
Hari itu Ling Yue memasak banyak makanan untuk Chu Tian dan Yan Sha membantunya.
Ling Yue tau betul bagaimana Chu Tian yang tidak akan makan apapun sebelum latihannya selesai.
Mereka bertiga makan bersama dikediaman Chu Tian
"Yue'er kakak Yun apakah dia sudah pergi" tanya Chu Tian.
"Ya, dia sudah pergi dua hari yang lalu dengan portal teleportasi Lao Hei karena mertuanya mengirim surat agar mereka segera kembali karena kakak dari kak San Ma akan segera melahirkan dan mereka meminta kakak yun untuk membantu" jelas Ling Yue.
"Aku jadi khawatir dengan kakak ipar" ucap Chu Tian sambil menyantap hidangan didepannya.
"Kenapa kau khawatir dengan yang mulia, bukankah kakakmu selalu disampingnya" tanya yan sha.
" ulang tahunku semakin dekat dan kandungan kakak ipar juga semakin besar, aku hanya takut dihari itu kakak..." Ling Yue langsung menutup mulut chu tian sebelum Chu Tian menyelesaikan kata katanya.
"Tidak suamiku jangan katakan itu, aku tau kau sudah membuat perlindungan untuk kami semua, dan aku yakin kau tidak akan membiarkan sesuatu terjadi pada kita semua" ucap ling yue.
"Calon pewaris kerajaan Chu tidak boleh bernasip sama sepertiku, lahir disaat perang terjadi keponakanku tidak boleh mendapat kepahitan sebelum kelahirannya" ucap Chu tian.
"Apa aku perlu meminta Lao Bi untuk menjaga kakak ipar" tanya Ling Yue.
Chu Tian menatap Ling Yue lalu mengelengkan kepala.
"Lao Hei dan Lao Bi harus berada dimensi dan pergi bersama kita, mereka tidak bisa tinggal disini jika tidak maka kristal sembilan warna juga tidak akan berbuat banyak karena aku sudah mengunakan inti dari kekuatannya.
"Kita harus melakukan sesuatu, setidaknya kita bisa melindungi yang mulia dan penduduk yang tidak bisa bertarung" ucap Yan Sha
"Aku mengerti, akan kupikirkan itu nanti sekarang biarakan aku memakan masakan istriku dan temanku ini" ucap Chu Tian dengan tersenyum.
Yan Sha dan Ling Yue tersenyum dan mengelengkan kepalanya melihat Chu Tian makan.
Selesai makan Yan sha kembali kekediamannya karena Chu Tian telah kembali Yan Sha tidak lagi tinggal Dikediaman Chu tian.
"Yan Sha terimakasih kau sudah menjaga Ling yue dengan baik" ucap Chu Tian.
"aku sudah menepati janjiku dengan menjaga istrimu, aku sekarang hanya perlu menunggu waktu untuk aku kembali pulang." ucap Yan sha dengan tersenyum lalu berbalik dan pergi meninggalkan Kediaman Chu Tian.
"Kau memiliki teman yang sangat baik" ucap Ling yue.
__ADS_1
"Dia memang selalu baik, aku juga pasti akan melindunginya saat dia dalam bahaya" ucap Chu Tian dan dibalas dengan senyuman oleh Ling Yue.
Ling Yue sudah menganggap Yan sha seperti saudarinya sendiri.
hari kembali berlalu, pagi kembali menyapa hari itu setelah membuat makanan untuk ling yue, Chu Tian pergi keruang rapat istana dia kali ini ikut berpartisipasi dalam rapat para petingi istana.
yang mereka bahas saat ini adalah tentang oencuri yang kemarin Chu Tian tangkap. yah itu memang masalah kecil bagi para rakyat tangkap dan hukum tapi bagi kerajaan yabg dipikirkan adalah bagaimana bisa begini dan apa solusi agar tidak terjadi lagi.
"kerajaan Chu sudah terkenal akan kemakmurannya namun bagaimana hal seperti ini bisa terjadi" ucap Chu Lizheng.
"ampun yang mulia apakah mungkin beberapa orang tidak mengetahui tentang informasi yang telah kita berikan" ucap Salah seorang pejabat.
"Tidak, aku sudah memeriksa semua data setiap bulannya dan aku baru menemukan kasus ini pertamakali" ucap Chu Lizheng.
"apakah Mungkin adalaporan yang tidak diserahkan" ucap Chu Tian.
