
"Tapi aku.."
"Yue'er bukankah kau berjanji akan menuruti perkataanku" ucap Jhin Tian.
"Huh Baiklah, jadi kapan kau akan pergi" tanya Ling Yue pasrah.
"Lusa aku akan berangkat, aku harus mengetahui beberapa informasi dari ayah terlebih dahulu" ucap Jhin Tian.
"Apa kau akan pergi sendirian " tanya Jhin Cha.
"Tidak, aku akan pergi bersama Para generasi muda setiap Suku, termasuk Qing Se dan Huang Tei, dan itu juga sebabnya aku meminta Huang tei untuk membujuk pangeran Le." ucap Jhin Tian.
"Aku mengerti sekarang kenapa kau ingin mengajak kakak Le" ucap Jhin Cha dengan tersenyum.
jhin Tian juga tersenyum dan mengangguk membenarkan maksud yang dipikirkan Jhin Cha.
Ditempat lain Huang Tei menemui Jhin Le dan membujuknya dengan segala Cara namuan Jhin Le selalu mengatakan bahwa dia punya banyak pekerjaan Apalagi sekarang Jhin She sedang bermeditasi jadi semua tanggung jawab berpindah padanya.
Ditempat lain pula Qing Yu meminta Putranya untuk mempersiapkan diri dan dia juga berpesan agar membawa Yan Sha karena mereka akan membutuhkannya dalam perjalanan.
Generasi muda dari semua suku utama, Es, Duyung, Mimpi, Peri, Pengobatan, suku kehidupan, Suku Raksaksa Dan juga suku Racun serta Suku Api, namun untuk suku peri mereka memilih Jhin Le karena dia masih mempunyai darah dari suku peri karena ibu dari Jhin Le dan Jhin Cha juga termasuk salah satu putri peri, sementara untuk suku api mereka hanya akan menggunakan batu api yang disimpan oleh Raja Jhin Suo saat peperangan dahulu berlalu.
Pada Akhirnya 8 dari 9 Suku utama menyetujuinya, dan para generasi muda dikirim keistana Es, mereka semua tak lain adalah para pangeran dan putri dari suku mereka sendiri, mereka semua ingin anak anak mereka ikut berpartisipasi dalam tujuan mulia ini.
Kabar tentang Persetujuan dari Suku utama juga terdengar oleh Jhin Tian yang disampaikan oleh Jhin Ye.
Hari Itu para pangeran dan putri dari berbagai suku datang keistana Es, Jhin Tian dan Yang lainnya menyambut mereka didepan pintu gerbang.
"Salam Yang mulia" ucap Pangeran Gi kung sang pangeran dari Suku Raksasa seperti namanya dia memiliki tubuh tinggi Besar namun tidak sebenar Raksaksa pada umumnya, Suku mereka disebut raksaksa karena kerakusan mereka dalam hal makanan dan kekuatan yang luar biasa menjadikan mereka layaknya raksaksa dan Suku Itu Diberinama Suku Raksaksa sejak ratusan Ribu tahun yang lalu.
__ADS_1
"Aku senang kau bisa hadir, aku juga sangat bahagia kalian semua bisa datang keistana ini" ucap Raja Jhin Suo.
"Sudah menjadi kehormatan bagi kami bisa hadir dan menjadi bagian dari tugas suci ini yang mulia" ucap Putri Yu Nan sang putri dari Suku racun yang setia inci dari dirinya penuh dengan racun yang mematikan.
"kau pasti pangeran Tian, aku Gi Kung berjanji padamu akan selalu setia padamu dan akan melindungimu selama yang aku bisa" ucap Gi Kung dengan memberikan hormat didepan Jhin Tian.
"Aku percaya kepada kalian semua, Terimakasih karena telah berkenan membantuku" ucap Jhin Tian dengan senyum lembutnya.
"Kami memang akan selalu membantumu pangeran, jadi jangan sungkan Untuk meminta bantuan pada kami" ucap Pangeran Qi Val putra dari dewi kehidupan disuku kehidupan.
"Hahaha aku benar benar bahagia dengan jnaji kalian semua, kalau begitu mari masuk kita akan membicarakan ini didalam" ucap Jhin Suo.
"Baik Yang mulia" ucap Mereka semua serempak.
