
Jhin Tian terus melangkah mencari tempat keberadaan ibunya, dia terus menyusuri hutan ilusi, hingga pada akhirnya dia mendengar suara pertarungan.
"Siapa yang bertarung ditengah hutan seperti ini" batin Jhin Tian.
Jhin Tian melompat menembus rimbunnya hutan lewat dahan dahan pohon.
Jhin Tian berhenti disatu pohon tak jauh dari tempat pertarungan.
Terlihat Seorang Wanita dengan jubah pitih juga rambut putih disana, dan ada seorang pria dengan topeng dan satu lagi wanita memakai topeng bersandar dipohon, seperti sedang menikmati pertarungan.
"Siapa mereka sebenarnya, Aura ini, wanita bertopeng itu sepertinya aku pernah bertemu dengannya. dan wanita yang terluka itu, auranya sangat familiar" batin Jhin Tian sambil terus mengawasi pertarungan.
Terlihat wanita berjubah putih itu kalah telak dengan si pria, namun meski terbanting berkali kaki wanita itu tetap bangkit dan mengayunkan pedangnya.
"Apa yang membuatnya segigih itu,aku belum pernah melihat wanita setangguh itu kecuali.. huh" jhin Tian tidak ingin lagi mengingat Ling Yue itu bisa membuatnya merasa sedih,namun tetap saja ling yue memiliki tempat sepesial dihatinya.
Jhin Tian tetap mengawasi Pertarungan sebelum akhirnya.
Degh....
"Simbol suku Es, bagai.. eh tunggu jangan jangan..."
"Aarrrkkkkkhhhhh" wanita itu berteriak kesakitan dan pria itu kembali menendangnya hinga wanita itu terpental.
Jhin Tian langsung melesat menangkap wanita itu.
"Apakah nyonya baik baik saja" tanya Jhin Tian.
"Arkh iya, terimakasih" ucap Wanita itu.
"Hei kau jangan ikut campur" teriak pria bertopeng.
"Cih aku paling tidak suka melihat pria menyerang wanita yang sudah tak berdaya" ucap Jhin Tian sambil mengeluarkan pedangnya.
"Pedang itu" batin wanita berjubah putih itu dengan binggung.
"Hahahaha tak kusangka kau cepat sekali menemukan tempat ini pangeran" ucap Wanita bertopeng.
"Tch tak kusangka itu benar benar ditimu, dewi peri Shi Qyu" ucap Jhin Tian dengan tatapan dingin.
"Tatapannya tidak seperti dulu, cara bicaranya sangat berubah, apa yang kulewatkan hingga aku tidak tau apapun" batin Shi Qyu.
"Hahaha kau memang anak yang pandai pangeran, aku sudah menduganya sejak pertama kali kita bertemu" ucap Shi QYu.
"Aku tidak butuh pujianmu , sekarang katakan dimana ibuku" ucap Jhin Tian aura dingin menguar keseluruh tempat, tatapan tajam nan dingin dari mata Jhin Tian, terlihat sorot kemarahan dalam dirinya.
"Jadi dia bekum tau ya, dan apa ini kemana ketenangan yang kulihat waktu itu, hah benar benar berubah ya" Batin Shi Qyu Dengan senyum sinis dibalik topengnya.
"Sudah ku katakan pangeran Nikahi putriku Shi Que maka kau akan mendapatkan ibumu" ucap Shi Qyu.
"Aku tidak akan sudi menikahi putrimu itu" ucap Jhin Tian dengan dingin.
"Pilihan yang salah pangeran" ucap Shi Qyu dengan senyumnya.
"Aarrkkh akan ku bunuh kau" jhin Tian melesat kearah Shi Qyu dengan pedangnya namun.
Trang....
Sebuah pedang menghalangi laju Jhin Tian, Yan itu adalah pria bertopeng, Shi Qyu mundur dan kembali menyandarkan dirinya di pohon, sementara Wanita berjubah Itu terus memperhatikan Jhin Tian.
