Pendekar Phoenix Suci

Pendekar Phoenix Suci
CH.26 Pendekar Phoenix


__ADS_3

"i i itu phoenix biru yang legendaris.!!! " Ucap salah seorang perampok dengan gemetar.


"Apa jadi itu adalah phoenix yang dikatakan sudah mencapai tahap suci !!! yang berarti pemuda ini adalah sang pendekar Phoenix." ucap perampok lain dengan keringat dingin membasahi dahinya.


"Kita harus segera melarikan diri" Ucap salah satu dari mereka.


"Cih siapa yang percaya bahwa dia pendekar Phoenix lihat lah dia masih sangat kecil" ucap pria yang diduga Ketua kelompok itu.


"Heh bocah kecil cepat pergilah dari sini ,mumpung aku masih baik hati padamu" ucap nya lagi dengan sinis.


"Aku suka membunuh orang arogan seperti kalian, jangan banyak bicara lagi kalian serang aku" ucap Chu Tian dengan nada sinis


Mendengar perkataan Chu Tian mereka semua marah lalu menyerang Chu Tian secara bersamaan sebelas orang menyerang Chu Tian , termasuk ketua itu juga ikut menyerang Chu Tian, dan sepuluh lainnya menyerang Xiao Feng.


"Paman Ayo selesaikan ini dengan cepat" Teriak Chu Tian pada Xiao Feng dan dibalas anggukan kecil olwh Xiao Feng.


Chu Tian yang dikepung banyak musuh pun mengeluarkan pedang penghisap darah yang sekarang sudah berubah menjadi warna merah lagi.


" Pedang penghisap darah... tebasan kematian..!!!" ucap Chu tian dengan pelan


Lalu pedang Sungai darah melesat dan dengan satu tebasan tiga orang telah mati tanpa darah setetes pun yang tumpah.


Melihat itu ketua kelompok itu tercengang ,anggotanya mati dalam wakti yang sangat singkat..!?


"Dasar bocah ,akan ku cincang tubuhmu itu" ucap ketua perampok itu dengan marah.


" Ho Aku beberapa kali mendengar orang mengatakan itu padaku dan mereka berakhir sangat mengenaskan" Ucap Chu Tian dengan senyum manis ,tapi bagi para perampok itu adalah senyum kematian.


"Hahahaha bocah kau terlalu banyak bermimpi..!!" ucap ketua perampok itu memberanikan diri lalu menyerang Chu Tian yang masih setia dengan senyum manisnya.


Disisi lain Xiao Feng sudah mrmbunuh lima orang yang berarti tinggal lima orang lagi, Xiao feng tidak suka bermain main seperti Chu Tian.


"golok hitam...penghancur gunung" teriak ketua kelompok itu


"Sudah cukup main mainnya..! saatnya serius" Guman Chu Tian lalu menyerang balik ketua perampok itu.


" Elemen api... bola api..!! " ucap Chu Tian sebuah bola api besar berada ditangannya lalu dia melemparkan pada serangan golok milik Ketua perampok.


DUARRRR.....

__ADS_1


Ledakan dahsyat menyebabkan sebagian rumah warga rata dengan tanah.


Sedangkan Ketua kelompok itu terlempar dan jatuh ketanah dengan keras membuat dia mati saat itu juga.


Melihat ketua mereka mati para perampok itu menjadi enggan untuk menyerang Chu Tian. Namun tidak denga Chu Tian yang masih menampilkan senyum manisnya yang membuat mwreka gemetar ketakutan.


" Sekarang giliran kalian ...Lautan api..!!!!" ucap Chu Tian sambil mengerakkan tangannya ke arah para perampok itu seketika api biru menyembur keluar dari tangan Chu tian Dan membakar habis para perampok itu hingga tak tersisa.


Disisi lain Xiao Feng juga sudah selesai dengan tugasnya , Lalu Chu Tian bergegas mendekati para wanita dan anak anak yang ditahan lalu melepaskan tali mereka satu persatu.


Melihat Chu Tian membebaskan mereka , mereka semua sangat bahagia namun juga sedih karena begitu banyak orang dari desa itu yang mati.


Saat tengah membebaskan Para tahanan seorang pria paruh baya lari tergopoh gopoh mendekati Chu Tian.


"Pendekar Phoenix terima kasih banyak karena telah menolong desa kami dari kehancuran ,aku ghu Rou kepala desa di desa yen mengucapkan banyak terimakasih kepada pendekar" ucap kepala desa Ghu Rou dengan membungkukkan badannya.


