Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH.62 kristal sembilan warna ke dua..?


__ADS_3

"Syukurlah jika pangeran baik baik saja " ucap Raja Xin.


"terimakasih yang mulia, dan maaf atas kerusakan ini " ucap Chu Tian dengan malu malu


"Haaa apa yang terjadi disini" ucap Heboh Xin jun Yang baru saja datang bersama pasukannya juga pasukan milik Chu Tian dia begitu terkejut melihat keadaan istananya yang sangat kacau


"Eh itu anu" Chu Tian mengaruk tengkuknya dia binggung mau menjelaskan darimana.


"Jun'er ini akan menjadi tanggung jawabmu " ucap Raja Xin sambil menahan senyum begitupun yang lainnya.


"Emm ayah benar kak" ucap Xin Lan.


"Hei hei kenapa harus aku"tanya Xin Jun wajahnya berubahbinggung dan sedih membuat semuanya tertawa melihat ekspresinya.


"Sudah sudah lihat ekspresinya itu jangan mengodanya lagi lebih baik kita istirahat setelah itu kita membersihkan kekacauan ini dan memperbaikinya" ucap Lao Hei dan diangguki oleh semua orang


Setelah itu semua pergi untuk beristirahat begitupun dengan Chu Tian namun sebelum itu dia lebih dulu pergi kekediaman Raja Xin.


"Salam Yang mulia, maaf menganggu waktu istirahat anda" ucap Chu Tian.


" Ah pangeran Tian kemarilah kau tidak mengangguku sama sekali malahan aku sangat berterimakasih kepadamu karena telah menyeamatkan kerajaanku" ucap Raja Xin


" ini juga kesalahanku karena pertarunganku kerajaan ini hampir hancur" ucap Chu Tian.


" Tidak masalah ini bisa di perbaiki lagi" ucap Raja Xin dengan tersenyum namun dimanatnya juga ada kekhawatiran.


"Aku tau itulah sebabnya aku menyerahkan semua batu permata iblis padamu dan sedikit hadiah dariku sebagai permintaan maaf" ucap Chu Tian lalu mengibaskan tangannya.


Delapan peti besar berisi inti iblis dan juga dua peti besar berisi koin emas muncul dihadapan Raja Xin membuat Raja Xin Melongo tak Percaya.


"Pangeran ini sunguh terlalu banyak bahkan ini dapat membuat kerajaanku menjadi kerajaan paling besar, tidak pangeran aku tidak bisa menerimanya ini terlalu berlebihan" ucap Raja Xin.


"Tidak masalah yang mulia ini adalah hak mu "Ucap chu Tian denga tersenyum


"Tidak Tidak aku akan mereneri semua ini jika kau mengambil setengah dari inti iblis ini" ucap Raja Xin.


"Aku sudah mempunyainya "ucap Chu Tian.


" kalau begitu aku juga tidak akan mengambilnya" ucap Chu Tian

__ADS_1


"Hah baiklah aku akan mengambil tiga dan lainnya untukmu bagaimana apa kau setuju" ucap Chu Tian.


"Baiklah asalkan kau mau" ucap Raja Xin.


Chu Tian berencana membagikan inti iblis itu untuk pasukannya


"Pangeran bolehkah aku bertanya" tanya Raja Xin ragu ragu.


"Tentu saja yang mulia" ucap Chu Tian dengan tersenyum


"Bagaimana kau sempat mengumpulkan begitu banyak inti iblis ini" tanya raja Xin Penasaran.


Chu Tian melonggo dia mengira pertanyaan yang penting.


"Ehem yang mulia aku hanya mengumpulkan semua mayat binatang iblis lalu mengurung mereka dalam bola Es kemudian membakar nya.


Pada saat semua binatang terbakar dan es mencair saat itulah tidak ada bau terbakar dan abu dari pembakaran langsung jatuh karena terkena air dari Es, kemudian aku mengambil semua inti iblis hanya seperti itu saja" ucap Chu Tian.


"Woah aku tidak pernah memikirkan cara itu , selain tidak menimbulkan bau itu juga tidak mencemari udara, dan juga mempersingkat waktu juga" ucap Raja Xin takjub.


" Tentu saja sangat singkat aku mengumpulkan dari semua perbatasan dan kujadikan satu" Ucap Chu Tian.