"Wajahnya sangat mirip dengan Jhin Suo, apakah mungkin dia... tapi bagaimana dia bisa ada disini" batin Wanita Itu.
__ADS_1
Kembali kesisi Jhin Tian.
"Ayo lawan aku dengan seluruh kekuatanmu bocah" ycap Sang pria bertopeng.
"...."
"Cih aku bicara padamu bodohh....!!" pria itu terus mengoceh namun tak sepatah kata pun keluar dari mulut Jhin Tian, Jhin Tian hanya terus mengayunkan pedangnya untuk menebas pria bertopeng Itu.
Jhin Tian mengeluarkan Jurusnya dengan menari nari mengunakan pedang, yah itu adalah Teknik Tarian phoenix.
"Apa yang dia lakukan" ucap Pelan Shi Qyu sambil mengerutkan keningnya.
"Ta tarian itu.. hanya para phoenix yang memiliki jurus itu itu jurus tingkat Tinggi dan tak sembarang phoenix dapat melakukannya, siapa sebenarnya pemuda itu" batin Wanita berjubah.
"Kau membuatku marah bocahhh" teriak Pria bertopeng itu dan langsung menyerang jhin Tian dengan kondisi jhin Tian yang masih menari dengan pedangnya, Jhin tian masih terlihat begitu tenang gerakannya yang anggun dan teratur membuat keindahan tersendiri.
pria bertopeng itu menyerang Jhin Tian dengan pedangnya, namun Jhin Tian berhasil menangkis Setiap serangan pria bertopeng itu.
"Apa ini, apakah dia bisa membaca gerakannku" batin pria bertopeng,.
meski terlihat anggun namun gerakan pedang Jhin Tian sebenarnya sangat cepat, saat satu tangannya mengayunkan pedang tangan lainnya membuat bola energi dan Saat pria bertopeng itu menyerangnya.
Jhin Tian langsung mengubah pola gerakannya, dia memutar Tubuhnya hingga berada dibelakang pria bertopeng dan.
Bommmmmmmmmm.......
Jhin Tian menembakkan Energinya tepat dipunggung pria bertopeng itu.
Pria bertopeng itu terpental kedepan dan terjatuh dengan sangat keras.
Wajahnya mulai pucat darah segar mengalir disetiap lubang diwajahnya,
"Uhuk" darah segar kembali keluar dan pria itu langsung jatuh tak sadarkan diri.
"Tak kusangka kau hebat juga pangeran, tapi lihat dia adalah ibumu, dia berada ditanganku apa yang bisa kau lakukan pangeran" ucap Sinis Shi Qyu.
"Ibu.." ucap jhin Tian lirih.
"Pergi dari sini jangan hiraukan aku,pergilah selamatkan dirimu" ucap Wanita berjubah itu yang tak lain adalah Ling Zhu.
Jhin Tian mengepalkan tangannya dengan erat menahan amarahnya.. Jhin Tian memikirkan sesuatu, dia lalu tersenyum, tapi bukan terasa hangat namun terasa dingin, senyum yang menakutkan bagi sebagian orang.
"Berikan dia padaku" ucap Jhin Tian dengan dingin.
"Apa kau kira aku bodoh, aku tidak akan memberikannya padamu" ucap Shi Qyu dengan nada Meledek.
"Kau memang bodoh... BERIKAANNNNN..!!!!!" jhin Tian berteriak kesal, aura dingin kembali menguar.
"Ambil sendiri jika kau bisa hmph" Shi Qyu masih terus meledek Jhin Tian.
"Ohh baiklah jika itu mau mu" ucap Jhin Tian dengan nada Dingin.
dia membuat sebuah segel Tangan dan Seketika sebuah portal muncul disamping Jhin Tian, Jhin Tian memasuki portal itu.
