
"Aku akan masuk kedalam jurang itu, aku ingin tau ada apa disana " ucap Chu tian.
"Apa kau gila akan masuk kesana jurang itu disebut jurang tanpa dasar, selama ini tidak ada yang bisa selamat dari jurang itu hanya ada satu orang saja yang bisa keluar dari tempat itu dengan selamat"Ucap Chu Yun .
"Tenanglah aku akan menjadi orang kedua yang bisa keluar dari jurang ini, kakak tenanglah aku hanya penasaran dengan aura yang ada disana, lagipun orang yang menculik Selir Wu mei juga menghilang didaerah sini" jelas Chu Tian.
"Benarkah" tanya Chu Yun dengan terkejut.
" Ya begitulah aku menduga tempat ini akan menjadi tempat persembunyian mereka, karena hanya tempat ini yang tidak dijangkau banyak orang." ucap Chu Tian.
"Kau memang benar tapi ..aku akan ikut bersamamu mungkin aku bisa membantumu" tawar Chu Yun.
"Tidak kau tetaplah disini, aku tidak tau ada bahaya apa dibawah sana nanti," ucap Chu Tian mencoba memberi pengertian pada Chu Yun.
" jika disana ada bahaya maka aku bisa membantumu setidaknya itu akan meringankan bebanmu" ucap Chu Yun yang masih sangat bersikeras ingin ikut Chu Tian masuk Jurang Tanpa dasar.
Melihat Chu Yun yang keras kepala Chu Tian menghela nafas dia memang selalu kerepotan jika sudah bersama seorang wanita
" Kakak dengarkan aku baik baik, jika hanya aku yang masuk setidaknya jika aku celaka kau bisa langsung mencari bantuan untukku setidaknya jika aku tidak selamat kau masih ada untuk mengantikanku" ucap Chu Tian dengan tersenyum dia berharap Chu Yun akan mengerti.
"Tap.."
Sudahlah kak aku mohon dengarkan aku sekali saja , ambil batu ini jika aku mati batu itu akan pecah jadi kau tidak perlu khawatirkan keadaanku lagi" ucap Chu Tian menyerobot ucapan Chu yun.
Chu Yun me menerima batu kecil seukuran ibu jari dari Chu Tian dengan menghela nafas.
"Baiklah kakak akan berada disini, jika kau butuh sesuatu kau bisa memanggil kakak maka kakak akan datang untukmu" ucap Chu Yun yang masih agak berat membiarkan Chu Tian masuk Ke jurang sendirian.
Bagaimana pun jurang itu sangat ditakuti dikerajaan Chu hingga saat ini tidak ada yang berani datang kesitu karena banyak nya korban yang tidak kembali setelah masuk kedalam jurang, padahal kebanyakan yang memasuki jurang itu adalah kultivator hebat yang penasaran dengan isi dalam jurang itu.
"Emm terimakasih kak" ucap Chu Tian dengan tersenyum.
__ADS_1
Tanpa basa basi lagi Chu Tian melompat kebawah jurang dia menatap kebawah sebuah lorong yang gelap, pandangan mata Chu Tian juga semakin mengelap di sana juga mulai terasa sangat dingin bahkan semakin lama Chu Tian seperti merasakan dua aura yang berlawanan ada dibawah sana.
Chu Tian melesat turun cukup lama bahkan Chu Tian merasa jurang itu memang benar benar jurang tanpa dasar karena Chu Tian merasa begitu lambat untuk dirinya menginjak tanah , tapi lama kelamaan aura yang besar semakin terasa bahkan terkadang Chu Tian merasa begitu Familiar dengan Aura yang ada disana.
Setelah lama berlalu Chu Tian Akhirnya melihat setitik cahaya yang semakin lama semakin terlihat dan sangat menyilaukan bahkan Chu Tian sampai harus menutup matanya karena terlalu silau.
Setelah beberapa Saat Chu Tian merasa cahaya itu sudah menghilang dan dia mencoba membuka matanya dia sangat terkejut mendapati dia duduk disebuah taman yang sangat indah ditengah tengah taman itu ada sebuah pohon yang lumayan besar dan memiliki daun seperti kristal.
"Dimana ini, tungguu... itu bukankah pohon kehidupan" ucap Chu Tian dengan terkejut dia tidak menyangka ditempat seperti ini ada sebuah pohon yang sangat langka.
" Kau benar itu adalah pohon kehidupan" ucap Cang He dari ruang dimensi.
