
Mendengar penjelasan Jhin Sang Chu Tian hanya melongo tak percaya ,bagaimana bisa dia bisa memiliki dua benda yang sangat luar biasa dan semua tehubung dengan elemen alam.
Saat masih dalam pikirannya Chu Tian tersadar akan sesuatu yaitu kesamaan rambut dan kulit Chu Tian dan Jhin Sang
"Paman boleh aku bertanya sesuatu " tanya Chu Tian sambil memperhatikan Jhin Sang yang mulai memudar dia tentu tau waktu Jhin Sang sudah tidak banyak lagi
"Tanyakan dengan cepat aku tidak punya banyak waktu lagi" ucap Jhin Sang dengan serius.
"kenapa paman bisa memiliki rambut dan kulit sama sepertiku ,dan mengapa hanya aku dibenua ini yang berambut putih keperakan" Tanya Chu Tian.
Mendengar itu Jhin Sang tersenyum lembut lalu dia berkata
"Suatu saat kau akan mengetahuinya sekarang masih belum saatnya kau tau ,dan ya seruling itu bukan milik permaisuri Chu" Jawab Jhin Sang dengan tersenyum lembut hingga tubuhnya benar benar memudar menjadi butiran halus berkilauan
Bertepatan dengan itu kesadaran Chu Tian mulai kembali ke dalam tubuhnya ,dia mendapati dirinya sudah berada didalam kamarnya.
" Bukannya tadi aku masih ada dibawah pohon kenapa sekarang aku berada disini ,ehh?" Guman Chu Tian dia lalu merasakan aura mengerikan dari belakangnya,
dia dengan susah payah menengok ke belakang dan mendapati Li huan yang menatapnya dengan marah.
"Ah saudari huan kapan kau disana hehe" kata Chu Tian tersenyum tanpa dosa
"Kau masih bertanya kenapa, kenapa kau memaksakan keluar disaat kondisimu masih belum pulih hah" Ucap Li Huan dengan marah
mendengar itu Chu Tian menaikkan sebelah alisnya
"hmm apa kau mengkhawatirkanku" ucap Chu Tian menggoda Li Huan membuat Li Huan salah tingkah.
"Kauu...! huh cepatlah kemeja makan ayah sudah menunggumu" ucap Li Huan lalu melangkah keluar kamar Chu Tian dengan wajah memerah.
"Hei hei aku baru saja sembuh apa kau tidak akan menuntunku" teriak Chu Tian yang tidak didengarkan oleh Li Huan
Setelah berada di meja makan Li Chao melihat putrinya dan Chu Tian yang saling diam , suasana dimeja makan menjadi terasa canggung kemudian Li Chao mencoba mencairkan suasana.
"Apakah keadaanmu sudah membaik An'er? Tanya Li Chao pada Chu Tian
__ADS_1
"Berkat paman aku sekarang sudah baik baik saja" ucap Chu Tian dengan tersenyum.
"Lalu apa yang terjadi padamu hingga pingsan disana tadi" tanya Li Chao lagi
"ak.." belum sempat Chu Tian menjawab Li Huan langsung menyerobot.
"Itu karna ayah yang memberinya ijin dan dia juga yang terlalu percaya diri hingga memaksakan keluar padahal dirinya masih lemah" ucap Li Huan dengan santai.
"Heii aku ini hanya mencari udara segar apa kau pikir berbaring selama satu bulan itu tidak membuatku bosan" Ucap Chu Tian kesal.
"Yayaya terserah kau saja aku tidak peduli kau saja yang keras kepala" ejek Li Huan
Melihat pertengkaran mereka Li Chao tersenyum tipis sambil mengelengkan kepalanya. Dia tidak menyangka anaknya yang biasanya pendiam bisa begitu cerewet saat bersama Chu Tian, Bahkan dia merasa mereka seperti kucing dan tikus jika bertemu.
"Kau ini aku tidak ingin berdebat dengan mu lagi" Ucap Chu Tian yang mulai lelah beradu mulut dengan Li huan dia juga selalu kalah jika beradu mulut.
