
" aku tidak akan membiarkanmu menyentuh istriku" ucap Jhin Tian.
"Jhin tian, Jhin Tian apa kau tidak sadar dengan kondisimu sendiri, lebih baik kau menyerah dan ikut aku kesuku Peri, aku berjanji disana kau akan diperlakukan layaknya raja" Shi Wue terus menghasut Jhin Tian.
"Raja... hahahaha jika aku mau aku bahkan bisa menjadi raja tiga dunia saat ini juga Shi Que jadi jangan menghasutku dengan tahta karena itu sama saja mempermalukan dirimu sendiri" ucap Jhin Tian
" kauu... argh aku bisa membunuhmu sekarang juga" ucap Marah Shi Que dia bahkan telah mengeluarkan energi spiritualnya.
Ling Yue menarik lengan Jhin Tian dan mengelengkan kepalanya.
"Yue'er kau tenang saja, aku tidak akan menggunakan energi spiritualku aku berjanji untukmu " ucap Jhin Tian dan meminta Yan Sha menjaga Ling Yue.
"Jhin Tian biarkan aku yang melawannya" ucap Yan Sha.
"Tidak yan Sha kau bawalah Ling Yue kembali keistana" ucqp jhin Tian yang bersiap dengan pedang Roh dewanya, karena jika ia mengunakan pedang elemen otomatis dia harus menggunkan energi spiritualnya.
"Apa gunanya pedang itu tanpa energi spiritual" ucap Shi Que dan langsung melemparkan bola bola energi kearah Jhin Tian.
Jhin Tian mengayunkan pedangnya menebas semua serangan Shi Que dengan sangat mudah.
" kau bertanta apa gunanya pedang ini, bahkan ayahku pernah menebas Ribuan musuhnya hanya dengan pedang ini" ucap Jhin Tian dan berjalan maju kearah Shi Que.
Shi Que mulai ketakutan dia teeus melempar energi spiritualnya kearah Jhin Tian dan Jhin Tian terus menangkis dan menghindari serangan Shi Que hingga akhirnya Jhin Tiqn sampai didepan Shi Que dan menodongkan Pedangnya.
"Sebaiknya kau pergi sekarang sebelum aku berubah fikiran" ucap Jhin Tian.
"A aku tidak akan pergi Jhin Tian, ehm apakah kamu tidak tertarik dengan kecantikanku ini" ucap Shi Que yang masih berusaha Menggoda Jhin Tian padahal ia sudah berada diujung pedang Jhin Tian.h
"Aku mengakuinya kalau kau memang cantik tapi sayangnya kau membuat kecantikanmu menjadi kebutukanmu" Ucap Jhin tian.
Sedikit lagi Jhin tian menebas Shi Que namun Shi Que melempar sebuah bola energi tepat Kedada Jhin Tian, Jhin Tian yang tidak siap terkena bola energi dan termundur beberapa meter.
Jhin Tian memegang dadanya.
"Lihat bukankah aku lebih unggul Darimu, masih berani memintaku pergi" ucap Shi Que.
"Kau ingin yang serius, baiklah " ucap Jhin Tian
Jhin Tian berlari kearah Shi Que, dan shi Que hanya menembakkkan energinya kearaah Jhin Tian, yah tentu tanpa energi spiritual sulit bagi Jhin Tian melakukan pergerakan.
__ADS_1
Jhin Tian menebaskan Pedangnya kearah Shi Que, dan shi que hanya bisa menghindar karena dia tidak pernah belajar pedang dia tidak tau cara menggunakan pedang dan tidak mungkin melawan Jhin Tian sang ahli pedang jadi dia hanya bertahan menggunakan energinya.
Pertarungan itu berlanjut Hingga Jhin Tain berhasil mengores pipi mulus milik Shi Que.
"Kauuu... argghh" teriak Shi Que dengan Frustasi, dan ya akibat sayatan itu energinya mulai berkurang karean Jhin Tian menggunakan pedang Roh Dewa yang bisa menyerap roh siapa saja yang menyentuhnya.
Darash segar dari pipi Shi Que membuat pedang Roh Dewa bereaksi seakan ingin terus menebas Shi Que Dan reaksi itu sedikit membuat Jhin Tian kewalahan.