"Guru kau rau juga" tanya Chu Tian.
"Tentu saja aku tau , pohon kehidupan hanya akan tumbuh sepuluh ribu tahun sekali dan aku sangat beruntung bisa mendapatkan pohon kehidupan itu" ucap Cang He dia sebenarnya juga tidak menyangka bahwa ada sebuah pohon yang sangat langka disini padahal dia tadi menebak ada hewan suci dan hewan iblis disini.
"Tapi guru aku masih merasakan aura kematian yang sangat pekat disekitar sini" Ucap Chu Tian mencoba mencari asal aura kematian itu.
"Aku sudah tau dari pertama kali sampai tapi biarkan orang itu keluar sendiri" ucap Chu Tian acuh dia tidak ingin mencari masalah lagi, bahkan tanpa dicari pun masalah sudab selallu datang padanya.
"Hahaha aku tidak menyangka keberadaanku cepat sekali kau rasakan , perkenalkan aku peng li penjaga pohon kehidupan" ucap Seorang pria dengan hisan kepala seperti sebuah sayap dan juga berbaju putih.
"Jangan berbohong padaku aku tau identitasmu tidak sesederhana itu" ucap Chu Tian dengan nada dingin.
"Hahaha ku akui kau memang sangat pandai, aku adalah pendekar phoenix sebelumnya, aku tau kau adalah pendekar Phoenix selanjutnya maka dari itu aura yang ada disini akan membuatmu merasa tertarik" ucap peng li dengan tersenyum
"Apa tujuanmu membawaku kesini" ucap Chu Tian dengan tenang meski sebelumnya dia memang terkejut tapi dia memang sudah menduga beberapa hal tentang ini.
"Tidak banyak aku hanya ingin kau menyerap esensi pohon kehidupan itu dan jadilah pengantiku yang sempurna" ucap Peng Li masih dengan senyum nya.
"Untuk apa aku harus melakukan itu ,aku akan menjadi diriku sendiri kuat dengan usahaku sendiri bukan dari orang yang sepertimu" ucap Chu Tian dengan dingin.
__ADS_1
Chu Tian mengerti satu hal Peng Li hanyalah sebuah jiwa yang berusaha untuk bangkit dengan memakai tubuh orang lain , sayangnya tidak ada satu orang pun yang masuk ke jurang itu yang tubuhnya cocok dengannya.
Dahulu Peng Li sudah menemukan satu orang yang covok dengan dirinya, namun karena orang itu tidak kuat menahan energi milik Peng Li tiga hari berlalu orang itu meledak dan Peng Li terpaksa kembali ke jurang.
"Haahaha kau ternyata lebih pintar dari para kultivator yang masuk kemari" ucap orang itu dengan tawa mengelegar.
"Apa kau sudah bosan menjadi jiwa yang tersesat jika iya maka aku akan mengirimmu kembali keakhirat" ucap Chu Tian pedang elemennya sudah berada ditangannya.
melihat pedang elemen ada ditangan Chu Tian , Peng Li terkejut bukan main, bagaimana tidak pedang elemen adalah pedang milik penguasa elemen dan hanya bisa di gunakan oleh keturunan murni atau reingkarnasi dari penguasa elemen langsung. Dia tentu tau hidup jutaan tahun lamanya membuat dia tau akan kejadian dimasa lalu yang menyebabkan pedang elemen ditaruh didunia manusia dan phoenix Suci dipisahkan jiwanya.
"siapa kau sebenarnya..?" ucap Peng Li dengan menyipitkan matanya dan juga waspada.
"Bukankah kau sudah tau siapa aku" ucap Chu Tian dengan acuh.
Chu Tian tidak menyangka pedang elemen nya bisa dikenali dengan mudah padahal Chu Tian mengira tidak akan banyak orang yang tau.
" Tidak tidak apa kau anak dari penguasa elemen, tapi tidak mungkin jika kau anaknya kau tidak akan tinggal dialam rendahan seperti ini, atau jangan jangan kau adalah reingkarnasinya, tungguu itu juga tidak benar penguasa elemen saat ini adalah seorang wanita dan kau seorang pria, lalu siapa sebenarnya kau ini" Tanya peng Li dengan binggung dia benar benar penasaran dengan identitas Chu Tian.
"Bukankah tadi kau sudah tau" ucap Chu Tian yang mrmbuat Peng Li mengkerutkan keningnya
" Siapa..?" tanya Peng Li yang masih binggung.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.