Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH 176. Syarat


__ADS_3

Akhirnya Jhin suo menurut dan menghabiskan makannya setelah itu bergegas kekediaman Jhin Tian bersama Ling Yue yang diikuti oleh dua pelayan pribadinya


Disana terlihat Jhin Tian berdiri menghadap kaca melihat hamparan luas salju.


"Jhin Tian kau sudah baik baik saja" tanya Jhin Suo.


" ayah tenanglah aku baik baik saja" ucap Jhin Tian.


"sekarang makanlah terlebih dahulu" ucap Ling Yue sambil membawa piring berisi maknan yang sebelumnya dibawakan oleh pelayan.


"aku sedang tidak berselera" ucap Jhin Tian.


"Kau akan makan atau tidak" ucap Ling yue dengan nada marah.


" iya baiklah tuan putri" ucap Jhin Tian.


"Kau sungguh baik baik saja kan" tqnya Jhin Suo.


" iya ayah tenanglah, sebaiknya ayah segera beristirahat juga" ucap Jhin Tian.


"Aku sangat lega mendengarnya, kalau begitu aku akan pergi" ucap Jhin Suo lalu pergi dari sana.


Jhin Tian duduk dikursi dan Ling Yue meletakaan makanan dimeja.


"kau sudah makan" tanya Jhin Tian.


"Sudah kau makanlah " Ucap Ling Yue.


Jhin Tian makan setelah itu Meminum ramuan yang diberikan oleh Huang Tei.


malam kembali berlalu dengan cepat dan pagi kembali datang pagi itu Jhin Tian berkeliling istana ditemani jhin Le dengan Empat pengawal dibelakang mereka.


ini adalah peraturan dikerajaan Es bahwa setiap Pangeran dan putri bahkan raja dan Ratu pun akan diberikan dua pengawal bagi para pangeran dan raja dan Dua pelayan bagi para putri dan Ratu.


Semenyara Ling Yue juga berkeliling dengan hanya ditemani dua pelayannya dia Duduk dibawah pohon sakura sambil memejamkan matanya menikmati setiap hembusan angin dingin yang menerpanya.


" tuan putri apakah tidak sebaiknya tuan putri masuk disini terlalu dingin" ucap Seorang pelayan dengan hormatnya.


" aku masih ingin disini" ucap Ling Yue.


" tapi putri nanti..."


"Biarkan saja dia disana tidak apa apa" ucap Jhin Cha.


Ling yue membuka matanya dan menatap Jhin Cha dengan tersenyum.


"Kakak Dimana kakak Tian " tanya Jhin Cha.


"Dia sedang berkeliling istana bersama Jhin Le" ucap ling Yue.


" bukankah dia masih sakit" Tanya Jhin Cha.

__ADS_1


" bagaimanapun dia adalah orang yang tidak bisa diam" ucap Ling Yue dengan senyum tak berdaya


" huft dia itu kenaa begitu keras kepala, dan kau kakak kenapa kau mau dengan orang sepertiny" ucap Jhin cha dengan bercanda.


"Entahlah aku pun tidak tau bagaimana bisa aku tertarik padanya" ucap Ling Yue dengan tertawa kecil bahkan Jhin Cha ikut tertawa karena nya.


Sementara itu ditempat Jhin Tian berada mereka bertemu dengan Qing Yu yang memang sehari harinya kebanyakan berada di kerajaan Es sebagai orang kepercayaan Raja.


"Salam pangeran, apakah keadaanmu sudah lebih baik" tanya Qing Yu.


"Aku sudah baik baik saja, apa yang anda lakukan disini" tanya Chu Tian.


"Aku hanya melakukan tugasku untuk melihat perkembangan didaratan Suci ini" ucap Qing Yu


"jadi seperti itu, baiklah jika begitu" ucap Jhin Tian.


Jhin Tian lalu kembali berjalan dan mereka sampai disebuah hutan penuh dengan kabut, namun yang membuat hutan itu terlihat indah adalah bunga bunga mekar dengan sempurna tanpa tertutup salju yang turun.


"Hutan ini sering disebut sebagai hutan salju biru, kau lihat salju yang turun dan menyentuh tanah akan berwarna biru, selain itu lihatlah bunga bunga disini tidak akan bisa tertutup salju, entah apa penyebabnya aku juga tidak tau" ucap Jhin Le.


"ini memang sangat unik bahkan aku baru pertama melihat hal seperti ini" ucap Jhin Tian.


"Tentu saja kau kan baru saja tiba" ucap Jhin Le.


