
Mereka pergi cukup jauh hingga jhin Tian berhenti di hutan dekat istana surgawi.
''Pangeran bisa anda jelaskan mengapa kita harus meninggalkan pertarungan bukankah itu adalah hal yang memalukan'' tanya Fu Cang.
Jhin Tian lalu berjalan menuju gerbang istana.
''apa kau tidak lihat Fu Cang disana ada begitu banyak anak anak dan para orang tak berdosa lainnya jika kita terus bertarung disana bukan tidak mungkin kita malah melukai mereka'' jawaban Jhin Tian cukup membuat Fu Cang tertegun.
'' maaf pangeran hamba terlalu fokus bertarung sampai melupakan hal sepenting ini'' ucap Fu cang sambil menundukkan kepalanya.
'' sudahlah ,besok aku akan menyelidiki tentang tempat itu sepertinya ini tidak sesederhana itu'' ucap Jhin Tian.
mereka telah sampai didepan gerbang megah itu dan prajurit segera membuka gerbang setelah mengetahui bahwa itu adalah Jhin Tian.
'' kurasa kau benar pangeran wanita itu sepertinya juga mendapatkan segel kutukan dan....''
'' dan apa Fu cang lalu siapa yang mendapat segel .kutukan'' tanya seseorang dari belakang yang tak lain adalah Pangeran Fian yang datang dengan kuda terbangnya.
'' ah itu anu pangeran'' Fu Cang gelagapan dia tidak tau harus menjawab apa.
'' Ah tidak ada kak kami hanya membicarakan segel perbatasan ini bukan suatu hal yang penting aku baru saja memeriksanya tadi'' ucap Jhin Tian dengan senyum tipisnya.
Pangeran Fian ikut tersenyum tipis lalu turun dari kudanya.
''aku sangat senang kau melakukan tugasmu dengan baik, tapi aku harap kamu jangan terlalu sering berkeliaran diluar, tempat ini cukup rumit untuk dipahami '' ucap Pangeran Fian.
'' Baik yang mulia'' Jawab jhin Tian dengan senyum.
''Aih jangan menggodaku seperti itu''
*Diistana tepatnya di Pavilium Phoenix milik Jhin Tian.
Jhin Tian melihat ikan Ying Yang yang telah ia masukkan kedalam kolam kecil didepan paviliumnya.
'' Pangeran apa yang sedang kau lakukan'' suara lembut yang menenangkan dari belakang JhinTian
Jhin Tian menoleh ke belakang wajah Jhin Tian seketika diterangi cahaya bulan yang membuatnya terlihat mempesona.
'' Seharusnya aku yang bertanya mengapa Dewi bunga berada dipaviliumku malam malam begini'' Tanya Jhin Tian
__ADS_1
Dewi Bunga tak menjawab dia terus menatap lekat wajah Jhin Tian dengan senyum tipis terukir dibibir mungilnya itu.
Jhin Tian mengerutkan keningnya dia merasa ada yang tidak benar dengan wanita ini
pasalnya dulu saat ia datang wanita inilah yang terlihat paling menentang tapi saat ini dia malah tersenyum dihadapannya.
meski begitu bukan Jhin Tian namanya jika tidak ada Sifat jahil difikirannya.
Jhin Tian mengambil air di kolam dengan tangannya kemudian mencipratkan air itu ke wajah dewi bunga yang seketika membuat dewi bunga terkejut.
''Aaaaaa'' teriak dewi bunga
'' haha hahaha lihat ekspresimu itu hahaha dewi kau sungguh lucu'' ucap Jhin Tian sambil tertawa.
'' Pangeran Kauu...'' dewi bunga terlihat begitu kesal dia lalu berjongkok dan membalas percikan air yang diberikan jhin tian padanya namun tidak ada yang bisa mengenai jhin Tian dan itu membuat dewi bunga semakin kesal mereka berdua terus bermain air cukup lama sebelum akhirnya.
''Aaaaaaaaaa'' sekali lagi dewi bunga berteriak tapi kali ini bukan karena percikan air tapi karena ia terpeleset di pinggir kolam .
Jhin Tian yang saat itu cukup jauh langsung melesat dan menangkap Dewi bunga wajah mereka saling bertatapan dengan dewi bunga dipelukan Jhin Tian.
''Ekhemm'' suara yang membuat mereka berdua tersadar dan merasa canggung.
