
jhin Tian langsung melesat begitu saja menuju istana api.
"Jhin Le bisakah kau tenangkan adikmu" tanya Jhin Suo dengan wajah sedihnya.
"Aku akajn melakukan yang terbaik paman" ucap Jhin Le membungkuk lalu pergi.
"Biarkan aku ikut" ucap Qing Se.
"Aku juga" Qi Val.
"Aku akan membantu" Gi Kung berkata dengan wajah marah.
"Jangan lupakan aku" ucap Muo Sie.
"Aku Yu Nan dan Yan Sha akan disini menenangkan mereka" ucap Huang tei.
"Baiklah Mohon Bantuannya" ucap Jhin Le dan diangguki oleh Huang tei dan lainnya
Jhin le langsung mel3sat mengikuti jejak Jhin Tian.
Di Istana api.
Jhin Tian membawa pedang Roh dewanya lamgsung menebas para penjaga yang menghalanginya.
"Minggir jangan menghalangiku" ucap Jhin Tian Dingin.
Jhin Tian sampai di depan istana dia membuka pintu dengan kakinya.
Brakkkkk.....
"Hiaaaaaa" para prajurid langsung menyerang Jhin Tian, jhin Tian sepeeti tak kesulitan sedikitpun.
saat para prajurit hampir habis di bunuh Jhin Tian pangeran Api muo Fi Datang bersama Ketujuh saudaranya yang lain.
"Dimana Raja Api aku ingin bertemu" nada dingin Jhin Tian dan penuh kemarahan itu membuat Muo fi dan para saudaranya jengkel.
"Tidak akan kubiarkan kau menyentuh ayahku" teriak Muo Fi.
"Aku tidak butuh ijinmu untuk membalaskan dendam istriku" ucap Jhin Tian masih dengan nada dingin dan penuh penekanan, aura jhin Tian menguar nguar.
"istrimu?" Muo fi seperti tidak paham dengan apa yang dikatakan Jhin tian.
"Kau terlalu bodoh Muo Fi" ucap jhin Tian.
"Cih Keparat kau, Saudaraku serang dia" teriak Muo Fi.
"Baik" mereka semua menyerang Jhin Tian secara bersamaan.
Jhin Tian dengan mudah menghindari serangan serangan mereka , bahkan dia berhasil menggores beberapa bagian tubuh dari Muo Fi dan saudara saudaranya.
Duakh...Duakhh.. Duakkhhh.....
Jhin Tian menendang Semua saudara Muo Fi beserta Muo fi hingga menabrak dinding.
"Bersyukurlah kalian karena menjadi saudara Dari Muo Sie" ucap Dingin Jhin Tian lalu membuat jeruji Es yang tidak akan pernah bisa mencair sebelum dia yang mencairkannya.
"Muo Sie..?"
__ADS_1
"Aku bahkan lupa jika aku punya adik perempuan"
"Bagaimana bisa muo Sie..?"
berbagai pertanyaan terlontar dari delapan bersaudara itu. (termasuk Muo Fi, jika termasuk Muo sie berarti sembilan bersaudara).
"Hmph manusia bia*ap" ucap Dingin Jhin Tian lalu melangkah meninggalkan mereka dan menuju Aula Singasana.
Sampai Disana ia melihat seorang pria dengan wajah arogan duduk disingasana.
"Wah wah, lihatlah pangeran Es datang, maaf tidak memberimu penyambutan pangeran" ucap Muo xi sambil berpura pura sopan.
jhin Tian diam, dia lalu melemparkan pisau yang ditemukan Qi Val tadi kearah Dewa Api.
Clebbbb.....
Pisau menancap disinggasana, tepat disamping kepala Muo Xi.
muo Xi Menatap Jhin Tian dengan tajam.
"Ahhh turut berduka cita akan meninggalnya calon Ratu Tiga dunia" ucap Muo Xi dengan seringai licik.
"Aku tidak butuh ucapanmu" ucap Jhin Tian dengan dingin, dia juga menyiapkan dirinya dan juga pedangnya.
"begitu ya, tak kusangka aku akan tertangkap begitu cepat hahahhahaha" tawa Muo Xi mengelegar, dia juga menyiapkan Tombaknya yang berbentuk mirip trisula.
diaula istana itu mereka saling beradi serangan, Jhin tian yang diselimuti kemarahan langsung menyerang Muo xi Tanpa ampun.
"Aku tidak bisa meremehkan kekuatan bocah ini" batin Muo Xi.
Jhin Tian tidak berkata sedikitpun dia mengeluarkan seluruh jurusnya dan semua kemampuannya untuk memojokkan Muo Xi.