"Eee hahaha iyha juga ya" ucap Jhin Tian sebenarnya dia pernah keistana Es namun belum pernah kehutan ini.


mereka terus bergurau ditempat itu sampai seorang prajurit Datang.


" baiklah.. Kau ingin berkeliling lagi atau ikut aku kembali keistana" tanya Jhin Le.


" biarkan aku disini sejenak" ucap Jhin Tian.


"Baiklah jika begitu kau tidak apa apa kan hanya ditemani pengawal" ucap Jhin Le.


"Yah tidak masalah setidaknya aku tidak tersesat nanti" ucap Jhin Tian.


"baiklah, tapi ingat apapun yang terjadi jangan gunakan energi spiritualmu" ucap Jhin Le mengingatkan.


" baiklah" jawab Jhin Tian.


jhin Le bergegas kembali keistana sementara Jhin Tian terus melangkah memasuki hutan itu.


Ditengah perjalanan Jhin Tian dikejutan oleh seorang wanita yang tiba tiba muncul didepannya bahkan dua pengawal jhin tian langsung mengangkat senjatanya.


Jhin tian lalu meminta pengawalnya untuk menurunkan senjatanya.


Tanpa menyapa wanita itu Jhin Tian melewatinya bersama pengawalnya.


" tunggu" ucap Wanita itu, Jhin Tian lalu berbalik .


"Apa yang kau inginkan" tanya Jhin Tian.

__ADS_1


"Kau putra Jhin Suo kan" tanya Wanita itu.


"ya " jawab Jhin Tian.


" perkenalkan aku adalah Ratu peri Shi Qyu" ucap Wanita itu.


" Emm" ucap Jhin Tian lalu berbalik.


"Kau tidak ingin tau dimana ibumu berada" ucap Shi Qyu dengan tersenyum.


"Kau jangan bermain main denganku" ucap jhin Tian.


"Hahaha sudah kuduga kau akan bereaksi begitu, aku tidak bermain main aku mengatakan yang sebenarnya, aku tau dimana ibumu berada" ucap Shi Qyu.


"katakan dimana" tanya Jhin Tian dengan serius.


"Aku akan mengatakannya padamu sebagai balas budi dari ayahmu yang telah menyelamatkanku" ucap Shi Qyu.


"Lalu" chu Tian masih dalam mode dinginnya.


"huft sulit sekali untuk meluluhkanmu, Aku akan memberi taumu tapi ada satu syarat yang harus kau penuhi" ucqp Shi Qyu.


"Apa Syaratnya" tanya Jhin Tian.


" jangan terburu buru mari duduk dan mengobrol terlibih dahulu pangeran" ucap Shi Qyu.


"Katakan terus terang apa maumu" ucap Jhin Tian.


"Sebagi Ratu yang baik bagi suku ku aku harus bisa mempunyai sesuatu yang membuatku bisa terkenal dan juga menjadi yabg paling ditakuti dan Dihormati, selain itu seorang ratu haruslah memiliki kedudukan tinggi dimata Dunia..."


" Jangan berbasa basi dan cepat katakan" ucap Jhin Tian memotong perkataan Shi Qyu.


"Kenapa kau tidak sabar pangeran biarkan aku melanjutkna penjelasanku, Aku mempunyai seorang putri yang sangat cantik bahkan kecantikannya sudah terkenal diseluruh daratan Suci, dia juga sangat baik dan anggun, memiliki karakteristik yabg halus dan pemalu, dia adalah anak yang sangat baik bahkan membunuh semutpun dia tidak mampu, dia juga anak satu satunya dariku dan aku ingin kau menikah dengannya, setelah kau menjadi menantuku maka aku akan mengatakannpadamu dimana ibumu berada" ucap Shi Qyu.


"Ck jangan mimpi aku akan menikahi putrimu, aku sudah bersumpah hanya akan memiliki satu istri saja, lagi pula permaisuri dari pangeran ini hanyalah mereka yabg bisa mempertaruhkan hidupnya, jika membunuh semut saja tidak sanggup lalu bagaimana jika ada musuh" kesal Jhin Tian.


" bukankah tugas laki laki adalah melindungi" ucap Shi Qyu.


"Memang, tapi bukankah wanita juga harus bisa melindungi diri, apakah disaat Suami mereka terluka kalian para wanita hanya akan menangis, wanita memang dilahirkan lemah namun ditakdirkan kuat " ucap Jhin Tian lalu berbalik dan pergi begitu saja, dia bertekad untuk mencari ibunya sendiri .


.


.


.


.


.


__ADS_1


Shi Qyu


__ADS_2