Jhin Tian, Jhin Le, huang Tei, Qing Se, Gi Kung, Yu Nan, Yan Sha dan Qi Val , mengikuti Ji Huo memasuki Ruang Aula Istana disana sudah ada tempat duduk yang sudah disiapkan oleh Raja Jhin Suo.
"Menurut hamba Yang mulia kita tidak perlu berdamai dengan Suku api, kita hancurkan saja mereka aku bahkan tidak sabar ingin mencabik cabik tubuh orang orang kejam itu" ucap Gi Kung temperamen tinggi juga melekat dalam diri Gi Kung.
"Kurasa kita tidak akan melakukan itu pangeran Kung, jika kita melakukan itu sama saja kita menyerahkan diri, kelicikan dari dewa api telah tersebar keseluruh Dunia dewa" ucap Qing Se
"yang dikatakan Qing Se memang benar, kita tidak bisa menyerang mereka, gunakan jalan damai jika mereka menolak baru kita memberi sedikit pelajaran, lagi pula aku yakin saat ini mereka sedang terpuruk dengan matinya sekutu terbaik mereka, dan mereka juga pasti memiliki dendam dengan pangeran Mahkota Jhin Tian" ucap Jhin Le.
"Ya aku setuju, sebaiknya kita tawarkan perdamaian itu, kita tidak bisa menjamin batu api itu akan berfungsi dengan benar, jika nanti kita sudah jauh jauh pergi dsn batu itu gagal menjalankan tugasnya bukan kah itu akan membuat kita rugi" ucap Qi Val.
"Yah memang benar, aku mengusulkan untuk kau Qing Se temanilah Jhin Tian untuk mengajukan Perdamaian itu" ucap Jhin Suo
"Maaf menyela yang mulia, tapi apa tidak sebaiknya hamba pergi sendiri karena jika ditemani maka mereka akan mengira pangeran dari Suku Es adalah pengecut" ucap Jhin Tian.
"Tidak pangeran mahkota, aku tidak akan mempertaruhkan hidupmu dengan mengirimmu sendiri kesana, bagaimana pangeran Qing se apa kau bersedia..?" tanya Raja Jhin Suo.
__ADS_1
"Hamba akan melaksanakan perintah yang mulia dengan baik" ucap Qing Se dengan Memberikan hormatnya.
"Baiklah sudah diputuskan kalian berdua yang akan pergi" ucap Jhin Suo.
"Yang mulia hamba mempunyai sarah bagaimana jika kami juga ikut untuk mengawasi dari jauh, aku tidak bisa menjamin manusia keji itu hanya akan diam sementara Dua mangsa datang kekandangnya" ucap Gi Kung.
"Baiklah, lakukan apa yang menurut kalian benar, aku serahkan semuanya pada kalian" ucap Jhin Suo.
"Terimakasih yang mulia, kalau begitu hamba mohon undur diri" ucap Qing se.
mereka berjalan keluar, sebelum keluar Jhin Suo memanggil Jhin Tian terlebih dahulu
" pangeran kuharap kau berhasil kali ini, setidaknya buat mereka tertarik dengan tawaranmu" ucap Jhin Suo.
"Aku mengerti yang mulia, aku akan melakukan yang terbaik meski aku bukan ahli siasat namun aku pasti bisa membaca suasana disana, dan aku punya Dua benda yang tidak mungkin mereka Tolak" ucap Jhin Tian.
"Benda, benda apa itu putraku" tanya Jhin Suo.
Jhin Tian membuka kedua telapak tangannya, ditangan kiri ada bola prmberian Jhin wong waktu itu dan ditangan satunya sebuah Guci kecil yabg terbuat dari emas dan bertatakan permata indah, didalam ada air suci daridanau phoenix Jhin Tian, air itu sangat berguna untuk para dewa suku api sebagai obat paling mujarap bahkan satu tetesnya mampu menyembuhkan luka luar yabg cukup parah.
"Hahahaa aku selalu dibuat terkejut olehmu pangeran mahkota, aku bahkan sangat yakin dewa api akan dengan senang hati mengirim salah satu putra atau putrinya demi dua hal itu" ucap Jhin Suo dengan tertawa senang sementara Jhin Tian tersenyum sambil memandang dua benda ditangannya itu.
.
.
.
.
__ADS_1