
Chu Tian kembai kekediamannya setelah xiao Feng menjelaskan semuanya, Chu Tian berlatih pedang dibelakang kediamannya sembari menunggu Ling yue pulang.
"Adik" ucap seseorang dari belakang chu tian.
Chu Tian membalikkan badannya dan terlihat seorang wanita cantik tersenyum padanya.
"Kakakk..." ucap Chu tian dengan tersenyum bahagia, Chu Tian menyimpan pedangnya lalu menghampiri wanita itu dan mereka berpelukan.
"Kau sudah sangat besar, aku sungguh merindukanmu adik" ucap wanita itu yang tak lain adalah Chu Yun.
"Aku pun sangat merindukanmu" ucap Chu Tian dia benar benat sangat senang melihat kakaknya ada didepan matanya sekarang.
"Ayo masuk kak" ucap Chu Tian lalu membawa Chu Yun masuk kekediamannya
sampai didalam Chu Tian mengambilkan Chu Yun secangkir teh.
"Kapan kakak sampai, mengapa tidak mengatakannya padaku" tanya Chu Tian.
"Aku baru saja sampai bersama suamiku, sebenarnya aku mau mengabari kakak Lizheng agar bisa sampai lebih cepat tapi aku takut menganggu kesibukannya" jelas Chu Yun.
"Suami dimana suami kakak, kenapa kakak tidak membawanya kemari" tanya Chu Tian
"Dia akan kemari sebentar lagi," ucap Chu Yun.
mereka terus mengobrol sambil meminum Teh.
"An'er maafkan kakak tidak datang disaat pernikahanmu" ucqp Chu Yun.
"Tidak masalah kak yang terpenting doamu sampai" ucqp Chu Tian dengab tersenyum
"Lalu dimana istrimu, aku ingin melihatnya, aku sungguh merasa bersalah karwna tidak hadir waktu itu" ucap Chu Yun.
"Sayang sekali kak dia baru keluar bersama kakak ipar, mungkin saja mereka akan segera pulang " ucap Chu Tian dengan senyum.
"Keluar bersama kak Ying kemana" tanya Chu Yun.
"Membeli pakaian untuk calon pangeran tentunya, entah mengapa setiap hari mereka melakukan itu" ucap Chu Tian sambil tertawa kecil.
"Ah kau benar keponakan kecil ku akan segera lahir, aku pastikan wajahnya sangat mirip denganku" ucap Chu yun.
"Bagai mana bisa begitu kak, dia anak kakak lizheng" ucap Chu Tian dengan tertawa bahkan Chu Yun pun ikut tertawa.
"wah kalian tidak mengajakku hmm" ucap Chu Lizheng yang baru saja datang bersama suami dari Chu Yun.
"Sungguh lalu bagaimana dengan kakak sendiri" ucap Chu tian.
__ADS_1
"Ah ya kakak ipar silahkan duduk" ucap Chu Tian.
"Terimakasih" ucap San Ma, suami Chu Yun dia adalah orang yang sederhana dan bukan keturunan bangsawan, meski sempat mendapat penolakan dari keluarga Rong Yu tapi dengan bujukan Chu Lizheng dan Chu Yun akhirnya mereka menerima San Ma.
"Kau tidak memintaku duduk" ucap Chu Lizheng dengan berpura pura kesal.
"Oh astaga aku hampir lupa, Yang Mulia Raja Chu Yang Terhormat Silahkan Duduk" ucap Chu Tian sambil membungkuk hormat.
Chu Lizheng memukul pelan kepala Chu Tian dan mereka lalu tertawa bersama.
mereka lalu berbicara banyak hal sebelum akhirnya Ling Yue dan Han Ying datang, Chu Tian lalu menghampiri ostrinya dan mengajaknya duduk di sampingnya.
"Yue'er kenalkan ini kakakku Chu Yun dan disampingnya kakak ipar San Ma." ucap Chu Tian.
"Wah Ling Yue kau benar benar sangat Cantik" ucap Chu Yun.
"Terimakasih kakak Yun" ucap Ling Yue dengan tersenyum senang dia akhirnya bisa bertemu dengan kakak perempuan dari suaminya itu.
"Memang benar adik yun, tidak ada yang bisa menandingi kecantikan saudari perempuan kita ini" ucap Han Ying menambahi.
"Emm kau benar kakak bukankah sangat adil adikku yang sangat tampan dan naka ini mendapatkan Wanita Yang sangat cantik dan baik" ucap Chu Yun.