" Paman tidak perlu sungkan , kita sesama manusia memang harus saling menolong " Ucap Chu Tian dengan tersenyum lalu mengibaskan tangannya keatas dan dua peti besar muncul dihadapannya


" paman pergunakan ini untuk membangun kembali desa ini dan gunakan juga untuk menyewa pendekar untuk menjaga desa ini" ucap Chu Tian


" Tidak tidak pendekar ini tidak baik , anda sudah menolong kami itu sudah suatu keberuntungan besar bagi kami ,dan sekarang anda malah memberi kami begitu banyak koin" ucap Ghu Rou menolak.


"Aku hanya membantu sebisaku dan itu tidak banyak, paman mohon terimalah" ucap Chu Tian membujuk Ghu Rou agar amu menerima.


"Emm kalau begitu aku peegi dulu paman aku masih ada urusan" ucap Chu Tian berpamitan.


"Tidakkah pendekar akam singgah disini sebentar dan menerima jamuan dari kami" ucap Ghu Rou


"Aku sangat ingin paman tapi aku benar benar sedang terburu buru" ucap Chu Tian menolak halus.


" Baiklah jika pendekar bilang seperti itu aku tidak akan memaksa lagi" kata Ghu Rou dengan sedih.


" Kalau begitu aku pergi dulu paman" ucap Chu Tian sambil menaiki punggung Xiao Feng


"Berhati hatilah dijalan pendekar" ucap semua orang yang ada disana mereka sangat menghormati Chu Tian dan mereka sebenarnya juga enggan membiarkan Chu Tian pergi.


"Aish aku lupa menanyakan nama pendekar itu" Ucap Ghu Rou menghela nafas .


Disisi lain Chu Tian terus melesat terbang melewati hutan sungai bukit ,dia tidak menyangka perjalanannya begitu jauh.

__ADS_1


"Hah kukira gunung heisan dengan ibukota itu dekat tapi ternyata begitu jauh, lalu bagaimana paman Sang bisa begitu cepat membawaku..?"chu Tian berguman dalam hati hingga tak sadar hari mulai malam.


"paman kita cari desa terdekat untuk menginap" perintah Chu Tian.


"Baik An'er" jawab xiao lang lalu melesat membelah malam menuju sebuh desa yang tak jauh dari sana.


Mereka turun agak jauh dari gerbang desa itu, antrian panjang menyambut mereka berdua lalu Chu Tian dan Xiao Feng mengantri hingga tatapan semua oramg mengarah pada mereka dua pemuda yang sangat tampan membuat semua wanita disana berteriak histeris.


"lihatlah pria itu sangat tampan bak dewa ah tidak tidak bahkan dewa saja kalah dari ketampanannya" ucap salah seorang wnaita yang mengagumi Chu Tian dan Xiao Feng.


masih banyak lagi pembicaraan hangat tentang Chu Tian dan Xiao feng namun hal itu tidak terlalu dihiraukan oleh Chu Tian dan Xiao feng.


Setelah lama mengantri akhirnya kini giliran mereka.


"Tunjukan identitasmu dan membayar dua keping perak" ucap seorang panjaga


"Hei bukankah nenek yang didepanku tadi hanya membayar dua keping perunggu..? " tanya Chu Tian sambil mengeluarkan lencana kerajaan Chu


"Itu Adalah kebijakan dari kepala desa kami bahwa bagi mereka yang kurang mampu hanya membayar dua keping perunggu" ucap penjaga itu lagi dan memeriksa lencana milik Chu Tian dia lalu melotot tak percaya.


" Maaf kan aku pangeran tidak mengenali pangeran " ucap penjaga itu dengan hormat.


"Ah tidak apa apa paman dan ini untukku dan temanku ,dan kumohon rahasiakan identitasku" kata Chu Tian sambil memberikan dua keping koin emas.


"Terimakasih pange.. ah tuan" ucap penjaga itu gugup.


Chu Tian lalu memasuki desa itu lalu disambut dengan keramaian, bangunan megah menjulang , lampu lampu menghiasi setiap jalanan.desa itu bernama desa Fushen


Chu Tian melangkah menembus keramaian sambil mengagumi rumah rumah yang ada disana.


Baru saja dia menikmati pemandangan dia sudah dihadapka dengan seorang pria yang berpakaian layaknya asassin.


.


.


.


.

__ADS_1


.


jangan lupa like komen n folow😁😇


__ADS_2