
Xuan Dan Liyan kini sedang berada di dekat tempat latihan Sekte mereka duduk berdua sambil melihat latihan.
"Liyan Kau dipanggil guru Su Jin, " teriak you nan teman sekamar Liyan.
"You Nan, kenapa Guru memanggilku" tanya Liyan.
"Aku tidak tau, mungkin ini tentang kelas yang akan kau ambil" jawab You Nan.
"ah baiklah, tolong bantu aku mengantar Xuan" ucap Liyan.
"baiklah" jawab You Nan.
"Xuan kau tidak apa apa kan" tanya Liyan.
"Tidak, aku tidak apa apa" jawab Xuan dengan senyumnya.
"Baiklah aku pergi" ucap Liyan Lalu berlari pergi
"Xuan ayo aku antar" ucap You Nan.
"Aku masih ingin disini" jawab Xuan.
"hemm... aku akan menemanimu" ucap You Nan sambil dudul disamping Xuan.
"apa kakak Tidak ada latihan" tanya Xuan sambil memandang You Nan.
"Aku masih punya beberapa waktu sebelum latihan" ucap You Nan.
"Oh begitu ya" jawab Xuan sambil menatap lurus kearah murid murid yang sedang berlatih.
"apa ada yang kau pikirkan Xuan" tanya You Nan sambil memandangi Xuan.
"emm aku hanya merindukan ayahku" Ucap Xuan.
"Ayahmu" tanya You Nan.
xuan hanya mengangguk
"ah ya Liyan pernah mengatakaan padaku bahwa ayahmu adalah orang yang sangat hebat, apa itu benar" tanya You Nan.
"Tentu saja ayahku adalah orang paling hebat, hanya saja dia sekarang harus pergi ketempat jauh" ucap Xuan dengan wajah lesu.
"dimana itu" tanya You Nan
"Aku bahkan tidak tau, aku hanya berharap dia baik baik saja disana" ucap Xuan sambil memandang keatas.
"Aku yakin ayahmu pasti kembali, sekarang kau hanya perlu berlatih agar suatu saat dia kembali dia akan terkejut dengan kehebatanmu" ucap You Nan.
__ADS_1
"Emm aku tau" ucap Xuan dengan tersenyum lembut.
Sementara itu kembali ke istana Surgawi saat ini Fu Cang sedang berada di ruang singasana menghadap dewa Shin Lie Fa.
dewa Shin Lie Fa mengamati Fu Cang dengan seksama, jhin Tian terlihat begitu tenang, sementara dewi bunga masih terlihat kesal.
"Bagaimana menurut anda yang mulia" tanya Jhin Tian.
"apa kau yakin ini adalah pilihanmu Pangeran" tanya Dewa Shin Lie Fa sambil mengkerutkan keningnya.
"Tentu yang mulia" ucap Jgin Tian dengan tenang.
"baiklah jika diukur dari kekuatannya dia cukup tangguh, kau Fu Cang Ambil plakat ini, ini adalah plakat surga, jangan sampai kau memberikan ini pada orang lain, karena jika plakat ini berada ditangan yang salah maka ini akan menjadi bencana" ucap Dewa Shin Lie Fa.
"Hamba Mengerti yang Mulia" ucap Fu Cang Sambil menerima plakat pemberian Dewa Shin Lie Fa.
"Plakat itu bisa membuatmu pergi kedunia bawah, pastikan kau membawanya selallu bersamamu" ucap Dewa Shin Lie Fa.
"Hamba akan mematuhi perintah yang mulia.
Jhin Tian tersenyum puas.
" Terimakasih yang mulia, kalau begitu hamba akan kembali ke kediaman" ucap Jhin Tian.
"Tunggu.... Yan Yan antar Fu Cang ke kediaman Jhin Tian, dan kau Jhin Tian tetaplah disini ada sesuatu yang ingin kubicarakan, kalian semua boleh kembali" ucap Dewa Shin Lie Fa memeberikan perintah.
"Baik Yang Mulia," ucap mereka semua serentak lalu pergi meninggalkan ruang singasana kecuali Jhin Tian yang masih berdiam diri di tempatnya.
"Aku tau apa yang anda maksud, tapi.. "
"Kau harus pergi kekediamanku untuk berlatih, ini bukan latihan fisik, kau akan tau besok" ucap Dewa Shin Lie Fa.