"Siapa juga yang menyuruhmu berdebat denganku" ucap Li Huan tak ingin kalah
"Yayaya kau benar dan aku salah " ejek Chu Tian
Chu Tian dan Li Chao pun terkekeh geli melihat tingkah Li Huan. Lalu mereka mengobrol sepanjang malam di depan gubuk kecil itu.
"Paman apa aku bisa bertanya sesuatu" Tanya Chu Tian
"Tentu saja aku akan menjawabnya sebisaku" Jawab Li Chao
"Emm... dimana paman menemukan aku saat aku tidak sadarkan diri" tanya Chu Tian
Mendengar pertanyaan Chu Tian ,Li Chao pun mengkerutkan keningnya
"Bukankah Kau sendiri yang datang..!?, saat itu aku melihatmu bersandar di depan gubukku dengan tubuh penuh luka...? ." Jawab Li Chao
"Hah aku bagaimana mung..." Chu Tian tidak melanjutkan kata katanya dia lalu teringat dengan Jhin sang yang menolongnya sewaktu ia mulai tak sadarkan diri.
"Ada apa An'er..?" Tanya Li Chao
__ADS_1
"Ah Tidak paman aku hanya mengingat sesuatu, oh ya aku mempunyai sesuatu yang mungkin akan berguna bagi paman" kata Chu Tian mencoba mengalihkan perhatian Li Chao
"Apa yang ingin kau berikan " tanya Li Chao yang penasaran karena dia tidak melihat Chu tian membawa barang dia juga tidak memakai cincin penyimpanan jadi dia penasaran dengan apa yang akan diberikan Chu Tian.
Melihat Li Chao yang penasaran Chu Tian tersenyum tipis dia sudah menganggap Li Chao dan Li Huan seperti keluarganya sendiri,
Chu Tian mulai mengerakkan tangannya lalu sebuah buku tebal muncul dan melayang di depan Chu Tian dan membuat Li Chao terkejut.
"Dari mana buku itu berasal" Tanya Li Chao dengan sangat penasaran.
"Aih paman darimana ini itu tidak penting , yang terpenting ini adalah hadiahku untuk paman, aku tau dulu paman dikenal sebagai dewa obat tapi paman tidak pernah bisa mencapai pil tingkat tinggi dan ini adalah kitap ilmu alkemis tingkat dewa dan ini adalah kitab yang ditinggalkan oleh dewa obat langsung, paman mungkin akan bisa mencapai tingkat tinggi dan mungkin juga bisa mencapai tinggkat dewa." ucap Chu Tian dengan senyum
" Apaa...! ilmu Tingkat dewa milik dewa obat sesungguhnyadan kau memberikannya padaku, An'er ini terlalu berharga kau simpan saja mungkin kau akan membutuhkannya dimasa depan" Ucap Li Chao menolak secara halus dia merasa tidak pantas.
"Tidak paman ini sama sekali tidak sebanding dengan pengorbanan paman keluar masuk hutan hanya untuk mencari tanaman herbal untuk menyembuhkanku dan aku juga sudah menganggap paman sebagai keluarga jadi ini tidak akan jadi masalah" Ucap Chu Tian tersenyum lembut. Lalu menyerahkan kitap itu pada Li Chao
Li Chao sedikit enggan menerima kitab itu namun Chu Tian terus meyakinkan nya membuat Li Chao terpaksa menerimanya dengan tangan gemetaran, selama hidupnya dia tidak pernah sekalipun memegang bahkan melihat kitab dewa sekali pun tidak pernah.
"An'er aku berjanji akan menjaga kitab ini , dan kitab ini akan menjadi warisan turun temurun keluargaku ,agar mereka nanti bisa menjadi tabib hebat dan membantu banyak orang yang kesusahan" Ucap Li Chao dengan bangga
Mereka terus bercerita bahkan Chu Tian juga banyak menceritakan pengalamanya saat berada Di kerajaan Chu Yang membuat Li Chao sedikit tertegun, sebenarnya dia berfikir Chu Tian hanya dari keluarga cabang klan Chu tapi siapa sangka Chu Tian adalah seorang pangeran yang dianggap sampah.
Obrolan terus berlanjut hingga keduanya merasakan kantuk dan mereka kembali ke kamar masing amsing untuk beristirahat.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like ,komen dan vote
__ADS_1
Terima kasih...😊