
"Apa kau mengingat tentang kaira, emm mungkin saja itu namamu Atau mungkin temanmu" ucap Chu Tian mencoba mencari tau tentang kaira dia berharap wanita ini juga ada hubungannya dengan gadis itu.
"Kaira, siapa dia apa dia istrimu"tanya balik wanita itu dengan ekspresi penasaran.
"Eee, huh ternyata tidak ya, sudahlah mulai saat ini aku akan memanggilmu Ling yue" Ucap Chu Tian.
"Kenapa seperti itu seenaknya saja memberiku nama" ucap Wanita itu.
"Ck jika tidak mau tidak masalah " ucap Chu Tian sambil mempercepat langkah kakinya.
"Bisakah kau tidak mudah marah, huh sungguh menyebalkan" ucap Wanita itu.
"Apa" ucap Singkat Chu Tian sambil melirik tajam wanita itu.
Glug..
"Aku aku mau nama itu, kurasa itu cukup bagus untukku" ucap Wanita itu dengan susah payan menelan ludahnya.
"aku memberimu nama dengan marga milik ibuku" ucap Chu Tian sambil menundukkan sedikit kepalanya.
"Ibumu, apakah dia cantik, aku yakin dia sangat cantik karena kau juga sangat taaa..mm tidak kau sangat tidak tampan tapi aku yakin ibumu sangat cantik" ucap Ling yue dengan agak malu.
"sudah jangan dibahas lagi, kita harus segera keluar dari hutan itu"ucap Chu Tian dengan cepat.
"kau ini selalu saja menyebalkan" ucap Ling yue.
"Diamlah" ucap Chu Tian yang tiba tiba berhenti.
Chu tian menyipitkan matanya melihat kedepan sepweti merasakan sesuatu.
"Menghindar" ucqp Cepat Chu Tian.
"Hah apa" Ling Yue tidak sadar apa yang Chu Tian katakan.
Seketika Chu Tian menarik tangan Ling Yue dan menjauh dari tempat itu. Ling Yue yang tidak siap menjadi jatuh dipelukan Chu tian dan Membuta Dia salah tingkah.
Chu Tian memandang kedepan tanpa melihat Ling Yue yang ada di pelukannya.
"Auuuuuuu......" suara serigala yang barusan ingin menerkam Chu Tian dan Ling Yue.
Dua serigala besar itu melompat keluar dari semak bersamaan dengan Chu Tian yang melompat mundur.
"kau diam disini, aku akan mengurus ini" ucap Chu Tian kemuduan melepas pegangannya pada Ling Yue.
"Emm baik"Ucap Ling Yue sambil menundukkan kepalanya wajahnya memerah.
Chu Tian mendekati serigala itu dan mengeluarkan pedang elemennya.
__ADS_1
" kalian mengangguku maka bersiaplah untuk mati" ucap Chu Tian dengan nada dingin.
Serigala itu terlihat marah dengan Ucapan Chu Tian. kemudian serigala itu melompat kearah Chu Tian dan menyerangnya secara bersamaan.
Chu Tian menghindari setiap serangan serigala itu.
"Sekarang Giliranku" ucap Chu Tian lalu berlari dengan kecepatan Tinggi.
Slaash slaash slaash....
Chu tian mengayunkan pedangnya dengan cepat dan seketika itu pula Dua Serigala itu mati dengan tubuh terpotong menjadi beberapa bagian.
Ling Yue yang melihat itu langsung menutup matanya dia merasa ngeri dan juga jijik melihat begitu banyak potongan tubuh serigala yang berceceran.
"Ayo kita pergi sekarang"Ucap chu Tian lalu melangkah pergi.
"Ta tapi.."
"Hais ayolah sebelum teman teman serigala itu datang" ucap Chu Tian lalu Ling yue mengikuti langkah Chu Tian dengan menghindari setiap potongan tubuh serigala.
mereka terus berjalan tanpa tau arah hingga mereka sampai disebuah danau besar
"Eh kenapa kita bisa berada ditengah danau begini, kita tidak bisa berjalan diair kan" ucap ling yue denga binggung skaligus takut.
"Tidak ,kita masih terus berputar dan kurasa danau ini bykan danau biasa"Ucap Chu Tian sambil mengawasi sekitar.
