
.
.
" Aiyo paman kau adalah yang terbaik bagaimana jika kita pulang dan aku akan membuatkan ramuan sepesial untuk paman" Ucap Chu Tian bagai anak kecil yang merengek minta permen dari ayahnya
" Cih menjijikkan..!!! " Ucap Li Huan namun dia juga tidak ingin kalah dari Chu Tian.
"Tidak ayah pulang denganku saja aku akan memasak berbagai hidangan enak malam ini khusus untuk ayah" Ucap Li Huan dengan bergelayut manja di lengan Li Chao.
Mendengar perkataan putrinya Li Chao seperti mendapat kejutan besar, bagaimana tidak Li Huan yang tidak pernah bersikap manja sekarang bersikap manja hanya karena tidak ingin kalah dari Chu Tian sungguh perubshan yang luar biasaa.
Setelah kematian ibunya Li Huan menjadi gadis cantik yang mandiri namun dia juga sangat pendiam maka dari itulah saat Li Huan bersikap manja dan cerewet lagi Li Chao sangat senang.
Chu Tian dan Li Huan masih terus berdebat hingga beberaoa kali Li Chao harus memarahi mereka berdua, pada akhirnya mereka pulang, dan setelah sampai dirumah Chu Tian dan Li Huan tidak diijinkan masuk oleh Li Chao .
Mereka berdua terus berada di luar hingga matahari terbenam.
"Ayah ayolah ijinkan aku masuk lihatlah putri kecilmu yang malang ini sedang kelaparan" kata Li huan dengan muka memelas dia sudah tidak tahan lagi berdebat sepanjang hari dengan Chu Tian.
Selain itu Chu Tian yang telah lelah berdebat memilih duduk bersandar di pohon dia lalu memasuki ruang dimensi untuk berlatih ilmu pedang dan juga melatih formasinya, dia juga mencoba mengembalikan energinya yang hilang, dia juga Bermain bersama Jinfu yang menjelma menjadi harimau kecil yang imut .
Li Chao yang sudah tidak tega melihat putrinya terus memohon lalu memperbolehkan mereka masuk karna hari juga sudah mulai malam .
Pada akhirnya Chu Tian dan Li Huan mencoba untuk berbaikan jika berada didepan Li Chao namun jika dibelakangnya merekan akan menjelma menjadi kucing dan tikus yang tak pernah bisa akur.
Hari hari berlalu dengan cepat ini adalah dua bulan setelah perpisahan Chu Tian dan Chu Lizheng dan artinya waktu yang dijanjikan Tinggal satu bulan.
Hari ini adalah hari dimana Chu Tian berpamitan pada Li Chao dan Li Huan karena beberapa hari yang lalu Chu Tian sudah berkata pada Li Chao dan Li Huan bahwa dia akan melanjutkan perjalanan dan lain kali akan berkunjung kembali lain waktu.
"Paman Chao ,saudari Huan aku pergi dulu kalian jaga diri baik baik, dan ini untukmu saudari huan.!!" ucap Chu Tian sambil menyerahkan pedang Permata Es
"Saudara Tian ini adalah milikmu kenapa kau memberikan nya kepadaku..? " tanya Li Huan
"Angap saja ini hadian persaudaraan kita dan didalam pedang itu terdapat sedikit jiwaku jika saja nanti aku mati pedang itu juga tidak akan memancarkan sinarnya lagi " Ucap Chu Tian.
__ADS_1
kenapa Chu Tian memberikan pedang permata es karena Li Huan juga memiliki dantian Es bahakan Li Huan sendiri juga kaget saat dia tau kalau dia memiliki dantian Es, pada Akhirnya chu tian mengajarkan Li Huan untuk mengendalikan elemen Es Miliknya.
Meski tak semurni milik Chu Tian namun Es milik Li Huan juga bukan sesuatu yang dapat diremehkan.
"Dan ini untukmu paman, batu ini adalah batu komunikasi tapi yang berbeda dari batu ini meski aku di dunia atas pun paman tetap bisa menghubungiku" Ucap Chu Tian sambil menyerahkan sebuah batu giok berwarna biru cerah dan ada bunga es tepat ditengahnya.