"Kumohon tenanglah " ucap Jhin Tian dan itu berhasil membuat para roh tenang karena mereka sangat mematuhi jhin Tian yang bisa menyatukan mereka kembali dengan pedang Roh dewa.
"Shi Que aku tidak menjamin pedangku akan bertahan lebih lama dengan aroma darah ditubuhmu mereka bisa mengambil jiwamu sekarang juga, ini kesempatan terakhir untukmu pergi dari sini atau aku akna menghabisimu, jikapun harus berperang dengan Suku peri aku tidak akan takut sedikitpun" ucap Jhin Tian.
Shi Que merasa rakut karena bagaimana pun dia bukan tandingan pedang Roh dewa.
"Aku pasti akan kembali dan saat itu aku pastikan kau akan menjadi miliku hahahaha" gelak tawa Shi Que mengiringi kepergiannya, dan itu membuat Jhin Tian lega.
"Setidaknya aku tidak menodai diriku lagi dengan membunuh seorang wanita" ucap Pelan Jhin Tian.
Shi Que.
"Suamiku kau baik baik saja, apa kau menggunakan energi spiritualmu" tanya Yan Sha.
"Tidak Yue'er aku baik baik saja, kalian mau kemana" tanya Jhin Tian.
"Putri Yue meminta bantuanku, dia mengatakan bahwa kau melawan Shi Que, dia memiliki energi yang cukup besar, apa kau tidak apa apa" tanya Jhin Le.
"Aku tidak apa apa, kurasa energinya tidak sebesar itu, oh ya yan Sha terimakasih telah menjaga Ling Yue untukku" ucap Jhin Tian.
"Kau ini bicara apa, dia adalah temanku dan memang seharusnya aku menjaganya" ucap Yan Sha.
"Kalau begitu ayo kita kembali keistana, Aku akan meminta Dewa Qing Yu untuk mengawasi pergerakan Shi Que agar dia tidak sembarangan memasuki kawasan kerajaan Es.
"Baiklah" jawab Jhin Tian.
mereka lalu kembali keistana badai salju bahkan tak membut mereka kesulitan sedikitpun.
mereka semuq sampai diistana es , yan Sha mengantar Ling yue kekamarnya sementara Jhin Tian dan Jhin Le menuju kediaman Dewa Qing Yu.
__ADS_1
Jhin Le menanyakan Apa yang terjadi dengan Shi Que kepada Jhin Tian dalam perjalanan mereka.
Jhin Tian menceritakan semuanya kepada Jhin Le.
"Aku tidak tau kau memiliki keterampilan pedang yang hebat" ucap Jhin Le.
" jika ayahku adalah ahli pedang maka kemungkinan besar anaknya juga ahli pedang kan" ucap Jhin Tian dengan senyum.
"Hahaha kau benar" ucap Jhin Se.
Sampai dikediaman Qing Yu, mereka melihat Qing Yu sedang tertidur dengan posisi lotus.
"Sepertinya kita datang disaat yang tidak tepat" ucap Jhin Le.
" sebaiknya kita mengatakannya nanti" ucap Jhin Tian.
" yasudah ayo kita kembali" ucap Jhin Le dan diangguki oleh Jhin Tian.
mereka berdua berbalik ubtuk pergi kekediaman mereka masing masing.
"Salam pangeran" ucap seseorang dari belakang yang tak lain adalah Qing Se.
"Qing Se" ucap Jhin tian.
"Ada apa hingga para pangeran sampai datang ketempat ini" tanya Qing Se.
"Sebenarnya kami ingin bertemu dengan dewa Qing Yu tapi kulihat dewa Qing Yu sedang beristirahat jadi kami memutuskan untuk menemuinya nanti" ucap Jhin le.
Qing Se memandang ayahnya yang tertidur.
"Aku sungguh minta maaf, tapi aku juga tidak memounyai keberanian untuk membangunkannya, tapi aku bisa meminta ibuku melakukannya" ucap Qing se.
"Tidak perlu kami bisa datang nanti, biarkan dewa Aing Yu beristirahat , kalau begitu kami permisi" ucap Jhin Le .
Qing Se tersenyum dan mengangguk lalu memberikan hormat sebelum Jhin Tian dan Jhin Le pergi.
.
.
__ADS_1
.