
Tak lama setelah itu Huang Tei datang dengan mengendong Yu Nan. Jhin Tian dan Yang lainnya terkejut melihat Huang tei yang membawa Yu Nan.
"Huang Tei apa yang terjadi pada Yu Nan bagaimana bisa seperti ini" tanya Jhin Tian.
"Aku juga belum pasti" ucqp Huang Tei.
mereka lalu bergegas membawa Yu Nan kedalam tenda, Huang Tei memeriksa keadaannya.
"Dia terlalu banyak menyerap racun, meski dia adalah putri dari dewi racun namun tetap saja kapsitas tubuhnya masih terbatas" ucap Huang Tei.
"Lalu apa yabg bisa kita lakukan" tanya Jhin Tian.
"Ada satu obat yang bisa menyembuhkannya yaitu air Suci tapi aku tidak mempunyainya" ucap Huang tei Dengan Wajah Lesu.
"Apa Air Suci dari dimensi phoenix yang kau maksud" tanya Qing Se.
"Bukan, tapi jika ada itu juga lebih baik" ucap Huang Tei.
Qing se lalu menatap Jhin Tian seakan mencari jawaban.
Jhin Tian mengeluarkan Sebuah Guci yang hampir sama dengan yang ia berikan pada Muo Xi waktu itu.
"ambilah, semoga ini berhasil" ucap Jhin Tian.
Huang tei mengambil Guci Itu dia tak percaya bisa memegang Air Suci dari dimensi Phoenix, muo Sie juga terpesona dengan air itu.
"Dan Ini Untukmu Muo Sie " uca Jhin Tian sambil menyerahkan sebotol kecil kepada Muo Sie, dia buka pelit namun dia belum bisa sepenuhnya percaya pada Muo Sie.
"Tapi Aku.."
"Sudah ambilah" ucap Jhin Tian sambil menaruh botol itu ditangan Muo Sie.
Sementara itu Huang Tei mengeluarkan beberapa Tanaman Herbal Dan mencampurnya, Tanaman Herbal itu langsung larut ketika menyentuh Air Suci, Setelah itu Huang Tei meminumkan Ramuan itu pada Yu Nan.
"Pangeranaku kembalikan Sisa Air ini" ucap Huang tei sambil menyerahkan Guci Jhin Tian.
"Sebaiknya kau yang menyimpannya mungkin kau akan butuh suatu saat nanti" ucap Jhin Tian dengan senyum.
"Sungguh, aku berterimakasih kepadamu pangeran" ucap Huang Tei.
Tak Lama setelah itu Yu Nan Sadar, dia terbatuk batuk dan Huang tei dengan Sigap membantu Yu Nan Duduk.
"Apa kau merasa lebih baik" tanya Jhin Tian.
Yu Nan Mengangguk dengan lemah.
"Lain kali jangan memaksakan dirimu ingatlah batasanmu" ucap Jhin Le.
"Benar kata pangeran Jhin Le kau memang seorang ahli Racun namun kau juga memiliki batasan, jika terjadi sesuatu padamu Huang Tei akan bersedih" canda Qi Val.
"Kenapa selalu aku" ucap Huang Tei Kesal.
__ADS_1
"Memang siapa yang panik tadi, buaknkah kau yang tampak begitu sedih melihat keadaan Yu Nan" ucap Gi Kung.
"Tidak aku tidak melakukan hal itu." elak Huang Tei.
"Sudahlah Sekarang biarkan Yu Nan Beristirahat dengan tenang" ucap Yan Sha.
mereka semua kemudian keluar dari Tenda kecuali Yan Sha dan Muo Sie yang menjaga Yu Nan.
mereka hanya membangun satu tenda untuk para wanita dan para laki laki memang biasa tidur diluar sambil berjaga.
malam itu Jhin Tian yang tertidur tiba tiba terbangun karena suara yang menganggu Qi Val Juga terbangun bersamaan Dengan Jhin Tian namun yang alinnya masih terlelap.
"Apa kau juga mendengarnya pangeran" tanya Qi Val.
"Ya sebaiknya kita memeriksa" ucap Jhin Tian dan Diangguki oleh Qi Val.
Sebelum pergi Jhin Tian membangunkan Jhin Le untuk berjaga didekat tenda.
Jhin Tian dan Qi Val melesat menuju asal Suara yang ternyata Dari arah sungai, suara itu semakin jelas seperti raungan seekor hewan.