" Tidak heran kau disebut pendekar phoenix yang melegenda itu" ucap Raja Xin Membuat Chu Tian terkejut.


" ee itu Lan'er Yang memberitahukannya" ucap Raja Xin dia menyesal mengatakan hal itu.


"Huft yasudahlah jangan brritahukan pada siapapun , kalau begitu aku mohon undur diri" ucap Chu Tian menyilangkan tangannya lalu pergi sedangkan raja Xin mengelus dadanya jantungnya benar benar hampir copot jika saja Chu Tian marah padanya pasti putrinya juga akan sangat marah padanya.


Chu Tian kemudian melangkah ketempat Xiao Feng berada. sesampainya disana tanpa basa basi dia merebahkan badannya kekasur milik Xiao Feng.


Xiao Feng yang saat itu sedang duduk didekat jendela sambil menikmati Anggur hanya terdiam melihat Chu Tian datang .


"Paman apa kau tau soal ini" tanya Chu Tian sambil mengeluarkan satu kristal sembilan warna.


"Kristal sembilan warna darimana kau mendapatkannya" tanya Xiao Feng dengan antusias.


Chu Tian bangkit dari tidurnya.


"Ayah yang memberikannya padaku ,aku tau dengan kristal sembilan warna kita bisa pergi kedaratan suci , karena itu aku ingin mengumpulkan kristal ini dan mengantar Yan Sha kembali dan aku juga ingin mencari tau keberadaan orang tuaku" ucap Chu Tian .

__ADS_1


"Aku mengerti aku akan membantumu mencari kristal itu tapi bagaimana kita tau dimana kristal itu berada" Tanya Xiao Feng.


"Apa kau ingat saat perjalanan kemari aku lebih sering tertidur" ucap Chu Tian.


"Ya, aku bahkan khawatir jika kau sakit saat itu"ucap Xiao Feng dan Chu Tian tersenyum tipis


"Saat itu aku tidak tidur,Aku berlatih bersama guru dia memberiku latihan keras dengan memasukanku kedalam pagoda langit , disana aku dihadapkan denga banyak musuh bahkan harus bertahan ditengah tengah lautan lava tanpa energi spiritual .


Aku bisa mencapai lapisan ke sepuluh pagoda itu meski kondisiku benar benar sudah sangat lemah saat dipuncak pagoda guru muncul dan memberikanku sebuah liontin berbentuk bulan dan guru mengatakan liontin itu adalah penunjuk jalan bagiku untuk mencari delapan kristal sembilan warna lainnya" jelas Chu Tian panjang lebar.


"Jadi kau sudah punya alatnya" tanya Xiao Feng


"Ya, ini dia alatnya dan saat aku pergi kekediaman Raja Xin aku merasakan liontin ini bergetar ,mungkinkah kristal sembilan warna kedua ada disini dan,apakah penyebab Kerajaan Xin Diserang adalah karena kristal ini juga" tanya Chu Tian.


"Mungkin saja , tuan harus mengatakan ini pada Raja Xin" kata Xiao feng


"Kau benar tapi entahlah akan kupikirkan itu nanti kita juga harus segera sampai di kerajaan Chu aku khawatir mereka menyerang saat kita tidak ada" ucap Chu Tian.


"Kita harus bergerak cepat" kata Xiao Feng dan diangguki olrh Chu Tian.


"Hei kalian sedang membicarakan apa" ucap Lao hei yang baru saja muncul di jendela membuat Xiao Feng menyemburkan anggurnya yang baru saja dia minum


"Apa apaan kau ini " ucap Lao Hei sambil mengelap mukanya yang terkena semburan Xiao Feng.


"Siapa juga yang menyuruhmu datang tiba tiba"ucap Xiao Feng tanpa rasa bersalah.


"Aku, hanya mengantar Jinfu " ucap Lao Hei lalu mengeluarkan Harimau yang kini hanya seukuran kucing.


"Jinfu apakah kemarin kau baik baik saja," Tanya Chu Tian.


Jinfu lalu melompat kepelukan Chu Tian dan mengeluskan kepalanya pada dada Chu Tian


"Aku baik baik saja " ucap Jinfu yang membuat Chu Tian terkejut.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2