"Hahaha kalian terperangkap disini, tidak ada yang bisa keluar dari sini tanpa seijinku"Ucap seseorang dari dalam air.
"kristal ke delapan ada dekat sini" batin Chu Tian.
"Siapa sebenarnya kau, keluarlah cepat jangan menjadi seorang pengecut" ucap Chu Tian sambil mengawasi sekitar.
"Bocah Yang pemberani, hahahah" ucap nya lagi namun belum juga muncul
"Jika kau tidak ingin muncul aku akan membuatmu muncul" ucap Chu Tian ,dia lalu berjongkok dan menyentuh air danau dengan ujung jarinya, seketika itu pula air danau itu membeku.
Duaarrrrrrr.......
Salah satu bagian air yang nembeku itu meledak menyebabkan asap tebal, menutupi seluruh pandangan Chu Tian dan Ling Yue, lalu seekor naga biru keluar dari asap tebal itu.
"ituu, ular kadall...."teriak Ling Yue membuat Chu Tian binggung.
"Gadiss bodoh, kau panggill aku apaaaa...." teriak orang itu dengan marah.
"Hey itu naga bukan Ular kadal atau apalah itu" ucap Chu Tian sambil memegang pelipisnya
"aku tidak tau, aku hanya melihat tubuhnya kayak ular dan wajahnya kaya kadal" ucap Ling Yue dengan senyum tanpa dosa.
__ADS_1
"Kenapa ada wanita sepolos ini" teriak chu tian dalam hatinya.
"Hey kau tidak lihat aku memiliki tanduk yang membuatku terlihat gagah bukan terlihat seperti kadal" ucap naga itu dengan membanggakan dirinya
"Aku tidak melihatnya karena asap" ucap Ling Yue terus terang.
"Kauuuu....groaaaaarrrr" naga itu meraung marah karena kesal dengan jawabab Ling Yue.
Naga Itu lalu menyemburkan api birunya kearah Ling Yue.
"Perisai Es" Ucap Chu Tian melesat kearah Ling yue dan membuat perisai dari elemen esnya
"Kenapa elemen es dari pria ini terasa sangat familiar bagiku"batin naga itu sambil terus menyerang perisai Es milik Chu Tian.
Krack..... Boommmmmm.
Perisai Es itu pecah berkeping keping
"Hahaha tamatlah riwayat kalian , itu akibat kalian memasuki wilayahku" ucap naga itu dengan Tertawa keras, namun tak lama tawanya berhenti saat melihat Chu Tian dan Ling Yue masih hidup.
Chu Tian menggunakan tubuhnya sebagai perisai untuk melindungi Ling Yue .Ling Yue yang semula memejamkan mata mulai membuka matanya, dia terkejut mendapati wajah Chu Tian yang berada tepat di depan wajahnya dan dia seperti menahan sakit.
"Maaf" satu kata yang lolos dari mulut mungil Ling Yue.
Chu Tian membalikkan badanya membelakangi Ling Yue, dia tidak menjawab perkataan Ling Yue, Chu Tian memandang naga itu dengan tajam dia lalu mengeluarkan pedang elemennya .
"Aku tidak akan bermain main denganmu" ycao Chu Tian dengan dingin.
"Hohoho apakah itu pedang elemen milik dewa pemimpin Jhin she" ucap naga itu.
"Baguslah jika kau tau" ucap Chu Tian acuh.
"Apa kau mencuri darinya " Tanya naga itu
"Aku tidak butuh pertanyaan bodohmu, aku akan mengalahkanmu " ucap Chu Tian bersiap dengan pedangnya.
"Hahaha aku suka temperamenmu bocah hahaha "ucap naga itu dengan tertawa keras.
"Terimakasih atas pujiannya" ucap Chu Tian dengan senyum tipis.
"Manusia tidak mungkin bisa mengunakan pedang elemen sebenarnya siapa kau " tanya Naga itu tanpa memperdulikan kata kata Chu Tian dia lebih penasaran dengan identitas Chu Tian.
Chu tian memasukkan kembali pedangnya, dia merasa naga ini akan terus menyerangnya dengan pertanyaan.
"Aku akan beritau siapa aku ,tapi aku punya syarat" ucap Chu Tian dengan senyuman.
.
__ADS_1
.
.