"Ck ck ck kupikir dia benar akan merebutmu, ternyata dia kabur, bukankah itu menyedihkan Ling Zhu" ucap Shi Qyu sambil melepas pesau dari depan leher Ling Zhu.
"Kau Salah" teriak Jhin Tian yang langsung keluar dari portal dan menendang wajah Shi Qyu hingga terpental kebelakang dan topengnya pecah.
"Oh jadi ini karma yang kau dapat kan Shi Qyu, tak kusangka wajahmu mengerikan" ucap Jhin Tian masih dengan nada dingin.
"Ck diam kau bocah, ibumu memiliki kecantikan sejati, aku akan mengambilnya dan aku akan menjadi wanita paling cantik sedunia" ucap Shi Qyu dengan tertawa keras.
__ADS_1
"Mimpi" ucap singkat Jhin Tian yang membuat Shi Qyu merasa marah.
Shi Qyu Menyerang Jhin Tian dengan belatinya, jhin Tian menanggapinya dengan belati juga.
Mereka beradu serangan, tak jarang Jhin Tian harus mundur beberapa lanhkah, dan tak jarang pula Shi Qyu harusterpental beberapa meter.
"Aku tidak suka membunuh wanita, tapi kau harus mati"Jhin Tian perlahan mendekati Shi Qyu yang sedang terkapar ditanah.
Jhin Tian menukar belatinya Dengan pedang dan Akan menebas Shi Qyu.
TRANGG......
pedang Jhin Yian berhasik ditahan oleh seseorang yang dia juga kenal, yah tak lain adalah Shi Que.
"Cih" jhin Tian berdecih kesal karena menghalangi niatnya.
"Pangeran kumohon jangan membunuh ibuku" ucap Shi Que dengan membungkuk (posisi Shi Que itu duduk nah terus tambah membungkuk, bayangin sendiri deh)
"Aku tidak perduli" ucap Jhin Tian dengan Dingin.
"Menyingkir lah.....!!!" Bentak Jhin Tian dengan kesal.
"Tidakkk... jika kau ingin membunuhku maka bunuh juga aku" ucap Shi Que berharap Jhin Tian berubah Fikiran karena kasihan padanya.
"Baiklah" ucap Jhin Tian santai.
"Ha hah apa?" Shi Que menjadi binggung.
"Kau ingin mati bersama ibumu kan, maka akan kukabulkan" ucap Jhin Tian dengan seringai .
"Ini bukan seperti ini yang kuharapkan, tch aku harus mencari cara lain" batin Shi Que.
"Tidak tidak seperti itu, ba baiklah kau boleh membunuh ibuku" ucap Shi Que dengan gemetar.
"Sh shi Que ka kau" Seketika air mata Shi Qyu tumpah mendengar apa yang dikatakan putrinya itu, semua telah ia berikan untuk putrinya namun ternyata balasannya ini, putri yang selama ini ia banggakan kini menjadi duri dalam hatinya.
Jhin Tian tersenyum sinis dia lalu mengarahkan pedangnya ke leher Shi Que.
"ke ke kenapa ka kau melakukan ini, a aku sudah memeberikan ibuku" ucap Shi Que.
"Kau itu bagai ular berbisa, jika kau kulepas suatu hari mungkin kau bisa mematukku" ucap Jhin Tian masih sengan senyum sinisnya membuat nyali Shi Que benat benar menciut.
"Dan satu hal lagi aku benci orang yang rela mengorbankan orang tuanya demi kepentingan sendiri" ucap Jhin Tian dan.
Slasshhhhhh.....
Kepala Shi Que langsung terlepas dari tubuhnya.
"Shi Queee" teriak Shi Qyu.
"Sekarang giliranmu" ucap Dingin Jhin Tian
Slaashhhh.... dua kepala bergelimang darah ada disana.
Ada keraguan di diri Jhin Tian namun ia segera menepisnya.
.
.
.
__ADS_1
.