"Itu bukankah Singa Es bagaimana dia bisa disini" tanya Qi Val.
"Aku juga tidak tau sebaiknya kita hampiri" ucap Jhin Tian lallu mendekat kearah Singa Es.
jhin Tian memegang kepala Singa Es.
"apa yang kau lakukan ditengah hutan jauh dari istana Es" tanya Jhin Tian.
"Apa yang dia ingin katakan" tanya Qi Val.
"Temannya telah mati disini" ucap Jhin Tian sambil mengkerutkan keningnya.
"Tapi aku tidak melihat apapun disini" ucap Qi Val.
Singa Es melangkah kearah Sungai dan melihat kedalamnya, Jhin Tian juga mengikutinya dari belakang dan melihat apa yang ingin Singa Es Tunjukkan.
" Seekor buaya...!!" ucap Qi Val terkejut.
Jhin Tian mengamati Buaya yang sudah tak bernyawa itu.
"Ini bukan buaya biasa, ini buaya beracun jadi kematian buaya ini lah yang menyebabkan Sungai ini penuh racun" ucap Jhin Tian.
Singa Es mengangguk dengan sedih, Jhin Tian lalu mengusap kepala Singa Es dan tersenyum.
"Aku akan membantumu menguburkannya dengan layak" ucap Jhin Tian, Singa Es lalu menggosokkan kepalanya kelengan Jhin Tian seakan menyetujui perkataan Jhin Tian.
Jhin Tian lalu mrmbuat lubang dan menaruh Buaya berwarna putih itu kedalamnya, buaya Racun itu merupakan buaya dari daerah Suku Es dan entah bagaimana Caranya ia sampai ditempat yang sangat jauh dari istana Es dan mati ditempat ini.
Setelah selesai menguburnya Qi Val menciptakan taburan bunga dari energinya.
Singa Es nampak masih tidak rela temannya mati.
__ADS_1
"Kau kembalilah keistana Es, kau tidak seharusnya berada disini, kembali pada Ayahku" ucap Jhin Tian namun nampaknya Singa Es tidak bisa pergi.
"Jika begitu pergilah ketempat istriku, aku memberimu tugas untuk menjaganya dari apapun, dan juga jaga calon anakku apa kau mengerti" ucap Jhin Tian.
Singa Es memang sangat menyukai Ling Yue dia selalu datang pada Ling Yue untuk sekedar bermain, dan sekarang dia mendapat perintah untuk menjaganya tentu dia menyetujuinya.
"Baguslah kau bisa kembali" ucap Jhin Tian.
Singa Es menekuk Kedua kaki depannya sebagai tanda penghormatan lalu terbang dengan sayap Es nya.
"Pergi lepada yang mulia dia tidak mau, lalu pergi ketempat putri Yue dia mau" ucap Qi Val dengan agak jengkel.
Swisshh... bommmm
Sebuah tombak es meluncur dan mendarat tepat didepan Qi Val.
Qi Val begitu terkejut bahkan badannya sampai bergetar dia menegok keatas yang ternyata singa Es sudah menatapnya dengan tajam.
"Tidak tidak jangan marah aku hanya bercanda" ucap Qi Val dengan ketakutan.
Singa Es hanya mendengus lalu kembali melesat pergi.
"Pangeran kau jangan tertawa seperti itu aku hanya terkejut" kesal Qi Val.
"Sungguh kalau begitu biar kupanggil singa Es kembali" ucap Jhin tian dengan tertawa kecil.
"Tidak tidak jangan lakukan itu" ucap Qi val sambil menangkupkan tangannya.
"pfftt hahaha aku hanya bercanda kau ini" tawa Jhin Tian pecah melihat ekspresi Qi Val Yang ketakutan.
"Sudahlah ayo kembali Jhin Le pasti sudah menunggu" ucap Jhin tian setelah menghentikan tawanya.
mereka berdua kembali ketenda dimana Jhin Le telah menunggu dengan wajah Khawatir.
"Bagaimana apa ada masalah yang serius" tanya Jhin Le setelah Jhin Tian dan Qi Val Sampai.
"Tidak, hanya singa Es " ucap Qi Val.
"Bagaimana Singa Es bisa disini..?" tanya Jhin Le
Jhin Tian lalu menceritakan semuanya kepada Jhin Le, dan itu membuat Jhin Le tercengang.
.
.
.
.
.
__ADS_1