"Arrrkkkhhh..." muo Xi Berteriak kesakitan.
muo Xi Langsung mengeluarkan cawan yang peenah jhin tian berikan dan langsung meminumnya.
Jhin Tian tersenyum sinis, sementara Muo xi kebinggungan mengapa tubuhnya tidsk bereaksi saat ia sudah minum air dari danau phoenix.
"Cih" jhin Gian berdecih lalu kembali menyerang muo Xi.
Muo Xi Berusaha menangkis sambil menahan rasa sakit.
"Katakan padaku mengapa Air phoenix tidak bergungsi" teriak Muo xi Disela sela pertarungannya.
Jhin Tian hanya diam dengan wajah datarnya, jhin Tian kali ini benar benar menguasai pertarungan.
Bugh.....
Jhin Tian menendang perut Muo Xi hingga ia terpental sampai ke singgasana nya.
"uhukk..." darah segar mengalir dari sudut bibir Muo xi.
"tch aku tidak punya pilihan lain" ucap Muo Xi Dia langsung merapatlkan sebuah mantra dan sebuah segel tangan.
"Jadi begitu ya" ucap Pelan Jhin Tian seringai mengerikan tak pernah luput dari wajah manisnya itu, Dia juga merapalkan sebuah mantra dan membuat segel tangan yang cukup Rumit.
Angin Berhembus sangat kencang, aura besar terpancar dari dalam aula.
__ADS_1
"Apa.. ayah akan mengunakannya, " ucap Muo Fi.
"Tidak mungkin...!!!"
"Ayah akan kehilangn kekuatannya selama Ratusan tahun"
"Apa yang membuat ayah sampai berfikir seperti itu"
"Apakah Jhin tian sekuat itu. hingga membuat ayah harus mengunakan jurus terlarang"
pertanyaan demi pertanyaan terus terlontar, sementara ditempat Jhin le mereka juga merasakan aura yang kuat.
"Tidak mungkin" ucap Muo Sie.
"Ada apa Muo Sie" tanya Qi Val.
"Ayah menggunakan jurus terlarang dari Suku Api, kita harus segera menyelamatkan Jhin Tian, atau dia tidak akan selamat" ucap Muo sie.
"Kau tidak khawatir dengan Ayahmu..? dia akan kehilangan kekuatannya dalam waktu yang lama" tanya Qing se.
"tentu saja aku khawatir, tapi aku lebih khawatir dengan temanku, saudara saudaraku dan ayahku pasti sidah lupa denganku, mengingat kita hampir satu pergi" ucap muo sie dengan wajah sendu.
"Bukan saatnya untuk bercerita, sebaiknya kita bergegas agar tidak terlambat" ucap Gi Kung.
"Baik" ucap Mereka serempak.
(disini Jhin Tian pergi ke istana api dengan portal teleport ya, jadi dia lebih cepat dibanding yang lainnya).
kembali kepertarungan Jhin Tian.
sebuah cahaya Biru terang mengelilingi Jhin Tian dan Cahaya merah membara mengelilingi Muo Xi.
Seulet bayangan Naga Api terlihat disana. dan Seekor phoenix biru dengan pingiran berwarna merah juga berada diatas kepala Jhin tian mengibas ngibaskan sayapnya penuh tatapan kemarahan, yah phoenix itu adalah wujud dari Xiao Feng, tapi Jhin Tian hanya mengambil kekuatannya saja, begitupun dengan Muo Xi yang mengambil kekuatan dari Sang naga Api.
"Kau tidak akan menang dengan phoenix lemahmu itu" teriak Muo Xi dengan wajah arogan.
"Lihat Saja" ucap Jhin Tian dengan dingin tatapannya yang tajam begitu membuat Muo Xi bergidik ngeri.
Jhin tian kembali merapalkan sebuah mantra dan segel tangan, tubuhnya kembali bersinar terang.
"mu mustahil ba ba bagia mana di dia bisa melakuakn itu" wajah terkejut dan gugup terlihat pada Muo Xi
Seulet naga Es keluar juga dari Tubuh Jhin Tian dan itu membuat Muo xi bergetar, tapi sifat arogannya tetap tidak ingin mengalah.
Aura yang sangat besar itu pun bahkan membuat Raja Jhin Suo begitu terkejut.
"Cih Hanya segitu saja" ucap Muo Xi padahal dirinya masih ketakutan.
"tch tak sadar diri" ucapan dingin dan Sinis Jhin Tian membuat tubuh Muo Xi tambah bergetar.
.
.
.
.
__ADS_1
mau diup tapi paketannya abis:( nunggu wifi tetangga dulu ah>^<