"masuk akal, jika laporan tidak sampai kepada yang mulia bagaimana yang mulia tau" ucap Pejabat lainnya.
"Siapa yang bertanggung jawab atas laporan rakyat" tanya Chu Tian.
"Maaf pangeran para kepala desa biasanya menyerahkan seluruh laporan kepada Mentri Hun, dan mentri Hun akan menyerahkannya pada yang mulia" jelas penasehat istana.
"Tentu pangeran hamba sudah menyerahkan semuanya tanpa terkecuali, bahkan hamba memeriksa beberapakali sebelum menyerahkannya pada yang mulia" jelas mentri hun.
"Jika demikian bagaimana mungkin laporan itu hilang" ucap penasehat istana.
"Paman penasehat, ini mungkin rumit tapi, bisa jadi ada yang menukar data " ucap Chu tian.
"ini mungkin saja terjadi pangeran, bisa jadi yang mulia mengirim bantuan pada desa yang salah dengan begitu desa itu akan mendapatkan dua kali lipat bantuan dari istana sementara desa lainnya tidak mendapat apapun" ucap Penasehat dan diangguki oleh Chu Tian.
"Lalu apa yang harus kita lakukan " tanya Chu Lizheng.
"Untuk memastikannya yang mulia bisa turun langsung kedesa desa" ucap Chu Lizheng.
"Biarkan aku yang pergi, lagi pula aku punya sedikit urusan didesa desa itu" ucap Chu Tian.
"Bagaimana yang mulia, apakah anda menyetujuinya" tanya pejabat istana.
Chu Lizheng memikirkan banyak hal, termasuk tentang Chu Tian yang baru saja Kembali dari latihannya.
__ADS_1
"Tapi, kau baru saja kembali, biarakan Xiao Feng dan Zaein yang memeriksa semua ini" ucap Chu Lizheng.
"Aku mohon, lagi pula kita tidak punya banyak waktu " ucap Chu Tian sedikit memaksa.
"Kenapa kita tidak punya banyak waktu pangeran, bukankah kita masih punya waktu banyak apalagi hanya untuk masalah kecil ini" ucap Seorang pejabat.
"paman akan tau nanti , pertama yang mulia harus mengijinkanku" ucap Chu Tian sambil memandang Chu Lizheng.
"Huft baiklah sekalipun aku menolak kau akan tetap pergi" ucap Chu Lizheng dan diangguki dengan serius oleh Chu Tian.
Semua orang binggung kenapa Chu Tian begitu terburu buru, namun jarena dia adalah pangeran jadi mereka mengikutinya.
rapat berakhir dengan Chu Tian yang akan pergi kedesa desa untuk memeriksa semua laporan
Chu tian dan Chu Lizheng masih berasa diaula dan yang lainnya telah pergi, Chu Lizheng menatap Chu Tian dengan tatapan tajam.
" kau baru saja kembali, apa kau tidak kasihan pada istrimu" tanya Chu Lizheng.
" kakak aku hanya pergi sehari saja" ucap Chu tian.
" bagaimana kau mengelilingi seluruh daerah kerajaan Chu ini dalam waktu sehari" kesal CHu Lizheng.
" aku akan pergi bersama Zaein, dengan kecepatan penuh aku pasti akan bisa mencapai semua desa mengambil semua dokumen dan memberi bola pelindung, dan dengan bantuan Zaein dia akan mengamati setiap desa dengan benar dan teliti" ucap Chu Tian.
" bola pelindung..?" tanya Chu Lizheng dengan binggung
"Ya bola pelindung tapi ini lebih kecil dari yang kuberikan pada para raja, aku hanya ingin para rakyat yang tidak bisa bertarung tetap terlindungi dan aman, itu juga yang sidah aku lakukan pada kakak ipar, dibawah istana ini ada ruang bawah tanah yang sangat luas dan ada pelindung disana" ucap Chu Tian.
"Jika ada pelindung lalu kenapa kau masih membuat banyak pelindung, dan darimana kau tau disana ada ruang bawah tanah" tanya Chu Lizheng.
"Aku tidak bisa memprediksi seberapa besar serangan itu, tapi aku yakin bahwa serangan itu pasti lebih besar dari yang kita perkirakan" ucap Chu Tian.
" jika sudah begini aku tidak punya pilihan lain, baiklah aku biarkan kau pergi dan lakukan apapun yang menurutmu benar" ucap Chu Lizheng dengan tersenyum dan chu Tian juga membalasnya dengan senyuman dan anggukan.
.
.
.
__ADS_1
.