"Aish kakak aku ini tidak nakal" ucap Chu Tian.
"memang pantas" ucap Chu Yun dan Han Ying bersamaan.
"Astaga yang mulia ini telah terhina" ucap Chu Tian mereka semua menjadi tertawa.
"Suamiku keluargamu sangat menyenangkan mereka semua saling menyayangi"ucap Ling Yue sambil melihat keempat kakak barunya itu saling berbincang satu sama lain.
"dalam keluarga ini cinta adalah dasar utama, keluarga ini pernah hancur namun setelah dibangun dengan cinta dan kasih sayang lihatlah sekarang keluarga yang utuh dan bahagia adalah hasilnya" ucap Chu Tian.
"Kau benar suamiku, aku bahkan selalu ingin berada disini" ucap Ling yue.
"Aku juga sama sepertimu ling Yue tapi takdir membuat kita tidak bisa selallu berada disini" ucap Chu Tian dengan agak sedih.
" tidak apa, aku mengerti aku pasti akan selalu disampingmu dan mendukungmu " ucap Ling yue sambil ememgang tangan Chu Tian.
"Terimakasih karena sudah selalu ada untukku" ucap Chu Tian sambil memegang balik Tangan Ling Yue.
"Ehem, " chu Lizheng membuat Chu Tian dan Ling yue tersadar.
Semua tertawa kecil dan Chu Tian serta Ling Yue merasa sangat malu
"Aku akan kembali, aku tidak ingin menganggu calon ayah dan ibu ini juga" ucap Chu Lizheng
__ADS_1
"Sungguh, jadi kau juga hamil adik Yue.. wahh kebetulan sekali " ucap Chu Yun dengan bahagia.
"Emm baru berjalan dua minggu tapi Chu Tiqn sudah memperlakukanku seakan kandunganku sudah sebesar milik Kakak Ying" ucap Ling Yue.
"Emm adikku akan menjadi seorang ayah dia pasti akan melakukan yang terbaik, " ucap Ling yue dengan tersenyum.
"Kakak memang benar aku adalah calon ayah yang baik bukan" bangga Chu tian pada dirinya sendiri.
"Ck Adik Yun kau terlalu memujinya lihat sekarang dia besar kepala" ucap Chu Lizheng.
"Apa salahku kak" ucap Chu yun.
"Istriku tidak pernah salah, bukan begitu kak Lizheng" bela San Ma.
"Ya tentu saja" ucap Chu Lizheng.
Suasana rumah semakin meriah dengan hadirnya Chu Yun dan San ma.
Tak lama setelah itu Chu Lizheng dan yang lainnya pergi dari sana setelah Chu Yun memberikan hadiah pernikahan Untuk Chu tian meski terlambat tapi mereka tetap memberikan.
"Aku bahkan sangat binggung mau ditaruh dimana semua barang ini" ucap Ling Yue.
"Bagaimana jika ditempatkan diruang dimensi" ucap Chu Tian.
"Tidak suamiku, jika kakak Ying datang berkunjung dan tidak melihat semua barang itu bukankah dia akan curiga" ucap Ling Yue
"Aku akan buat tempat penyimpanan di kediaman ini, bagaimana jika kamar belakang yang tidak terpakai itu, aku akan membuat beberapa rak untuk menyimpan barang barang ini, dengan begitu kau mudah mencarinya" ucap Chu Tian.
"Emm apa tidak merepotkanmu" tanya Ling Yue.
"Tentu saja tidak istriku, oh ya nanti ada yang ingin kukatakan padamu sekarang beristirahatlah terlebih dahulu" ucap Chu Tian.
"baiklah" ucap Ling yue lalu masuk kekamarnya.
Chu Tian membereskan ruangan yang ingin ia gunakan untuk menyimpan barang barang, Dia juga meminta beberapa pengawal membantunya memindahkan barang.
Selesai memindahkan barang Chu Tian mulai membuat beberapa rak dengan energi spiritualnya dia bisa mengerjakan dengan cepat, dia lalu menata semua barang dengan hati hati, tempat iti sekarang terlihat seperti sebuah toko dengan banyak barang, Chu Tian selesai melakukan pekerjaannya lalu memasuki kamar, dia melihat Ling Yue tidur tanpa selimut dan Chu Tian segera memberinya selimut.
.
.
.
.
__ADS_1