Tian saat melihat Jinfu yang sudah terlelap


"Jadi pangeran kenapa kau harus melakukan semua ini" tanya Raja Xin Heran


"Lihatlah ini apa kau mempunyai pecahan lainya" tanya Chu Tian dengan serius sambil menunjukan sebuah permata


"Ba bagaimana kau bisa memilikinya" ucap Raja Xin Terkejut


"Ayahku yang memberikannya apa kau punya pecahan lainya" tanya Chu Tian.


"Ya aku mempunyainya namun aku tidak akan memberikannya kesembarang orang sekalipun kau telah menyelamatkan kerajaanku" Ucap raja Xin Serius.


"Aku tau ini adalah peninggalan leluhurmu dan kau pasti akan menjaganya dengan baik namun aku benar benar membutuhkanya dan aku sudah mendapat izin dari dua dewa yang menciptakan Kristal sembilan warna" ucap Chu Tian menjelaskan.


" apa kau tidak sedang membohongiku pangeran" tanya raja Xin


"Untuk apa aku membohongimu, lagi pula kristal sembilan warna tidak akan berfungsi penuh jika tidak ditangan orang yang ditakdirkan" jawab Chu Tian.


"Aku ingin kau membuktikannya"Kata Raja Xin.


"Aku tidak akan membuktikan apapun aku hanya akan menyampaikan sebuah pesan dari Dewa mimpi untukmu" ucap Chu Tian lalu memberikan sebuah bola kecil sebesar kelereng yang bersinar kepada Raja Xin.


Raja Xin Menerimanya lalu bola itu bercahaya lebih terang dan Raja Xin langsung masuk kedalam dunia mimpi sedangkan tubuhnya kini sedang tertidur dan Chu Tian memindahkannya kekasur.

__ADS_1


__ADS_2