'' Ya yang Mulia... ehm Maaf yang mulia aku terpeleset saat berjalan disini jadi pangeran Jhin Tian menolongku" ucap gugup Dewi bunga wajahnya tampak merona karena menahan malu.
'' Dewi bunga sebaiknya anda kembali kekediaman anda dan segeralah menganti pakaian anda bukankah tidak sopan seorang wanita keluar dengan pakaian basah dan kotor seperti itu'' ucap Yi Fian tanpa melihat kearah Dewi Bunga pasalnya karena baju yang basah tubuh Dewi bunga terlihat begitu jelas.
Dewi bunga memandang dirinya sebelum akhirya dia sedikit membungkuk lalu pergi dengan tergesa gesa wajahnya kini bagai kepiting rebus.
'' Jhin Tian ada yang ingin aku bicarakan denganmu'' ucap Yi fian setelah Dewi Bunga benar benar pergi.
'' Eh tidak sopan jika harus berdiri seperti ini ,kakak ayo masuk aku akan menganti pakaian lalu kita berbicara dengan baik...''
''yan yan tolong siapkan teh dan camilan untuk Yang mulia'' Lanjut Jhin Tian.
'' Baik Tuan'' jawab Yan Yan.
Jhin Tian dan Pangeran Fian duduk sambil menikmati secangkir teh, setelah meletakkan cangkirnya Pangeran Yi Fian menatap Jhin Tian.
'' Jhin Tian... ini adalah hal yang ingin aku bicarakan denganmu'' ucap Pangeran Fian ia menghela nafas panjang.
__ADS_1
Jhin Tian meletakkan cangkir yang ia pegang lalu menatap Pangeran Yi Fian yang tampak begitu serius.
'' katakanlah kak'' jawab Jhin Tian.
Pangeran Fian meletakkan sebuah cincin ke atas meja
'' apa ini'' tanya Jhin Tian.
'' huft ini adalah Cincin sainji alat untuk kau bertemu putrimu'' ucap Yi fian yang membuat Jhin Tian sedikit terkejut.
'' aku tidak bisa menerima ini,aku tau kau juga membutuhkannya kak'' ucap Jhin Tian.
'' aku telah lama tinggal disini aku juga tau apa yang kau rasakan, kini sudah saatnya kau yang memakai ini lagipun tenang saja aku tak membutuhkannya lagi'' Pangeran Fian mengambil nafas panjang sambil memejamkan matanya.
''apakah..''
'' ya aku telah selesai menjalankan tugasku ribuan tahun aku hidup dan saat ini aku baru menyesalinya'' ucap Pangeran Fian.
''aku mengerti apa yang kau rasakan tapi aku sungguh tidak bisa menerima ini'' tolak Jhin Tian.
'' aku mohon terimalah setidaknya jika bukan karena ku tapi ini karena putrimu dia pasti sudah sangat merindukanmu....''
''tapi aku....''
''Jhin Tian ini perintah!, temui putrimu sekarang'' ucap pangeran Fian dengan tegas lalu pangeran Fian Berdiri dan pergi begitu saja dari kediaman Jhin Tian.
Jhin Tian masih duduk ditempatnya sambil menatap cincin dimeja dia lalu tersenyum tipis.
''Lebih mudah dari yang kubayangkan'' Jhin Tian mengambil cincin itu lalu dia juga beranjak pergi.
Sementara Di Daratan Suci suasana meriah sedang berlangsung sebuah perayaan besar diadakan diistana es itu ya hari ini adalah hari pengangkatan Pangeran Jhin Ze sebagai putra mahkota yang baru setelah bertahun tahun Jhin Tian tak ada Disana.
''aku tidak tau harus senang atau sedih saat ini '' ucap pangeran Ze.
''aku juga tidak bisa berbuat apa apa, aku ingin sekali mengatakan hal yang sebenarnya pada paman tapi apalah daya'' ucap Jhin Le.
''Pangeran Ze Mari'' Raja Suku Mimpi Qing Se menjemput Jhin Ze Dari kamarnya.
Jhin Le dan Jhin Ze tersenyum melihat Qing Se yang sekarang sudah menjadi raja itu.
__ADS_1
''baiklah Mari Raja Se'' ucap Jhin Ze.
'' Jangan memanggilku begitu bagaimanapun kita ini adalah sahabat, sudahlah ayo semua orang telah menunggu'' Ucap Qing Se sambil tersenyum hangat.