"Tapi An'er kau sudah banyak membantuku kau juga sudah memberiku kitap yang sangat hebat ,aku sungguh sangat malu jika masih harus menerima pemberianmu lagi." ucap Li Chao dengan raut wajah sedih.
"Tidak apa apa paman ini benar benar tidak sebanding dengan jasa paman yang telah menyelamatkan hidupku..!" ucap Chu Tian dengan tersenyum tulus.
Melihat ketulusan Chu Tian ,Li Chao akhirnya menerima giok itu ,setelah itu Chu Tian pun melesat pergi bersamaan dengan itu air mata Li Huan juga mulai berjatuhan .
"Huan'er tenang lah Chu Tian pasti akan kembali untuk mengunjungi kita suatu saat nanti" ucap Li Chao mencoba menenangkan Li Huan
mereka pun akhirnya masuk kedalam rumah.
Sementara itu Chu Tian yang telah jauh dari rumah Li Chao pun berhenti di dahan pohon lalu memanggil Xiao Feng.
"An'er apa kita akan memulai perjalanan dan tentang wanita itu..." kata Xiao feng .
"Sudah lah jangan dipikirkan mari kita mulai perjalanannya ..! kita harus menemukan Phoenix merah dalam waktu satu bulan" lanjutnya.
"Apa hanya satu bulan ..?" Xiao feng terkejut bukan main dia berharap memiliki banyak waktu dan akan banyak memiliki waktu santai saat perjalanan.
"Ya hanya satu bulan karena itu janjiku pada kakak, dan ya kau berubahlah menjadi phoenix maka perjalanan kita akan lebih singkat menuju ibukota kerajaan Han." Ucap Chu Tian.
"Baik" Ucap Xiao Feng singkat dia lalu berubah menjadi burung phoenix biru yang sangat indah.
Chu Tian melesat pergi dengan menaiki Phoenix biru namun saat melewati sebuah desa dia melihat keributan dan dia memerintahkan pada Xiao Feng untuk terbang lebih rendah dan saat tau bahwa dibawah sedang ada pertarungan antara rakyat biasa dan beberapa perampok, gadis gadis dan anak anak ditangkap.
Melihat itu Chu Tian tidak tinggal diam dan ingin membantu namun.
"An'er jangan turun perjalanan kita masih panjang" Kata Xiao Feng memperingati Chu Tian.
"Tidak paman aku tidak bisa membiarkan banyak korban berjatuhan, lihat lah aku benar benar tidak tega." Ucap Chu Tian. lalu turun
__ADS_1
"Paman kau bantulah aku maka pekerjaan ini akan selesai dengan cepat" Ucap Chu Tian sebelum turun.
"Haih bocah ini kenapa begitu keras kepala dia bilang hanya punya waktu satu bulan tapi dia menyia yiakan waktu hanya demi orang orang ini" gerutu Xiao Feng lalu melesat turun membantu Chu Tian.
"Hei lepaskan gadis itu..!" Kata Chu Tian pada seorang perampok yang menyandra seirang gadis cantik.
"Cih ternyata masih ada pendekar lain disini" Ucap orang itu berdecih.
"keparat kalian semua hanya berani menyerang rakyat biasa, sekarang lawanmu adalah aku.!!" ucap Chu Tian dia melihat banyak anak anak dan para gadis yang sedang meringkuk ketakutan.
"Hahahaha! seorang pria kecil sepertimu berani menantang kami haa, apa kepalamu terbentur sesuatu, "ucap perampok itu sambil tertawa bahkan teman temannya juga ikut tertawa.
"Jangan banyak bicara lawan aku" Ucap Chu Tian dengan dingin.
"Cih hanya seorang bocah aku akam menghajarnya" ucap seorang perampok kepada teman temannya.
Baru saja perampok itu maju beberapa langkah sebuah energi berwarna biru menghantam perampok itu.
BOOMMMM....
Ledakan terjadi saat energi biru itu menghantam perampok itu hingga tubuhnya hancur tak terbentuk.
Mereka lalu mengarahkan pandangannya ke atas dan mereka semua terkejut hingga mata mereka melotot....
.
.
.
.
.
salam bahagia readers semua😁👋🏻 see you next chapter
__ADS_1