"Tujuan sebenarnya dari ini semua, apakah ini tentang... "
" ya kau harus menjadi pewarisku, ada dua pangeran lainnya mereka juga sama sepertimu, namun bukan mereka yang kuharapkan" ucap Dewa Shin Lie Fa sambil mengelengkan kepalanya.
"Apa maksud anda? " tanya Jhin Tian.
" Dua orang pangeran itu sama denganmu mereka adalah orang yang hebat, pangeran pertama bernama Yi Fian dia memiliki karakter yang tegas namun lembut tapi dia juga orang yang pendendam dan mudah terbawa emosi, itu tidak cocok untuk posisi Kaisar Dewa,
sementara pangeran kedua bernama Lu Ziqan dia adalah orang yang ambisius, tekun namun juga sangat serakah" jelas Dewa Shin Lie Fa
"itu semua dapat diperbaiki anda tidak perlu repot* membawaku kemari dan menjadikanku penerusmu" ucap Jhin Tian.
"Sekuat apapun aku membuat mereka sebaik mungkin, namun tetap saja" ucap Dewa Shin Lie Fa.
Jhin Tian mengerutkan keningnya.
__ADS_1
" ini Tidak akan adil bagi pangeran pertama dan pangeran kedua, aku mau jadi penerusmu jika ini semua dilakukan dengan adil" ucap Jhin Tian.
"apa maksud nya, aku telah memilihmu kau seharusnya senang" ucap Dewa Shin Lie Fa.
"Kedua pangeran pasti juga sangat berharap setelah apa yang kau katakan dan lakukan pada mereka" ucap Jhin Tian.
"huh kau benar, baiklah aku akan melakukannya" ucap Dewa Shin Lie Fa.
"Kuharap anda tidak membeda bedakan kita bertiga" ucap Jhin Tian.
"Baiklah jika itu mau mu, besok kau harus mulai berlatih" ucap Dewa Shin Lie Fa.
"Emm" Jhin Tian mengangguk dia juga segera kembali ke kediamannya.
"Dengan bengini aku punya banyak kesempatan agar tidak menjadi penerus dewa Shin Lie Fa, tidak masalah untuk sementara menjadi pangeran ketiga" Batin Jhin Tian dengan tersenyum.
Jhin Tian kembali ke kediamannya melihat Fu Cang sedang menunggunya.
" Pangeran Tian, apa anda baik baik saja" tanya Fu Cang.
" tentu, kenapa kau bertanya seperti itu" tanya Jhin Tian.
"Semua orang menghawatirkanmu karena kau hilang, Raja Chu Bahkan tak mau berbicara sedikitpun tentang anda" jelas Fu Cang.
"itu karena.... " jhin Tian menceritakan Semuanya pada Fu cang dan didengarkan oleh Yan Yan.
" Jadi pangeran Xian Menghilang.. !! bagaimana mungkin, lalu bagaimana dengan putri Xuan.
Jhin Tian tersenyum kecut.
"Fu Cang aku memintamu datang kesini bukanlah untuk menjadi pengawalku" ucap Jhin Tian.
"Lalu" Fu Cang mengkerutkan keningnya dengan binggung.
"aku ingin kau mrngawasi xuan sungguh aku sangat khawatir dengannya" ucap Jhin Tian.
"apa aku perlu setiap saat disisi Putri Xuan Jika itu yang anda minta aku akan melakukannya" ucap Fu Cang.
" Tidak Fu Cang, aku juga ingin putriku tumbuh mandiri, kau hanya akan melihatnya beberapa kali dalam sebulan untuk memastikan dia dalaam keadaan baik, selebihnya kau harus disini dan membantuku, apa kau bisa" tanya Jhin Tian.
"Ah baiklah hamba siap menerima perintah" ucap Fu Cang.
Jhin Tian tersenyum.
"Yan Yan apa yang kau lakukan disana, aku sudah lapar" ucap Jhin Tian .
"Ah Ya tuan makanan segera siap" ucap Yan Yan sambil terburu buru pergi hingga ia salah dalam mengambil jalan membuat Jhin Tian dan Fu Cang mengelengkan kepala.
__ADS_1
.
.